Mau chat dosen? Berikut Etika Berkomunikasi yang Benar

Mau chat dosen? Berikut Etika Berkomunikasi yang Benar

Feed 1_compress75

Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Dalam berkomunikasi tentu saja tidak boleh sembarangan, ada etika yang harus kita lakukan agar komunikasi berjalan dengan baik dan bisa diterima oleh orang yang diajak berkomunikasi.
Etika komunikasi mahasiswa adalah perilaku atau sikap yang harus ditunjukkan oleh mahasiswa dalam proses penyampaian pesan atau informasi. Adapun perilaku atau sikap yang ditunjukkan adalah menjunjung tinggi tata krama dan norma kesopanan.
Misalnya berkomunikasi dengan memperhatikan waktu, memberikan salam dan memperkenalkan diri ketika memulai komunikasi, nyatakan permintaan maaf sebagai wujud rasa rendah hati karena mungkin mengganggu waktu komunikan.
Selanjutnya berkomunikasi dengan nada yang sopan, ketika selesai melakukan komunikasi jangan lupa ucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan serta salam penutup.Dari poin-poin tersebut, betapa pentingnya mahasiswa untuk memperhatikan tata cara dalam berkomunikasi dengan baik dan benar.
Feed 2_compress39
Kampus merupakan wadah yang tepat bagi para mahasiswa untuk belajar berkomunikasi secara profesional. Salah satu cara melatih etika berkomunikasi mahasiswa adalah berkomunikasi secara langsung dengan dosen.
Dalam berkomunikasi secara langsung dengan dosen, mahasiswa dianjurkan menggunakan bahasa Indonesia yang formal dan baku. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipahami oleh para mahasiswa saat berkomunikasi secara langsung dengan dosen adalah sebagai berikut:
1. Gunakan kata ganti Saya
Jangan menggunakan kata ganti aku, gue, atau yang sejenisnya.
2. Selalu perkenalkan diri dan kelas
Misalnya: “Saya Abdul Hakim mahasiswa program studi Bahasa Inggris semester 5.” Karena tidak semua dosen sanggup mengingat-ingat seluruh mahasiswa bimbingannya yang selalu berubah tiap semester.
3. Jelaskan keperluan
Misalnya: “Saya memerlukan persetujuan bapak untuk mengajukan sidang skripsi.”
4. Ucapkan terima kasih
5. Perhatikan waktu
Jangan mengganggu saat dosen sedang makan atau ketika dosen sedang berkomunikasi dengan mahasiswa/dosen lainnya.
Feed 3_compress95
Beberapa mahasiswa/mahasiswi masih merasa ragu dan sungkan untuk menghubungi dosen melalui aplikasi daring. Memang dibutuhkan aturan aturan agar kita terkesan masih menghormati walaupun tidak saling bertatapan muka.
Berikut adalah etika-etika menghubungi dosen:
1. Gunakan salam dan sapa
Selalu gunakan salam yang baik (assalamu’alaikum, selamat malam, selamat pagi).
2. Perkenalkan diri dengan lengkap dan jelas
Memperkenalkan diri atau menyebutkan identitas (nama dan program studi) hal ini dimaksudkan bila dosen mungkin tidak akan menyimpan semua nomor telepon mahasiswa di ponselnya.
3. Utarakan maksud dan tujuan dengan jelas
4. Sampaikan ucapan maaf dan terimakasih sebagai kerendahan hati
5. Gunakan bahasa yang baik
Sopan dan santun di sini maksudnya gunakan kata-kata yang baku, atau yang sesuai dengan etika. Susun kalimat dengan baik sehingga terlihat sopan.
6. Gunakan tata tulis yang baik
Selain bahasa yang baik dan tata cara seperti diatas, tata tulis sangat menentukan, seperti apapun maksud kita, dan struktur penulisan yang kita gunakan, akan tidak berarti kalau kita menulisnya tidak tepat. Jangan gunakan konsonan, sandi huruf, dan angka.
7. Perhatikan tanda baca
Gunakan tanda baca seperlunya dan gunakan sesuai dengan fungsinya.
8. Jangan memerintah dosen
Memerintah daalam hal ini, seringkali pesan singkat mahasiswa itu memerintah dosen, dan itu sangat kurang tepat, misalnya (mohon segera dicek kembali ya pak).

Penulis : Divisi Reporter (Ana, Nathan, Habib, Ardhanti, Putri, Afriza)
Editor : Nabila

FEED 3

Boring Kuliah Online? Ini Tips G-Plasma Hindari Boring Saat Kelas Online

Pada masa pandemi saat ini Politeknik Negeri Madiun (PNM) menerapkan sistem perkuliahan daring yang sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu dan berlanjut pada awal semester Ganjil. Metode perkuliahan daring ini menuntut bapak/ibu dosen untuk menjelaskan materi melalui berbagai media platfrom pembelajaran online, seperti :Zoom , Google meet, Google Classroom, dsb. PNM juga melakukan pengurangan jam perkuliahan yang bertujuan agar mahasiswanya tidak suntuk ataupun tertekan selama perkuliahan daring.

Selain itu, dalam perkuliahan daring tentu terdapat beberapa kendala yang dialami dosen ataupun mahasiswa. Kendala yang sering terjadi adalah koneksi internet yang berbeda dari setiap daerah, peralatan yang kurang memadai, dan lain-lain.

Perkuliahan daring memang sangat berbeda dengan perkuliahan tatap muka. Baik dari terbatasnya dosen menjelaskan materi, tugas yang bertumpuk, hingga rasa bosan dengan rutinitas yang berulang.

Maka dari itu kami akan membagikan beberapa tips agar perkuliahan daring tidak membosankan :

  1. Mempersiapkan diri

Sebelum memulai perkuliahan alangkah lebih baik nya mempersiapkan diri seperti mandi sarapan dan hal-hal yang diperlukan. Semua ini guna menunjang kegiatan belajar agar lebih fokus. Semakin baik persiapan maka semakin mudah mengikuti pembelajaran.

  1. Persiapkan peralatan penunjang kuliah (Laptop, alat tulis, buku, koneksi internet, dll)
  2. Berdoa sebelum memulai kuliah
  3. Mencatat materi yang diberikan
  4. Mempelajari materi yang diberikan dosen
  5. Aktif dalam kegiatan pembelajaran (bertanya, menjawab pertanyaan dosen, dan lain-lain)
  6. Siapkan sedikit camilan supaya tidak mengantuk saat perkuliahan
  7. Jangan lupa siapkan minuman juga agar tetap fokus

Satu lagi jangan lupa bahagia ya tetap jaga kesehatan dimanapun kalian berada dan mari kita berdoa agar bumi ini kembail seperti semula. Tetap semangat bagi bapak ibu dosen dan mahasiswa untuk melaksanakan perkuliahan daring.

Penulis : Silvi Binti Khotijah dan Tri Handoko

Editor : Kistia Meilani Sanda

Etika Berpakaian di Kampus

1-2

Dunia berpakaian sebenarnya merupakan hak seseorang. Namun, di dalam lingkungan sekolah, perkuliahan ataupun masyarakat hal tersebut perlu juga menyesuaikan dengan lingkungan dan atau kelompoknya. Misalnya, mematuhi peraturan di lingkungan kampus. Mahasiswa merupakan seseorang yang mungkin kelak menjadi tokoh terpelajar dan menjadi panutan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, seorang mahasiswa perlu belajar untuk berpakaian yang sopan, rapi, dan bersih agar mendapat respon positif dan menandakan bahwa mereka adalah seorang terpelajar.
Dalam perkuliahan mungkin memang tidak ada aturan mengenai baju seperti apa yang harus kita gunakan dalam kuliah. Berbeda sekali pada saat Sekolah Mengenah Atas (SMA), di SMA pasti aturan mengenai cara berpakaian seperti harus menggunakan seragam, sepatu hitam, dll. Mungkin bagi mahasiswa baru ada yang masih bingung, jika sebelumnya sudah dibahas mengenai cara berpakaian yang benar. Sekarang yuk kita simak, bagaimana sih cara berpakaian yang benar dan salah itu dalam perkuliahan :
1. Berpakaian yang sopan
Sebaiknya dalam lingkungan kampus berpakaianlah yang sopan. Tidak harus mengenakan kemeja dan rok seperti saat praktikum, tetapi pakaian yang tidak terbuka (memamerkan bagian tubuh yang sensitif) dan tidak transparan (tipis). Jika ke kampus juga sebaiknya tidak memakai sandal jepit yang terkesan santai, gunakan lah sepatu.

2. Berpakaian yang bersih dan rapi
Mengenakan pakaian yang bersih dan rapi serta cocok untuk ukuran kita tentu saja akan menciptakan kenyamanan. Baju yang telah dicuci akan terlihat enak dilihat saat dikenakan ketika sudah disetrika. Tidak setelah kering dan belum disetrika langsung dipakai.

3. Tidak melanggar peraturan
Ke kampus tidak perlu mengenakan pakaian yang ingin dianggap beda dengan yang lain. Dilihat dari peraturan kampus juga, apakah kampus tersebut mewajibkan mahasiswa/i nya mengenakan kemeja atau tidak dan jangan menggunakan kaos. Untuk bawahan laki-laki bisa menggunakan celana panjang kain ataupun jeans. Untuk perempuan bisa menggunakan celana panjang atau rok.

4. Tidak mengganggu orang lain
Maksudnya adalah kenakan pakaian yang tidak mengganggu pemandangan. Karena pakaian yang kita kenakan minim atau nampak terlihat seksi dimata orang lain akan mengundang orang lain untuk melakukan tindak kejahatan.

Beberapa hal di atas merupakan contoh dan tips yang dapat dilakukan bagi mahasiswa dalam berpakaian di kampus. Oleh karena itu, seorang mahasiswa perlu belajar untuk berpakaian yang sopan, rapi, dan bersih agar merasa nyaman saat belajar. Beberapa kampus mungkin memiliki peraturan seragam harian bagi mahasiswa mereka. Pemberian seragam ini dimaksudkan agar setiap mahasiswa mereka memiliki identitas dari jurusan atau program studi mereka. Menerbitkan pakaian ini juga bisa melatih kedisiplinan mahasiswa agar patuh pada peraturan.

Penulis : Divisi Design & Layout


 

Mengingat Peristiwa pada 8 Agustus 1945

                                   Ada Apa Tanggal Ini?
Mengingat Peristiwa pada 8 Agustus 1945

FEED1_compress45
Hallo sahabat Plasmers… Yuk kita ulik dan bahas apasih yang terjadi pada 8 Agustus 1945? Nah jadi pada tanggal ini terjadi dua peristiwa penting yang menorehkan sejarah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Yang pertama yaitu Kekalahan Telak Jepang. Pada 8 Agustus 1945, Uni Soviet/Rusia yang saat itu dipimpin oleh Stalin, telah mengumumkan dan menyatakan perang terhadap Jepang. Pasukan Uni Soviet kemudian menyerang Manchuria, yang terletak di timur China. Uni Soviet dan Jepang sebelumnya telah menandatangani perjanjian non-agresi. Namun, setelah Sekutu mengebom kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Jepang pun bersiap untuk menyerah. Uni Soviet menggunakan kesempatan ini untuk merebut beberapa wilayah kekuasaan Jepang. Kemudian disusul pengeboman di kota Nagasaki, pada 9 Agustus 1945. Bom tersebut meledak dengan sangat dahsyat, hingga diperkirakan menelan korban kurang lebih 70.000 – 80.000 jiwa penduduknya.
Pada bulan selanjutnya, banyak orang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima. Kaisar Hirohito (Showa) menyatakan menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu pada 14 Agustus 1945. Penyerahan tanpa syarat tersebut, membuat pemimpin Indonesia pada saat itu kebingungan lantaran Jepang adalah kandidat terkuat dalam memenangkan peperangan. Ambruknya pertahanan dan komunikasi Jepang menjadi bulan-bulanan pertengkaran tahun 1945, yang mengakibatkan suatu perubahan drastis dalam lajur persiapan kemerdekaan Indonesia.
Kemudian yang kedua yaitu peristiwa Tegang Menuju Vietnam. Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat oleh pemerintah militer Dai Nippon/Jepang dianggap sebagai tiga tokoh penting serta berpengaruh bagi rakyat Indonesia. Ketiganya juga merupakan personil utama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI sebenarnya sudah dibentuk sejak 7 Agustus 1945, namun rinciannya akan ditegaskan di Dalat nanti. Misi menegangkan ke Vietnam dimulai pada 8 Agustus 1945 jelang tengah malam. Penerbangan ke Dalat sengaja dilakukan secara rahasia lantaran gentingnya situasi kala itu. Memang, waktu tempuhnya tidak terlalu lama via jalur angkasa, tapi amat berbahaya. Pesawat Sekutu sewaktu-waktu bisa datang untuk menyerang.
Dari Bandara Kemayoran, pesawat yang membawa tiga bapak bangsa Indonesia dengan kawalan beberapa perwira Jepang itu tidak langsung ke Vietnam. Tanggal 9 Agustus 1945 pagi, pesawat mendarat di Singapura untuk singgah sejenak sembari memantau situasi. Keputusan transit sehari di negeri singa ternyata pilihan yang tepat. Di hari yang sama, kota Nagasaki di Jepang dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat, mengulang kejadian serupa yang telah menimpa Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Perjalanan diteruskan pada esok hari pada 10 Agustus 1945. Beberapa jam kemudian, tibalah pesawat yang menopang nasib bangsa Indonesia tersebut di Saigon (sekarang bernama Ho Chi Minh), Vietnam dengan selamat. Jarak antara kota terbesar di Vietnam itu menuju ke Dalat sekitar 300 kilometer ke arah utara.
Tanggal 11 Agustus 1945, perjalanan dilanjutkan ke Dalat dan tiba di hari yang sama. Soekarno, Hatta, dan Dr. Radjiman beserta rombongan harus menunggu keesokan hari sesuai jadwal pertemuan dengan Marsekal Terauchi. Perjumpaan dengan pimpinan militer tertinggi Jepang untuk kawasan Asia Tenggara itupun terjadi pada 12 Agustus 1945. Marsekal Terauchi yang juga anak sulung Perdana Menteri Jepang Terauchi Mastake, membeberkan alasan mengapa memanggil Soekarno, Hatta, dan Radjiman ke Dalat. Kepada Bung Karno dan kawan-kawan, Terauchi mengaku bahwa pihaknya memang sedang diujung tanduk. Leburnya Hiroshima dan Nagasaki, serta rentetan kekalahan di sejumlah front Perang Asia Timur Raya menjadi pertanda kuat bahwa Jepang tak lama lagi bakal takluk.
Maka kata Marsekal Terauchi, Indonesia harus segera bersiap-siap merdeka, dan itu menjadi tugas Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman, serta anggota PPKI untuk mempersiapkannya. “Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” janji Marsekal Terauchi. Menurutnya, perlu waktu untuk melakukan berbagai persiapan sebelum proklamasi kemerdekaan diwujudkan. Bung Karno dan kawan-kawan tampaknya setuju dengan tawaran kemerdekaan dari Jepang tersebut. Moh. Hatta bahkan sempat mengungkapkan perasannya atas janji Marsekal Terauchi itu. Setelah jamuan makan dan acara minum teh bersama, pertemuan itu pun diakhiri. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman bersiap pulang. Mereka tidak sabar mengabarkan hasil kesepakatan dengan Marsekal Terauchi yang berisi janji kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Di tanah air nanti, justru muncul rangakaian polemik sebelum Indonesia benar-benar merdeka 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini bukanlah hadiah dari Jepang seperti yang dijanjikan Marsekal Terauchi serta sempat diterima dengan senang hati oleh Bung Karno dan kawan-kawan.

Penulis : Dela Damayanti

IMG-20200626-WA0013

Program Studi Teknologi Informasi PNM, Peroleh Peringkat Akreditasi Baik

Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu program studi yang tergolong baru di Politeknik Negeri Madiun (PNM) telah memperoleh peringkat Akreditasi Baik. Program studi (Prodi) ini mendapat izin pertama tanggal 4 Mei 2018. Kepala Program Studi (Kaprodi) TI, Ibu Lutfiyah Dwi Setia, S.Kom., M.Kom. mengatakan ada beberapa proses yang harus dilakukan untuk mencapai peringkat Akreditasi Baik tersebut. Sesuai aturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terbaru versi 4.0 yang semula peringkat Akreditasi A, B, C menjadi peringkat Akreditasi Unggul, Baik Sekali, dan Baik, setiap Prodi baru wajib melakukan akreditasi pertama maksimal dua tahun setelah izin pertama Prodi diterima, jadi Prodi TI juga mengikuti aturan terbaru BAN-PT. Proses pertama diawali dengan pengisian Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) selama dua tahun terakhir beserta instrumen-instrumen lain yang kemudian diunggah ke sapto.banpt.or.id. Setelah diunggah, dilakukan review bertahap sesuai panduan instrumen akreditasi dan setelah pengajuan diterima, BAN-PT memberi Surat Keputusan (SK) status akreditasi. Selanjutnya, Prodi TI melakukan Asesmen Lapangan secara Daring dari BAN-PT agar tervalidasi seluruh instrumen akreditasi dan kemudian memperoleh Sertifikat Akreditasi.

Proses akreditasi yang melibatkan hampir semua elemen civitas akademika yang terkait dengan Prodi TI mulai dari Unit Pengelola Program Studi (UUPS) yang meliputi direktur, seluruh wakil direktur, Unit Pelaksana Teknis (UPT), kepala bagian, subbagian sampai seluruh dosen Prodi TI ini tentunya mengalami beberapa kendala. “Setiap langkah menuju perubahan itu pasti akan melalui beberapa kendala, itu hal wajar, yang terpenting setiap kendala yang ditemui harus disikapi dengan semangat terus belajar dan belajar. Demikian juga dengan Prodi TI, adanya perubahan instrumen akreditasi BAN-PT dari pola lama tujuh standar menjadi sembilan kriteria juga tentu menjadi poin yang harus disikapi dengan semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru yang ditemui”, ujar Bu Lutfi.

Peringkat Akreditasi Baik Prodi TI yang diputuskan oleh BAN-PT yang berlaku mulai tanggal 23 Juni 2020 sampai dengan tanggal 23 Juni 2025 di Jakarta ini dilakukan secara Daring dan pengesahan oleh Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT juga dengan QR Code sehingga keaslian data dapat langsung di cek secara resmi di BAN-PT.

Sebagai Kaprodi, Ibu Lutfia berharap agar Prodi TI bisa memberikan kemanfaatan nyata secara meluas bagi masyarakat secara umum. “Mohon doanya rekan-rekan semua semoga proses Asesmen Lapangan secara Daring diberikan kemudahan dan kelancaran, Amin”, tutupnya.

Kuliah Umum Bersama Irjen Kemenristekdikti

Madiun – Hari ini (Jumat, 26/8) Politeknik Negeri Madiun (PNM) kedatangan Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Plh. Rektor Universitas Negeri Manado Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum untuk memberikan kuliIMG-20160829-WA0020[1]ah umum mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) & Tantangan Dunia Pendidikan bertempat di auditorium PNM. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang MEA dan Tantangan Dunia Pendidikan di Politeknik Negeri Madiun, khususnya pelaku civitas akademika.

Sejarah singkatnya, Pembentukan MEA berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing ASEAN serta bisa menyaingi Tiongkok dan India dalam menarik investasi asing. Tujuan utamanya adalah kesetaraan dan pengakuan kualifikasi berbasis NQF antara SDM Indonesia dan SDM Asing.

Beliau juga mengungkapkan bahwa era kompetisi yang dihadapi saat ini adalah produktivitas, etos kerja, daya23 saing, deregulasi, dan pelayanan publik. Dimana hambatan MEA yang harus kita perhatikan yaitu mengenai mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, ketersediaan dan kualitas infrastruktur masih kurang, sektor industri yang rapuh, keterbatasan pasokan energi, dan lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor.

Bagi Perguruan Tinggi, khususnya Politeknik Negeri Madiun, beliau berpesan agar lebih meningkatkan mutu pendidikan agar dapat menghapi tantangan pendidikan di era global. Dan untuk Mahasiswa sangat diharapkan dapat melakukan peranan-peranannya agar membantu dalam peningkatan mutu tersebut, misalnya mahasiswa harus memiliki keterampilan dan kompetensi kerja yang siap pakai.

Diakhir acara, beliau menambahkan bahwa standar kompetensi lulusan yaitu memiliki sikap yang benar dan berbudaya, menguasai konsep/teori/metode, dan/atau falsafah, keterampilan yang mumpuni, dan pengalaman kerja mahasiswa. Jadi, peran mahasiswa di era global ini sangat besar baik di sektor pendidikan maupun dunia kerja/industri. (indras/G-PLASMA)

Let’s Know About PNM

IMG_2658LET’S KNOW ABOUT PNM

Mengulas Secuwil Cerita PNM

Politeknik Negeri Madiun  (PNM), merupakan sebuah kampus yang usianya tak lebih dari usia penulis. Masih fresh banget ya. Eitss, tapi jangan salah, meskipun baru berdiri 12 tahun yang lalu, namun mahasiswa PNM nggak kalah lho dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. Banyak prestasi yang didapatkan, mulai bidang akademik maupun non akademik. Namun sebelumnya kita intip dulu yuk sejarah awal berdirinya PNM.

Pada tahun 2003, Pemerintah Kota Madiun melalui Yayasan Perguruan Tinggi Pemerintah (YPTP) Kota Madiun mendirikan Politeknik di Jalan Serayu nomor 84 Kelurahan Pandean Kecamatan Taman Kota Madiun. Politeknik Madiun didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.99/D/0/2003 tertanggal 9 Juli 2003. Mulai tahun akademik 2003/2004, Politeknik Madiun diberikan izin untuk menyelenggarakan program studi Diploma III. Izin yang diberikan berlaku untuk 6 (enam) program studi yang terbagi dalam 2 (dua) bidang, yaitu Bidang Tata Niaga yang terdiri dari Prodi Bahasa Inggris Bisnis, Administrasi Bisnis, dan Komputerisasi Akuntansi serta Bidang Rekayasa yang terdiri dari Prodi Teknik Mesin Otomotif, Teknik Komputer Kontrol dan Teknik Listrik Industri.

Mulai tahun akademik 2006/2007 prodi Bahasa Inggris Bisnis terpaksa ditutup karena tuntutan persyaratan akademik. Sementara 4 (empat) prodi yang lain telah berhasil mendapat status Terakreditasi BAN-PT dan 1 (satu) prodi masih dalam persiapan. Pada tahun 2012, kelima prodi secara bersamaan mengajukan re-akreditasi dan berhasil mempertahankan status Terakreditasi BAN-PT.

Setelah melalui proses yang panjang, maka pada 29 Oktober 2012 terjadi perubahan status dari Politeknik Madiun menjadi Politeknik Negeri Madiun. Perubahan tersebut berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2012 tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Madiun. Dalam peraturan Menteri tersebut dinyatakan bahwa Politeknik Negeri Madiun (PNM) memiliki 3 (tiga) jurusan yaitu Jurusan Administrasi Bisnis, Jurusan Komputerisasi Akuntansi dan Jurusan Teknik dengan 3 (tiga) Program Studi yakni Teknik Komputer Kontrol, Mesin Otomotif dan Teknik Listrik.

Pada tahun 2014 Prodi Bahasa Inggris dibuka kembali dan telah memenuhi persyaratan akademik. Jadi, kini PNM membuka 3 (tiga) jurusan dengan 6 (enam) program studi yaitu Jurusan Administrasi Bisnis dengan Prodi Administrasi Bisnis dan Prodi Bahasa Inggris, Jurusan Komputerisasi Akuntansi dan Jurusan Teknik dengan Prodi Mesin Otomotif, Teknik Komputer Kontrol dan Teknik Listrik.

Nah, sudah tahu kan sejarah awal berdirinya PNM. Dan dapat dilihat bahwa usia kampus ini memang masih seumur jagung dibanding dengan perguruan tinggi lainnya. Namun banyak lho prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa PNM. Dan sudah banyak kejuaraan nasional maupun event nasional yang diikuti oleh mahasiswa PNM. Meskipun tidak semua berhasil membawa pulang trophy, namun setidaknya mereka sudah mempunyai keberanian dan kepercayaan diri yang lebih untuk beradu dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya yang pasti sudah memiliki jam terbang yang lebih banyak dibanding dengan PNM.

Terpilihnya perwakilan Pers PNM menjadi pimpinan umum APMPI dalam Munas APMPI tahun lalu, telah membuktikan bahwa mahasiswa PNM juga gak kalah dengan perwakilan dari Politeknik lainnya. Mengingat saat itu, usia Pers PNM yakni G-PLASMA juga baru 1 tahun, tetapi ketuanya sudah bisa menjadi Pimpinan Umum APMPI.

Kontes Robotik Nasional yang telah diikuti oleh mahasiswa prodi Teknik Komputer Kontrol, merupakan bukti bahwa mahasiswa PNM tidak ingin hanya diam dalam ketertinggalan dari perguruan tinggi lainnya. Meskipun tidak berhasil menjadi juara, setidaknya mereka mempunyai semangat untuk mewujudkan mimpinya dengan segera bertindak tanpa adanya rasa minder dengan beberapa pesaing lainnya.

Tak hanya itu, tahun ini mahasiswa tingkat akhir prodi Mesin Otomotif berhasil menciptakan setidaknya 4 (empat) mobil yang berbeda – beda, yakni mobil listrik dengan konsep city car, mobil barang dengan bahan bakar gas, mobil balap LEMC dengan konsep kelas urban serta mobil balap IEMC dengan konsep kelas prototipe. Wah keren kan!

Dalam bidang akuntansi juga gak kalah lho! Tahun ini kampus PNM bekerjasama dengan IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) untuk menyelenggarakan pelatihan perpajakan brevet A, B dan C. Dimana mahasiswa mengikuti pelatihan perpajakan selama kurang lebih 3,5 bulan pada akhir minggu, dan dibimbing secara langsung oleh para anggota IKPI. Tak hanya mendapatkan ilmu, tetapi mahasiswa juga akan mendapatkan sertifikat tanda telah mengikuti pelatihan brevet A, B dan C yang dapat digunakan sebagai lampiran ketika melamar pekerjaan nantinya. Wah sudah sejauh itu ya ternyata!

Itulah secuwil cerita tentang PNM, kampus yang baru berdiri kurang dari 2 (dua) dekade namun sudah memiliki prestasi dan semangat luar biasa demi memajukan serta menunjukkan eksistensinya sebagai Politeknik Negeri pertama di kawasan Madiun yang memiliki mimpi untuk lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional.