Maksimalkan Kegiatan Perkuliahan, Buatlah List Target agar Terarah!

Pers G-Plasma, Beberapa perguruan tinggi telah memulai tahun ajaran baru. Ini berarti mahasiswa baru sekalipun telah aktif memasuki kegiatan perkuliahan. Namun, tak sedikit dari mereka masih kebingungan untuk memaksimalkan potensi dirinya. Untuk itu, berikut beberapa tips dan trik memaksimalkan diri di perkuliahan yang dilansir dari laman gramedia.com.

  1. Aktif Mencari Tahu
    Saat memasuki dunia perkuliahan, kamu dituntut untuk mandiri termasuk dalam mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan kampus dari berbagai sumber. Sebagai contoh ialah dari BEM kampus dan humas kampus. Informasi tersebut dapat berupa informasi akademik maupun non akademik. Hal ini agar kamu tidak ketinggalan informasi yang penting.
  2. Membuat Rencana Akademik
    Masa awal perkuliahan adalah waktu yang tepat untuk untuk membuat rencana akademik. Hal ini agar apa yang kamu lakukan bisa terencana. Selain itu, kamu bisa mengetahui perkembangan akademik yang sudah kamu lalui. Sebagai contoh, kamu membuat rencana setiap semester yang kamu lalui atau menyusun target di tahun berapa kamu lulus kuliah. Dengan begitu, kamu bisa terpacu dan teringat tentang apa yang harus kamu capai.
  3. Membuat List Target yang Harus Dicapai
    Selain rencana akademik sebelumnya, kamu perlu membuat target yang harus kamu capai mendatang. Jika salah satu target terselesaikan, maka coret atau berilah tanda pada list targetmu. Hal ini agar kegiatanmu kedepannya lebih terarah dan jelas tujuannya.
  4. Mengikuti Organisasi atau Komunitas
    Disela padatnya jadwal kuliah, pergunakan waktu kosongmu untuk mengikuti kegiatan organisasi atau komunitas yang kamu minati. Dengan mengikuti organisasi atau komunitas, kamu bisa bertemu orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda. Selain itu, mengikuti diskusi forum akan memberikan pandangan baru serta memperluas wawasanmu.
  5. Time Management itu Penting!
    Tanpa time management (manajemen waktu) semua yang sudah disusun dan direncanakan tidak akan berjalan dengan baik. Maka dari itu sebagai mahasiswa, kamu harus pintar dalam mengelola waktu yang kamu punya. Kamu harus bisa membagi waktu dengan proporsional sesuai apa yang ingin kamu lakukan mendatang. Di samping itu, jangan lupa untuk menyisihkan waktu guna relaksasi. Tujuannya agar kamu tidak jenuh dengan kegiatan yang padat sebelumnya.
    Mulai dari sekarang, yuk memaksimalkan diri di perkuliahan dengan langkah-langkah di atas. Hal ini agar kedepannya perkuliahan kamu bisa lebih mudah dijalani dan target-target masa depan bisa terpenuhi. Semangat ya!

Penulis: Habib, Octa, dan Marsyella
Editor : Muktamiroh

Mulai dari Atur Waktu hingga Siapkan Camilan, Berikut Tips dan Trik Rubah Belajar Daring Jadi Menyenangkan

Pers G-Plasma, Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat banyak sekolah maupun perguruan tinggi meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebagai gantinya, mereka menerapkan metode belajar jarak jauh secara daring. Hal tersebut diterapkan untuk membatasi interaksi fisik secara langsung guna menekan penyebaran virus. Namun, aktivitas belajar dari rumah tak sepenuhnya mudah. Ada beberapa hambatan yang harus dihadapi oleh pelajar. Hambatan tersebut mulai dari kendala teknis yang menyebabkan dosen dan mahasiswa salah paham hingga akses internet yang berbeda-beda di tiap daerah atau kota. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dan dosen. Nah, berikut tips dan trik ubah belajar daring jadi menyenangkan selama di rumah:

  1. Carilah Tempat yang Nyaman
    Banyaknya gangguan ketika kelas berlangsung merupakan salah satu kekurangan dari kuliah daring, terutama saat di rumah. Gangguan tersebut bisa muncul ketika dipanggil orang tua, diganggu adik yang mengajak kita bermain, atau godaan besar untuk rebahan di kasur. Untuk meminimalisir hal tersebut, tentukan tempat yang nyaman dan kondusif. Tempat yang nyaman dan kondusif dapat membuat kita fokus terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung.
    Tempat yang nyaman merupakan salah satu kunci agar belajar tetap fokus. Kamu bisa mencari tempat, seperti sudut rumah yang nyaman sebagai tempat belajar. Kamu juga bisa mendekor area meja belajar sekreatif mungkin. Hal tersebut dapat menambah semangat belajar kamu.
  2. Siapkan Camilan
    Belajar tentu menguras tenaga kita. Meskipun secara fisik tak banyak bergerak, tenaga kita bisa terkuras ketika berpikir. Supaya tetap semangat, siapkan camilan secukupnya. Camilan tersebut, seperti kacang-kacangan, buah-buahan, atau camilan berkalori tinggi lainnya. Sebelum pembelajaran dimulai, kamu juga bisa membuat makanan ringan kesukaanmu misalnya, cookies atau makanan ringan lainnya. Jangan lupa, kita harus tetap rutin minum air putih. Air putih dapat menjaga konsentrasi kita tetap baik ketika pembelajaran berlangsung.
  3. Kelola Waktu dengan Baik
    Atur waktu belajarmu. Hal tersebut agar kamu tidak lagi mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan tugas. Biasakan dirimu mengerjakan tugas di awal waktu. Dengan begitu, tugasmu tidak akan menumpuk. Selain itu, atur jadwal harian, seperti kapan harus belajar dan kapan harus bersantai. Jangan lupa atur jadwal untuk berolahraga juga ya. Dengan begitu, tubuh akan tetap bugar selama belajar daring di rumah. Mengelola waktu dengan baik bisa membantumu untuk tidak stres selama melakukan kegiatan di dalam rumah selama pandemi Covid-19.
    Itu tadi beberapa tips dan trik ubah belajar daring jadi menyenangkan selama di rumah. Tips dan trik tersebut bisa banget kamu terapin nih! Walaupun masih belajar secara daring, kamu harus tetap menjaga kesehatan dan tetap fokus belajar ya!

Penulis: Lia Widyaningtiyas
Editor: Rifa’i

Waspadai Berita Hoaks yang Beredar, Berikut Sederet Fakta dan Mitos Vaksinasi Covid-19

GAMBAR CAPT1

Pers G-Plasma, Semua orang berhak untuk mendapatkan Vaksin Covid-19. Namun, karena informasi “kata teman”, “kata temannya kakak aku”, “kata tetangga lewat grup WhatsApp”, atau informasi yang tidak jelas kebenarannya dari orang-orang sekitar dan media sosial, beberapa orang menjadi ragu atau bahkan menolak vaksinasi. Hal tersebut karena alasan keamanan, efektivitas, atau percaya teori konspirasi tertentu. Penyebaran informasi palsu atau hoax merupakan salah satu masalah utama di era digital yang serba cepat.

Selama pandemi Covid-19, banyak informasi-informasi keliru seputar Covid-19 yang beredar di media sosial. Secara khusus, teori konspirasi atau informasi palsu mengenai Vaksin Covid-19 pun telah tersebar luas hingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Hal ini bisa membahayakan karena terkait dengan wabah penyakit yang tengah dihadapi masyarakat di banyak negara. Berikut ini fakta dan mitos vaksin Covid-19 yang sering beredar.

1. Vaksin tidak aman karena dikembangkan dan diuji dalam waktu singkat (MITOS)

Vaksin Covid-19 dikembangkan dan diuji dalam waktu yang cukup singkat bukan tanpa alasan. Direktur Johns Hopkins Office of Critical Event Preparedness and Response, Gabor D. Kelen, M.D., FACEP, FAAEM, FRCP(C), menjelaskan bahwa ada banyak alasan mengapa Vaksin Covid-19 dapat dikembangkan begitu cepat, yakni:

• Vaksin Covid-19 dibuat dengan metode yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun sebelumnya sehingga perusahaan dapat memulai proses pengembangan vaksin di awal pandemi.

• Pengembang vaksin tidak melewatkan langkah pengujian apa pun, tetapi melakukan beberapa langkah pada jadwal yang tumpang tindih (bersamaan) untuk mengumpulkan data lebih cepat.

• Beberapa jenis Vaksin Covid-19 dibuat menggunakan messenger RNA (mRNA), yang memungkinkan pendekatan yang lebih cepat daripada cara pembuatan vaksin secara tradisional.

2. Vaksin Covid-19 punya efek samping yang parah seperti reaksi alergi. (MITOS)

Fakta: Beberapa peserta dalam uji klinis vaksin memang melaporkan munculnya efek samping yang serupa dengan yang dialami dengan vaksin lain, seperti alergi, nyeri otot, menggigil, dan sakit kepala. Walaupun sangat jarang, orang memang bisa mengalami reaksi alergi parah terhadap bahan yang digunakan dalam vaksin. Itu sebabnya para ahli merekomendasikan orang dengan riwayat reaksi alergi yang parah, seperti anafilaksis terhadap ramuan vaksin sebaiknya tidak mendapatkan vaksinasi.

3. Setelah menerima Vaksin Covid-19, kita tidak perlu lagi pakai masker. (MITOS)

Fakta: Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik tetap diperlukan sampai sejumlah orang membentuk herd immunity. Perlindungan terbaik bagi kita saat ini adalah dengan terus mengikuti protokol kesehatan.

4. Vaksin Covid-19 bisa ganggu sistem kekebalan tubuh. (MITOS)

Fakta: Mengutip laman University of Maryland Medical System, pemberian vaksin tidak berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Sebagaimana anak-anak yang menerima berbagai vaksin berdekatan dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, orang dewasa yang akan divaksinasi pun tidak akan terganggu sistem kekebalan tubuhnya.

5. Orang yang pernah terinfeksi tidak perlu menerima vaksin. (MITOS)

Fakta: Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pasien Covid-19 memang telah memiliki antibodi setelah tertular. Akan tetapi, antibodi tersebut hanya dapat bertahan dalam jangka waktu 3-4 bulan, selebihnya ia akan kembali rentan terinfeksi. Dengan melakukan vaksin, tubuh akan memiliki sistem kekebalan lebih baik dengan jangka waktu lebih lama.

6. Vaksin dapat menyebabkan autisme. (MITOS)

Fakta: Berbagai penelitian dari banyak negara membuktikan tidak ada kaitan antara pemberian vaksin dengan terjadinya autisme.

7. Orang yang merasa kebal tidak perlu ikut vaksinasi. (MITOS)

Fakta: Mendapatkan vaksin bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar. Hal ini karena bisa meminimalisir penularan penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain. Semakin banyak orang yang divaksinasi, maka semakin kecil kemungkinan timbulnya wabah penyakit.

8. Anda bisa tertular Covid-19 dari vaksin. (MITOS)

Fakta: Anda tidak akan tertular Covid-19 dari vaksin karena vaksin tidak mengandung virus corona yang hidup. Umumnya, butuh waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk membangun kekebalan terhadap virus yang menyebabkan Covid-19 setelah vaksinasi. Hal ini membuat adanya kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan Covid-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan tetap sakit. Ini karena vaksin belum punya cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Situasi darurat juga memerlukan tanggapan darurat. Namun, ini bukan berarti perusahaan mengabaikan protokol keselamatan atau tidak melakukan pengujian yang memadai untuk pengembangan vaksin. Semoga dengan adanya vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan di Indonesia bisa menekan angka penyebaran virus tersebut.

Walaupun sudah ada vaksinasi kita tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan dan menerapkan 5M yang dianjurkan oleh pemerintah yaitu:

1. Memakai masker.

2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

3. Menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

4. Membatasi mobilitas masyarakat.

5. Melakukan vaksinasi sesuai dengan peraturan pemerintah.

Mari ikut ambil bagian menyukseskan program vaksinasi nasional untuk menekan angka penularan penyakit dan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Caranya adalah jadi masyarakat yang cerdas dan tak mudah percaya hoaks! Semoga kita terhindar dari penyebaran virus Covid-19, tetap semangat dan jangan lupa jaga kesehatan.

 

Penulis: Nadinda

Editor: Hanisa

 

Indonesia di Masa Pandemi: Antara Prokes, PPKM, dan Masyarakat

IMG_20210723_165501_068

Pers G-Plasma, Tidak terasa sudah satu tahun pandemi Covid-19 ada di Indonesia. Hal ini terhitung dari bulan Maret 2020 hingga sekarang, tetapi belum juga menemui hasil baik. Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pemerintah untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19 ini. Dikutip dari kompasiana.com, beberapa kebijakan di antaranya mematuhi protokol kesehatan dan mengimbau masyarakat untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Protokol tersebut, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak. Selain itu, pemerintah juga menerapkan lockdown dan yang terbaru, yaitu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Namun, sejak awal pandemi, masih banyak masyarakat yang abai terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Hal ini tentunya berpotensi memicu kelonjakan kasus Covid-19. Sebenarnya apa penyebab abainya masyarakat terhadap aturan protokol kesehatan ini? Melansir dari theconversation.com, ketidakpatuhan masyarakat Indonesia terhadap protokol kesehatan sebagian besar terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap bahaya penyakit, manfaat penanganan, serta besarnya hambatan dalam akses kesehatan. Selain itu, faktor jenuh dengan pandemi juga disebut menjadi salah satu alasannya.

Serupa dengan prokes, PPKM yang diberlakukan akhir-akhir ini juga belum efektif mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Nyatanya, Masih banyak yang tidak menghiraukan adanya PPKM ini. Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat enggan untuk mematuhi kebijakan PPKM ini, melansir dari mediaindonesia.com, beberapa faktor tersebut di antaranya:

1. Adanya perbedaan penerapan standar pemberlakuan kebijakan pembatasan yang mana dinilai inkonsisten oleh sebagian masyarakat.

2. Model pendekatan yang cenderung dilakukan dengan ancaman sanksi dan lebih banyak memperlakukan masyarakat sebagai terdakwa daripada sebagai korban situasi.

3. Desakan kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa ditunda.

4. Munculnya oknum dan orang-orang tertentu yang mencoba mencari keuntungan dari situasi ini.

Semua ini berawal ketika wabah ini masuk ke Indonesia untuk pertama kalinya. Jika dari awal pemerintah tegas dalam menangani kasus Covid-19 ini, pasti kasus ini terkontrol dan tidak akan melonjak seperti saat ini. Pemerintah dengan segala upayanya masih belum optimal dalam membangun kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19, memberikan kemudahan akses kesehatan, dan mengedukasi masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat Indonesia yang mudah percaya dengan berita hoax dan berujung tidak percaya dengan keberadaan Covid-19. Selain itu, kurangnya keterbukaan semua pihak dalam menangani Covid-19 ini membuat masyarakat menjadi ragu.

Menurut sebuah artikel dari theconversation.com, kepatuhan masyarakat menjadi sangat penting dan merupakan kunci keberhasilan. Upaya membangun kesadaran masyarakat harus ditingkatkan dengan beberapa cara, di antaranya:

1. Dengan melakukan komunikasi yang lebih efektif hingga ke akar rumput. Hal ini dapat berlangsung melalui berbagai media dan metode yang sesuai dengan keragaman usia, pendidikan dan budaya masyarakat atau kearifan lokal.

2. Kampanye yang lebih jelas dan terarah sehingga masyarakat memiliki kesamaan pandangan untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit. Selain itu, kampanye membangun optimisme masyarakat Indonesia dalam menghadapi Covid-19 juga perlu digalakkan.

3. Mempermudah akses kesehatan dengan informasi yang jelas dan berkelanjutan sehingga masyarakat cepat melakukan tindakan pemeriksaan, pengobatan, dan isolasi mandiri ketika terinfeksi.

4. Menerapkan kebijakan yang konsisten sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Penulis: Rahmadhona

Editor: Shindy

 

Antara Pandemi Covid-19 di Indonesia dan Singapura: Pelajaran Apa yang Bisa Kita Dapat?

 

Foto artikel opini (twibbon)

Pers G-Plasma, Dilansir dari cnnindonesia.com, Pemerintah Singapura baru-baru ini menyatakan bahwa Singapura akan memasuki masa normal baru. Masa tersebut dilakukan dengan beraktivitas normal dan hidup dengan Covid-19 tanpa harus menjalani karantina (lockdown) dan menganggapnya sebagai flu biasa. Mengapa Singapura berani mengambil langkah tersebut? Melalui cuitan di Twitter, dr.Tirta mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadikan Singapura berani mengambil keputusan untuk hidup bersama virus Covid-19 ini, di antaranya:

1. Singapura termasuk negara yang disiplin, baik pemerintah maupun warganya apalagi soal protokol kesehatan selama ini.

2. Program vaksinasi berjalan lancar.

3. Fasilitas kesehatannya lengkap dan mumpuni.

Dalam twitternya, ia juga menambahkan, “Jika kita ingin seperti itu di Indonesia, jangan mau hasilnya aja, tapi menghindari prosesnya.”

Kesigapan Indonesia dalam menghadapi kasus Covid-19 memang masih kalah jauh dengan negara tetangga kita ini. Hal ini terbukti berdasarkan data Ourworldindata.org, Sebanyak, 2,06 juta atau 36% dari total penduduk Singapura sudah menerima vaksinasi lengkap. Kesadaran dan kepatuhan kolektif dari setiap anggota masyarakat dinilai paling menentukan kesuksesan normal baru di Singapura. Hal tersebut terbukti ketika Singapura mencatat total 62.544 kasus Covid-19 dengan angka kematian sejumlah 36 kasus. Ini menjadikan Singapura sebagai salah satu negara dengan kasus Covid-19 terendah di dunia.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Menurut tempo.co per 26 Juni total yang menerima dua dosis vaksin Covid-19 sebanyak 13.018.524 jiwa dan target pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta warga atau 70 persen dari jumlah populasi. Per tanggal 26 Juni kasus Covid-19 di Indonesia tercatat sebanyak 2.093.962 jiwa, angka yang sangat tinggi dengan kurva yang semakin naik.

Memang, penanganan kasus Covid-19 Singapura dan Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja mengingat Indonesia memiliki populasi yang lebih banyak dari Singapura. Namun, dari negara tetangga ini kita bisa belajar bahwa dalam memerangi pandemi harus ada kerja sama dan kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat. Kita memang tidak bisa kembali sepenuhnya beraktivitas seperti sebelum pandemi Covid-19 ini ada. Namun, kita masih bisa beraktivitas dengan keadaan yang baru. Kuncinya adalah kepatuhan dan kepercayaan masyarakat juga vaksinasi, karena vaksinasi sangat efektif mengurangi risiko tertular dan menularkan.

Masalah-masalah lain yang muncul saat pandemi Covid-19 di Indonesia juga sedikit banyak berdampak pada penanganan kasus Covid-19. Hal tersebut dimulai dari adanya oknum yang tidak bertanggung jawab, ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, hingga masyarakat yang masih ‘bebal’ dengan protokol kesehatan yang berlaku. Kita boleh saja tidak menyukai sesuatu, tetapi jangan merugikan orang lain. Tidak ada salahnya juga untuk memberikan kritik, tetapi harus yang bersifat membangun dan disertai dengan jalan keluarnya. Kritik sah dilakukan, tetapi protokol kesehatan bukanlah hal yang harus diabaikan. Mari menjadi pribadi yang taat dengan protokol kesehatan agar semua segera terselesaikan.

Penulis : Tama

Editor : Hanisa

 

Politeknik Negeri Madiun Sambut Direktur Baru

1620216746754

Bertempat di Gedung C Jurusan Teknik Politeknik Negeri Madiun Kampus 2, Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Madiun Periode 2021/2025 akhirnya rampung digelar pada Rabu, 5 Mei 2021. Acara ini merupakan acara rutin yang digelar oleh Politeknik Negeri Madiun (PNM) lima tahun sekali. Acara pemilihan tersebut berlangsung secara tertutup dan hanya dihadiri oleh delapan belas anggota senat dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.. Acara pemilihan dimulai pada pukul 12.30 WIB hingga 14.00 WIB. Menurut Alief Sutantohadi, S.S., M.Hum., Humas sekaligus anggota Senat PNM, pemilihan direktur kali ini berjalan lancar meskipun dalam keadaan pandemi.

Lebih lanjut, sebelum kegiatan ini digelar, setidaknya ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan tersebut dimulai dengan publikasi pada bulan Desember 2020 dilanjut dengan pendaftaran, perpanjangan pendaftaran, seleksi administrasi dan verifikasi, pengumuman nama calon direktur, pemaparan visi-misi dan program kerja para calon direktur, penyaringan calon direktur dalam sidang senat, pengumuman calon direktur, pemilihan direktur oleh senat dan menteri, dan pengangkatan direktur baru. Seluruh rangkaian tersebut memakan waktu kurang lebih enam bulan jika mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan oleh Senat PNM.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia juga ikut terlibat dalam keseluruhan proses Pemilihan Direktur PNM yang diselenggarakan tahun ini. Selain menyumbangkan suara dalam pemilihan, para panitia pemilihan direktur PNM periode 2021/2025 juga berkonsultasi dengan kementerian terkait demi kelancaran acara ini.

Ada setidaknya tiga kandidat yang diusulkan pada acara ini. Hasilnya, Fajar Subkhan S.T., M.T., terpilih menjadi Direktur Baru Politeknik Negeri Madiun periode 2021/2025. Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., berharap dengan terpilihnya Direktur PNM yang baru dapat menjadikan PNM sebagai perguruan tinggi vokasi yang dapat membentuk calon pemimpin baru masa depan yang lebih hebat, kreatif, dan penuh dengan ide-ide positif. Hal ini juga sejalan dengan harapan M. Fajar Subkhan, S.T., M.T., untuk meneruskan pembangunan PNM dengan semangat gotong-royong dari berbagai pihak, mengingat periode ini merupakan kali kedua baginya tepilih menjadi Direktur Politeknik Negeri Madiun sekaligus menjalankan roda kepemimpinan PNM.

 

Penulis: Dany S.A. dan Fifiana A.T.

Editor: Rifa’i

 

Puasa, Ibadah yang Menyehatkan Tubuh

Puasa menjadi salah satu ibadah yang harus dilaksanakan oleh semua umat Islam selama bulan Ramadan. Ketika berpuasa, otomatis tubuh kita tidak menerima asupan makanan atau minuman seperti biasanya. Namun, faktanya tubuh kita memerlukan waktu setidaknya delapan jam untuk menyerap nutrisi dari makanan yang terakhir kali dimakan. Hal ini berarti tubuh mampu berpuasa apabila diberi asupan terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk makan makanan yang bergizi sebelum berpuasa.

Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang. Hal ini karena mereka belajar untuk mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.

Beberapa manfaat lain berpuasa untuk kesehatan, di antaranya:

  1. Membantu memperbaiki kondisi medis

Berpuasa dengan diimbangi pola makan yang sehat bisa membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.

  1. Menyehatkan jantung

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58% lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak berpuasa.

  1. Mengurangi risiko kanker

Fakta lainnya, selama berpuasa laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring dengan faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Walaupun masih perlu diteliti lebih lanjut, berkurangnya pembelahan sel ternyata mampu mengurangi risiko kanker.

  1. Mengontrol gula darah

Sejumlah studi menyebutkan bahwa puasa dapat mengontrol gula darah. Oleh karena itu, puasa juga berguna untuk orang yang berisiko diabetes.

Itu tadi adalah beberapa manfaat berpuasa untuk kesehatan. Lalu, bagaimana cara agar tubuh tetap sehat selama berpuasa? Berikut ini adalah beberapa tips agar tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa:

  1. Makan dengan porsi normal

Menurut dr. Magdi Mohamed dari RS Burjeel Abu Dhabi, makan berlebihan ketika berpuasa akan menyebabkan kram pada perut dan dapat menyebabkan diare. Sebaiknya, kita berbuka dengan minum air putih dan makanan ringan terlebih dahulu. Lalu, setelah salat magrib baru dilanjut dengan makan makanan berat sesuai dengan porsinya.

  1. Batasi makanan manis

Sebaiknya jangan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan saat puasa. Karena selain berdampak buruk bagi kesehatan, mengonsumsi makanan manis secara berlebihan dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

  1. Perbanyak minum air putih

Dilansir dari Halodoc.com aturan minum saat kita berpuasa menggunakan aturan 2-2-4, yaitu 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka, dan 4 gelas air di malam hari.

  1. Konsumsi buah dan sayuran

Buah dan sayuran umumnya mengandung serat yang tinggi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyakit sehingga kita bisa tetap sehat selama berpuasa. Ketika kita ingin mengonsumsi buah-buahan untuk menu berbuka, sebaiknya pilih buah yang mengandung air seperti pir, apel, dan anggur.

  1. Minum vitamin

Ketika menjalankan ibadah puasa, kita tak cukup makan sayur-sayuran, buah-buahan, dan minum air putih saja. Namun, sebaiknya diimbangi dengan mengonsumsi vitamin. Karena mengonsumsi vitamin dapat menjaga kekebalan tubuh agar tetap sehat selama berpuasa.

  1. Berolahraga

Untuk menjaga tubuh tetap sehat saat puasa, olahraga menjadi satu hal yang wajib dilakukan. Sebaiknya melakukan olahraga ringan saat puasa seperti yoga, pilates, barre, renang, atau bersepeda. Ada baiknya olahraga saat puasa dilakukan 30-90 menit sebelum berbuka puasa karena kita bisa langsung mengisi tenaga kembali dengan makan dan minum.

  1. Tidur yang cukup

Selain berguna untuk melancarkan ibadah selama puasa, tidur yang cukup ketika berpuasa juga  membawa beberapa manfaat penting untuk tubuh.  Manfaat tersebut di antaranya adalah meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan membuat kita lebih mampu berkonsentrasi ketika berpuasa seharian.

Menjaga kesehatan tubuh selama puasa adalah hal yang penting untuk dilakukan. Supaya tubuh tetap sehat dan puasa kita berjalan dengan lancar. Semoga setelah membaca artikel ini kita bisa sama-sama lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan selama puasa.

 

Penulis : Azahra Wahyu

Editor  : Lintang Cahyani

 

 

Sumber :

Afifah, Mahardini Nur. 2020. 7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan. https://health.kompas.com/read/2020/04/24/140200768/7-manfaat-puasa-bagi-kesehatan?page=all#page2. Diakses pada 13 April 2021.

Alodokter. 2018. Manfaat Puasa bagi Kesehatan. https://www.alodokter.com/manfaat-puasa-bagi-kesehatan. Diakses pada 15 April 2021.

CASHBAC. 2021. 7 Tips Sehat Menjalankan Ibadah Puasa!. https://cashbac.com/blog/7-tips-sehat-menjalankan-ibadah-puasa/. Diakses pada 16 April 2021.

Viva health. 2017. PUASA BAGUS UNTUK KESEHATAN. https://vivahealth.co.id/article/detail/13425/puasa-bagus-untuk-kesehatan. Diakses pada 15 April 2021.

 

Sidang Istimewa Politeknik Negeri Madiun

 

Screenshot (60)

Screenshot (42)

Sidang Istimewa (Sidis) adalah bentuk pengesahan, pembentukan, dan pembubaran baik Organisasi Mahasiswa (Ormawa) maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Pada hari Minggu, 21 Maret 2021 lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (DPM-KM PNM) mengadakan acara Sidang Istimewa.

Sidang Istimewa (Sidis) bertujuan untuk mengesahkan Ormawa dan UKM di PNM sesuai dengan undang-undang KM-PNM yang berlaku.  Kali ini, organisai mahasiswa yang disahkan di antaranya adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMKA), Himpunan Mahasiswa Program Studi Komputerisasi Akuntansi (HIMAKSI), dan UKM Taekwondo.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan setiap Ormawa dan UKM di PNM dengan konsep kegiatan berupa semi offline-online karena melihat kondisi yang masih pandemi. Untuk kegiatan  secara online acara dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh Ormawa dan UKM yang ada di PNM. Sementara untuk kegiatan offline dihadiri oleh perwakilan Ormawa dan UKM yang bersangkutan dan  beberapa panitia yang bertempat di Cafe Om Breng. Hal ini dikarenakan ada beberapa perlengkapan yang mengharuskan pelaksanaan acara secara offline.

Susunan persidangan berjalan seperti pada umumnya, yaitu penyerahan berkas persyaratan setiap perwakilan Ormawa/UKM untuk disahkan sebagai Ormawa/UKM PNM dan sumpah jabatan dari Presiden Mahasiswa (Presma) BEM dengan penandatangan berita acara setelah ikrar dilakukan. Hasilnya HIMKA, HIMAKSI , dan UKM Taekwondo disahkan sebagai Ormawa/UKM di PNM.

Azizah Yulia, selaku Ketua Pelaksana, mengatakan bahwa terdapat persiapan yang harus dilakukan serta kendala yang dihadapi pada sidang ini. “Untuk mempersiapkan sidang ini, pertama harus survei tempat, mendata perlengkapan selama sidang, dan mengoordinir setiap sie dalam menjalankan tugas sesuai tupoksinya,” ungkap Azizah. Namun, untungnya semua dapat diatasi dan acara berjalan dengan semestinya. Selain itu, Azizah juga berpesan supaya acara Sidis ini bisa dijadikan acuan untuk acara selanjutnya dan bisa berkontribusi lebih baik untuk DPM dengan menutupi kekurangan yang ada dengan kelebihan.

Semoga Ormawa dan UKM yang telah disahkan menjadi bagian dari PNM di acara Sidis nantinya dapat amanah dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas serta tercapai tujuan dari masing-masing organisasi.

 

Penulis : Ardelia Putri dan Azahra Wahyu

Editor  : Rima Maulidya P

VARIAN BARU CORONAVIRUS

Feed 1

Bentuk bencana non-alam salah satunya adalah wabah penyakit. Seperti yang kita ketahui saat ini dunia sedang dilanda wabah penyakit yaitu coronavirus. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini menular melalui percikan dahak dari saluran pernapasan dan bisa menyerang semua kalangan usia. Virus ini dapat menyebabkan flu hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi sampai sekarang virus ini masih terus menyebar dan bermutasi menjadi virus-virus jenis baru.

Salah satu di antara varian baru tersebut adalah virus Kent-B.1.1.7 yang pertama kali dikonfirmasi di Inggris. Adanya varian baru tersebut membuat masyarakat khawatir karena virus tersebut lebih mudah menular dengan membantu memasuki sel manusia. Jika seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus di dalamnya, partikel tersebut akan lebih mungkin menginfeksi beberapa sel di sinus atau hidung lalu masuk ke paru-paru. Lonjakan protein spike yang ada pada permukaan virus (berupa paku-paku di permukaan dan menjadi pintu masuk virus ke sel) membuat virus lebih mudah menempel di sel. Perubahan tersebut menjadi hal yang dikhawatirkan pada varian B.1.1.7 ini.

Perubahan ini pula yang membuat orang lebih mungkin terinfeksi saat terpapar virus corona SARS-CoV-2 dengan varian B.1.1.7. Namun, para ilmuwan yakin bahwa sistem kekebalan kita masih dapat menangani varian yang bermunculan saat ini, termasuk B.1.1.7. Mengutip dari perkataan Gregory Armstrong, pemimpin kantor deteksi molekuler lanjutan di CDC kepada CNN, bahwa penularan virus varian ini terjadi dengan cara yang sama persis dengan varian virus sebelumnya.

Dilihat dari cara penyebaran virus yang sama, maka tindakan pencegahan dalam mengurangi penyebaran varian ini pun sama seperti varian sebelumnya. Tetap galakkan dan lakukan 5M, yakni:

  1. Memakai masker.
  2. Menjaga jarak 1-2 meter.
  3. Mencuci tangan dengan sabun.
  4. Menghindari kerumunan atau keramaian.
  5. Mengurangi mobilitas.

Ketika merasakan gejala-gejala terpapar virus ini, langkah yang dapat diambil sebagai pertolongan dan penanggulangannya adalah:

  1. Hubungi penyedia layanan kesehatan atau hotline Covid-19 untuk mendapatkan informasi terkait tempat dan waktu untuk menjalani tes pemeriksaan.
  2. Taati prosedur yang ada guna pelacakan kontak untuk menghentikan penyebaran virus.
  3. Jika tes pemeriksaan tidak tersedia, tetaplah di rumah dan jangan lakukan kontak dengan orang lain dalam kurun waktu empat belas hari.
  4. Selama masa karantina, jangan pergi ke kantor, sekolah, atau tempat-tempat umum. Kemudian, mintalah seseorang mencukupi kebutuhan Anda.
  5. Terapkan jaga jarak minimal satu meter dari orang lain.
  6. Kenakan masker medis untuk melindungi orang lain, termasuk ketika Anda perlu meminta perawatan medis.
  7. Cuci tangan Anda secara rutin.
  8. Gunakan ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lain.
  9. Pastikan ventilasi ruangan Anda selalu baik.
  10. Jika menggunakan kamar bersama orang lain, berilah jarak antar tempat tidur minimal satu meter.
  11. Amati diri Anda sendiri apakah ada gejala selama empat belas hari tersebut.
  12. Jika Anda mengalami salah satu tanda bahaya seperti sulit bernapas, sulit berbicara atau bergerak, bingung, atau merasakan nyeri di dada, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.
  13. Tetaplah positif dengan terus berinteraksi dengan orang-orang terdekat melalui jaringan nirkabel seperti telepon atau internet, dan lakukan olahraga di rumah.

Sumber :

Alodokter.com. ”Virus Corona”. 12 Maret 2021. https://www.alodokter.com/virus-corona. Diakses pada 16 Maret 2021.

Kompas.com. “4 Varian Baru Virus Corona yang Mengkhawatirkan, Salah Satunya B.1.1.7”. 4 Maret 2021. https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/04/103859023/4-varian-baru-virus-corona-yang-mengkhawatirkan-salah-satunya-b117?page=all. Diakses pada 16 Maret 2021.

Stoppneumonia. “Informasi Tentang Virus Corona (Novel Coronavirus)”. https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/. Diakses pada 16 Maret 2021.

Penulis: Marsyella dan Octavia

Editor: Aprilia

Tips dalam Menghadapi Tanah Longsor

1

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di kawasan Indonesia. Bencana ini biasanya terjadi di daerah pegunungan, bukit, lereng yang curam, maupun tebing. Tak jarang tanah longsor juga terjadi di lahan pertanian dan perkebunan yang terletak di tanah miring. Kejadian tanah longsor ini seringkali memakan korban jiwa yang tak sedikit jumlahnya. Badan Penanggulangan Bencana sudah sering melakukan upaya penanggulangan tanah longsor. Namun, kita tidak tahu kapan bencana itu akan terjadi. Ada beberapa upaya penanggulangan tanah longsor, antara lain:

  1. Membuat pagar dari beton.
  2. Tidak menebang pohon di lereng.
  3. Tidak membangun rumah persis di bawah lereng atau tebing.
  4. Selalu waspada apabila turun hujan deras secara terus-menerus.
  5. Tidak mendirikan bangunan di tebing.
  6. Tidak membuat sawah di lereng.
  7. Tidak memotong tebing secara tegak.
  8. Tidak mendirikan bangunan di sekitar sungai.
  9. Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat.

Tanah longsor sangat sulit diprediksi kapan akan terjadi. Namun, bencana ini akan terjadi ketika memasuki musim hujan. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya tanah longsor, antara lain:

  1. Tingginya curah hujan.
  2. Erosi tanah.
  3. Lereng tebing yang terjal.
  4. Getaran
  5. Hutan yang gundul.
  6. Adanya lahan pertanian di lereng.

Sebab kedatangannya yang tidak bisa diprediksi, masyarakat harus memiliki bekal untuk menghadapi bencana ini. Berikut ciri-ciri akan terjadinya tanah longsor.

  1. Sehabis hujan, tampak ada retakan pada lereng.
  2. Kerikil berjatuhan, tebing terlihat kurang kokoh atau rapuh.
  3. Timbul mata air baru secara tiba-tiba.
  4. Genangan air saat musim hujan akan lenyap saat akan terjadi longsor.
  5. Pintu maupun jendela sukar terbuka.
  6. Pepohonan tampak miring.
  7. Halaman rumah atau dalam rumah mendadak ambles.

Hal yang dilakukan ketika terjadi tanah longsor.

  1. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah lereng dan pegunungan, perlu waspada ketika musim hujan datang. Curah hujan yang tinggi bisa menjadi pemicu terjadinya bencana tanah longsor. Ketika terdengar suara gemuruh dari atas bukit, segeralah menjauh dari lokasi dan carilah tempat aman, sebab hal tersebut merupakan tanda akan terjadinya tanah longsor
  2. Jangan panik dan tetap tenang. Evakuasi keluarga anda ke tempat aman. Biasanya, bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor sudah diberikan jalur evakuasi untuk menyelamatkan diri ketika terjadi tanah longsor.
  3. Hal penting lainnya adalah dengan menghubungi instansi terkait untuk bisa memberikan bantuan evakuasi sebelum terjadinya longsor yang semakin parah.

Hal yang harus dilakukan setelah terjadi tanah longsor:

  1. Hindari daerah longsoran, di mana longsor susulan dapat terjadi.
  2. Periksa korban luka dan korban yang terjebak longsor tanpa langsung memasuki daerah longsoran.
  3. Bantu arahkan Search And Rescue SAR ke lokasi longsor.
  4. Bantu tetangga yang memerlukan bantuan, khususnya anak-anak, orang tua, dan orang cacat.
  5. Dengarkan informasi keadaan terkini melalui siaran radio lokal atau televisi.
  6. Waspada akan adanya banjir atau aliran reruntuhan setelah longsor.
  7. Laporkan keruskan fasilitas umum yang terjadi kepada pihak yang berwenang.
  8. Periksa kerusakan fondasi rumah dan tanah di sekitar terjadinya longsor.
  9. Tanami kembali daerah bekas longsor atau daerah di sekitarnya. Hal menghindari erosi yang telah merusak lapisan atas tanah yang dapat menyebabkan banjir bandang.
  10. Mintalah nasihat pada ahlinya untuk mengevaluasi ancaman dan teknik untuk mengurangi risiko tanah longsor.

Begitulah upaya penanganan dan hal-hal yang dapat dilakukan saat terjadi bencana tanah longsor. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana mengimbau kepada masyarakat untuk menghubungi BPB setempat atau instansi-instansi terkait jika ada gejala-gejala bencana ataupun jika bencana datang di lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan mempermudah penindaklanjutan oleh yang bersangkutan. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan perihal kesiapan menghadapi bencana untuk meminimalisir berjatuhannya korban.

 

Penulis : Lia dan Zhara

Editor : Adinda