Kuliah Umum Bersama Irjen Kemenristekdikti

Madiun – Hari ini (Jumat, 26/8) Politeknik Negeri Madiun (PNM) kedatangan Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Plh. Rektor Universitas Negeri Manado Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum untuk memberikan kuliIMG-20160829-WA0020[1]ah umum mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) & Tantangan Dunia Pendidikan bertempat di auditorium PNM. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang MEA dan Tantangan Dunia Pendidikan di Politeknik Negeri Madiun, khususnya pelaku civitas akademika.

Sejarah singkatnya, Pembentukan MEA berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing ASEAN serta bisa menyaingi Tiongkok dan India dalam menarik investasi asing. Tujuan utamanya adalah kesetaraan dan pengakuan kualifikasi berbasis NQF antara SDM Indonesia dan SDM Asing.

Beliau juga mengungkapkan bahwa era kompetisi yang dihadapi saat ini adalah produktivitas, etos kerja, daya23 saing, deregulasi, dan pelayanan publik. Dimana hambatan MEA yang harus kita perhatikan yaitu mengenai mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, ketersediaan dan kualitas infrastruktur masih kurang, sektor industri yang rapuh, keterbatasan pasokan energi, dan lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor.

Bagi Perguruan Tinggi, khususnya Politeknik Negeri Madiun, beliau berpesan agar lebih meningkatkan mutu pendidikan agar dapat menghapi tantangan pendidikan di era global. Dan untuk Mahasiswa sangat diharapkan dapat melakukan peranan-peranannya agar membantu dalam peningkatan mutu tersebut, misalnya mahasiswa harus memiliki keterampilan dan kompetensi kerja yang siap pakai.

Diakhir acara, beliau menambahkan bahwa standar kompetensi lulusan yaitu memiliki sikap yang benar dan berbudaya, menguasai konsep/teori/metode, dan/atau falsafah, keterampilan yang mumpuni, dan pengalaman kerja mahasiswa. Jadi, peran mahasiswa di era global ini sangat besar baik di sektor pendidikan maupun dunia kerja/industri. (indras/G-PLASMA)

Let’s Know About PNM

IMG_2658LET’S KNOW ABOUT PNM

Mengulas Secuwil Cerita PNM

Politeknik Negeri Madiun  (PNM), merupakan sebuah kampus yang usianya tak lebih dari usia penulis. Masih fresh banget ya. Eitss, tapi jangan salah, meskipun baru berdiri 12 tahun yang lalu, namun mahasiswa PNM nggak kalah lho dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. Banyak prestasi yang didapatkan, mulai bidang akademik maupun non akademik. Namun sebelumnya kita intip dulu yuk sejarah awal berdirinya PNM.

Pada tahun 2003, Pemerintah Kota Madiun melalui Yayasan Perguruan Tinggi Pemerintah (YPTP) Kota Madiun mendirikan Politeknik di Jalan Serayu nomor 84 Kelurahan Pandean Kecamatan Taman Kota Madiun. Politeknik Madiun didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.99/D/0/2003 tertanggal 9 Juli 2003. Mulai tahun akademik 2003/2004, Politeknik Madiun diberikan izin untuk menyelenggarakan program studi Diploma III. Izin yang diberikan berlaku untuk 6 (enam) program studi yang terbagi dalam 2 (dua) bidang, yaitu Bidang Tata Niaga yang terdiri dari Prodi Bahasa Inggris Bisnis, Administrasi Bisnis, dan Komputerisasi Akuntansi serta Bidang Rekayasa yang terdiri dari Prodi Teknik Mesin Otomotif, Teknik Komputer Kontrol dan Teknik Listrik Industri.

Mulai tahun akademik 2006/2007 prodi Bahasa Inggris Bisnis terpaksa ditutup karena tuntutan persyaratan akademik. Sementara 4 (empat) prodi yang lain telah berhasil mendapat status Terakreditasi BAN-PT dan 1 (satu) prodi masih dalam persiapan. Pada tahun 2012, kelima prodi secara bersamaan mengajukan re-akreditasi dan berhasil mempertahankan status Terakreditasi BAN-PT.

Setelah melalui proses yang panjang, maka pada 29 Oktober 2012 terjadi perubahan status dari Politeknik Madiun menjadi Politeknik Negeri Madiun. Perubahan tersebut berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2012 tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Madiun. Dalam peraturan Menteri tersebut dinyatakan bahwa Politeknik Negeri Madiun (PNM) memiliki 3 (tiga) jurusan yaitu Jurusan Administrasi Bisnis, Jurusan Komputerisasi Akuntansi dan Jurusan Teknik dengan 3 (tiga) Program Studi yakni Teknik Komputer Kontrol, Mesin Otomotif dan Teknik Listrik.

Pada tahun 2014 Prodi Bahasa Inggris dibuka kembali dan telah memenuhi persyaratan akademik. Jadi, kini PNM membuka 3 (tiga) jurusan dengan 6 (enam) program studi yaitu Jurusan Administrasi Bisnis dengan Prodi Administrasi Bisnis dan Prodi Bahasa Inggris, Jurusan Komputerisasi Akuntansi dan Jurusan Teknik dengan Prodi Mesin Otomotif, Teknik Komputer Kontrol dan Teknik Listrik.

Nah, sudah tahu kan sejarah awal berdirinya PNM. Dan dapat dilihat bahwa usia kampus ini memang masih seumur jagung dibanding dengan perguruan tinggi lainnya. Namun banyak lho prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa PNM. Dan sudah banyak kejuaraan nasional maupun event nasional yang diikuti oleh mahasiswa PNM. Meskipun tidak semua berhasil membawa pulang trophy, namun setidaknya mereka sudah mempunyai keberanian dan kepercayaan diri yang lebih untuk beradu dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya yang pasti sudah memiliki jam terbang yang lebih banyak dibanding dengan PNM.

Terpilihnya perwakilan Pers PNM menjadi pimpinan umum APMPI dalam Munas APMPI tahun lalu, telah membuktikan bahwa mahasiswa PNM juga gak kalah dengan perwakilan dari Politeknik lainnya. Mengingat saat itu, usia Pers PNM yakni G-PLASMA juga baru 1 tahun, tetapi ketuanya sudah bisa menjadi Pimpinan Umum APMPI.

Kontes Robotik Nasional yang telah diikuti oleh mahasiswa prodi Teknik Komputer Kontrol, merupakan bukti bahwa mahasiswa PNM tidak ingin hanya diam dalam ketertinggalan dari perguruan tinggi lainnya. Meskipun tidak berhasil menjadi juara, setidaknya mereka mempunyai semangat untuk mewujudkan mimpinya dengan segera bertindak tanpa adanya rasa minder dengan beberapa pesaing lainnya.

Tak hanya itu, tahun ini mahasiswa tingkat akhir prodi Mesin Otomotif berhasil menciptakan setidaknya 4 (empat) mobil yang berbeda – beda, yakni mobil listrik dengan konsep city car, mobil barang dengan bahan bakar gas, mobil balap LEMC dengan konsep kelas urban serta mobil balap IEMC dengan konsep kelas prototipe. Wah keren kan!

Dalam bidang akuntansi juga gak kalah lho! Tahun ini kampus PNM bekerjasama dengan IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) untuk menyelenggarakan pelatihan perpajakan brevet A, B dan C. Dimana mahasiswa mengikuti pelatihan perpajakan selama kurang lebih 3,5 bulan pada akhir minggu, dan dibimbing secara langsung oleh para anggota IKPI. Tak hanya mendapatkan ilmu, tetapi mahasiswa juga akan mendapatkan sertifikat tanda telah mengikuti pelatihan brevet A, B dan C yang dapat digunakan sebagai lampiran ketika melamar pekerjaan nantinya. Wah sudah sejauh itu ya ternyata!

Itulah secuwil cerita tentang PNM, kampus yang baru berdiri kurang dari 2 (dua) dekade namun sudah memiliki prestasi dan semangat luar biasa demi memajukan serta menunjukkan eksistensinya sebagai Politeknik Negeri pertama di kawasan Madiun yang memiliki mimpi untuk lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional.