Mau chat dosen? Berikut Etika Berkomunikasi yang Benar

Mau chat dosen? Berikut Etika Berkomunikasi yang Benar

Feed 1_compress75

Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Dalam berkomunikasi tentu saja tidak boleh sembarangan, ada etika yang harus kita lakukan agar komunikasi berjalan dengan baik dan bisa diterima oleh orang yang diajak berkomunikasi.
Etika komunikasi mahasiswa adalah perilaku atau sikap yang harus ditunjukkan oleh mahasiswa dalam proses penyampaian pesan atau informasi. Adapun perilaku atau sikap yang ditunjukkan adalah menjunjung tinggi tata krama dan norma kesopanan.
Misalnya berkomunikasi dengan memperhatikan waktu, memberikan salam dan memperkenalkan diri ketika memulai komunikasi, nyatakan permintaan maaf sebagai wujud rasa rendah hati karena mungkin mengganggu waktu komunikan.
Selanjutnya berkomunikasi dengan nada yang sopan, ketika selesai melakukan komunikasi jangan lupa ucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan serta salam penutup.Dari poin-poin tersebut, betapa pentingnya mahasiswa untuk memperhatikan tata cara dalam berkomunikasi dengan baik dan benar.
Feed 2_compress39
Kampus merupakan wadah yang tepat bagi para mahasiswa untuk belajar berkomunikasi secara profesional. Salah satu cara melatih etika berkomunikasi mahasiswa adalah berkomunikasi secara langsung dengan dosen.
Dalam berkomunikasi secara langsung dengan dosen, mahasiswa dianjurkan menggunakan bahasa Indonesia yang formal dan baku. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipahami oleh para mahasiswa saat berkomunikasi secara langsung dengan dosen adalah sebagai berikut:
1. Gunakan kata ganti Saya
Jangan menggunakan kata ganti aku, gue, atau yang sejenisnya.
2. Selalu perkenalkan diri dan kelas
Misalnya: “Saya Abdul Hakim mahasiswa program studi Bahasa Inggris semester 5.” Karena tidak semua dosen sanggup mengingat-ingat seluruh mahasiswa bimbingannya yang selalu berubah tiap semester.
3. Jelaskan keperluan
Misalnya: “Saya memerlukan persetujuan bapak untuk mengajukan sidang skripsi.”
4. Ucapkan terima kasih
5. Perhatikan waktu
Jangan mengganggu saat dosen sedang makan atau ketika dosen sedang berkomunikasi dengan mahasiswa/dosen lainnya.
Feed 3_compress95
Beberapa mahasiswa/mahasiswi masih merasa ragu dan sungkan untuk menghubungi dosen melalui aplikasi daring. Memang dibutuhkan aturan aturan agar kita terkesan masih menghormati walaupun tidak saling bertatapan muka.
Berikut adalah etika-etika menghubungi dosen:
1. Gunakan salam dan sapa
Selalu gunakan salam yang baik (assalamu’alaikum, selamat malam, selamat pagi).
2. Perkenalkan diri dengan lengkap dan jelas
Memperkenalkan diri atau menyebutkan identitas (nama dan program studi) hal ini dimaksudkan bila dosen mungkin tidak akan menyimpan semua nomor telepon mahasiswa di ponselnya.
3. Utarakan maksud dan tujuan dengan jelas
4. Sampaikan ucapan maaf dan terimakasih sebagai kerendahan hati
5. Gunakan bahasa yang baik
Sopan dan santun di sini maksudnya gunakan kata-kata yang baku, atau yang sesuai dengan etika. Susun kalimat dengan baik sehingga terlihat sopan.
6. Gunakan tata tulis yang baik
Selain bahasa yang baik dan tata cara seperti diatas, tata tulis sangat menentukan, seperti apapun maksud kita, dan struktur penulisan yang kita gunakan, akan tidak berarti kalau kita menulisnya tidak tepat. Jangan gunakan konsonan, sandi huruf, dan angka.
7. Perhatikan tanda baca
Gunakan tanda baca seperlunya dan gunakan sesuai dengan fungsinya.
8. Jangan memerintah dosen
Memerintah daalam hal ini, seringkali pesan singkat mahasiswa itu memerintah dosen, dan itu sangat kurang tepat, misalnya (mohon segera dicek kembali ya pak).

Penulis : Divisi Reporter (Ana, Nathan, Habib, Ardhanti, Putri, Afriza)
Editor : Nabila

FEED 3

Boring Kuliah Online? Ini Tips G-Plasma Hindari Boring Saat Kelas Online

Pada masa pandemi saat ini Politeknik Negeri Madiun (PNM) menerapkan sistem perkuliahan daring yang sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu dan berlanjut pada awal semester Ganjil. Metode perkuliahan daring ini menuntut bapak/ibu dosen untuk menjelaskan materi melalui berbagai media platfrom pembelajaran online, seperti :Zoom , Google meet, Google Classroom, dsb. PNM juga melakukan pengurangan jam perkuliahan yang bertujuan agar mahasiswanya tidak suntuk ataupun tertekan selama perkuliahan daring.

Selain itu, dalam perkuliahan daring tentu terdapat beberapa kendala yang dialami dosen ataupun mahasiswa. Kendala yang sering terjadi adalah koneksi internet yang berbeda dari setiap daerah, peralatan yang kurang memadai, dan lain-lain.

Perkuliahan daring memang sangat berbeda dengan perkuliahan tatap muka. Baik dari terbatasnya dosen menjelaskan materi, tugas yang bertumpuk, hingga rasa bosan dengan rutinitas yang berulang.

Maka dari itu kami akan membagikan beberapa tips agar perkuliahan daring tidak membosankan :

  1. Mempersiapkan diri

Sebelum memulai perkuliahan alangkah lebih baik nya mempersiapkan diri seperti mandi sarapan dan hal-hal yang diperlukan. Semua ini guna menunjang kegiatan belajar agar lebih fokus. Semakin baik persiapan maka semakin mudah mengikuti pembelajaran.

  1. Persiapkan peralatan penunjang kuliah (Laptop, alat tulis, buku, koneksi internet, dll)
  2. Berdoa sebelum memulai kuliah
  3. Mencatat materi yang diberikan
  4. Mempelajari materi yang diberikan dosen
  5. Aktif dalam kegiatan pembelajaran (bertanya, menjawab pertanyaan dosen, dan lain-lain)
  6. Siapkan sedikit camilan supaya tidak mengantuk saat perkuliahan
  7. Jangan lupa siapkan minuman juga agar tetap fokus

Satu lagi jangan lupa bahagia ya tetap jaga kesehatan dimanapun kalian berada dan mari kita berdoa agar bumi ini kembail seperti semula. Tetap semangat bagi bapak ibu dosen dan mahasiswa untuk melaksanakan perkuliahan daring.

Penulis : Silvi Binti Khotijah dan Tri Handoko

Editor : Kistia Meilani Sanda

Etika Berpakaian di Kampus

1-2

Dunia berpakaian sebenarnya merupakan hak seseorang. Namun, di dalam lingkungan sekolah, perkuliahan ataupun masyarakat hal tersebut perlu juga menyesuaikan dengan lingkungan dan atau kelompoknya. Misalnya, mematuhi peraturan di lingkungan kampus. Mahasiswa merupakan seseorang yang mungkin kelak menjadi tokoh terpelajar dan menjadi panutan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, seorang mahasiswa perlu belajar untuk berpakaian yang sopan, rapi, dan bersih agar mendapat respon positif dan menandakan bahwa mereka adalah seorang terpelajar.
Dalam perkuliahan mungkin memang tidak ada aturan mengenai baju seperti apa yang harus kita gunakan dalam kuliah. Berbeda sekali pada saat Sekolah Mengenah Atas (SMA), di SMA pasti aturan mengenai cara berpakaian seperti harus menggunakan seragam, sepatu hitam, dll. Mungkin bagi mahasiswa baru ada yang masih bingung, jika sebelumnya sudah dibahas mengenai cara berpakaian yang benar. Sekarang yuk kita simak, bagaimana sih cara berpakaian yang benar dan salah itu dalam perkuliahan :
1. Berpakaian yang sopan
Sebaiknya dalam lingkungan kampus berpakaianlah yang sopan. Tidak harus mengenakan kemeja dan rok seperti saat praktikum, tetapi pakaian yang tidak terbuka (memamerkan bagian tubuh yang sensitif) dan tidak transparan (tipis). Jika ke kampus juga sebaiknya tidak memakai sandal jepit yang terkesan santai, gunakan lah sepatu.

2. Berpakaian yang bersih dan rapi
Mengenakan pakaian yang bersih dan rapi serta cocok untuk ukuran kita tentu saja akan menciptakan kenyamanan. Baju yang telah dicuci akan terlihat enak dilihat saat dikenakan ketika sudah disetrika. Tidak setelah kering dan belum disetrika langsung dipakai.

3. Tidak melanggar peraturan
Ke kampus tidak perlu mengenakan pakaian yang ingin dianggap beda dengan yang lain. Dilihat dari peraturan kampus juga, apakah kampus tersebut mewajibkan mahasiswa/i nya mengenakan kemeja atau tidak dan jangan menggunakan kaos. Untuk bawahan laki-laki bisa menggunakan celana panjang kain ataupun jeans. Untuk perempuan bisa menggunakan celana panjang atau rok.

4. Tidak mengganggu orang lain
Maksudnya adalah kenakan pakaian yang tidak mengganggu pemandangan. Karena pakaian yang kita kenakan minim atau nampak terlihat seksi dimata orang lain akan mengundang orang lain untuk melakukan tindak kejahatan.

Beberapa hal di atas merupakan contoh dan tips yang dapat dilakukan bagi mahasiswa dalam berpakaian di kampus. Oleh karena itu, seorang mahasiswa perlu belajar untuk berpakaian yang sopan, rapi, dan bersih agar merasa nyaman saat belajar. Beberapa kampus mungkin memiliki peraturan seragam harian bagi mahasiswa mereka. Pemberian seragam ini dimaksudkan agar setiap mahasiswa mereka memiliki identitas dari jurusan atau program studi mereka. Menerbitkan pakaian ini juga bisa melatih kedisiplinan mahasiswa agar patuh pada peraturan.

Penulis : Divisi Design & Layout


 

Mengingat Peristiwa pada 8 Agustus 1945

                                   Ada Apa Tanggal Ini?
Mengingat Peristiwa pada 8 Agustus 1945

FEED1_compress45
Hallo sahabat Plasmers… Yuk kita ulik dan bahas apasih yang terjadi pada 8 Agustus 1945? Nah jadi pada tanggal ini terjadi dua peristiwa penting yang menorehkan sejarah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Yang pertama yaitu Kekalahan Telak Jepang. Pada 8 Agustus 1945, Uni Soviet/Rusia yang saat itu dipimpin oleh Stalin, telah mengumumkan dan menyatakan perang terhadap Jepang. Pasukan Uni Soviet kemudian menyerang Manchuria, yang terletak di timur China. Uni Soviet dan Jepang sebelumnya telah menandatangani perjanjian non-agresi. Namun, setelah Sekutu mengebom kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Jepang pun bersiap untuk menyerah. Uni Soviet menggunakan kesempatan ini untuk merebut beberapa wilayah kekuasaan Jepang. Kemudian disusul pengeboman di kota Nagasaki, pada 9 Agustus 1945. Bom tersebut meledak dengan sangat dahsyat, hingga diperkirakan menelan korban kurang lebih 70.000 – 80.000 jiwa penduduknya.
Pada bulan selanjutnya, banyak orang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima. Kaisar Hirohito (Showa) menyatakan menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu pada 14 Agustus 1945. Penyerahan tanpa syarat tersebut, membuat pemimpin Indonesia pada saat itu kebingungan lantaran Jepang adalah kandidat terkuat dalam memenangkan peperangan. Ambruknya pertahanan dan komunikasi Jepang menjadi bulan-bulanan pertengkaran tahun 1945, yang mengakibatkan suatu perubahan drastis dalam lajur persiapan kemerdekaan Indonesia.
Kemudian yang kedua yaitu peristiwa Tegang Menuju Vietnam. Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat oleh pemerintah militer Dai Nippon/Jepang dianggap sebagai tiga tokoh penting serta berpengaruh bagi rakyat Indonesia. Ketiganya juga merupakan personil utama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI sebenarnya sudah dibentuk sejak 7 Agustus 1945, namun rinciannya akan ditegaskan di Dalat nanti. Misi menegangkan ke Vietnam dimulai pada 8 Agustus 1945 jelang tengah malam. Penerbangan ke Dalat sengaja dilakukan secara rahasia lantaran gentingnya situasi kala itu. Memang, waktu tempuhnya tidak terlalu lama via jalur angkasa, tapi amat berbahaya. Pesawat Sekutu sewaktu-waktu bisa datang untuk menyerang.
Dari Bandara Kemayoran, pesawat yang membawa tiga bapak bangsa Indonesia dengan kawalan beberapa perwira Jepang itu tidak langsung ke Vietnam. Tanggal 9 Agustus 1945 pagi, pesawat mendarat di Singapura untuk singgah sejenak sembari memantau situasi. Keputusan transit sehari di negeri singa ternyata pilihan yang tepat. Di hari yang sama, kota Nagasaki di Jepang dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat, mengulang kejadian serupa yang telah menimpa Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Perjalanan diteruskan pada esok hari pada 10 Agustus 1945. Beberapa jam kemudian, tibalah pesawat yang menopang nasib bangsa Indonesia tersebut di Saigon (sekarang bernama Ho Chi Minh), Vietnam dengan selamat. Jarak antara kota terbesar di Vietnam itu menuju ke Dalat sekitar 300 kilometer ke arah utara.
Tanggal 11 Agustus 1945, perjalanan dilanjutkan ke Dalat dan tiba di hari yang sama. Soekarno, Hatta, dan Dr. Radjiman beserta rombongan harus menunggu keesokan hari sesuai jadwal pertemuan dengan Marsekal Terauchi. Perjumpaan dengan pimpinan militer tertinggi Jepang untuk kawasan Asia Tenggara itupun terjadi pada 12 Agustus 1945. Marsekal Terauchi yang juga anak sulung Perdana Menteri Jepang Terauchi Mastake, membeberkan alasan mengapa memanggil Soekarno, Hatta, dan Radjiman ke Dalat. Kepada Bung Karno dan kawan-kawan, Terauchi mengaku bahwa pihaknya memang sedang diujung tanduk. Leburnya Hiroshima dan Nagasaki, serta rentetan kekalahan di sejumlah front Perang Asia Timur Raya menjadi pertanda kuat bahwa Jepang tak lama lagi bakal takluk.
Maka kata Marsekal Terauchi, Indonesia harus segera bersiap-siap merdeka, dan itu menjadi tugas Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman, serta anggota PPKI untuk mempersiapkannya. “Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” janji Marsekal Terauchi. Menurutnya, perlu waktu untuk melakukan berbagai persiapan sebelum proklamasi kemerdekaan diwujudkan. Bung Karno dan kawan-kawan tampaknya setuju dengan tawaran kemerdekaan dari Jepang tersebut. Moh. Hatta bahkan sempat mengungkapkan perasannya atas janji Marsekal Terauchi itu. Setelah jamuan makan dan acara minum teh bersama, pertemuan itu pun diakhiri. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman bersiap pulang. Mereka tidak sabar mengabarkan hasil kesepakatan dengan Marsekal Terauchi yang berisi janji kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Di tanah air nanti, justru muncul rangakaian polemik sebelum Indonesia benar-benar merdeka 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini bukanlah hadiah dari Jepang seperti yang dijanjikan Marsekal Terauchi serta sempat diterima dengan senang hati oleh Bung Karno dan kawan-kawan.

Penulis : Dela Damayanti

IMG-20200626-WA0013

Program Studi Teknologi Informasi PNM, Peroleh Peringkat Akreditasi Baik

Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu program studi yang tergolong baru di Politeknik Negeri Madiun (PNM) telah memperoleh peringkat Akreditasi Baik. Program studi (Prodi) ini mendapat izin pertama tanggal 4 Mei 2018. Kepala Program Studi (Kaprodi) TI, Ibu Lutfiyah Dwi Setia, S.Kom., M.Kom. mengatakan ada beberapa proses yang harus dilakukan untuk mencapai peringkat Akreditasi Baik tersebut. Sesuai aturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terbaru versi 4.0 yang semula peringkat Akreditasi A, B, C menjadi peringkat Akreditasi Unggul, Baik Sekali, dan Baik, setiap Prodi baru wajib melakukan akreditasi pertama maksimal dua tahun setelah izin pertama Prodi diterima, jadi Prodi TI juga mengikuti aturan terbaru BAN-PT. Proses pertama diawali dengan pengisian Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) selama dua tahun terakhir beserta instrumen-instrumen lain yang kemudian diunggah ke sapto.banpt.or.id. Setelah diunggah, dilakukan review bertahap sesuai panduan instrumen akreditasi dan setelah pengajuan diterima, BAN-PT memberi Surat Keputusan (SK) status akreditasi. Selanjutnya, Prodi TI melakukan Asesmen Lapangan secara Daring dari BAN-PT agar tervalidasi seluruh instrumen akreditasi dan kemudian memperoleh Sertifikat Akreditasi.

Proses akreditasi yang melibatkan hampir semua elemen civitas akademika yang terkait dengan Prodi TI mulai dari Unit Pengelola Program Studi (UUPS) yang meliputi direktur, seluruh wakil direktur, Unit Pelaksana Teknis (UPT), kepala bagian, subbagian sampai seluruh dosen Prodi TI ini tentunya mengalami beberapa kendala. “Setiap langkah menuju perubahan itu pasti akan melalui beberapa kendala, itu hal wajar, yang terpenting setiap kendala yang ditemui harus disikapi dengan semangat terus belajar dan belajar. Demikian juga dengan Prodi TI, adanya perubahan instrumen akreditasi BAN-PT dari pola lama tujuh standar menjadi sembilan kriteria juga tentu menjadi poin yang harus disikapi dengan semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru yang ditemui”, ujar Bu Lutfi.

Peringkat Akreditasi Baik Prodi TI yang diputuskan oleh BAN-PT yang berlaku mulai tanggal 23 Juni 2020 sampai dengan tanggal 23 Juni 2025 di Jakarta ini dilakukan secara Daring dan pengesahan oleh Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT juga dengan QR Code sehingga keaslian data dapat langsung di cek secara resmi di BAN-PT.

Sebagai Kaprodi, Ibu Lutfia berharap agar Prodi TI bisa memberikan kemanfaatan nyata secara meluas bagi masyarakat secara umum. “Mohon doanya rekan-rekan semua semoga proses Asesmen Lapangan secara Daring diberikan kemudahan dan kelancaran, Amin”, tutupnya.

IMG-20180826-WA0007

“Main Petasan” pada PIMNAS 2018

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan salah satu ajang kompetisi yang menjadi tolak ukur dari prestasi penalaran dan kreatifitas mahasiswa di Indonesia yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) . Dimana dalam ajang kompetisi ini akan mempertemukan seluruh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap Perguruan Tinggi terus berupaya agar meraih prestasi dalam PIMNAS. Tak terkecuali Politeknik Negeri Madiun (PNM).

153525958347846

Dalam ajang bergengsi tahun ini, Politeknik Negeri Madiun telah berhasil lolos untuk kedua kalinya dalam Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) sehingga mengantarkannya menuju PIMNAS dengan proposal di bidang PKM KC (Karya Cipta). Tim beruntung ini beranggotakan Liya Yuni Astutik, Diki Mardiantoro, dan Binti Khoirun Na’im. Mereka akan mengikuti PIMNAS 2018 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 28 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari Liya Yuni Astutik, mereka mengambil judul “Main Petasan” (Sistem Monitoring Laju Cairan Infus dan Pengaturan Jumlah Tetesan). Alasan mereka mengangkat tema dan alat ini disebabkan oleh tingginya penyandang flebitis pada rumah sakit di Indonesia. Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia, penyandang ini sudah mencapai 2.168 jiwa. Flebitis terjadi karena jumlah cairan infus yang masuk ke tubuh pasien tidak sesuai dengan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh pasien.

Dengan adanya keaadaan itu, mereka mengusulkan adanya alat kendali laju tetesan infus dengan menggunakan kontroler PID. Alat ini mampu mengatur laju infus secara otomatis yang di monitoring perawat melalui smartphone android. Monitoring antara infus dan smartphone ini menggunakan koneksi bluetooth yang mudah dimengerti dan dipahami oleh perawat. Alat ini juga dapat memudahkan komunikasi pasien dengan perawat yang bertugas.
Penelitian ini berlangsung selama 5 bulan, terhitung sejak bulan Februari hingga siap memulai fase trial error pada Juni 2018. Dalam penelitian ini, terdapat 4 proses kerja yakni:
Pembacaan adanya tetesan infus yang dilakukan oleh sensor photodioda
Mengatur laju tetesan otomatis menggunakan controller PID yang dilakukan oleh motor servo ketika mendapat perintah dari smartphone
Pembacaan adanya penyumbatan cairan infus atau berdasarkan ada tidaknya tetesan infus

Sistem peringatan dini terhadap cairan infus sebagai salah satu cara antisipasi ketika terjadi penyumbatan dan kehabisan cairan infus pada pasien. Peringatan ini berupa alarm pada smartphone android. Ketika terjadi penyumbatan atau volume kurang dari 10% maka secara otomatis alarm sistem dan alarm smartphone akan berbunyi secara bersamaan.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya alat ini diharapkan mampu dikenal dan diterima oleh rumah sakit sebagai alat yang aplikatif, mampu memudahkan komunikasi antara pasien dengan perawat yang bertugas, serta mampu menjadi solusi permasalahan flebitis di Indonesia.
(G-PLASMA/Mahanani)

1535259580497558

Persembahan Nyata PNM Untuk Bangsa

1535259581494429

G-PLASMA- (17/08/18) Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 Tahun berlangsung tertib dan khidmat. Upacara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen dan staf karyawan dan dilaksanakan di Halaman Kampus 2 Winongo Politeknik Negeri Madiun yang dimulai pada pukul 07.15 WIB. Walaupun tak sedikit mahasiswa yang datang terlambat, upacara tetap berjalan dengan lancar. Upacara yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Politeknik Negeri Madiun diharapkan dapat membuat mahasiswa menjiwai semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Supaya kita sebagai generasi penerus bangsa walaupun tidak merasakan perjuangan para pahlawan yang mengorbankan nyawa, harta benda dan sebagainya. Kita dapat menjiwai semangatnya dengan mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal yang baik.” Ujar Muhammad Fajar Subkhan, S.T.,M.T. Direktur Politeknik Negeri Madiun.

1535259582242185

Sesuai dengan tema pada Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 Tahun yakni “Kerja Kita Prestasi Bangsa” Politeknik Negeri Madiun bertekad meningkatkan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Banyak prestasi yang telah diraih oleh Politeknik Negeri Madiun pada tahun ini sebagai bentuk kerja nyata dalam perannya meningkatkan prestasi bangsa, “Saya tidak hapal betul dengan jumlahnya tapi banyak prestasi yang telah diperoleh baik mahasiswa, dosen dan institusi. Yang saya ingat pada tahun ini banyak sekali program penelitian dari kementerian Ristekdikti yang diperoleh oleh dosen kita. Disamping itu juga dari mahasiswa yang mengikuti PKM memperoleh banyak sekali bahkan lebih dari 10. Yang terakhir di tingkat kota mahasiswa kita juga mampu berprestasi untuk teknologi tepat guna yang jumlah nya sekitar 12 orang. Saya rasa itu prestasi yang cukup membanggakan,” terang M. Fajar Subkhan.

“Semoga bisa dipertahankan dan lebih baik lagi kalau bisa ditingkatkan, saya menargetkan bahwa prestasi itu supaya tidak dibidang akademik saja maupun penelitian juga diprestasi yang lain. Kebetulan kedepan ini kita ada event PORSENI kita akan mengirimkan 50 mahasiswa untuk mengikuti berbagai cabang seni dan olahraga.” Tambah beliau ketika ditanya perihal prestasi yang telah dicapai pada tahun ini dan harapan bagi Politeknik Negeri Madiun kedepannnya.

Pada Upacara Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kampus 2 Winongo tahun ini, UKM Paduan suara bertindak sebagai tim aubade mempersembahkan beberapa lagu wajib nasional di penghujung upacara. Rasa bangga pun turut dirasakan oleh seluruh petugas upacara karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik. “Pertama kalinya saya menjadi komandan upacara di kampus, saya bangga sekali. Alhamdulillah sukses, walaupun nervous” ujar Shelly Puspa selaku Komandan Upacara.

Repoter : Ikka
Fotografer : Maya

PicsArt_08-09-08.28.29

SUKA DUKA PANITIA PKKMB

G-PLASMA – Tahun ini tepat pada tanggal 29 Juli 2018, Politeknik Negeri Madiun memulai kegiatan tahunan kampus pada umumnya yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus teruntuk Mahasiswa Baru (PKKMB) dan biasanya diiringi dengan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bertempatan di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha dan Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun.
Kerja keras dari acara ini sendiri tak luput pula dari peranan para mahasiswa Politeknik Negeri Madiun yang ikut andil dalam upaya berkontribusi pada kampus tercinta dengan bentuk menjadi panitia kegiatan PKKMB yang merupakan perwakilan dari setiap delegasi UKM yang ada di PNM. Apa saja kesan dan pesan yang dialami oleh para mahasiswa yang menjadi panitia tersebut?. Berikut ini adalah wawancara ekslusif G-Plasma dengan Koordinator PKKMB dan salah satu panitia PKKMB.

PicsArt_08-09-08.31.09
Afra Mukhsana Aina Feby (Koordinator PKKMB 2018)
Perempuan yang mengambil prodi Bahasa Inggris tersebut mengatakan bahwa selama dia menjadi koordinator dia terkadang lelah karena mendapat tugas yang sudah tentu banyak dan itu berimbas pada jam tidurnya yang berkurang. Namun, baginya hal itu seperti alarm tersendiri yang akan menjadikan ia lebih bertanggung jawab. Dan tak lupa menurutnya hal ini akan melatih dia jika seandainya kelak menjadi pemimpin lagi. “Soalnya, kita harus tau gimana caranya kita mengkoordinasi semua panitia biar bekerja semua, biar gak males-malesan,” ujar gadis kelahiran 07 Februari 1998 itu.
Dari kegiatan ini, sudah pasti Afra pun memiliki pengalaman yang tak dapat ia lupakan baik untuk pribadi maupun umum saat dirinya menjabat sebagai Koordinator PKKMB tahun ini. Ia berkata bahwa dia sendiri bingung walaupun jam tidurnya kurang namun dia masih diberi kesehatan untuk melancarkan kegiatan ini dan baginya dengan terlaksananya kegiatan ini, Afra merasa lebih dikenal oleh orang banyak dan menjadi lebih mengenal para dosen PNM. Sedangkan pengalaman yang tak terlupakan untuk kalangan umum berdasarkan sumber, ia menuturkan bahwa dia sempat membayangkan bahwa kegiatan 501 tahun ini akan sama dengan ospek 2 tahun yang lalu yang keras, tertib dan disiplin. “Tapi sekarang tahun ini beda, kesannya tidak setinggi ekspetasi. Soalnya ekspetasiku tinggi banget buat 501,” tambahnya.
Berdasarkan pendapatnya, suasana PKKMB 2018 sepi dikarenakan tidak adanya inagurasi. Walaupun begitu, tanpa disangka ada inagurasi dadakan yang menjadikan gadis tersebut memiliki kesenangan tersendiri. Afra sendiri berharap untuk seluruh mahasiswa baru tahun ini agar kedepannya lebih disiplin dan memperbaiki prilaku mereka yang sudah baik dapat menjadi semakin lebih baik lagi.

Nabella Gressya Putri (Panitia Pendamping PKKMB 2018)
Menurut pendapat gadis yang kerap disapa Bella tersebut kesan yang diperoleh selama menjadi panitia pendamping kompi kegiatan PKKMB 2018 yaitu sangat senang karena bisa membantu adik-adik mahasiswa baru agar lebih baik dan lebih disiplin lagi.
Perempuan ini menambahkan bahwa ia tidak dapat melupakan pengalamannya saat mendampingi adik-adik mahasiswa baru di setiap kegiatan, saat ada adiknya yang sakit hingga menuju barak tempat para mahasiswa baru beristirahat. Suka duka yang dialami gadis bersuara merdu ini pun sangatlah unik, “Terkadang kita juga kecapekan, lelah mungkin karena kurang konsumsi,” ucapnya sambil tertawa. “Tapi yang jelas lebih ke sukanya karena dari sini kita dapat banyak pengalaman,” imbuhnya lagi.
Berbeda dengan Afra, Nabella berkata bahwa suasana PKKMB tahun ini sama saja dengan tahun lalu. Saat ditanya apa harapan buat mahasiswa baru tahun ini, dia berujar agar PKKMB selanjutnya lebih diperketat lagi karena menurutnya adik-adiknya kurang diberi kedisiplinan lagi ketika di Diklatsar (501).

Oleh : Indah Ramadhani O. S.
Reportase bersama : Danisya Putri dan Irma Alaynaa U.

d471aac9-db10-49dc-8fbd-8c75d0998625

Selamat Tinggal Yonif Para Raider 501

Rabu 01 Agustus 2018 merupakan hari terakhir mahasiswa baru Politeknik Negeri Madiun (PNM) berada di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) di Yonif Para Raider 501 selama empat hari tiga malam merupakan salah satu acara dari rangkaian kegiatan masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dilangsungkan selama enam hari sejak Minggu, 26 Juli 2018.

Pada hari terakhir di 501, banyak hal berbeda dari aktivitas biasanya. Para mahasiswa baru (maba) mengawali hari dengan m
empersiapkan diri, mengemasi barang bawaan dan membersihkan barak tempat mereka tinggal selama kegiatan Diklatsar. Pada pukul 5.30 WIB, dengan mengenakan pakaian hitam putih seluruh mahasiswa baru sarapan bersama di Aula AH Simanjuntak.
PicsArt_08-09-08.34.51

Setelah sarapan, para maba dikumpulkan di lapangan Yonif 501 untuk melaksanakan apel pagi. Dalam apel ini, diselenggarakan juga perlombaan yel-yel antar kompi yang dimenangkan oleh Kompi 2. Sebagai kenang-kenangan, setelah apel pagi setiap kompi mendapat kesempatan untuk berfoto bersama para pelatih dan kakak pendamping. Setelah sesi foto usai, setiap kompi pergi meninggalkan Yonif 501 menuju kampus 2 Winongo PNM dengan berjalan kaki sementrara seluruh barang bawaan mereka diangkut menggunakan truk.

Hani Ribda Azizah (Teknik Komputer Kontrol) dan Damayanti Eka Putri (B. Inggris) mengungkapkan kalau pengalaman berada di Yonif Para Raider 501 merupakan hal yang baru dan menyenangkan. “Menyenangkan berada di sini, kegiatannya yang seru dan baru, bisa punya temen baru dari berbagai prodi,” jelas mereka. Hani juga mengatakan kalau persoalan makan membuatnya tidak betah berada di sana. “Waktu makan harus cepat-cepat, diberi waktu sedikit. Makanya baru 2-3 kali kunyah langsung ditelan dibantu air.”
Setelah sampai di kampus 2, para maba dikumpulkan di aula Gedung Administra Bisnis untuk melanjutkan acara PKKMB berikutnya. Di sana, para mahasiswa baru akan dijelaskan materi mengenai sistem pendidikan politeknik yang disampaikan langsung oleh Direktur PNM, M. Fajar Subkhan, S.T., M.T. Selain materi tersebut ada juga berbagai materi lainnya seperti penjelasan mengenai peraturan akademik, organisasi mahasiswa dan UPT Perpustakaan. Dalam paparan materi UPT Perpustakaan, Alief Sutantohadi, S.S., M.Hum. selaku Kepala UPT perpustakaan berpesan agar mahasiswa baru untuk lebih sering ke perpustakaan. “Perpustakaan ibarat jantungnya sebuah perguruan tinggi karena di dalamnya banyak tersimpan ilmu pengetahuan dan informasi yang bisa membantu mahasiswa untuk menambah ilmu dan berkembang.”

Sebagai puncak kegiatan, seluruh mahasiswa baru diajak untuk mengenal dan mempelajari cara menyanyikan lagu hymne dan mars PNM. Dipandu oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Blue Shine Choir, seluruh mahasiswa baru dengan semangat menyanyikan hymne dan mars PNM. Tidak ketinggalan, selingan game berupa berpuisi berdasarkan lirik lagu hymne PNM menambah kesemarakan acara.

Setelah seluruh kegiatan berakhir, seluruh mahasiswa baru melaksanakan apel sore sebelum kembali ke rumah masing-masing. Setelah dibubarkan, para mahasiswa baru bergegas ke depan gerbang depan Kampus 2 untuk bertemu sanak keluarga mereka yang telah menunggu sejak pukul 15.00 WIB untuk menjemput.

Reporter: Alam, Christina, Dian, Mutiara, Jessika
Potografer : Maya

PicsArt_08-09-08.34.02

Malam Terakhir di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha

Malam Selasa 31 Juli 2018, merupakan malam terakhir mahasiswa baru Politeknik Negeri Madiun (PNM) melakukan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Pada malam terakhir ini kegiatan mahasiswa baru adalah Pentas Seni (Pensi) yang dilaksanakan setelah makan malam.
Acara pensi ini dimulai pada pukul 20.15 malam. Dibuka dengan hiburan awal pensi seperti menyanyikan lagu-lagu dangdut oleh para panitia dan para pelatih. Lalu setelah itu dilanjutkan dengan pensi per Pleton dengan tema kebangsaan yang berdurasi maksimal 10 menit.

Pensi antar Pleton ini dibuka dengan penampilan Pleton 1 Kompi 2 yang menyanyikan lagu Bendera dari groupband Coklat dan dilanjutkan dengan menari. Walaupun mayoritas Pleton menampilkan pentas seni berupa bernyanyi, menari, dan membaca puisi, ada juga yang menampilkan drama historis seperti Pleton 2 Kompi 4. Selain itu Pleton 3 Kompi 3 menampilakan tarian Kecak yang berasal dari Pulau Dewata Bali, dan aksi silat dari Pleton 1 Kompi 4. Tidak ingin kalah dengan peserta PKKMB, salah satu pelatih yang mengikuti pentas seni dengan bernyayi.

PicsArt_08-09-08.32.45
Para mahasiswa baru sangat terkesan dengn kegiatan mereka selama di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Seperti yang dikatakan oleh Jihan Triwidi Utami dari Kompi 2 Pleton 1. Mahawiswi jurusan Komputerisasi Akuntansi ini mengungkapkan kegiatan selama di 501 ini sangat seru. “Kegiatannya seru, kita dididik untuk menjadi sosok yang disiplin dan bertanggung jawab agar dimana pun kita berada bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab,”. Ia pun mengungkapkan kegiatan paling berkesan untuknya ialah ketika dihukum oleh para pelatih makan siang di tengah lapangan. Jihan berpesan untuk para pelatih agar lebih sabar ketika mengajari mahasiswa baru, dan teman-teman satu angkatan agar sukses selalu, tidak mudah putus asa untuk mengajar cita-cita. Selain itu ia juga berpesan kepada para kakak pendamping agar tetep semangat dan tidak bosan menghadapi mahasiswa baru.

Selain Jihan, M. Rizky Reza Palevi dari Kompi 1 Pleton 4 mengungkapkan bawa kesan awal ketika berada di 501 adalah canggung, namun lama kelamaan jalinan kebersamaannya menjadi lebih erat. Selain itu, apa yang ia dapatkan selama berada di 501 adalah menjadi pribadi yang lebih disiplin, sadar diri, patuh, toleransi menjadi lebih tinggi dan yang terpenting adalah kebersamaan. Ia pun mengatakan kegiatan yang paling berkesan adalah ketika dihukum bersama satu angkatan. “Ketika satu angkatan mahasiswa baru ini dihukum dan senam bersama karena pengalamannya lebih ngena,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih karena telah membatu para mahasiswa menjadi lebih baik lagi. Dan kepada para kakak pendamping, ia sangat menghargai karena sangat baik dan sudah bekerja keras. Serta untuk teman-temannya, ia berpesan agar jalinan pertemanan ini awet hingga lulus kuliah kelak.

Reporter : Nita, Yulia, Arin, Irma
Potografer : Maya