Tingkatkan Sinergitas Bawaslu dengan Humas Masyarakat Jelang Pemilu Raya 2019

IMG-20190325-WA0007

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Madiun telah mengadakan sosialisasi pengawasan pemilu kepada media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam rangka menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Acara gathering ini diadakan di Ruang Bima Hotel Aston Kota Madiun pada hari Sabtu, 23 Maret 2019.

Acara ini dilaksanakan pukul 07.00-14.00 WIB dan diikuti oleh 200 orang yang meliputi media cetak, suara, maupun televisi, serta seluruh LSM dan lembaga masyarakat lain seperti Polres dan Kodim yang ada di Kota Madiun. Pada laporan kegiatan yang disampaikan oleh salah seorang pengurus Bawaslu menyebutkan bahwa, acara ini diselenggarakan dengan tujuan terciptanya suatu hubungan yang harmonis antara Bawaslu dengan media dan LSM yang ada di Kota Madiun, selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seluruh media massa, LSM, perguruan tinggi, serta stakeholder dalam memantau dan mengawas setiap tahapan pemilu. “… Kami berharap denggan adanya kegiatan gathering ini, karena memang kami disini sebagai badan pengawas, kami berharap teman-teman semua yang ada disini itu bisa menjadi pengawas partisipatif kami… “ tutur bapak Kokok Heru Purwoko selaku ketua Bawaslu Kota Madiun.

IMG-20190325-WA0006

Dalam kesempatan kali ini, Bawaslu juga memberikan berbagai macam penyuluhan berupa materi tentang pemilu kepada seluruh peserta dengan enam orang pemateri yang berbeda, diantaranya dari ketua serta jajaran petinggi Bawaslu Kota Madiun dan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun. Untuk materi inti disampaikan oleh Koordinator Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Timur Nur Elya Anggraini, S.Sos., M.Si. dan komisioner KPID Jawa Timur periode 2016/2019 bapak Bashlul Hazami.

Pembahasan materi oleh narasumber berbeda-beda, namun tetap berkonsentrasi pada ulasan Pemilu tahun ini, diantara materi yang disampaikan pada intinya ialah bagaimana para awak media serta LSM dapat menyalurkan dedikasi mereka untuk pemilu tahun ini dengan kontribusi berupa keikutsertaan mereka dalam pengawasan pemilu. Selain itu, para audiens juga mendapat kesempatan untuk bertanya kepada para narasumber.
Masa kampanye online akan dilaksanakan mulai tanggal 24 Maret-13 April 2019. Bawaslu juga menyampaikan bahwa pada pemilu yang akan berlangsung tanggal 17 April 2019 ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena pada tahun ini KPU akan terdapat lima surat suara yang akan dikeluarkan dengan warna sebagai pembedanya. Surat suara berwarna kuning untuk DPR-RI, warna merah untuk DPD-RI, warna abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden RI, warna biru untuk pemilihan anggota DPRD Provinsi, dan warna hijau untuk memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota. Bawaslu juga menyebutkan bahwa apabila mendapatkan suatu kecurangan dalam pemilu, maka dapat segera melaporkan kepada Bawaslu.
Sebagai mahasiswa dan generasi milenial maka harus ikut serta dalam kesuksesan pemilu tahun ini. Dengan tetap menggunakan hak pilih dengan bijak dan menciptakan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, berintegritas, dan bermatabat.

*SM

IMG-20190112-WA0016

Masa Depan para Lulusan Vokasi

IMG-20190112-WA0012

Pada hari Rabu tanggal 9 Januari 2019, Politeknik Negeri Madiun (PNM) telah melangsungkan acara Kuliah Umum dengan tema “Peluang dan Tantangan Pendidikan Vokasi dalam Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0” yang diisi oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Acara yang berlangsung di Auditorium PNM ini dibuka pada pukul 10.30 WIB dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Dr. Imam Mudofir, S.Pd., M.Pd. lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun Bapak Muhammad Fajar Subkhan,S.T., MT.

Isi kuliah tamu tersebut Bapak Mohamad Nasir mengatakan bahwa Politeknik Negeri Madiun akan menjadi trademark Politeknik di Indonesia yaitu Politeknik Perkeretaapian. Beliau juga mengatakan agar setiap Politeknik di setiap daerah memiliki keunikannya masing-masing. “Politeknik di Indonesia itu seharusnya memiliki keunikan masing-masing dari setiap daerahnya. Seperti, Politeknik Perkapalan di Surabaya, Politeknik Pesawat Terbang di Batam dan Politeknik Perkeretaapian di Madiun dan peminat dari Politeknik di Indonesia itu sangat tinggi dan lulusan-lulusannya itu diserap oleh perusahaan Multi internasional”, ujar Beliau.

Beliau juga menuturkan bahwa, 2824 universitas di China semuanya berbasis vokasi, yang mana ini sangat berbeda dengan Indonesia karena di Indonesia ada lulusan S1 dan D3. Selain itu nantinya lulusan vokasi di Indonesia tidak hanya mendapat ijazah saja namun juga mendapat sertifikat di bidangnya masing-masing dan dapat memudahkan para lulusan vokasi untuk mendapat pekerjaan. Karena dari hasil pengamatan, lulusan D3 yang memiliki sertifikat akan memiliki gaji antara Rp. 7000.000 – Rp. 10.000.000. “Namun, jika lulusan D3 tersebuat tidak mempunyai sertifikat hanya memiliki gaji sekitar Rp.2000.000 – Rp. 3.000.000. Dalam hal ini nantinya para lulusan vokasi dapat bersaingan di dunia kerja”, lanjut Beliau.

Agar lebih maju lagi, Politeknik Negeri di seluruh Indonesia harus berintergrasi dengan industri. Politeknik juga harus menjadi program nasional untuk mempercepat pertumbuhan terhadap tenaga kerja di Indonesia sesuai dengan Bonus Demografi (besarnya penduduk usia produktif antara 15 – 64 tahun dalam suatu negara). Untuk memajukan Politeknik, dosen pun juga memiliki kualifikasinya sendiri. Kualifikasi dosen nantinya 50% dari akademisi dan 50% lagi dari industri, hal ini dilakukan agar para mahasiswa atau mahasiswi terbiasa dengan praktik. “Jika dosen dari akademisi saja, nanti tidak ada praktik sama sekali”, ujar Beliau. Selain itu para dosen juga berhak menerima evaluasi dari mahasiswa dan tidak harus mengetahui nama dari mahasiswa yang mengevaluasinya.

IMG-20190112-WA0015

Indonesia juga harus berperan dalam kemajuan industri. Contohnya, dalam rancangan teknologi masa kini, Bapak Mohamad Nasir telah merancang tahun 2030 – 2045 Indonesia akan memakai print 3D dan operasi jantung dalam dunia kedokteran bisa dimulai walaupun jarak jauh. Serta semuanya akan serba otomatis apalagi sekarang sudah serba online.

(Indah & Irma)

IMG-20181209-WA0003

PNM Kembali Berlaga di KMLI ke – X

Politeknik Negeri Madiun (PNM) kembali mengikuti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) di Politeknik Negeri Bandung pada tanggal 14 – 17 November 2018. Sebagai informasi, KMLI adalah kompetisi mobil listrik yang diselenggarakan setiap tahun oleh Politeknik Negeri Bandung. Tahun ini adalah periode ke-10 diadakannya kompetisi mobil listrik tersebut.

IMG-20181209-WA0002

Konsep mobil listrik yang diberi nama FUSENA ini berbeda dengan tahun lalu. Oleh karena itu, para anggota tim KMLI PNM, MOLIKOM AE, merombak rangka dan body mobil dari tahun kemarin. “Kita merombak rangka dan body dari tahun kemarin. Serta penggeraknya juga baru,” ucap Darma Aji, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Otomotif semester 3 yang turut menjadi anggota dari tim tersebut.
Anggota lain dari MOLIKOM AE, Fauzan, menambahkan jika mobil ini memakai mesin motor baru. “Memakai motor BLDC 800 watt yang berjumlah 2. Serta menambahkan baterai baru yang kapasitasnya 45 amper,” ujar mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Otomotif semester 5 tersebut. Selain merombak rangka dan body mobil, tipe motor yang digunakan pun berbeda. “Konsepnya berbeda. Tahun kemarin memakai rantai dan berpenggerak akhir yang keseluruhan rodanya 14 inchi. Sekarang memakai tipe motor BLDC on Wheel 800 watt Hi Grid. Jadi posisi dinamo langsung di pelek belakang dua-duanya,” ungkapnya. Secara keseluruhan, kemajuan untuk tahun ini bagus dan sesuai prediksi awal.
Darma Aji yang baru pertama kali mengikuti kompetisi ini pun mengatakan bahwa ia mendapat banyak pengalaman. “Yang pertama itu kita dapat mengetahui kualitas kampus lain dan sejauh mana kualitas mobil yang kita buat tahun ini. Dan disegi lain kita mendapat banyak teman disana, untuk mewujudkan mobil listrik kedepannya yang lebih baik,” ujarnya.

Irma Alaynaa Utari

IMG-20181205-WA0032

Cakra Jagad PNM Mengharumkan Nama PNM

IMG-20181205-WA0031

KMHE atau Kompetisi Mobil Hemat Energi adalah event yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Republik Indonesia (Kemenristekdikti) dalam skala nasional, tiap tahunnya memperlombakan mobil kreasi mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan tinggi. KMHE berorientasi pada efisiensi energi dari mobil rancangan mahasiswa hasil pengaplikasian ilmu yang diterima selama kuliah. Perlombaan dibagi menjadi 2 kategori kendaraan, yaitu Urban dan Prototype. Mobil dalam KMHE dibagi menjadi 4 kelas berdasarkan motor penggerak yang digunakan, diantaranya Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, MPD Etanol, MPD Diesel dan Motor Listrik.

Pada tahun ini Politeknik Negeri Madiun (PNM) kembali mengikuti kompetisi tersebut yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang pada tanggal 27 November – 1 Desember 2018. Tim dari PNM, Cakra Jagad PNM, mendapat peringkat 2 nasional dalam kelas Prototype Etanol dari 4 peserta.

Perlu waktu 6 bulan untuk mempersiapkan mobil hemat energi ini. “Persiapannya mulai dari riset di kampus, seperti riset body dan mesin. Kemudian pengiriman mobil melalui kargo menuju Padang,” ucap Reza, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Otomotif semester 5 selaku ketua dari Tim Etanol. Ia pun juga mengatakan bahwa konsep dari mobil ini adalah mobil hemat energi dan ramah lingkungan serta mengedepankan Aerodinamik.
IMG-20181205-WA0033

Menurut Reza, pengalaman yang ia dapatkan selama mengikuti kompetisi ini ialah teamwork, kekompakan, dan bisa sharing dengan peserta dari universitas lain.
Nanang Romandoni, S.Pd., M.T., selaku dosen pembimbing kegiatan ini mengungkapkan bahwa kesulitan yang dialami adalah teknis pembuatan kendaraan itu sendiri. “Kesulitan diteknis pembuatan kendaraan karena mahasiswa semester 5 pada waktu itu melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) jadi untuk membuat mobilnya singkat,” ujar Beliau. Beliau pun mempunyai harapan agar pada tahun berikutnya, ketika akan mengikuti kompetisi ini untuk melakukan upgrade pada body kendaraan dan penggerak agar lebih ringan serta bisa bersaing dengan kampus-kampus lain

IMG-20181105-WA0075

Malam Puncak Dies Natalis PNM ke-6

Dies Natalis Politeknik Negeri Madiun (PNM) ke-6 yang bertemakan “Dari Kita Untuk Kita”. Rangkaian perayaan diawali dengan pekan olahraga internal antar program studi, pemilihan duta kampus, jalan santai, majelis dzikir, hingga diakhiri dengan malam puncak perayaan Dies Natalis ke-6.

IMG-20181105-WA0080

Malam puncak perayaan Dies Natalis ke-6 berlangsung pada 29 Oktober 2018 di kampus 2 Politeknik Negeri Madiun. Acara yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan kalangan umum ini, dibuka dengan penampilan dari beberapa UKM diantaranya : penampilan tari Asmorodono dan dance oleh UKM Tari, penampilan band yang dibawakan oleh UKM Musican dan musikalisasi puisi oleh UKM Stupa. Acara Dies Natalis juga didukung oleh beberapa sponsor. Di sekitar penonton terdapat beberapa tenda stand sponsor yang menjajakan makanan, minuman dan mempromosikan barang.

IMG-20181105-WA0083

Pada puncak acara kali ini dimeriahkan oleh Guest Star yang berasal dari Yogyakarta, yaitu Nufi Wardhana. Kehadiran Nufi Wardhana yang ditunggu-tunggu oleh semua penonton, disambut meriah oleh seluruh penonton. Diawali dengan membawakan lagu “Tanah Airku”. Menyanyikan lagu wajib nasional di setiap pembukaan performnya diharapkan dapat dijadikan media pemersatu bangsa, ungkap Nufi Wardhana.

IMG-20181105-WA0081

Dia juga membawakan 2 lagu originalnya yang akan rilis dengan judul “Melangkah” dan “1600 Kilometer”. Melihat antusias penonton, Nufi Wardhana sangat mengapresiasi penonton yang luar biasa dan dapat menghafal lagu yang dibawakannya meskipun belum dirilis. Selain itu, Nufi juga membawakan beberapa lagu request dari penonton dan semua larut dalam lantunan musik yang dibawakannya.

IMG-20181105-WA0076

Acara Dies Natalis kali ini sangat terkesan dari tahun sebelumya, “Kesannya, yang pertama memang antusiasmenya luar biasa, dan yang sangat beda dari tahun sebelumya PNM menghadirkan Guest Star. Semua penonton menyambut Dies Natalis Ke-6 ini sangat meriah”, ujar Irene Berliana salah satu penonton.
IMG-20181105-WA0073

Hingga pukul 22.00 WIB acara diakhiri dengan kemeriahan kembang api sebagai penutup puncak Dies Natalis Politeknik Negeri Madiun dan acara berjalan dengan lancar tanpa kendala dan kericuhan apapun.

Nufi Wardhana juga berpesan “Semoga teman-teman dari Politeknik Negeri Madiun ini kedepannya terus mengadakan event yang keren-keren, yang jauh lebih kreatif dan inovatif”. Karena menurutnya sekarang zamannya milenial yang dimana akademik saja tidak cukup, sehingga harus bergerak dibidang kreatif.
Serangkaian acara Dies Natalis ke-6 ini sudah selesai dilaksanakan. Dengan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa dan dapat memperkenalkan Politeknik Negeri Madiun ke kalangan umum yang lebih luas.

IMG-20181004-WA0058

MPJ untuk Solidaritas

MPJ atau Masa Pengenalan Jurusan merupakan kegiatan yang memperkenalkan para mahasiswa baru kepada jurusannya masing-masing. Kegiatan MPJ di Politeknik Negeri Madiun (PNM) berlangsung pada tanggal 8 – 29 September 2018. Kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan dengan 4 kali pertemuan yang dilaksanakan tiap hari Sabtu. MPJ tersebut dilaksanakan di dua tempat. Jurusan Teknik melaksanakan MPJ di Kampus 1 dan jurusan Komputerisasi Akuntansi serta Administrasi Bisnis bertempat di Kampus 2.

IMG-20181004-WA0060

IMG-20181004-WA0062

Kegiatan MPJ turut memupuk harapan-harapan para kakak tingkat kepada mahasiswa baru. Sapto Wahyu Utomo selaku Ketua Pelaksana MPJ Administarsi Bisnis memiliki harapan agar semua mahasiswa baru dari Program Studi Administrasi Bisnis dan Bahasa Inggris bisa lebih mengerti dan mencintai jurusannya, “Harapannya biar semua maba dari Adbis maupun Bahasa Inggris bisa lebih mencintai dan lebih mengerti jurusannya masing-masing, juga menghilangkan sifat apatis maba dalam dunia kampus dan untuk lebih peduli pada kampus,” ujarnya.

Harapan yang lain, agar para mahasiswa baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, “Selain agar para maba mengenal jurusan dan prodinya, juga agar para maba ini lebih cepat beradaptasi dengan kampus dan lepas dari kebiasaan selama di SMA/SMK dan juga agar lebih mengenal kakak-kakak tingkat. Jadi, jika nanti mereka butuh bantuan dari kakak tingkat sudah tidak sungkan lagi,” ujar Ayub Krisna, Ketua Pelaksana MPJ Program Studi Teknik Komputer Kontrol.

IMG-20181004-WA0058

Selain harapan agar lebih dekat dengan para kakak tingkat, Deva Aji Pramesti selaku Ketua Pelaksana MPJ Program Studi Teknik Listrik mengungkapkan agar mahasiswa baru Program Studi Teknik Listrik tetap solid dengan meningkatkan tali kekeluargaan dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik. Ia juga berharap agar mereka lebih banyak mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan lomba-lomba yang berkaitan dengan kelistrikan.

IMG-20181004-WA0056

Menjadi lebih solid dan menghapuskan istilah geng-gengan diungkapkan oleh Dimas Sutapratama selaku Wakil Ketua Pelaksana MPJ Program Studi Mesin Otomotif sebagai harapannya, “Saya harap tidak ada istilah geng-gengan lagi karena kalian satu keluarga, terus yang dulunya masih takut semoga lebih berani lagi karena tujuan kita disini membentuk karakter yang lebih berani dan solid juga jangan ada dendam dengan para kakak-kakak senior karena kami disini hanya membantu membentuk karakter agar lebih baik,” ujarnya.

IMG-20181004-WA0057

Menumbuhkan semangat kekeluargaan antar mahasiswa Jurusan Teknik dan menumbuhkan pola pikir prestise merupakan harapan dari Ebal Purwo Febrianto selaku Ketua Pelaksana MPJ Teknik, “Selain itu agar mahasiswa Jurusan Teknik dapat melatih keterampilan berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kampus yang amat sangat berbeda dengan SMA/SMK,” ujarnya.

Richie Dwi Andika Putra, Ketua Pelaksana MPJ Komputerisasi Akuntansi berharap agar para mahasiswa baru mendapat bekal ilmu diluar ilmu perkuliahan, “Harapan saya agar mahasiswa terbekali dengan berbagai ilmu disamping perkuliahan seperti mengikuti organisasi di dalam kampus terutama di Jurusan Komputerisasi Akuntansi serta mempunyai moral dan perilaku yang baik,” ungkapnya.
Selain harapan dari kakak tingkat, harapan lain juga datang dari para dosen. Drs. Aminuddin Aziz, M.Si., Ketua Jurusan Administrasi Bisnis menuturkan bahwa para mahasiswa baru khususnya dari Program Studi Administrasi Bisnis dan Bahasa Inggris harus sangat mengenal jurusannya dan menghapuskan gap atau jarak antar mahasiswa, “Mahasiswa harus memiliki solidaritas agar tidak ada lagi gap antara senior dan junior maupun antara Administrasi Bisnis dan Bahasa Inggris karena kita disini berada di dalam satu jurusan yaitu Administrasi Bisnis. Selain itu, Pak Amin berharap agar Jurusan Administrasi Bisnis semakin solid, utuh, dan integritasnya meningkat,” ujar Beliau.

Muhammad Erik Echsony, S.ST., M.T., pun menuturkan agar acara MPJ tidak ada agenda-agenda tersendiri, “Seperti kegiatan yang sifatnya secara fisik itu tidak ditiadakan. Selain itu, agar waktu pelaksanaannya tidak di hari Sabtu, jadi waktunya disela-sela jam kuliah seperti tahun lalu. Agar Bapak Ibu dosen bisa mengontrol. Namun secara umum sudah baik,” ujar Ketua Jurusan Teknik tersebut.

Dewi Kirowati, S.E., M.M., selaku Ketua Jurusan Komputerisasi Akuntansi mengungkapkan harapan untuk MPJ tahun depan agar kegiatannya lebih mengarah ke kegiatan seminar, “Boleh dilaksanaakan, tapi arahan saya bukan rambu-rambunya ke kegiatan seperti itu (MPJ), saya hanya mengarahkan pada satu kegiatan seminar untuk mahasiswa baru karena nanti lebih berguna,” ujar Beliau.

Prasetyo Yekti Utomo, S.E., M.M., turut berharap agar para mahasiswa membuat acara yang lebih kreatif, “Kedepan kalau membuat acara itu yang lebih inovatif dan kreatif karena levelnya sudah mahasiswa. Terus sekali lagi saya tidak suka jika acara seperti itu hanya dijadikan ‘cari panggung’ oleh kakak-kakak yang hanya ingin nampil di depan adik-adiknya saja,” ujar Wakil Direktur III PNM tersebut.

MPJ bukan ajang senioritas yang menunjukkan bahwa senior diatas segalanya dibanding juniornya. Lebih dari itu, MPJ merupakan ajang untuk menumbuhkan jiwa-jiwa solidaritas antar mahasiswa dan mengenal para kakak tingkat sehingga mereka tidak merasa sungkan jika membutuhkan bantuan. MPJ juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sifat-sifat sosial seperti kekeluargaan, tolong-menolong, lebih peduli terhadap sekitar, dan mencintai jurusan serta kampusnya.

IMG-20180930-WA0046

Wisuda PNM 2018: Pendidikan untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan

IMG-20180930-WA0048

Untuk yang ke-13 kalinya, Politeknik Negeri Madiun (PNM) mengadakan acara wisuda yang digelar di Ballroom The Sun Hotel Madiun. Acara ini dihadiri 462 mahasiswa dari seluruh Program Studi yang ada di PNM. Acara dimulai pukul 08.00 WIB, dibuka dengan penampilan dari UKM Tari yang mempersembahkan Tari Sekar Pudyastuti.

Acara dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, berkolaborasi dengan Blue Shine Choir atau UKM Paduan Suara. Pukul 08.25 WIB dimulai pengukuhan wisudawan oleh Direktur PNM, Bapak Muhammad Fajar Subkhan, S.T., M.T., dan diselingi dengan lagu persembahan dari Blue Shine Choir.

Penyerahan ijazah dan penyampaian ucapan selamat oleh Direktur PNM dan Ketua Jurusan dimulai pukul 08.40 WIB. Penyerahan dimulai dari Prodi Administrasi Bisnis, selanjutnya Prodi Bahasa Inggris, dan Prodi Komputerisasi Akuntansi.

IMG-20180930-WA0047

Sebelum melanjutkan acara penyerahan ijazah, waktu istirahat diisi dengan pemutaran video PPKMB 2015 dan kemudian dilanjutkan dengan beberapa persembahan lagu dari Blue Shine Choir. Pukul 09.45 WIB mulai kembali melanjutkan acara penyerahan ijazah dan ucapan selamat untuk Prodi Mesin Otomotif, Prodi Teknik Komputer Kontrol, dan Prodi Teknik Listrik. Setelah penyerahan ijazah selesai, dilanjutkan dengan janji wisuda yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa dari Jurusan Teknik.

IMG-20180930-WA0045

Penyerahan penghargaan lulusan terbaik menjadi acara berikutnya setelah pengucapan janji wisudawan. Acara dilanjutkan dengan penyerahan wisudawan pada IKA PNM, yaitu menyerahkan wisudawan pada alumni lulusan Politeknik Negeri Madiun. Sebelum acara wisuda berakhir, Direktur PNM menyampaikan sambutan lalu dilanjutkan sambutan dari Walikota atau yang mewakili.

Pesan dan kesan wisudawan menjadi acara berikutnya sebelum doa dan penutup. Didapat dari hasil wawancara pada salah seorang wisudawan menjelaskan mengenai usaha dan kendala yang dihadapi selama menjadi mahasiswa di Politeknik Negeri Madiun.

“Dari dulu pokoknya waktu kuliah itu kita itu belajar serius. Terus kemudian masalah mengerjakan tugas-tugas itu harus dikerjakan sesuai dengan targetnya. Jadi, meskipun ada kendala di waktu ujian tugas akhir, tapi kita harus tetap semangat dan terus berjuang sampai bisa lulus. Untuk kendala yang dihadapi, oh banyak. Dulu itu waktunya mepet terus kemudian banyak trouble di komponen kemudian di postfet dan bimbingan pada dosen,” jelasnya.

Harapan untuk Politeknik Negeri Madiun dan bagi Wisudawan. Wisudawan yang menjadi narasumber menjelaskan mengenai harapannya.

“Untuk Poltek, semoga Poltek lebih maju kedepannya, semoga Poltek bisa mengeluarkan lulusan terbaiknya, semoga lulusan Poltek bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan berguna bagi nusa bangsa dan negara. Untuk wisudawan, selamat dan sukses atas wisudanya kemudian semoga setelah lulus bisa mendapat pekerjaan yang baik, bisa membanggakan orang tua, dan mengangkat derajat orang tuanya,” ujarnya.

Sedangkan dari pihak dosen, Bapak Dr. Imam Mudofir, S.Pd., M.Pd. menjelaskan harapan dan pesannya untuk para wisudawan.“Yang saya harapkan dari mahasiswa lulusan Politeknik Negeri Madiun, yang pertama bisa mengamalkan ilmunya untuk dirinya sendiri untuk masyarakat, bisa mengapilkasikan ilmunya nanti kalau mereka sudah keluar dari Politeknik Negeri Madiun, bisa menjalankan semua aktivitas di pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang telah didapat dari Politeknik Negeri Madiun baik itu secara teori maupun prakteknya, karena di Politeknik Negeri Madiun kan sudah ada keahlian baik softskill dan hardskill. Karena di Politeknik Negeri Madiun ada kurikulum yang mengatakan bahasanya praktek dan teori. Pesan untuk wisudawan, terus semangat, jaga nama untuk diri sendiri, jaga nama baik keluarga besar Politeknik Negeri Madiun, terus maju, sukses seterusnya,” jelas Beliau.

SAVE_20180929_192731

Mengukir Prestasi Pada Porseni

Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) merupakan ajang multi event olahraga dan seni nasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pada Porseni ke-XII tahun 2018 ini mengusung tema Melalui PORSENI Kita Tingkatkan Sportifitas Dan Kreativitas Mahasiswa Politeknik Untuk Mewujudkan Daya Saing Bangsa. PORSENI dilaksanakan pada tanggal 3-8 September 2018 di beberapa tempat yaitu Politeknik Negeri Jakarta, PoliMedia, Gor Ciracas, Gymnasium, dan Stadion UI. Ada banyak cabang olahraga dan seni yang diperlombakan pada event ini, diantaranya : atletik, futsal, bulu tangkis, panjat tebing, voli, pencak silat, taekwondo, solo song, puisi, nasyid dan lain-lain.

Pada kesempatan kali ini, Para atlet Politeknik Negeri Madiun telah berhasil membawa pulang enam medali, diantaranya :Medali emas yang diraih oleh Intan Febriyanti dalam Cabang Seni Solo Pop Putri,Medali emas yang diraih oleh Istina Tri Wilansari dalam Cabang Olahraga Panjat Tebing Speed Perorangan Putri,Medali emas diraih oleh Herlambang M Yasin dalam Cabang Olahraga Taekwondo Pomsae Individu Putra, Medali perak yang diraih oleh Rika Dwi Setyaningsih dalam Cabang Olahraga Pencak Silat, Medali perak diraih oleh Herlambang M Yasin dalam Cabang Olahraga Taekwondo Under 54 Kg, dan Medali perunggu diraih oleh Zulfi Ikhsan dalam Cabang Olahraga Bulu Tangkis Putra.
SAVE_20180929_192722

Dengan pencapaian 6 medali tersebut membawa Politeknik Negeri Madiun menduduki peringkat ke-12 dalam peraihan medali PORSENI tahun ini. Intan Febriyanti, salah satu peraih medali emas PORSENI pada Cabang Seni Solo Pop Putri menuturkan, Jika kalian mempunyai bakat jangan terus dipendam, sekali-kali kalian harus membuktikannya kepada dunia bahwa ini lo aku punya bakat dan harus pantang menyerah. Karena kalau kalian menyerah, belum tentu kegagalan itu selamanya gagal. Suatu saat kegagalan itu pasti akan menjadi suatu keberhasilan” tuturnya.

Ucapan selamat dan apresiasi dari direktur PNM juga disampaikan atas jerih payah dan perjuangan saat PORSENI ke-XII. Semoga menginspirasi dan memberikan semangat mahasiswa yang lain untuk berprestasi. Bagi peraih medali, PNM juga akan memberikan apresiasi berupa penghargaan dan tali asih.

Maya Sofiyani/Cristina Bella

PicsArt_08-09-08.29.46

Hari Terakhir PKKMB 2018

Hari Jumat 3 Agustus 2018 menjadi hari terakhir pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Madiun 2018. Kegiatan ini telah berlangsung sejak Minggu, 29 Juli 2018. Rangkaian acara pada hari terakhir dimulai dengan penghijauan, dilanjutkan dengan expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), acara santai, dan diakhiri dengan upacara penutupan.

Kegiatan pertama dimulai sekitar pukul 07.20 dengan penghijauan di Kampus 2 Winongo PNM. Para mahasiswa baru melakukan penanaman bibit sejumlah 250 di area samping dan belakang gedung Komputer Akutansi. Pohon yang ditanam yaitu pohon pulai (Alstonia scholaris) atau dikenal dengan nama lokal pule yang terkenal dengan kerindangannya.

Acara kemudian berlanjut pada sesi perkenalan seluruh UKM di Politeknik Negeri Madiun, atau biasa disebut Expo UKM. Dibuka dengan perkenalan UKM Pers G-PLASMA dan ditutup dengan perkenalan UKM Pecinta Alam Cakra Manggala. Para anggota UKM berlomba-lomba untuk menarik minat para mahasiswa baru agar bergabung dalam organisasinya dengan menampilkan atraksi menarik selama sesi perkenalan seperti yang dilakukan oleh UKM Tari, Cakra Manggala, dan Pencak Silat .

UKM Tari menampilkan kesenian tari tradisional yang dibawakan oleh 4 anggotanya. Pertunjukkan ini disajikan dengan apik dan mengundang decak kagum dari para mahasiswa. UKM Pencak Silat juga unjuk kebolehan dalam seni bela diri yang dilakukan oleh 3 anggota UKM Pencak Silat. Bela diri ini menampilkan trik-trik dan langkah-langkah menggunakan anggota badan serta tongkat dan pedang dalam penjagaan diri. Penampilan dari UKM Pencak Silat ini pun sukses menarik perhatian. Sedangkan UKM Cakra Manggala menunjukkan kehebatannya dalam melakukan rapelling. Aksi ini berupa menurunkan diri menggunakan alat bantu tali yang dilakukan dari lantai 3 menuju hall. Tak kalah dari pertunjukan lain, keterampilan para anggota Cakra Mandala berhasil menutup sesi ini dengan tepuk tangan meriah.

Sesi perkenalan UKM berakhir dan dilanjutkan dengan sesi pendaftaran secara langsung di stan masing-masing UKM. Stan ini sudah dipersiapkan dengan baik oleh setiap UKM demi menyambut mahasiswa yang berminat menjadi anggota baru. Seperti yang dijelaskan oleh Sri Ayuni dari UKM Niknema, anggotanya sudah mempersiapkan perlengkapan stan sejak 2 hari sebelum Expo UKM. “Masalahnya tadi itu waktunya agak kecepetan, adek-adek yang mau foto-foto di photo booth jadi nggak bisa. Semoga tahun depan waktunya bisa ditambah.” jawabnya saat ditanya tentang kendala dalam pelaksanaan expo.

36bbb6df-ae28-4aea-8589-3cec9934443f
PicsArt_08-09-08.30.32
Expo menjadi acara santai dan akrab bagi para mahasiswa baru maupun panitia. Sekaligus menjadi ajang unjuk gigi bagi salah satu Wakil Direktur Politeknik Negeri Madiun, Prasetyo Yekti Utomo, S.E.,M.M.. Dosen yang akrab disapa Pak Pras itu menunjukkan keahliahnya dalam bermain gitar dan menyanyi. Tak tanggung-tanggung lagu yang dinyanyikan adalah lagu hits milik Virgoun, Surat Cinta Untuk Starla dan beberapa lagu dari Jamrud. Para mahasiswa terlihat sangat menikmati dengan bernyanyi bersama. Bukan hanya Pak Pras, mahasiswa baru juga ikut menyumbangkan lagu untuk sesi santai ini.
Memasuki penghujung acara, upacara dilaksanakan untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan Diklatsar dan PKKMB 2018. Dimulai sekitar pukul 16.05, yang bertindak sebagai pembina apel adalah Yosi Afandi, S.Sos. M.A.B. selaku Wakil Direktur 1 PNM.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, seusai apel seluruh mahasiswa baru berjabat tangan dan saling memohon maaf dengan panitia. Apel berhasil terlaksana dengan tertib dan khidmat, dengan ini resmi sudah para mahasiswa baru menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Madiun angkatan 2018.

Reporter : Isna, Dhinar, Arin, Shelly
Potografer : Andika

74d830ff-3c72-4659-9dc8-749ea6a5c9eb

Beri Materi Bela Negara, Prajurit Yonif 501 Ajak Mahasiswa Lebih Cinta Dan Menghargai Tanah Air

Seperti yang diketahui, ketika menjadi mahasiswa berarti ia seorang pelajar yang sudah berada di posisi tertinggi. Prinsip dari seorang mahasiswa adalah pembawa perubahan, jadi sudah sewajarnya apabila mahasiswa lebih mengenali Indonesia termasuk kekayaan yang dimilikinya karena hal tersebut adalah milik rakyat Indonesia. Seperti yang telah disampaikan oleh salah satu prajurit Yonif 501, Lettu Raditya Pradana, mengenai seberapa kaya Indonesia akan kekayaan alamnya. Sayangnya, kekayaan tersebut tidak seluruhnya dapat dinikmati oleh rakyat. Hampir seluruh kekayaan tersebut sudah dieksplor oleh negara lain. Oleh karena itu, pemberiaan materi bela negara yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB di Aula AH Simanjuntak 501 Madiun bertujuan agar peserta PKKMB lebih memiliki rasa cinta dan menghargai tanah air.

PicsArt_08-09-08.49.15

“Sebenarnya tujuan dari bela negara itu yang paling pokok dari diklatsar dan PKKMB adalah untuk menanamkan jiwa bela negara akan rasa cinta NKRI. Jadi dengan saya berikan sedikit pengarahan bela negara ini, semoga adik-adik dari PNM dapat terbuka pikirannya akan bela negara bahwa yang melaksanakan bela negara itu tidak hanya TNI tetapi juga seluruh warga negara sesuai profesinya masing-masing.” Ujar Lettu Radit ketika ditanya tujuan dari pemberian materi bela negara kepada peserta PKKMB.

Pada pertengahan penyampaian materi, para pelatih memberikan permainan agar para peserta tidak merasa bosan dan mengantuk. Seluruh peserta pun sangat antusias menguti gerakan yang sudah dicontohkan. Pada akhir penyampaian materi, diputarkan sebuah video tentang bela negara yang di dalamnya menceritakan mengenai perjuanagan TNI dalam mempertahankan Ibu Pertiwi agar tidak direbut oleh negara lain.
Penyampaian materi selesai pada pukul 22.00 WIB, sebelum kembali ke barak untuk beristirahat, peserta diarahkan untuk berbaris di lapangan untuk absensi. Setelahnya diberikan sedikit pengarahan tentang yel-yel yang sudah dibuat untuk ditampilkan esok hari. Peserta dibubarkan dan kembali ke barak dengan rapi dan tertib.

Reporter : Alifa, Andika, Fahmi, Ikka
Potografer : Nia