Dari Hindia Hingga Nusantara, Ini Sejarah Awal Nama Indonesia

Feed2 Slide5

Tahukah kamu nama Negara Indonesia ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan sempat berganti nama sampai lima kali hingga akhirnya disahkan saat pembacaan teks sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Nama Indonesia tidak langsung diperoleh tanpa usaha dan kerja keras, sama seperti kemerdekaan. Para tokoh penggerak juga berjuang untuk mendapatkan hak pengakuan di mata dunia.

Asal-usul nama Indonesia ternyata sudah ada jauh sebelum para penjajah datang ke negeri ini. Nama Indonesia mulai dikenal pada pertengahan tahun 1800-an. Saat itu salah seorang sejarawan Oxford University bernama Peter Carey mengatakan nama Indonesia muncul dan diperkenalkan oleh James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA).

Sedangkan masyarakat pribumi mulai mengenal nama Indonesia dari tokoh pendidikan bernama Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Pada 1913 saat dirinya diasingkan ke Belanda ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Kemudian pada tahun 1920-an nama Indonesia diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan, sehingga memiliki makna politis sebagai identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaannya.

Namun tahukah Anda sebelum nama Indonesia lahir ternyata bangsa ini telah berganti nama hingga lima kali. Penasaran apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

 

Hindia

Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani, yakni Indo dan Nesie yang artinya kepulauan Hindia. Nama ini kemudian makin terkenal setalah bangsa Portugis yang saat itu dibawah pimpinan Vasco da Gama menemukan pulau ini dengan cara menyusuri sungai Indus sekitar tahun 1498 Masehi. Melansir dari Liputan6, nama Hindia tersebut merupakan istilah yang dikenalkan oleh Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani yang dikenal dengan Bapak Ilmu Sejarah. Namun nama Hindia baru digunakan setelah dikenalkan oleh Ptolomeus (100-178 SM), seorang ahli ilmu bumi yang terkenal.

 

Nederlandsch Oost-Indie

Nama ini diberikan oleh orang-orang Belanda yang dulu sempat berkuasa di tanah air. Sejak akhir abad ke-18 orang Eropa menyebut Indonesia dengan nama tersebut, yang berarti wilayah jajahan Belanda. Nama ini kemudian dikenal sebagai Hindia Belanda atau Hindia Timur Belanda. Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membentuk Hindia Belanda sebagai hasil dari nasionalisasi koloni-koloni di bawah pemerintahan Belanda.

Insulinde

Nama Insulinde kali pertama dicetuskan oleh Douwes Dekker, seorang penulis asal Belanda dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar pada tahun 1860. Nama Insulinde berasal dari Bahasa latin yang merujuk pada kata Insulair, Insula dan Indus yang berarti pulau Hindia. Pria bernama asli P.J. Veth Multatuli menggagas nama Insulinde karena merasa jengkel dengan julukan Nederlandsch Indie yang diberikan negaranya kepada Indonesia. Ia turut menyaksikan pula perlakuan buruk para penjajah terhadap penduduk pribumi.

 

The Malay Archipelago

Nama lain yang pernah diberikan untuk Indonesia selanjutnya adalah The Malay Archipelago. Menurut dari salah satu sumber, nama itu diberikan oleh Alfred Russel Wallace, seorang penjelajah sekaligus ilmuwan asal Inggris. Ia menjuluki kawasan Malaysia, Singapura, dan Kepulauan Indonesia sebagai The Malay Archipelago. Nama ini digagas pada pertengahan abad ke-18 dengan makna pulau-pulau Melayu yang menguasai lautan.

 

Nusantara

Istilah Nusantara mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bukan hanya julukan, Nusantara memang dulunya pernah menjadi nama untuk menyebut Indonesia. Jauh sebelum munculnya keempat nama di atas, julukan Nusantara sudah digagas oleh Kerajaan Majapahit sejak abad ke-12. Nusantara kala itu adalah sebutan untuk wilayah kekuasaan Majapahit di luar Pulau Jawa, yang membentang dari ujung barat Sumatera hingga ke bagian timur di Papua.

Istilah Nusantara disebutkan oleh Mahapatih Gadjah Mada dalam Sumpah Palapa, dan tercantum dalam Kitab Negarakertagama. Selain itu istilah Nusantara juga ditemukan di perpustakaan India Kuno, yang berarti pulau-pulau yang berada di antara be

 

berapa benua.

#Gplasma

#GetTheRealNews

#KontenGplasma

#Kemerdekaan

#DivisiReporter

115926986_1167336416966855_8292936789032382408_n

New Normal: Apakah Indonesia Sudah Aman?

 Ancaman virus mematikan, Covid-19 (Coronavirus disease 2019), yang menimpa Indonesia kian menjadi-jadi. Segala cara dilakukan pemerintah agar Covid-19 dapat teratasi. Karena virus tersebut banyak sektor pengemban ekonomi negara ini dapat dikatakan surut. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah Indonesia sudah aman dari Covid? Semua akses kegiatan keluar rumah dibatasi, semua pun dilarang keluar rumah. Grafik yang terus naik membuat masyarakat semakin khawatir. Sanksi pidana jika tidak menggunakan masker pun dilayangkan agar masyarakat menaati protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah. Bisikan-bisikan kata new normal semakin menjadi-jadi, padahal grafik semakin memuncak. Covid-19 harus dihindari tetapi ekonomi juga harus berjalan, itulah yang membuat warga tetap beramai-ramai keluar rumah. Hal ini juga membuat bualan-bualan netizen ramai dan geger di sosial media. Pabrik, mall, dan sebagian sektor ekonomi mulai beroperasi lagi walaupun semuanya bekerja dalam shift yang lebih singkat. Tau gak sih apa aja budaya selama masa new normal ini?

Bentuk nyata kesadaran disiplin dalam new normal, di antaranya adalah budaya antre. Memang dalam situasi sekarang ini, tanpa disadari masyarakat sudah mulai terbiasa dengan antrean yang terasa lebih lambat dan panjang dari biasanya dikarenakan adanya pemeriksaan suhu badan di setiap toko dan batas-batas antrean pengunjung berkisar antara 1-2 meter. Tidak hanya toko, swalayan dan mall besar pun telah mematuhi  protokol kesehatan yang berlaku, hal ini untuk mencegah adanya orang yang berpotensi menulari pengunjung lainnya.

Walaupun semua protokol telah ditetapkan, banyak juga diketahui sejumlah gejala-gejala baru yang beredar tentang Covid-19 yang membuat grafik menjadi melonjak. Konspirasi-konspirasi pikiran mencuat, apakah Indonesia benar-benar sudah aman? Daerah yang mulanya zona hijau bisa jadi kuning, yang mulanya kuning bisa menjadi zona merah bahkan hitam. Bahkan yang semula hijau bisa jadi besoknya sudah jadi kuning lagi. Karena sekarang proses tumbuh kembang Indonesia sedang tidak baik-baik saja maka kita sebagai warga negara perlu mendukung upaya pemerintah dalam pemberlakuan era new normal ini. Berikut beberapa kebiasaan yang mulai muncul pada era new normal :

  1. Social Distancing

Jika di mall dulunya pengunjung selalu berebut antrean bahkan berdesak-desakan sekarang mereka sudah terbiasa dengan antrean yang lebih panjang karena adanya pembatasan antar customer. Nah, kita harus mengikuti era ini nih selain kita jauh dari Covid-19 kita juga lebih tertata dan rapi.

  1. Bersepeda

Pemerintah mengajurkan agar selalu menjaga kesehatan ketika Covid-19 mencuat. Awalnya hanya 1-3 orang yang melakukan kegiatan bersepeda tetapi tetap menjaga protokol kesehatan. Nah, bisa dilihat nih sekarang sedang ramai-ramainya kehidupan bersepeda yang semakin up to date. Walaupun harga sepeda sekarang ini sedang tinggi-tingginya, tetapi tidak membuat minat masyarakat membeli sepeda menurun. Bersepeda bersama sekarang menjadi kebiasaan new normal di Indonesia. Untuk yang hobi bersepeda atau baru mulai bersepeda di era ini, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan ya!

  1. Pengecekan Suhu Tubuh

Dikatakan gejala Covid-19 terdapat suhu khusus. Setiap toko, mall, pabrik, bahkan tempat kerja yang memiliki jumlah pegawai/karyawan relatif banyak telah memberlakukan protokol kesehatan. Dimulai dengan adanya antrean pengecekan suhu tubuh di depan pintu masuk.

Selalu jaga kesehatan ya, teman-teman. Perlu tingkatkan adanya kesadaran diri untuk patuh terhadap himbauan dan aturan yang telah dikeluarkan agar dapat memutus rantai penularan Covid-19.

Be Happy, Stay Healty and Happy Weekend Everyone

Mari bersama putus rantai Covid-19, Bersama Indonesia Bebas Covid-19

Gplasma- get the real news

-Divisi fotografer-

-2020-

Divisi fotografer-

-2020-

timaki-min

Mahasiswa TKA Asal PNM yang Tetap Raih Prestasi ditengah Pandemi COVID19

                 Galang Dafa Yudhiatma, Ryan Ravanelly, dan Azizah Qory Hermawan , mahasiswa Teknik Perkeretaapian asal Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang berhasil memperoleh juara 3 pada perlombaan LAI2 COVID-19. LAI2 COVID  19 merupakan lomba online dengan tema Aplikasi Inovatif dan Inspiratif untuk COVID 19 di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Lomba yang dimulai pada tanggal 22 April sampai 22 Juli 2020 kemarin memiliki beberapa kendala. Misalnya saja, mulai dari pengumpulan sampai pengumuman juara mengalami keterlambatan yang disebabkan karena beberapa juri disana masih disibukkan dengan penyelenggaraan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

            Awalnya, lomba yang diperoleh dari informasi dosen di grup WhatsApp tersebut belum menarik minat mereka untuk mengikuti lomba. Hal tersebut dikarenakan mereka masih ragu  karena belum mempunyai ide dan gambaran apapun tentang lomba LAI2 COVID 19. Akan tetapi, karena saran dari dosen yang mengatakan untuk ikut agar menjadi pengalaman dan menambah wawasan untuk mereka, membuat mereka ingin mengikuti lomba tersebut. Setelah memiliki keinginan untuk mengikuti lomba, mereka langsung mencoba menghubungi dosen agar membimbing mereka. Kemudian, mereka segera merancang fullpaper hanya dengan waktu seminggu.

            “Ingin mencoba sesuatu hal yang baru dan mencari pengalaman tentang lomba – lomba dijenjang mahasiswa”, ujar Galang sebagai motivasi untuk mengikuti lomba. Setelah mengikuti lomba tersebut tentunya menambah pengalaman bagi mereka. Seperti halnya, mereka lembur sampai dini hari akibat mengejar deadline lomba, dipaksa untuk berpikir kritis, dan dituntut untuk belajar hal yang baru. Galang mengatakan kesannya setelah mengikuti lomba tersebut yaitu “Santai tapi serius, karena dikerjakan secara online tetapi juga dituntut untuk serius dan juga masih tidak menyangkan jika akan menjuarai lomba tersebut dikarenakan lawan dari lomba tersebut berasal dari angkatan 2017 dan 2018”.  Galang berpesan kepada mahasiswa PNM agar jangan takut mencoba, kita semua sama.

PicsArt_05-30-12.28.54

Lebaran Spesial #diRumahAja

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini jatuh pada tanggal 1 Syawal 1441 H atau 24 Mei 2020 M. Lebaran tahun ini mungkin terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat pandemi corona yang belum mereda di Indonesia. Pasalnya, demi mencegah penularan virus corona, kita semua diimbau untuk melakukan physical distancing, sehingga hari Lebaran pun harus dilakukan #dirumahaja. Larangan mudik juga diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Pandemi corona tidak mengurangi kehikmatan perayaan Hari Raya Idul Fitri, meskipun tidak dapat berkumpul dengan keluarga besar. Kita tetap dapat merayakannya sembari menikmati quality time bersama keluarga di rumah saja. Beberapa tips dapat dilakukan untuk menikmati lebaran di rumah saja, antara lain:
1. Memasak Makanan Bersama Keluarga
Kita dapat mengisi waktu lebaran dengan memasak makanan khas lebaran bersama anggota keluarga inti. Terlebih, banyak masakan khas lebaran yang bisa menjadi inspirasi masakan apa saja yang akan dibuat seperti opor ayam, ketupat, rending, lontong sayur, dan sebagainya. Tak hanya makanan berkategori berat saja, namun bisa juga membuat kue kering yang digemari anak-anak.

2. Mendekorasi Rumah
Mendekorasi rumah di kala lebaran dapat menambah kehangatan suasana lebaran saat ini. Dekorasi tidak harus mengeluarkan budget yang besar. Cukup menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Kita dapat melakukannya dengan memindahkan posisi barang ke tempat yang lain, mengecat bagian tertentu ruangan, atau memasang wallpaper dengan beragam corak yang menarik di dinding ruangan.

3. Mengirim Bingkisan pada Orang Terkasih
Lebaran erat kaitannya dengan bingkisan atau parsel lebaran, bingkisan tidak hanya dikirimkan untuk perusahaan tetapi juga dapat dikirim kepada orang terkasih untuk tetap menjaga silaturahmi dan saling berbagi. Bingkisan lebaran yang bisa kamu kirim dapat berupa makanan, minuman, atau perlengkapan ibadah.

4. Bersilaturahmi melalui Video Call
Lebaran kali ini mungkin terasa berbeda karena sesuai anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan bersilaturahmi ke rumah saudara. Namun, kalian masih bisa tetap bersilaturahmi dan meminta maaf antar keluarga melalui video call. Mengingat teknologi saat ini yang begitu canggih. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan antara lain: Zoom, Skype, Whatsapp, Google Duo, Instagram, dan lain-lain.

5. Berbagi Rezeki
Keadaan saat ini mengingatkan kita untuk tetap berbagi rezeki antar sesama agar dapat membantu perekonomian masyarakat yang terdampak corona. Masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kesimpulannya adalah Lebaran Idul Fitri yang dilakukan di rumah pun juga bisa terasa sangat mengasyikkan apabila dimaknai dengan benar. Tetap semangat dan berdoa semoga pandemi segera berakhir.

Penulis: Dita & Hanisa (Div. Editor)

PicsArt_05-15-03.31.09

Kemuliaan Bersedekah di Bulan yang Suci

Manusia manapun pasti menginginkan harta yang banyak dan berlimpah. Akan tetapi jika berbicara harta yang banyak  tentu saja tidak cukup. Untuk itu dibutuhkan sedekah sebagai upaya perjuangan dan amalan kita terhadap apa yang dimiliki. Apakah kita lebih mencintai harta atau ibadah terhadap Allah SWT ?

Sedekah merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan. Terlebih ketika bulan Ramadan datang. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah yang paling utama adalah pada bulan Ramadan. Pada bulan ini, amalan-amalan umat muslim dilipat gandakan, begitu juga dengan bersedekah. Para ulama pun menegaskan bahwa bersedekah di bulan Ramadan sangat dianjurkan, karena kebaikan serta kemuliaan yang dimiliki oleh bulan ini. Sedekah adalah salah satu ibadah yang diwajibkan, terlebih untuk mereka yang tergolong mampu. Wajib bagi mereka untuk memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan. Sedekah adalah bentuk ibadah dengan cara memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk sesuatu yang dibutuhkan orang lain. Sedekah bisa dalam bentuk apapun asalkan memiliki nilai dan manfaat bagi penerimanya yang membutuhkan. Islam menganjurkan umat-Nya untuk berbagi dengan sesama. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, sedekah dapat memberikan berbagai manfaat lainnya. Beberapa manfaat sedekah yang dapat dirasakan oleh penerima dan pemberi sedekah antara lain:

PicsArt_05-15-03.32.33

  1. Pahala berlipat ganda

Bersedekah merupakan tindakan yang mulia dan sangat dihargai oleh Allah SWT. Imbalan bersedekah yang paling utama adalah mendapatkan pahala. Setelah melakukan sedekah, pahala yang sudah kamu miliki akan dilipat gandakan. Bulan Ramadan yang penuh berkah ini jika kita bersedekah pahala yang didapat akan lebih besar lagi dan apabila sedekah yang dilakukan benar-benar murni dari hati, tanpa ingin diketahui oleh orang lain sama sekali. Jadi, tidak ada unsur ria atau ingin menyombongkan harta yang disedekahkan. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Hadid ayat 18:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S. Al-Hadid: 18)

  1. Menahan diri dari membelanjakan harta yang mubazir

Sedekah adalah salah satu kontrol diri kita agar membelanjakan harta secara cermat dan cerdas. Bulan Ramadan ini, walaupun berpuasa biasanya kebutuhan berbelanja menjadi berkali-kali lipat karena harus menyiapkan lebaran dan berbagai silaturahmi yang membuat kita perlu keluar kocek lebih dalam. Untuk itu, adanya sedekah adalah menahan diri kita agar tidak banyak berbelanja hanya untuk kepentingan diri kita sendiri, melainkan ada kepekaan sosial terhadap saudara lainnya yang membutuhkan uluran tangan. Tentu itu akan lebih bermakna karena kita telah memberikan dan membagikan harta tersebut pada saudara kita sendiri.

  1. Amalan sedekah tidak akan putus walaupun sudah mati

Dunia adalah tempat menabur benih dan akhirat adalah tempat mengetam. Penyesalan yang mendalam tiada berguna bagi orang yang meninggal dunia tanpa dibekali amal sholeh selama hidupnya di dunia. Setelah seseorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara:

Pertama, sedekah jariyah, yaitu sesuatu yang terus-menerus manfaatnya, seperti wakaf tanah, buku-buku, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain. Kedua, llmu yang bermanfaat, seperti mengajarkan sesuatu kepada orang lain atau murid, mengarang buku, dan lain sebagainya. Ketiga, anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, taat dan bermanfaat bagi orang tuanya, agama, nusa dan bangsa. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika manusia itu mati terputus semua amalannya kecuali tiga perkara, kecuali sedekah jariyah dan ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak sholeh yang mendoakannya (Kedua orangtua).” (HR Tirmidzi).

Tiga Hal yang Dapat Merusak Amal Sedekah

 Sedekah merupakan amalan yang utama dalam Islam, yang jika dilihat dari kacamata manusia akan mengurangi harta manusia. Namun tidak dengan ketentuan Allah, Dia akan menggantinya dengan sepuluh kali lipat. Namun meskipun demikian, masih saja ada manusia yang kurang bisa menjaga keutamaan sedekah tersebut dan melakukan hal-hal yang dapat merusak amal sedekah. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 264:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak amal sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”

Ada tiga hal yang berpotensi dalam merusak amal sedekah, yaitu:

Pertama, Al-Mann (menyebut-nyebut pemberian sedekah). Seseorang yang melakukan poin ini menunjukkan indikasi ketidakikhlasannya dalam bersedekah. Al-Mann ini juga mengindikasikan sikap orang yang sombong di hadapan manusia. Dengan menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang ia beri sedekah, dia memamerkan kelebihan dirinya kepada orang tersebut. Perbuatan ini bisa menyakiti hati orang lain, sehingga Allah SWT melarang perbuatan buruk ini.

Kedua adalah Al-‘Adzaa (menyakiti orang yang menerima sedekah). Yang dimaksud dalam poin ini adalah menyakiti atau melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Semisal dengan merendahkan kehormatan orang yang menerima sedekah tersebut di hadapan orang banyak. Walau kita memberi sesuatu kepadanya, tapi perlakuan buruk itu telah menyakiti hatinya. Hasilnya, pahala sedekah yang begitu besar itu habis tak bersisa. Pesan indah dari QS AL-Baqarah ayat 263:

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.”

Ketiga adalah ujub dan takabur, sebuah sikap yang menunjukkan kelebihan dirinya sehingga ia mampu bersedekah kepada orang lain. Kesombongan yang seperti ini juga dapat menghalangi pahala atau keutamaan sedekah, karena secara tidak langsung ia merasa paling hebat dan mengganggap orang lain jauh dibawahnya karena belum bisa bersedekah layaknya dirinya sendiri. Padahal sejatinya semua harta yang ia sedekahkan hanya titipan Allah semata. Ketiga hal tersebut disebut sebagai virus yang mampu merusak amal sedekah. Yang bersedekah seperti itu tidak memperoleh sedikitpun dari pahala sedekahnya.

1588939251121

Yakin gak mau menutup aurat?

Jika melihat kehidupan masyarakat di sekitar, banyak kita jumpai kaum wanita keluar rumah dengan tidak mengenakan jilbab, atau bahkan memakai rok mini. Banyak di antara mereka tidak menutup aurat. Anehnya, keadaan itu dianggap biasa tidak dianggap suatu kemaksiatan yang perlu diingkari. Seakan menutup aurat bukan sebuah kewajiban dan membuka aurat bukan sebuah dosa. Bahkan sebaliknya, terkadang orang yang menutup auratnya dianggap aneh, lucu dan asing. Inilah fakta yang aneh pada zaman sekarang. Kenapa bisa seperti itu? karena jauhnya mereka dari agama Islam sehingga mereka tidak mengerti apa yang menjadi kewajiban termasuk kewajiban menutup aurat.

1588938983289

Allah telah mewajibkan kita untuk menutup aurat. Hal ini juga telah terkandung dalam ayat Al Quran dalam Surat Al Ahzab ayat 59 :

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sungguh betapa hukum menutup aurat ini sangat penting dan bagaimana jika kita lalai dan malah mempertontonkan aurat kita kepada orang lain. Apakah kita akan merugi? Tentu saja.
Rasulullah saw bersabda: “Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.” (Dikutip dari dalamislam.com, 2018)
Sungguh Allah telah memberikan peringatan akan siksa neraka bagi wanita yang membuka aurat. Mungkin bagi sebagian orang, membuka aurat bukanlah hal yang penting. Tapi sebenarnya membuka aurat juga membuka jalan zina dalam Islam, karena dari pandangan yang tidak dijaga dan membiarkan orang lain melihat aurat kita maka akan menimbulkan nafsu dalam diri dan dapat menyesatkan pikiran manusia.

Lantas dari penjelasan diatas, masihkah diantara kalian tidak khawatir akan masuk kedalam neraka karena lalai dan melupakan kewajiban kita sebagai muslimah untuk menutup aurat kita? Memang menutup aurat kadang terasa berat untuk memulainya namun jika kita terus menunda kesempatan yang telah diberikan bagaimana nasib kita di akhirat kelak? Bayangan neraka pasti sudah mengikuti kita. Naudzubillah.

Semoga setelah ini dapat menjadikan kita sadar akan pentingnya menutup dan menjaga aurat agar kita bisa mengupayakan untuk terhindar dari siksaan api neraka. Amiinn.

Cahyaning Putri Puspitasari

Feed 1

Di rumah aja, Lakukan ini untuk Tambah Pahala Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadan telah tiba, momen ini sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di penjuru dunia. Namun, Ramadan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, sedang terjadi pandemi Virus Corona atau yang biasa disebut Covid-19. Sama halnya dengan beberapa Negara lainnya, Pemerintah Indonesia juga menghimbau agar masyarakatnya mengurangi aktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus ini.
Imbasnya, tentu saja banyak aktivitas yang hanya dapat dilakukan saat Ramadan terpaksa dilarang. Seperti ngabuburit, buka bersama, hingga salat tarawih. Namun sebagai gantinya, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan saat Ramadan walaupun sedang dirumah saja tetapi tetap mendapatkan pahala, berikut ulasannya:

Tidur yang Cukup
Walaupun sedang berada di rumah saja, demi menjaga stamina kita ketika melaksanakan amalan di bulan suci Ramadan, istirahat yang cukup juga diperlukan untuk tubuh. Tidur yang cukup bertujuan untuk menambah semangat kita ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif di bulan Ramadan. Selain itu, tidur sangat dianjurkan dan bahkan dapat mendatangkan pahala. Namun, bukan berarti saat menjalankan puasa kita bisa tidur sepanjang hari dan bermalas-malasan, karena hal itu dapat merugikan kita di bulan puasa yang penuh dengan berkah ini.
Ketika berpuasa kita diwajibkan untuk melakukan kegiatan yang sifatnya positif bukannya bermalas-malasan. Jadi selama tidur yang kita maksutkan untuk menambah semangat kita dalam menjalankan amalan di bulan Suci Ramadan, maka kita akan mendapatkan pahala. Tetapi saat tidur yang kita lakukan sepanjang waktu dan tidak melakukan amalan apapun, justru hal itu akan menjadi dosa untuk kita.

Perbanyak Salat Sunah
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan secara pribadi atau individu, saat kita berada di rumah salah satunya adalah salat sunah. Salat sunah merupakan penyempurna dari salat fardu lima waktu, yang bisa dilaksanakan secara munfarid (sendiri). Seperti salat sunah Rawatib, salat sunah ini dilaksanakan baik sebelum maupun sesudah salat fardu. Contoh lainnya ada Salat Duha, Salat Tahajud, Salat Istikharah, dan Salat Taubat.
Rasulullah juga mengingatkan agar kita tidak menjadikan rumah seperti kuburan yang artinya tidak pernah digunakan untuk salat. Hal ini disebutkan dalam sebuah Hadis Riwayat Aisyah dalam Musnad Ahmad: “Salatlah kalian di rumah kalian, jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan”. (HR. Aisyah, Musnad Ahmad)

Membaca Ayat Suci Al-Quran
Selain tidur yang cukup dan memperbanyak salat Sunah, kita juga dapat melakukan kegiatan seperti mengaji atau bertadarus Al-Quran. Aktivitas ini dapat kita lakukan setelah sahur sebelum menunggu azan subuh atau sebelum magrib sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, mengaji akan membuat bulan puasa kita menjadi lebih produktif dan jauh dari godaan setan, lebih bisa berpikiran positif serta belajar lebih mendalam tentang ajaran-ajaran islam.

Bersedekah Secara Online
Bulan Ramadan yang penuh berkah ini, membuat sebagian besar umat islam berlomba-lomba memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda dengan bersedakah. Namun karena himbauan Pemerintah yang menetapkan untuk sementara waktu tidak keluar rumah dan menjauhi kerumunan, masyarakat dapat tetap bersedakah secara online. Saat ini banyak platform di media social yang sudah menyediakan fasilitas berdonasi secara online, yang lebih aman dan tentunya praktis, salah satunya kitabisa.com. Selain itu, penting bagi umat muslim di bulan Ramadan ini untuk terus bersedekah kepada yang lebih membutuhkan. Keajaiban dari bersedekah ini bisa kita rasakan saat di dunia maupun di akhirat, untuk menambah tabungan pahala.

3_resize_85

Kegiatan Sederhana Penyelamat Dunia

Hai, sudah berapa harikah Anda melakukan Quarantine Day? Sudah lebih dari satu bulan Pemerintah Indonesia memberlakukan Quarantine Day, dengan memberikan libur pada seluruh siswa yang bersekolah dan para pekerja. Hal ini dikarenakan adanya Pandemi COVID-19 yang jumlah penderitanya terus meningkat. Namun, ternyata ada banyak oknum yang memanfaatkan pandemi COVID-19 dengan hal-hal yang tidak benar seperti, menaikkan harga barang, memanipulasi data tingkat kenaikan penderita COVID, bahkan membuat tutorial handsanitizer sembarangan. Jika hal ini terus dibiarkan dikhawatirkan jumlah penderita terus bertambah. Lalu berujung dengan kenaikan angka kematian jika jumlah rumah sakit tidak memadai untuk penanganan dan tenaga medis yang kewalahan. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental, terutama bagi mereka yang sudah memiliki masalah mental bawaan seperti gangguan kecemasan atau gangguan obsesif kompulsif (OCD). Nah, sekarang kami akan membagikan tips nih, apa saja sih kegiatan sederhana yang dapat mejadi penyelamat dunia.
Mencuci Tangan dengan Sabun
Sebelum adanya pandemi ini banyak masyarakat yang mengacuhkan tentang budaya mencuci tangan. Bahkan untuk mencuci tangan dengan sabun adalah hal yang tidak diperlukan. Namun, siapa sangka bahwasannya saat ini mencuci tangan dengan sabun adalah hal sederhana yang dapat menyelamatkan dunia. Dikutip dari laman who.int, Senin (20/4/2020), bahwa masyarakat diharuskan sering mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik. Bila tidak dimungkinkan dapat menggunakan handsanitizer.
Adab/Etika Batuk
Ada pula memperhatikan adab batuk saat pandemi ini. Hal ini dikarenakan batuk orang yang terjangkit virus tidak diketahui bedanya dengan batuk orang biasa, maka adab batuk sangat diperlukan. Siapa sangka batuk biasa saja bisa menular kepada orang lain. Batuk merupakan salah satu gejala Virus Corona, jadi jangan menganggap batuk sebagai hal biasa. Ketika kamu batuk saja dapat membuat kecurigaan banyak orang. Bahkan karena batuk kamu dapat dikucilkan, Nah pastinya kalian tidak mau kan! Perhatikan adabnya, menutup hidung dan mulut dengan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk dan bersin.
Menggunakan Masker
Dahulu masker hanya digunakan di kalangan pekerja pabrik dan pengendara karena kotoran industri dan debu. Namun, di era penyebaran pandemi ini pemerintah menganjuran untuk menggunkan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Banyak debu, kotoran hinga percikan yang diduga dapat menyebarkan COVID-19. Bahkan WHO telah menetapkan jenis masker yang dapat digunakan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona. Tingginya kebutuhan masker inilah yang membuat peredarannya langka. Hal ini dapat disiasati dengan menggunaan masker kain.
Membersihkan Area Sekitar
Menjaga kesehatan tubuh juga harus diimbangi dengan menjaga kebersihan area sekitar. Kita tidak tahu area kerja, lingkungan rumah, dan tempat-tempat yang sering kita kunjungi bisa memaparkan virus. Maka dari itu menjaga kesehatan dan kebersihan perlu adanya.
Ayo perangi COVID-19!
Kalau bukan kita siapa lagi?
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Hal sederhana perangi COVID-19. Selamatkan keluarga, orang tersayang, orang lain dan dunia.
#SAVEWORLD #G-PLASMAPNM #DIVISIFOTOGRAFER

Apakah Flu Biasa dan COVID-19 Sama atau Berbeda?

Apakah Flu Biasa dan COVID-19 Sama atau Berbeda?

1

     Pada tahun 2020 ini dunia sedang diresahkan dengan adanya COVID-19. Apa sih sebenarnya COVID-19 itu? Apakah sama dengan flu biasa? Mungkin masih ada beberapa orang yang masih belum mengetahui perbedaannya. Jadi yuk baca sebentar agar kalian tau perbedannya!

     COVID-19 dan flu biasa sebenarnya sama-sama infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Tetapi kedua virus ini berbeda, COVID-19 lebih berbahaya dibandingkan dengan flu biasa. Jika flu biasa disebabkan oleh virus golongan rhinovirus, sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus golongan coronavirus. Flu biasa mungkin bisa disembuhkan dalam beberapa hari saja, akan tetapi COVID-19 membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk penyembuhannya.

Agar kalian lebih mengetahui perbedaannya dari flu biasa dan COVID-19, berikut adalah perbedaan gejalanya :

Flu Biasa

     Flu biasa yang disebabkan oleh virus golongan rhinovirus ini menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Sebenarnya yang rentan terkena flu biasa ini adalah anak-anak berusia di bawah 6 tahun karena mereka masih memiliki imun yang rendah. Akan tetapi, orang dewasa juga bisa terserang flu biasa. Flu biasa bisa menyebar melalui manusia ke manusia lainnya. Gejala umum flu biasa antara lain :

  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Demam (jarang)
  • Bersin
  • Merasa lemas
  • Sakit kepala ringan
  • Badan terasa linu

COVID-19

     COVID-19 disebabkan oleh virus golongan coronavirus. flu biasa dan COVID-19 sama-sama menyerang saluran pernapasan. Akan tetapi, yang membedakan adalah COVID-19 menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Virus ini bisa menyerang siapa saja tidak memandang usia, tetapi bagi orang yang memiliki riwayat asma, diabetes, dan penyakit jantung lebih rentan terkena virus ini. Gejala umum COVID-19 antara lain :

  • Demam tinggi
  • Merasa lemas
  • Sesak napas
  • Batuk kering
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Diare
  • Mual
  • Muntah

     Gejala tersebut timbul secara bertahap tergantung kondisi imun seseorang. Bisa saja orang tersebut terkena COVID-19, tetapi tidak timbul gejala, karena memiliki imun yang kuat. Oleh karena itu, diberlakukan Self quarantine untuk mengetahui apakah orang tersebut terkena gejala COVID-19 atau tidak dan untuk memutus rantai COVID-19, karena pada umunya gejala akan muncul 4-10 hari setelah orang tersebut terpapar dari orang yang positif COVID-19. Dikutip dari alodokter.com, 16/04/2020.

Pengobatan Flu biasa dan Covid-19

COVID XFF

     Seperti yang kita ketahui , bahwa dua virus ini adalah golongan berbeda, maka dari sisi pengobatan tentunya berbeda. Simak cara pengobatan kedua virus tersebut dibawah ini:

Flu biasa

     Saat terjadi gejala ringan bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, memperbanyak minum air, beristirahat dengan cukup, dan menjaga tubuh tetap hangat. Namun jika terjadi gejala berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan seperti, pengecekan kondisi tubuh serta diberikan obat yang sesuai dengan gejala yang dialami untuk mempercepat kesembuhan dan sebagai langkah pencegahan komplikasi flu. Dikutip dari alodokter.com, 13/05/2019.

Covid-19

     Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, dokter telah menanyakan gejala yang dialami dan riwayat perjalanan atau tempat tinggal pasien. Apakah daerah yang disebutkan berpotensi akan kasus virus ini. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan diantaranya, rapid test berfungsi sebagai penyaring, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak, dan rontgen dada untuk mendeteksi cairan di paru-paru.

  1. Hingga saat ini infeksi COVID-19 belum ditemukan obat khusus. Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala dan penyebaran virus. Simak langkahnya dibawah ini :
    Penderita akan di karantina dan mendapat perawatan di rumah sakit yang telah ditunjuk (dirujuk).
  2. Penderita mendapatkan obat pereda demam dan nyeri yang aman sesuai kondisi penderita yang diberikan oleh dokter.
  3. Penderita dianjurkan untuk isolasi mandiri dan beristirahat dengan cukup.
  4. Penderita dianjurkan banyak meminum air putih untuk menjaga kadar cairan dalam tubuh.
    Agar terhindar dari dua virus tersebut tentunya kita harus melakukan pencegahan dengan menerapkan hidup sehat dan bersih seperti mengonsumsi makanan yang sehat, menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, memperbanyak minum air, dan beristirahat dengan cukup. Dikutip dari sehatq.com, 09/03/2020.
slide1

Biar Nggak Bosen di Rumah, Yuk Lakukan Hal-hal ini

Munculnya pandemi virus COVID-19 di berbagai belahan dunia memberikan dampak yang cukup besar. Salah satu dampak dari virus ini adalah terjadinya social distancing yang membuat kita harus menjaga jarak antar individu. Dalam proses pelaksanaannya, pemerintah menganjurkan kita untuk tidak keluar rumah agar dapat membantu mememutuskan persebaran virus COVID-19 tersebut. Bagi sebagian besar orang yang selalu melakukan aktivitas di luar rumah, keadaan ini tentu membuat mereka merasa bosan karena tidak tau apa yang harus dilakukan. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu di rumah.

slide2

1. Family time
Wabah virus Corona memang membuat semua ketakutan. Banyaknya masyarakat yang terinfeksi membuat kita was-was untuk bepergian. Namun, kita tetap berhak untuk bahagia kapanpun dan dimanapun berada. Masih ada hal positif yang bisa kita lakukan agar tetap bahagia. Family time adalah salah satu bentuk kebahagiaan di tengah  mewabahnya virus Corona. Selama ini kesibukan menjadi penyekat bagi kita untuk sekedar berkumpul dengan keluarga. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan selama family time seperti memasak bersama, makan, dan bermain.

Bahagia juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Bahagia membuat kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Itu sangat dibutuhkan saat sekarang agar terhindar dari virus Corona, karena virus ini rentan kepada orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah.

2. Tekuni hobi dirumah
Lakukan hobi yang selama ini sedang ditekuni kala berdiam diri di rumah. Masa isolasi diri takkan jadi membosankan, justru produktif karena kalian mengasah kemampuan baru. Hal ini mungkin bisa menjadi peluang bisnis untuk kalian karena hobi itu sendiri bisa dijual secara online.

3. Membereskan rumah
Membereskan kamar atau rumah bisa membuat pemandangan lebih indah, juga suasana hati lebih menyenangkan. Bersihkan lantai, semprotkan desinfektan ke tempat-tempat seperti kenop pintu, ganti seprai, nyalakan diffuser agar kamar wangi dan nyaman untuk ditinggali.
Kalian juga dapat mencoba menerapkan trik Marie Kondo, hanya menyimpan barang-barang yang membuat hati gembira. Keluarkan baju-baju lama yang sudah kekecilan atau tidak terpakai, sumbangkan kepada yang membutuhkan atau jual ke toko baju bekas.

4. Berjemur diteras
Konsep berjemur dibawah sinar matahari pagi sebenarnya bukan mematikan virus corona. Namun, meningkatkan imunitas tubuh agar mampu melawan virus.
Agar tubuh kita juga sehat dan selalu bugar, luangkan waktu kurang lebih 15 menit pada jam 10 untuk berjemur sebentar.

5. Olahraga
Olahraga sangat berguna untuk memperkuat daya tahan tubuh yang membantu kita agar tidak gampang terserang penyakit. Olahraga tidak harus dilakukan di gym, tempat fitness, lapangan, dan sebagainya. Kita juga bisa melakukan olahraga di dalam rumah tanpa perlu adanya peralatan khusus. Yoga merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat kita coba di rumah. Selain itu, banyak gerakan olahraga seperti push-up, sit up, plank, dsb yang dapat kita praktikkan agar mendapatkan tubuh yang sehat sekaligus bisa membentuk otot.

6. Membaca
Salah satu kegiatan yang bisa kita lakukan untuk menghabiskan waktu adalah membaca. Membaca dapat menjadi kegiatan alternatif yang dapat mengusir rasa bosan selama di rumah. Kita dapat membaca novel, komik, cerita pendek, atau bacaan-bacaan ringan lainnya yang dapat kita gunakan untuk relaksasi. Tidak hanya melalui buku, kini membaca juga bisa kita lakukan melalui smartphone. Selain berguna untuk menghabiskan waktu, membaca juga dapat memperluas wawasan dan pengetahuan kita.

7. Merawat diri
Kesibukan yang kita lakukan sehari-hari tentu membuat kita jarang untuk memperhatikan diri sendiri. Dengan adanya lebih banyak waktu di rumah, inilah saatnya kita melakukan berbagai hal yang berguna untuk merawat tubuh kita. Banyak jenis perawatan yang dapat menjadi alternatif pilihan seperti memakai masker wajah, memakai lulur, memakai masker rambut, dsb. Melakukan perawatan tidak harus mahal, kita bisa menggunakan bahan alami yang mudah kita dapatkan sehari-hari.

8. Menonton film
Social distancing tentu membuat kita tidak dapat pergi ke bioskop untuk menonton film. Namun, tidak perlu khawatir karena menonton film pun juga dapat kita lakukan di rumah. Dengan pesatnya perkembangan teknologi kita dapat menonton film melalui web atau aplikasi secara streaming ataupun mengunduhnya. Menonton film tentunya dapat membantu kita untuk mengusir rasa bosan dan dapat juga menghilangkan stres akibat pekerjaan yang menumpuk.

9. Beribadah
Luangkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan YME agar selalu melindungi kita dan keluarga dari virus ini, semoga pandemi virus di dunia ini segera selesai. Agar kita bisa beraktivitas dengan normal seperti sediakala.