Sering Dianggap Mitos, Ternyata 5 Hewan Ini Mirip dengan Legenda Hlo!

Sering Dianggap Mitos, Ternyata 5 Hewan Ini Mirip dengan Legenda Hlo!

Feed 1 Slide 1_compress60
Tidak dapat kita pungkiri jika dunia ini memiliki kekayaan fauna yang begitu beragam. Sama halnya dengan cerita-cerita mengenai makhluk mitologi yang melegenda dan beragam di tiap-tiap daerah maupun negara. Namun, meski hanya sekadar makhluk mitologi atau mitos, terdapat pula fauna di dunia nyata yang memiliki kemiripan sehingga layak untuk kita sebut sebagai “Fauna Mitologi di Dunia Nyata”. Apa saja itu?
1. Garuda dan Elang Jawa
Siapa yang tidak kenal dengan hewan ini? Makhluk mitologi ini merupakan lambang dari dasar negara Indonesia. Mengutip Hipwee Kamis (19/11/2020), dalam mitologi Hindu, garuda sebenarnya adalah kendaraan Dewa Wisnu. Berkepala layaknya burung elang, berbadan manusia, tubuhnya berwarna emas, wajahnya berwarna putih, dan sayap berwarna merah. Meskipun hanya sekadar mitos, dalam dunia nyata terdapat hewan yang memiliki kemiripan dengan burung garuda, yaitu burung elang jawa (Nisaetus bartels). Elang jawa memiliki sayap yang berwarna cokelat keemasan yang sama dengan warna bulu burung garuda, dan juga memiliki jambul yang sama dengan yang dimiliki burung garuda. Dikutip dari Bobo.id Kamis (19/11/2020).
2. Naga dan Komodo
Hewan ini sering kita jumpai dalam berbagai mitologi atau pun animasi. Secara umum, hewan ini seringkali digambarkan sebagai hewan yang buas dengan tubuh besar bersisik dan mampu mengeluarkan napas api. Terlepas dari berbagai mitos-mitos yang berkembang, dalam kenyataannya naga sering dikaitkan dengan hewan endemik asal Indonesia yaitu komodo (Varabus komodoensis). Seperti yang disadur dari laman Adhikurniawan.com Jumat (19/11/2020), bentuk morfologi komodo yang memiliki kesamaan dengan makhluk mistikal bersayap dan dapat menyemburkan api itu, lantas membuat reptil ini dijuluki sang naga. Meskipun tidak bisa mengeluarkan api, komodo memiliki saliva beracun di mulutnya.
3. Burung Phoenix dan Flamingo
Phoenix digambarkan sebagai burung berukuran besar yang mempunyai bulu berwarna merah, serta ekor berwarna emas dan merah tua. Burung yang merupakan hewan dalam mitologi Yunani dan Mesir ini juga digambarkan mempunyai kekuatan untuk hidup kembali. Dikutip Bobo.id Kamis (19/11/2020), dalam dunia nyata ciri-ciri ini dapat kita jumpai pada hewan flamingo. Warna merah jambu dan merah menyala bulu flamingo yang mencolok sering dikaitkan dengan legenda burung Phoenix. Dilansir Kumparan Jumat (20/11/2020) faktanya, flamingo menghabiskan sebagian besar waktunya mengarungi dataran garam yang panas, di mana membuat mata hewan ini tampak berkedip seperti nyala api.
4. Unicorn dan Okapi
Identik dengan hewan yang lucu, imut, dan memiliki tanduk di kepalanya, membuat sebagian orang menyukai hewan mitologi ini baik dalam bentuk animasi atau pun penggambaran melalui cerita. Dalam dunia fauna, okapi diyakini sebagai salah satu hewan sebagai asal muasal unicorn. Mamalia ini mendapat julukan unicorn asal Afrika. Dikutip dari Kumparan Kamis (19/11/2020), mamalia dengan rupa rusa yang aneh ini mendiami wilayah hutan hujan Afrika. Tak hanya itu, hewan ini sekilas terlihat sepeti kombinasi antara jerapah, zebra, dan antelop. Okapi jantan memiliki dua tanduk yang jika dilihat dari samping bisa tampak menjadi satu layaknya unicorn.
5. Duyung dan Dugong
Jika kalian penggemar Disney, pasti kalian mengetahui sosok Ariel, salah satu tokoh yang digambarkan sebagai putri duyung yang jatuh cinta dengan manusia. Banyak mitologi lain yang menggambarkan duyung sebagai sosok perempuan cantik, yang mendiami lautan dengan fisik setengah manusia dan ekor yang menyerupai ikan. Kenyataannya, duyung di dunia fauna tidak secantik yang digambarkan. Konon dugong dianggap sebagai asal muasal dongeng putri duyung yang sangat terkenal. Mengutip Kumparan, Jumat (20/11/2020) berkerabat dekat dengan manatee gemuk, fisik dugong lebih ramping dan lebih diidentifikasikan sebagai mamalia laut. Hewan ini lebih menyukai muara atau perairan tawar.
Terlepas dari wujudnya di dunia nyata, tidak dapat dipungkiri juga kisah-kisah mengenai makhluk mitologi telah banyak berkembang dan tak sedikit pula yang memercayainya. Masih banyak pula fauna-fauna di dunia ini yang sering dikaitkan dengan berbagai perwujudan makhluk dalam mitologi. Namun, yang paling terpenting adalah bagaimana kita menjaga alam dan keseimbangannya agar fauna tersebut tetap ada dan kelak menjadi warisan untuk anak cucu dari generasi mendatang.

Penulis: Divisi Kominfo
Editor: Jenny Refa

Resmikan Program D2 Fast Track, PNM Gandeng SMK Negeri Mejayan Sebagai Mitra Vokasi

Politeknik Negeri Madiun akhirnya meresmikan program SMK D2 Fast Track dan gedung baru jurusan teknik pada Jumat (11/13/2020), di Kampus II Winongo. Jurusan teknik yang akan menempati gedung tersebut terdiri dari Program Studi (Prodi) Diploma Tiga Mesin Otomotif dan juga Sarjana Terapan Perkeretaapian.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Dr. Beny Bandanadjadja, S.T., M.T. serta perwakilan Politeknik Negeri se-Indonesia. Acara peresmian ini tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cek suhu badan, cuci tangan saat memasuki ruangan serta tetap menjaga jarak satu sama lain.
Peresmian ini dimulai pukul 13.00 WIB, diawali dengan pemotongan pita oleh Bapak Beny dan Direktur Politeknik Negeri Madiun, Bapak Fajar Subkhan. Dilanjutkan dengan menulis quote untuk Politeknik Negeri Madiun, salah satu quote berasal dari Bapak Beny Bandanadjadja “Sukses buat Politeknik Negeri Madiun.” Kemudian penandatanganan prasasti peresmian oleh Bapak Beny Bandanadjadja. Rangkaian acara pun dimulai dengan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dari Bapak Beny Bandanadjadja dan Bapak Fajar Subkan.
Bapak Fajar Subkhan mengatakan bahwa pembangunan gedung baru tersebut, selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani dengan penyedia jasa. Secara kontraktual ditandatangani pada Maret 2020 dan selesai pada November 2020. Pada tahun ini Politeknik Negeri Madiun menerima dua skema pembiayaan.
Pertama, skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk gedung baru Prodi Diploma Tiga Mesin Otomotif dan Sarjana Terapan Perkeretaapian yang diresmikan dengan kontrak singleyears. Kedua, gedung Jurusan Administrasi Bisnis dan juga gedung Komputerisasi Akuntansi dengan kontrak multiyears yang akan berakhir bulan April 2021.
Tahun depan di tanah seluas 10,2 hektar milik Politeknik Negeri Madiun akan dibangun tiga bangunan untuk masing-masing prodi di Politeknik Negeri Madiun. Jadi hampir 70% daya tampung PNM akan berada di Kampus II Winongo. Sumber anggaran dari proyek ini adalah SBSN tahun 2020 dengan biaya konstruksi sebesar Rp29,9 miliar dan luas gedung kurang lebih 5800 meter persegi.
Nantinya, gedung ini akan berfungsi sebagai gedung kuliah bersama Prodi Diploma Tiga Mesin Otomotif dan Sarjana Terapan Perkeretaapian, laboratorium, dan bengkel untuk mesin otomotif. Gedung ini kurang lebih memiliki 13 kelas, 7 laboratorium, 2 workshop serta bengkel. Gedung ini diharapkan bisa menampung enam ratus mahasiswa untuk dua prodi tersebut.
Bapak Fajar Subkhan juga membeberkan bahwa salah satu syarat untuk membuka D2 Fast Track ini harus mempunyai prodi induk. Pihak kampus sudah bekerja sama dengan INKA untuk pembukaan prodi tersebut, yaitu Program Studi Sarjana Terapan Perkeretaapian.
Selain itu PNM harus bekerja sama dengan SMK dan industri. PNM sendiri telah menggandeng SMK Negeri 1 Mejayan untuk pelaksanaan program D2 Fast Track tersebut. Dalam waktu dekat PNM akan membuka program studi D2 Pembentukan logam, sebagai program studi baru D2 Fast Track tersebut.
Sementara untuk konsep dari program D2 Fast Track ini, menggunakan penitipan SKS di SMK. Secara teknis siswa SMK yang menjadi mitra vokasi akan ditawari program tersebut. Bagi siswa yang terdaftar akan mendapatkan pelajaran tambahan beberapa SKS di program D2. Sedangkan jangka waktu pendidikan hanya tiga semester, satu semester di PNM dan dua semester di industri.
Acara peresmian inti dilengkapi dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Tinggi Vokasi dan Profesi, Direktur Politeknik Negeri Madiun, serta perwakilan Walikota Madiun. Setelah seluruh rangkaian acara inti dilaksanakan para tamu undangan diberi jamuan makan siang dan hiburan dari UKM Paduan Suara dan juga UKM seni bela diri yaitu Pencak Silat. Para tamu juga dipersilakan melihat beberapa ruangan praktikum di gedung baru tersebut.

Penulis : Jenny Refa A.M dan Lia Widyaningtyas
Editor : Dany Sekty Anggoro

Ini Harga Janda Bolong yang Bikin Tepuk Jidat Masyarakat

Untitled-2

Tanaman hias adalah segala jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai penghias ruang, baik dalam ruangan (indoor plant) maupun luar ruangan (outdoor plant), sebagaimana dikutip Sedioinfo, Selasa (10/11/2020). Di masa pandemi seperti ini, banyak masyarakat yang merasa jenuh sehingga memilih menghabiskan waktunya selama isolasi diri untuk merawat dan mengoleksi tanaman hias di rumah.
Salah satu tanaman hias yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan baik di sosial media maupun di kalangan masyarakat, yaitu janda bolong. Keunikan nama yang melekat pada tanaman ini, membuat banyak orang merasa penasaran dengan tanaman ini.
Dilansir CNN Indonesia, Selasa (10/11/2020), peneliti LIPI Yuzammi menjelaskan bahwa janda bolong merupakan tanaman dari suku Araceae atau talas-talasan. Lebih spesifik, janda bolong masuk dalam marga Monstera, tanaman yang berasal dari Amerika Tropis ini sama halnya dengan Anthurium dan Philodendron.
“Marga Monstera ini memiliki sekitar 38 spesises, yang salah satunya adalah Monstera adansonii atau yang kita kenal di Indonesia dengan nama dagang janda bolong,” kata Yuzammi kepada CNN Indonesia.
Menurut Yuzammi nama janda bolong berasal dari bahasa Jawa. Karakteristik daun Monstera adansonii yang bolong membuat masyarakat Jawa menyebutnya dengan ron podho bolong yang berarti daun pada bolong. Jika diucapkan secara singkat, maka terdengar seperti ron dho bolong. Pengucapan ron dho terdengar hampir sama dengan rondo yang berarti janda.
Bentuk daun yang memiliki banyak lubang pada permukaannya menjadi keunikan dari tanaman ini. Ciri-ciri lain dari tanaman ini yaitu memiliki daun besar berwarna hijau, batang kecil berwarna hijau polos serta bentuk daun yang menyerupai bentuk hati dan menjari.
Karakteristik tersebut membuat tanaman janda bolong terlihat menjadi elegan dan terkesan sangat mewah dibandingkan dengan tanaman lain. Selain itu, tanaman ini juga banyak diminati oleh masyarakat sehingga membuat harga tanaman ini sangat mahal, yaitu mulai dari Rp 40 juta- Rp120 juta.
Harga tersebut karena banyaknya permintaan yang sangat tinggi di pasaran. Dalam merawat tanaman ini, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain suhu, sinar matahari, tanah, waktu penyiraman, pupuk dan kebersihan tempat. Hal ini dilakukan supaya tanaman hias ini tetap sehat dan nyaman dipandang.

Penulis : Agustin Devita S
Editor : Winda Eka Rachmawati

PNM Rampung Gelar Konferensi ICIASGA dan ICONEBS Tingkat Internasional

Politeknik Negeri Madiun menjadi tempat pelaksanaan International Conference on Industrial Automation, Smart Grid, and its Application (ICIASGA) dan International Conference on Economics, Business, and Social Humanities (ICONEBS) yang diselenggarakan pada tanggal 4 November 2020. Acara ini awalnya dijadwalkan pada tanggal 4 – 5 November. Namun, tahun ini dua konferensi tersebut diselenggarakan secara bersamaan. Peserta yang terpilih dalam acara ini sebanyak 92 orang dari jumlah pendaftar kurang lebih 200 orang. Sasaran dari acara ini adalah dosen dan mahasiswa yang melanjutkan studinya ke jenjang S3.

ICIASGA membahas tantangan dan inovasi di era industri 5.0 pada bidang sains terapan, teknologi, dan teknik. Konferensi ini dihadiri keynote speaker ternama yaitu Prof. Akhtar Kalam (Victoria University Australia), Wahyu Caesarendra (Phd Faculty of Intregated Technologies Universiti Brunei Darussalam), Ir. Budi Noviantoro (President Director of PT INKA) serta Dr. Hasliza A Rahim (Universiti Malaysia Perlis) yang berdiskusi tentang tema “Green Technology & Energy 5.0”. Acara ini mengundang akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi dan instansi pemerintah yang tertarik dengan perkembangan industri, inovasi, dan berkelanjutan untuk berbagi ide, pengalaman, serta pengetahuan dengan mempresentasikan hasil penelitiannya ke dunia internasional.

Sedangkan ICONEBS diselenggarakan untuk menjawab tantangan dan inovasi di era industri 5.0 pada bidang sosial humaniora, ekonomi, dan bisnis. Konferensi ini juga menghadirkan keynote speaker ternama yaitu Assoc Prof. Dr. Melor Md Yunus (National University of Malaysia), Lt Kdr Dr. Abu Yazid bin Abu Bakar TLDM (National University of Malaysia) dan Deni Ridwan (Ministry of Finance of The Republic Indonesia) yang membahas tema “Dinamika Ekonomi, Bisnis, dan Sosial Humaniora”. Acara ini juga mengundang akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi dan lembaga pemerintah untuk berbagi pengetahuan dan ide dalam tren terkini di bidang sosial humaniora, ekonomi, dan bisnis.

Biaya pendaftaran untuk acara ini sebesar Rp2.300.000 per individu termasuk buku, sertifikat, dan goodie bag. Output dari Konferensi ICIASGA adalah semua jurnal yang diterima dan disajikan akan diterbitkan dalam Seri Prosiding IOP yang diindeks oleh SCOPUS. Makalah yang dipilih juga akan diterbitkan di salah satu jurnal yang diindeks oleh SCOPUS antara lain:

Jurnal Internasional Teknik dan Teknologi Canggih

Jurnal Internasional Teknologi Inovatif dan Teknik Menjelajahi

Jurnal Internasional Teknologi dan Rekayasa Terkini

Informatika dalam Medicine Unlocked, Elsevier Journal

Selain itu, hanya ada 30 Presented Papers terpilih yang akan diterbitkan di Jurnal SCOPUS dan ICONEBS. Semua jurnal yang diterima akan diterbitkan dalam seri Konferensi Atlantis Press dan makalah yang terpilih akan diterbitkan dalam jurnal terkait yang diindeks oleh Web of Science.

Penulis : Hanisa & Imerlipta

Editor : Aprilia R

PNM Raih Nilai B pada Visitasi Akreditasi Perpusnas Tahun 2020

Perpustakaan Politeknik Negeri Madiun (PNM) akhirnya mengukuhkan diri menjadi perpustakaan dengan akreditasi B. Melalui penilaian dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 20 Oktober 2020, perjuangan selama hampir tujuh bulan itu akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Walaupun masih belum diresmikan, saat ini perpustakaan PNM sudah memenuhi standarisasi dari pemerintah untuk menjadi gudang literasi atau pusat informasi dan pembelajaran bagi mahasiswa.

Perpustakaan merupakan ikon dan jantung perguruan tinggi, pendapat tersebut disampaikan oleh Ibu Tri Lestariningsih, S. Kom., M. Kom., selaku Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Madiun. Maka, diperlukan suatu standarisasi untuk menilai apakah suatu perpustakaan sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional untuk jenjang perguruan tinggi.

Gagasan tersebut muncul setelah Ibu Tri mewakili PNM dalam pelatihan yang diselengarakan oleh perpusnas pada tahun 2018. Pada pelatihan tersebut, Ibu Tri banyak sharing dengan pengurus perpustakaan di perguruan tinggi lain, seperti Unair, UB, UGM, UMS dan Unmuh Ponorogo. Akhirnya pada Januari 2020, PNM mengikuti akreditasi perpustakaan sesuai dengan surat edaran Provinsi Surabaya. Sementara mengenai biaya akreditasi ditanggung oleh APBN atau dengan kata lain gratis.

Proses pengajuan akreditasi tersebut sangatlah panjang. Setelah menyatakan sikap siap untuk mengikuti akreditasi tersebut, pihak provinsi mengutus dari perpustakaan Kota Madiun untuk melihat apakah layak maju akreditasi atau tidak. Pada penilaian tersebut, perpustakaan PNM masih di bawah C dan hal itu merupakan akreditasi yang masih jauh dari baik.

Pada Februari 2020, PNM mengikuti acara di Perpustakaan Kota Madiun juga mendapatkan pengarahan dari perpusnas. Dilakukan penilaian ulang dengan hasil akreditasi C setelah mengkaji ulang berkas-berkas yang sebelumnya masih belum sempurna. PNM terus mengikuti 3 kali pendampingan. Pendampingan tersebut, terdiri 2 kali pendampingan dari perpus kota dan 1 kali dari perpunas dalam waktu tujuh bulan. Akhirnya, perpustakaan PNM mendapatkan nilai B pada visitasi akreditasi dari perpusnas.

Untuk mendapatkan akreditasi A, PNM harus menunggu sekitar lima tahun lagi. Di waktu itulah pihak kampus akan terus memaksimalkan apa yang sebelumnya masih kurang. Seperti menambah luas perpustakaan sesuai dengan ketentuan minimum untuk sebuah perpustakaan yaitu 1500 m², menambah jumlah judul buku yang sebelumnya dari 3900 menjadi 10.000 judul buku, meningkatkan anggaran menjadi 3-5% dari jumlah anggaran kampus, serta menambah prestasi perpustakaan.

Yang menjadi sorot lainnya adalah kurangnya pustakawan, yang memiliki ijazah ilmu perpustakaan. Perpustakaan PNM hingga kini hanya memiliki dua pustakawan asli dan delapan lainnya masih mengusahakan untuk mengikuti pelatihan agar mendapatkan sertifikat kelayakan menjadi pustakawan. Ulasan-ulasan tersebut merupakan suatu syarat yang harus dipenuhi perguruan tinggi untuk mendapatkan akreditasi A.

 

Penulis: Retno Dwi K. S. dan Murni Febri

Editor: Winda Eka Rachmawati

Begini Kesadaran Kesehatan Masyarakat Indonesia, dan Macam-macam Gangguan Mental yang Sering Kita Temui


f1

Beberapa bulan belakang, kesadaran masyarakat Indonesia tentang isu kesehatan mental terus meningkat. Dulu masyarakat Indonesia, masih menutup mata ketika membahas masalah gangguan jiwa. Banyak orang generasi tua menganggap hal tersebut adalah hal yang tabu.

Indonesia dengan segala keklenikannya memiliki persepsi, orang dengan masalah kesehatan mental adalah orang gila atau kerasukan setan. Banyak juga yang menganggap orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang kurang pengetahuan agama, dan tidak dekat dengan Tuhan. Padahal gangguan kejiwaan adalah kondisi medis yang terjadi pada otak.

Dikutip dari seributujuan.id, Kamis (29/10/2020), Menurut Riset Kesehatan Nasional Indonesia (RISKESDAS) 2013: sekitar 3,7% (9 juta) orang menderita depresi, dari populasi 250 juta orang. Sekitar 6% (14 juta) orang berusia 15 tahunan ke atas menderita gangguan mood (suasana hati) seperti depresi dan kecemasan. Sekitar 1,7 per 1000 orang menderita gangguan psikologis kronis, seperti skizofrenia.

Dibanding lima tahun lalu, kesadaran kesehatan mental Indonesia sudah lebih baik. Sekarang sudah banyak beberapa komunitas, kampanye, obrolan di media sosial bahkan karya film yang mengulas tentang kesehatan mental.

Selain peran media sosial, awareness ini juga sudah membaik karena berbagai lintas masyarakat mulai membahasnya, mulai dari mahasiswa di kalangan organisasi atau bahkan tingkat konferensi internasional, hingga perusahaan dengan program kesehatan mental.

Mari, kenali gangguan kesehatan mental yang bisa dijumpai pada era modernisasi saat ini! Berikut merupakan lima macam gangguan mental yang sering terjadi:
1. DEPRESI
merupakan gangguan suasana hati yang membuat penderita terus-menerus tertekan. Penderita memiliki emosi yang tidak stabil dan mudah putus asa. Gangguan ini dapat diobati dengan psikoterapi, dan memberikan obat antidepresan
2. GANGGUAN SUASANA HATI
atau mood swing merupakan gangguan perubahan mood yang sangat ekstrem. Penderita terkadang merasa sangat sedih atau merasa sangat bahagia. Salah satu penyebab dari gangguan ini adalah kondisi hormon, kelompok ini didominasi oleh remaja, wanita hamil, dan wanita menopause. Gangguan ini dapat diatasi dengan menjalani hidup sehat dan berkonsultasi ke psikolog.
3. KECEMASAN
merupakan suatu kondisi psikologis ketika seorang mengalami rasa cemas yang berlebihan dan cenderung sulit dikendalikan. Hal ini menyebabkan penderita menjadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan lebih suka menyendiri. Faktor pemicu gangguan ini adalah trauma akibat intimidasi, kekerasan, maupun pelecehan. Pengobatan gangguan ini dapat dilakukan dengan dua langkah yaitu terapi kognitif dan pemberian obat
4. SKIZOFRENIA
merupakan suatu kondisi yang dapat mengganggu pikiran dan perilaku seseorang. Penderita cenderung mengalami halusinasi, delusi, dan pemikiran yang kacau. Gangguan ini dapat menyebabkan penderita sulit untuk membedakan realita dan halusinasi dalam pikirannya sendiri. Gangguan ini dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat, melakukan terapi kognitif, serta dukungan dari lingkungan sekitar.
5. Obsessive Compulsive Disoder(OCD) dimana suatu gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan perilaku berulang(kompulsi). Penderita cenderung melakukan suatu hal secara berulang misalnya memeriksa pintu dan jendela sebanyak tiga kali sebelum pergi, tidak bisa melihat meja berantakan dan lainnya. Gangguan ini tidak tergolong pada gangguan yang parah namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Orang yang mengalami gangguan mental bukanlah orang gila. Oleh karena itu, jangan jauhi mereka! Dukung setiap aktivitas yang membuat mereka nyaman dan merasakan sosok pendukung. Agar gangguan mental dapat lebih cepat disembuhkan.

Oleh : Indah dan Murni
Editor : Hanisa

Feed 1-1

Apa Sih Sebab Insecure? Berikut Ini Tips-Tips Cara Mengatasi Insecure

Mungkin semua remaja milenial pasti tau tentang kata insecure. Bahkan semua remaja pasti pernah merasakan perasaan insecure. Lalu sebenarnya apakah insecure itu? Jadi, insecure adalah perasaan ketika merasa tidak aman yang membuat seseorang itu merasa gelisah, minder, takut, malu, dan akhirnya membuat tidak percaya diri.

Insecure bisa berasal dari dalam diri seseorang maupun dari faktor lain dari luar orang tersebut. Perasaan ini wajar terjadi, karena sering berjumpa dengan orang yang lebih baik dari kita. Insecure dapat menjadi bahaya, jika seseorang selalu berpikir bahwa dirinya selalu lebih buruk dari orang lain. Berikut ini adalah penyebab paling umum, munculnya perasaan insecure, antara lain:

  1. Sering membandingkan diri dengan orang lain. Misalkan, “dia kok cantik banget ya, mukanya glowing, badannya langsing” dan lain-lain. Melihat keadaan orang lain lebih baik daripada kita.
  2. Obsesi menjadi sempurna. Terkadang ada orang yang tingkat insecurenya tinggi sampai-sampai ada orang yang rela operasi plastik. Mereka rela mengubah bentuk wajah dan tubuh mereka agar terlihat sempurna.
  3. Korban bullying. Tindakan bullying kerap terjadi dimanapun, entah itu di media sosial maupun di tempat umum. Bullying bisa berupa ucapan merendahkan, berkomentar buruk, dan tindak kekerasan. Selain insecure, hal ini juga menyebabkan trauma pada korban.
  4. Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Masalah seperti ini wajar jika seseorang belum menguasai kemampuan tertentu. Hal ini juga dapat menyebabkan memandang rendah diri sendiri, karena tidak bisa melakukan hal tertentu. Biasanya sikap ini muncul setelah melihat orang lain, yang memiliki kemampuan jauh lebih baik.
  5. Cemas Seseorang bisa saja kerap memikirkan penilaian dari orang lain terhadap dirinya dan membayangkan skenario terburuk. Misalnya saja dijauhi teman dengan alasan tidak asik dan membosankan. Kecemasan juga menjadi sebab dari overthinking. Mereka yang overthingking, cenderung memikirkan apa yang belum tentu terjadi.

Insecure yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan bisa mengganggu kondisi kesehatan. Maka dari itu, hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Berikut ini tips dan cara untuk mengatasi insecure:

  1. Jangan pernah membandingkan hidupmu dengan orang lain. Hal ini lebih kepada sikap untuk percaya pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Remaja milineal menyebutnya be yourself and love yourself. Percayalah bahwa setiap orang punya kekurangannya masing-masing. Selain itu tidak semua kehidupan orang lain jauh lebih baik dari kehidupan kita sendiri.
  2. Temukan kelebihan diri sendiri. Hal ini lebih merujuk pada menemukan bakat dalam diri. Setiap orang yang sudah menemukan passion atau bakat mereka, mereka akan cenderung fokus pada apa yang mereka punya. Dengan menemukan kelebihan diri, maka membuat rasa insecure
  3. Stop overthinking. Terlalu banyak berpikir tidak baik untuk kesehatan mental maupun tubuh. Jangan banyak berpikir untuk hal yang tidak perlu dipikirkan. Jangan juga berpikir bahwa dirimu tidak berharga. Mulailah berpikir ringan dan selalu positif.
  4. Konsultasi dengan orang yang tepat. Terkadang berbagi masalah dengan seseorang bisa membuat beban yang ditanggung berkurang. Karena seseorang butuh pendengar dan pemberi masukan yang tepat saat dirinya
  5. Perbanyak bersyukur. Kunci utama untuk mengatasi insecure adalah bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, berarti kita bisa menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, dan menghargai sekitar kita. Bersyukur mungkin sering kali menjadi suatu hal yang sulit. Namun kenyataannya bersyukur itu adalah hal yang paling

Perasaan insecure adalah hal yang wajar, jika masih dalam keadaan taraf yang normal.  Sebaliknya  insecure bisa menjadi masalah yang serius jika sampai berlebihan. Jika insecure tersebut tidak segera diatasi,  akan berdampak pada aktivitas sehari-hari bahkan sampai kesehatan mental.

Jangan terlalu fokus pada hal yang tidak memberikan nilai positif dalam diri. Biarkan rasa insecure hinggap sesaat kemudian hilangkan dengan kepercayaan diri kita,  lalu fokus dengan apa yang kita capai kembali.

Penulis:

Editor  : Elvira Amri Saida

IMG-20201016-WA0008

Omnibus Law Cipta Kerja Picu Pro Kontra Rakyat Indonesia Kala Pandemi

Omnibus Law atau biasa disebut undang-undang sapu jagat merupakan istilah untuk menyebut suatu undang-undang yang bersentuhan dengan berbagai macam topik, yang dimaksudkan untuk mengamandemen, memangkas, dan atau mencabut sejumlah undang-undang lain. Artinya, Omnibus Law merupakan metode atau konsep pembuatan regulasi yang menggabungkan beberapa aturan yang substansi pengaturannya berbeda menjadi satu peraturan dalam satu payung hukum.

Konsep Omnibus Law atau juga dikenal dengan Omnibus Bill, umumnya digunakan  di negara yang menganut sistem Common Law, seperti Amerika Serikat. Konsep Omnibus Law ini pertama kali diungkapkan oleh Bapak Joko Widodo setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia  pada hari Minggu, 20 Oktober 2019.  Dalam pidatonya Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Yaitu, UU Cipta Lapangan Pekerjaan dan UU Pemberdayaan UMKM, dimana masing-masing UU itu akan menjadi Omnibus Law.

Konsep Omnibus Law yang dikemukakan oleh  Presiden Joko Widodo berkaitan dengan bidang kerja pemerintah di sektor ekonomi. Pada Januari 2020, ada dua Omnibus Law yang diajukan pemerintah, yaitu Cipta Kerja dan Perpajakan. Secara keseluruhan, ada 11 kluster yang menjadi pembahasan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja, yaitu:

  1. Penyerderhanaan perizinan
  2. Persyaratan investasi
  3. Ketenagakerjaan
  4. Pengadaan lahan
  5. Kemudahan berusaha
  6. Dukungan riset dan inovasi
  7. Administrasi pemerintahan
  8. Pengenaan sanksi
  9. Kemudahan pemberdayaan dan perlindungan UMKM
  10. Investasi dan proyek pemerintah
  11. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Setelah disahkannya Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Pro dan kontra terkait pengesahan ini terus tumbuh. Beragam aksi penolakan masyarakat mulai dari media sosial hingga unjuk rasa di sebagian wilayah dilakukan. Ada kekhawatiran dan sejumlah kalangan mengkritik pembentukan Omnibus Law Cipta Kerja dengan berbagai alasan dan argumentasi. Ketua Umum Pers G-Plasma, Murni Febri memberi tanggapan, “Kurangnya edukasi dari pemerintah dan sosialisasi mengenai UU Cipta Kerja dan harapannya pemerintah mampu memberikan terobosan baru terkait pembahasan UU Cipta Kerja agar pandangan masyarakat lebih terbuka.”

Proses pembahasan UU Cipta Kerja sejak awal terkesan mengabaikan ruang demokrasi dan dilakukan secara tergesa-gesa. Ada tiga alasan yang mendasari pernyataan itu, pertama RUU Cipta Kerja dibahas pada masa resesi dan di luar jam kerja. Kedua, draf UU dan risalah rapat tidak pernah disampaikan ke publik. Ketiga, tidak ada mekanisme pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak dalam rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.

Kemudian mengenai perkembangan permasalahannya, UU Omnibus Law ini sebenarnya solusi baru atau masalah baru? Ini merupakan dua hal yang menarik. Jika UU nanti menjadi solusi, berarti benar apa yang dikatakan pemerintah, mengenai tersedianya lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya. Dan jika nantinya UU itu menjadi masalah, berarti benar adanya dengan isu-isu yang beredar sekarang terkait pasal yang multitafsir. Sehingga diisukan dapat merugikan terutama hak-hak kaum buruh.

Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia pada Jumat 9 Oktober 2020, telah mengonfirmasi berita-berita tidak benar yang beredar di masyarakat terkait UU Cipta Kerja. Dalam live streaming yang bisa diakses melalui YouTube dan Instagram ini menegaskan, terdapat 11 kluster yang akan dilakukan perubahan. Beliau juga menjelaskan penyebab adanya unjuk rasa terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dikarenakan disinformasi berita-berita hoax seperti penghapusan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) serta perhitungan upah per jam. Dalam kenyataannya hal itu tidak benar, tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang. Upah dapat dihitung berdasarkan waktu dan hasil kerja.

Namun sayangnya, menurut Satriya Surya selaku Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun, pemberian video klarifikasi ini memiliki rentang waktu yang terkesan lama dilihat dari banyaknya demonstran yang telah turun ke jalan. Seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu sebelum UU tersebut disahkan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan atau bahkan merugikan.

Selain itu tujuan dari ditetapkannya Undang-Undang Cipta Kerja disebutkan bahwa untuk menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi pencari kerja dan pengangguran. Beliau melalui video ini juga mengatakan tujuan lainnya adalah memudahkan masyarakat khususnya usaha mikro (kecil) untuk membuka usaha baru. Presedur dan regulasi yang tumpang tindih dan rumit dipangkas. Perizinan usaha untuk UMK tidak diperlukan lagi, hanya pedaftaran saja sangat simple. Kedepannya Undang-Undang ini banyak memerlukan Peraturan Pemerintah (PP) dan Perturan Presiden (Perpres) yang nantinya akan muncul. Dalam jangka waktu tiga bulan, pihak pemerintah mengundang seluruh perwakilan daerah untuk mengajukan aspirasinya. Apabila masih terdapat ketidaksetujuan, dipersilakan untuk melakukan uji materi (yudisial review) melalui Mahkamah Konstitusi sebagai prosedur yang telah ditetapkan.

Penulis : Afriza, Dela, Yuniar.

Editor  : Elvira

Mahasiswa Rentan Stress Akibat Covid-19

0001-11889093580_20201010_112748_0000

Mahasiswa Rentan Stres akibat Covid-19? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Setiap manusia pasti memiliki keluhan dalam hidupnya. Tidak terkecuali pada kelompok mahasiswa. Terkadang, mahasiswa mengaku bahwa mereka pernah atau bahkan sering mengalami stres. Pada masa pandemi Covid-19 ini, mahasiswa sebagai salah satu individu yang jumlahnya paling banyak di institusi pendidikan tentunya sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Sistem pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka baik di lingkungan kampus ataupun lahan praktik berubah menjadi daring. Perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi sistem daring menyebabkan mahasiswa menjadi stres. Kira-kira apa yang membuat mereka stres dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Tugas Perkuliahan.
Tugas yang diberikan ketika kuliah daring lebih banyak dibandingkan kuliah tatap muka. Banyaknya tugas yang diberikan dalam jangka waktu yang singkat dan ketidaksesuaian jadwal kuliah daring, membuat mahasiswa merasa tertekan dan malas untuk mengerjakannya.
Mahasiswa tidak bisa mengendalikan emosinya saat mengerjakan banyak tugas dengan deadline yang mepet. Ditambah lagi dengan kurangnya konsentrasi karena kondisi rumah yang tidak kondusif. Hal ini mengakibatkan mahasiswa menjadi mudah marah dan berakibat stres.

2. Proses Pembelajaran Daring yang Mulai Membosankan.
Perubahan sistem perkuliahan dari tatap muka menjadi kuliah daring yang tidak efisien, membuat mahasiswa merasa cemas akan kurangnya ilmu yang didapatkan pada suatu mata kuliah. Mahasiswa merasa kurang paham saat melakukan diskusi dalam kuliah daring, karena lebih rentan untuk terjadi kesalahpahaman baik dengan dosen maupun antar mahasiswa. Tuntutan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang luas dengan waktu yang terbatas dapat menyebabkan stres bagi mahasiswa.

3. Tidak Dapat Mengaplikasikan Pembelajaran Praktik Laboratorium karena Ketidaktersediaan Alat.
Praktek laboratorium merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan seluruh teori yang didapat di kelas, sebelum mengaplikasikannya ke dalam suatu tatanan yang nyata. Ketidakmampuan melaksanakan praktik laboratorium dapat menyebabkan mahasiswa stres, karena kegiatan ini merupakan tindakan awal sebelum mahasiswa terjun langsung ke lapangan.

Lalu, bagaimana sih cara mengatasi stres akibat faktor-faktor di atas? Menurut Gunarya dkk (2011), dalam mencegah stres akan kehidupan kampus dapat menggunakan strategi yang disingkat dengan ‘STRESS’, namun dengan akronim yang berbeda. Kepanjangan dari STRESS yaitu Study Skills, Tempo Time Management, Rest, Eating and Exercise, Self Talk dan Social Support.
1. Study Skills (Keterampilan Belajar)
Dalam menjalani kehidupan perkuliahan ada banyak hal yang perlu dipelajari, diketahui, dan diikuti. Namun, dalam waktu yang terbatas pula. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa perlu memiliki skill belajar yang sesuai dengan diri mereka masingmasing sehingga mampu belajar dengan efektif dan efisien dalam menggunakan sumber daya yang ada.
2. Time Management (Manajemen Waktu)
Mahasiswa mampu mengatur waktu yang ada, sehingga apa yang dilaksanakan dapat tepat waktu dan sasaran.
3. Rest (Istirahat)
Tubuh kita bekerja sesuai dengan pengaturan yang sudah ditentukan. Hal ini berarti setiap orang memerlukan istirahat atau jeda terlebih dahulu sebelum mulai beraktivitas kembali.
4. Eating and Exercise (Makan dan Olahraga)
Tubuh kita memerlukan asupan yang seimbang dan latihan atau olahraga yang memadai agar dapat bugar kembali.
Saat ini stres memang dianggap sebagai hal yang wajar, karena tidak sedikit orang yang merasa terbebani akan tanggung jawab kehidupan menjadi seorang mahasiswa. Namun, jika ada cara untuk mencegah dan mengurangi stres, mengapa kita tidak mencobanya? Selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, mengapa kita tidak mencoba untuk menjaganya?
Serumit apapun kehidupan yang sedang dijalani hari ini, manusia yang mampu bertahanlah yang akan menjadi pemenangnya. Tetap semangat menjalani kehidupan, karena seberat apapun beban yang sedang ditanggung. Yakinlah bahwa kita akan mampu melewati ini semua.

Penulis: Divisi Editor (Kistia Meilani Sanda, Rima Maulidya Pramesti)
Editor: Dany Sekty A

20200926102609_IMG_2199-min

PNM Selenggarakan Wisuda Ahli Madya XV Tahun Akademik 2019-2020 secara Virtual dan Daring

Pada hari Sabtu, 26 September 2020 telah diselenggarakan Rapat Terbuka Senat Politeknik Negeri Madiun, Wisuda Ahli Madya XV Tahun Akademik 2019-2020. Dikarenakan adanya pandemi virus Covid-19, wisuda tahun ini diselenggarakan secara daring atau online yang bertempat di Kampus I Politeknik Negeri Madiun, Jalan Serayu, Kota Madiun dalam via daring melalui aplikasi Zoom serta disiarkan secara langsung di kanal Youtube resmi BAAK PNM.

Acara tersebut dimulai tepat pukul 07.30 WIB yang dihadiri oleh wisudawan/wisudawati dan para orang tua peraih tiga besar tiap prodi. Sedangkan wisudawan/wisudawati lainya tetap mengikuti serangkaian acara melalui Zoom. Secara keseluruhan wisudawan Politeknik Negeri Madiun tahun 2020 diikuti sebanyak 472 orang.

Adapun sebagai tamu kehormatan, acara tersebut dihadiri oleh Walikota Madiun Drs. H. Maidi SH., M.M., Mpd, Direktur Jendral Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Wikan Sakarito STM.,Sc.,ph,.A, dan tentu saja  Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan, S.T., M.T. beserta jajaran direksi Politeknik Negeri Madiun.

Acara ini dibuka dengan khidmat dan dengan pelaksanaan wisuda oleh para perwakilan wisudawan/wisudawati peraih tiga nilai terbaik dan perwakilan, yang diikuti dengan pemindahan tali toga seluruh wisudawan/wisudawati via zoom. Dengan pelaksanaan wisuda ini seluruh mahasiswa PNM semester 6 telah resmi menyandang gelar Ahli Madya lulusan Diploma III.

Walaupun sebagian besar wisudawan mengikutinya secara daring, nampak banyak orang tua yang juga mengikuti serangkaian proses wisuda di samping putra-putrinya. Saat pemindahan kuncir tali toga, para orang tua yang melakukan prosesi tersebut sebagai perwakilan dari direktur Politeknik Negeri Madiun. Ini merupakan pemandangan yang mengharukan, bagi sebagian orang.

Acara wisuda tahun ini memang dilakukan lebih sederhana, akan tetapi pelaksanaanya juga lebih kompleks. Karena adanya pandemi, hanya dihadirkan perwakilan mahasiswa tiap prodi dengan tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan. Para peserta yang hadir dihimbau tetap berjaga jarak satu meter, selalu menggunakan masker, face shield, serta memakai hand sanitizer. Keperluan wisuda seperti toga dan lainya sudah diserahkan melalui proses pengiriman sebelum acara wisuda dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Bapak M. Fajar Subkhan mengutarakan harapannya terhadap kegiatan wisuda tahun ini. Meskipun wisuda hanya diwakilkan oleh beberapa wisudawan/wisudawati, beliau berharap wisuda tahun ini memiliki arti yang sama seperti acara wisuda di tahun-tahun sebelumnya.

Beliau juga memberikan beberapa saran kepada wisudawan/wisudawati Tahun Ajaran 2019-2020, “Pandai-pandailah anda beradaptasi dan menyesuaikan diri terhadap keadaan ini, jangan pernah pesimis dan tetaplah optimis untuk menerima musibah ini, untuk mencari jalan keluar dan solusi. Jadilah generasi muda yang tangguh, ulet, kuat jiwa & raga dalam mencapai karir”.