Bingung Cara Hadapi Tahun Pertama Perkuliahan? Simak Tips dan Trik Berikut Ini.

Pers G-Plasma, Pandemi Covid-19 di Indonesia kembali melonjak hingga penerapan PPKM kembali diperketat. Hal tersebut berhasil menggagalkan pelaksanaan pendidikan secara tatap muka di wilayah Jawa-Bali. Pembatalan tersebut menyebabkan seluruh perguruan tinggi kembali melaksanakan perkuliahan secara daring. Tahun ajaran 2021 adalah tahun kedua pelaksanaan perkuliahan daring yang dirasakan oleh mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Bagi mahasiswa baru, dunia perkuliahan merupakan suatu transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi. Hal ini menyebabkan tidak sedikit mahasiswa baru mengalami culture shock dan juga kebingungan untuk memanfaatkan tahun pertamanya. Nah, berikut adalah tips dan trik memanfaatkan tahun pertama saat kuliah.

  1. Adaptasi
    Dalam perkuliahan daring, beradaptasi dengan lingkup perkuliahan sangatlah penting. Hal ini akan berdampak positif bagi dirimu di tahun pertama perkuliahan. Adaptasi dalam perkuliahan bukan hanya seputar pertemanan, melainkan juga dengan mengenal kampusmu lebih dalam.
    Kamu harus bisa membiasakan diri dengan aktif mengikuti serangkaian kegiatan kampus ataupun perkuliahan. Hal ini karena pembelajaran di masa sekolah menengah dengan di perguruan tinggi sangatlah berbeda. Mulailah dari mendisiplinkan diri dengan segala tugas maupun jadwal perkuliahan yang ada. Hal ini akan membantumu untuk beradaptasi dengan cepat.
  2. Eksplorasi
    Dalam dunia perkuliahan eksplorasi sangatlah dibutuhkan. Ekplorasi adalah mencari dan mempelajari hal-hal baru, terutama hal yang disuka di dalam maupun di luar pembelajaran. Eksplorasi bisa dilakukan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan, seperti webinar, pelatihan, PKM, dan sebagainya. Dengan begitu, keterampilan yang kita punya bisa dikembangkan dan akan jauh lebih bermanfaat lagi.
  3. Perbanyak Relasi
    Dalam dunia perkuliahan, pertemanan kita akan semakin luas. Karenanya, relasi pertemanan sangatlah dibutuhkan. Semakin banyak relasi, semakin banyak dan mudah pula informasi penting yang akan kamu dapatkan. Sasaran untuk memperbanyak relasi tidak hanya dengan teman satu angkatan, melainkan juga dengan dosen, senior, atau alumni pada lingkup kampus. Dengan banyaknya relasi pula, kamu akan lebih mudah melakukan sharing tentang hal yang ingin kamu tahu selama masa perkuliahan.
    Itulah beberapa tips dan trik memanfaatkan tahun pertama pada saat kuliah. Meskipun perkuliahan masih tetap dilaksanakan secara daring, kamu juga harus bisa melakukan dan memanfaatkan tahun pertama ini dengan baik ya.

Penulis : Adinda Ayu Rahmadani
Editor : Lintang Cahyani

Baliho Oh Baliho…

Pencitraan di Waktu yang Salah

“Kondisi saat ini terjadi disparitas kepentingan antara rakyat dan elit. Elit lebih bernafsu berebut kuasa ketimbang berempati dan membantu rakyat yang tertimpa dampak covid-19.” – Alwan Ola Riantoby (Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat, dikutip dari mediaindonesia.com).

Pers G-Plasma, Belakangan ini media sosial diramaikan dengan aksi warganet yang berfoto di depan baliho dengan membawa tulisan “Pandemi belum usai, 2024 sudah dimulai.” Lalu apakah benar, baliho-baliho tersebut menjadi salah satu bukti minimnya empati politisi di tengah pandemi?

Sebenarnya, pemasangan baliho bernuansa politik bukanlah hal yang asing di Indonesia, apalagi menjelang pemilihan umum (pemilu). Namun, di tengah situasi pandemi yang serba susah ini tidak etis rasanya melihat politisi yang malah berlomba memamerkan partai dan slogan mereka di sepanjang jalan. Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Alwan Ola Rinatoby mengatakan seorang negarawan harusnya menjadi penopang kebijakan dan perpanjangan tangan dari rakyat, bukan malah berebut kekuasaan di tengah pandemi seperti ini.

“Kondisi saat ini terjadi disparitas kepentingan antara rakyat dan elit. Elit lebih bernafsu berebut kuasa ketimbang berempati dan membantu rakyat yang tertimpa dampak covid-19,” terang Alwan yang dilansir dari mediaindonesia.com.

Di lain sisi, sejumlah kader partai mengatakan bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan instruksi partai. Bersumber dari regional.kompas.com, Ketua Dewan Pengurus Daerah 1 Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe juga mengatakan pemasangan baliho tersebut merupakan salah satu strategi merebut kemenangan Pilpres 2024.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Negeri Semarang (UNNES), Cahyo Seftyono berpendapat bahwa baliho-baliho yang dipasang ini terkesan monoton di tengah masyarakat yang sedang dilanda pandemi.

“Kalau gitu kan seolah-olah mereka yang penting tampil. Kalau melihat kondisi sekarang harusnya itu bisa didesain lebih inovatif. Sehingga apa yang ditayangkan itu tidak monoton dan lebih krusial untuk menjadi perhatian para politisi dan tim mereka di balik layar,” imbuh Cahyo.

Menurut penulis, sebenarnya tidak ada salahnya menggunakan baliho untuk kepentingan politik, toh hal itu sudah lumrah di Indonesia. Namun, kampanye dan pendekatan mereka terhadap masyarakatlah yang dirasa kurang tepat. Dari fenomena baliho ini kita tahu bahwa saat ini sejumlah masyarakat, terutama generasi milenial sudah tidak terpengaruh lagi oleh pencitraan dan bentuk kampanye politik lain. Masyarakat lebih menginginkan kinerja nyata mereka dalam usaha memperbaiki kondisi bangsa agar segera keluar dari pandemi Covid-19. Jadi, sebagai masyarakat dan warga negara yang baik, kita juga perlu melihat apakah pencitraan yang mereka lakukan sekarang ini sejalan dengan tindakan nyata mereka nantinya atau tidak.


Penulis: Azahra Wahyu

Editor: Aprilia Rista

Berlangsung secara Daring, Expo UKM Tutup Rangkaian Acara PKKMB PNM 2021

Pers G-Plasma, Jum’at (27/08/2021), Politeknik Negeri Madiun (PNM) mengadakan acara Expo UKM bagi mahasiswa baru angkatan 2021. Acara ini diadakan secara online karena adanya pandemi Covid-19. Adanya kegiatan Expo UKM dimaksudkan agar mahasiswa baru paham terkait kinerja dan fungsi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) .
Pada Expo UKM tahun ini, materi disampaikan langsung oleh anggota UKM terkait. Oleh karenanya, Staff Ahli Kementerian Minat Dan Bakat, Tyan Rudianti, berasumsi bahwa mahasiswa baru akan lebih paham dengan materi expo. Selain itu, mahasiswa baru juga dapat menonton video perkenalan dari seluruh UKM di PNM. Video-video tersebut tayang serentak di kanal Youtube BEM PNM TV.
Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, Expo tahun ini memungkinkan mahasiswa baru untuk berkomunikasi secara langsung melalui Zoom dengan UKM terkait. Untuk mengurangi ketegangan, panitia juga menghadirkan pensi kolaborasi seluruh UKM.
Setelah pelaksanaan Expo UKM, ada pula pendaftaran UKM yang berlangsung selama sepuluh hari. Pendaftaran dimulai dari tanggal 27 Agustus s.d. 5 September 2021. Untuk mengakses tautan pendaftaran, mahasiswa baru juga dapat mengaksesnya melalui majalah produksi G-Plasma.
Dengan adanya Expo Ormawa, mahasiswa baru diharapkan bisa terhibur dan mendapat gambaran terkait UKM pilihanya. Hal ini menjadi penting mengingat setiap mahasiswa wajib mengikuti paling tidak satu UKM atau ormawa.

Penulis : Happy Fajar & Farikhul Ulum
Editor : Muktamiroh

Mengusung Konsep Baru, Politeknik Negeri Madiun Laksanakan PKKMB secara Daring

Pers G-Plasma, Memasuki tahun ajaran baru, Politeknik Negeri Madiun menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Senin, (23/08/2021). Untuk kedua kalinya, acara ini kembali dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube karena pandemi Covid-19. PKKMB tahun ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 23 Agustus 2021 hingga 27 Agustus 2021. Mengusung tema “PNM Bermutu”, setidaknya ada 850 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini. Jumlah mahasiswa tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Hal ini karena hadirnya program studi baru, yaitu D2 Pembentukan Logam.
Dikoordinir Bapak Budi Artono,S.T.,M.T., kegiatan ini mengadaptasi konsep pelaksanaan PKKMB seperti tahun sebelumnya. Namun dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini, panitia banyak mengusung hal baru, terutama dalam segi acara maupun segi visualisasi sehingga memberikan kesan yang menarik untuk disimak dan diikuti. Hal tersebut ditegaskan oleh wakil pelaksana PKKMB, Hadias Bthari.
Sementara itu, acara PKKMB tahun ini juga berlangsung secara offline di Kampus 1 ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat, PKKMB offline hanya menghadirkan 20 perwakilan mahasiswa baru dan 10 perwakilan panitia. Berdasarkan penuturan Hadias Bthari, perwakilan yang hadir secara langsung di kampus sudah melalui uji usap antigen Covid-19 serta mematuhi protokol kesehatan secara ketat, seperti memakai masker dan sarung tangan, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Tak bisa dipungkiri, kendala jaringan maupun fasilitas pendukung lain juga menjadi hambatan. Namun harapannya, hambatan tersebut tidak menyurutkan semangat dan antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan ini. Melalui PKKMB tahun 2021 ini, mahasiswa baru diharap dapat lebih mengenal lingkungan barunya dan cepat beradaptasi dengan sekitarnya.

Penulis : Dyah Ayu Yuniar & Fajar Dwi Utomo.
Editor : Shindy Dwi Rahmawati.

Perpanjangan PPKM, Masyarakat Harus Bagaimana?

Pers G-Plasma, “Atas arahan presiden, maka PPKM level 4, 3, dan 2 di Jawa Bali akan diperpanjang sampai 16 Agustus 2021,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut, Senin (9/8). Pengumuman resmi mengenai perpanjangan Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tanggal 9 Agustus 2021 tersebut pun menuai banyak komentar.  Tidak sedikit dari pengguna Twitter menyayangkan tindakan tersebut. Menurut mereka perlakuannya terkesan dicicil. Mulai dari yang awalnya satu minggu diperpanjang terus-menerus. Selain itu, tindakan tersebut dirasa kurang efektif karenakan sikap masyarakat yang semakin bebal akan aturan yang ditetapkan. Di sisi lain, ada pula yang menanggapi bahwa masyarakat hanya cenderung heboh akan perpanjangan tetapi tak mengimbanginya dengan mengubah sikap. Banyak dari mereka yang masih abai pula dengan protokol kesehatan.

Awalnya pemerintah mulai menerapkan PPKM Darurat ini pada 3 – 20 Juli yang mana saat itu kasus Covid-19 mengalami pelonjakan. Selanjutnya, PPKM Darurat ini diperpanjang dengan istilah yang berganti menjadi PPKM Level 4 pada 20 – 25 Juli, 26 Juli – 2 Agustus, dan 3 – 9 Agustus. Dari pemberlakuan tersebut, Luhut mengatakan terdapat hasil yang cukup baik, yakni penurunan kasus positif Covid-19 mencapai 59,6%. Akan tetapi, angka penurunan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai penurunan drastis untuk kasus positif dan kematian akibat Covid-19 meskipun jumlah kesembuhan pasien terus bertambah, dilansir dari cnnindonesia.com.

Meskipun ada perpanjangan PPKM, pemerintah masih memberikan sejumlah pelonggaran. Luhut menyebutkan akan diadakan uji coba terkait pelonggaran ini. Uji coba tersebut dengan membuka mal atau pusat perbelanjaan secara gradual dan tentunya dilakukan dengan implementasi prokes secara ketat.

“Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal akan dilakukan di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang,” jelasnya.

Mal tersebut dibuka dengan kapasitas 25% selama sepekan. Kemudian, hanya pengunjung yang telah divaksinasi yang dapat masuk ke mal. Selain itu, mereka harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. PeduliLindungi adalah sebuah aplikasi yang dirancang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN untuk digunakan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia, dikutip dari  play.google.com.

Melansir dari regional.kontan.co.id, penyesuaian aturan ini juga diberlakukan untuk tempat ibadah. Kabupaten atau kota di wilayah tersebut dapat melakukan ibadah dengan kapasitas maksimal 25% atau sekitar 20 orang. Pada kesempatan yang sama Luhut juga menyampaikan bahwa angka kepatuhan memakai masker mencapai 82%. Angka tersebut telah meningkat lima persen dibandingkan periode Februari – Maret 2021 lalu.

Dari informasi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pemberlakuan perpanjang PPKM Level 4 dari 9 Agustus – 16 Agustus 2021 kurang efektif. Hal tersebut sebagaimana dapat dilihat dari respon warganet terhadap kebijakan ini melalui akun media sosialnya. Penulis sepakat dengan komentar kurang efektifnya kebijakan tersebut. Pemberlakuan ini dirasa kurang efektif, yakni pemberian informasi yang “dicicil”. Selain itu, masih banyak masyarakat yang abai dengan kebijakan pemerintah. Hal tersebut tentunya sangat disayangkan. Saran penulis, meskipun kita kecewa dengan tindakan ini, sebaiknya kita tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Selain itu, kita juga perlu memperbaiki ketaatan diri terhadap prokes. Hal tersebut tentu demi kebaikan bersama. Kendati demikian, pemerintah tentu telah mempertimbangkan segalanya sebelum menerapkan suatu kebijakan. Mulai dari kelebihan hingga kekurangannya. Harap bersabar dengan pandemi ini. Jangan lupa  patuhi protokol kesehatan.

Penulis: Farikhul Ulum

Editor: Hanisa

Anti Jenuh Hadapi Kuliah Online, Simak Tips dan Trik Berikut!

Work from Home = Libur? Salah Besar!

Pers G-Plasma, Situasi pandemi mendorong semua kegiatan dilakukan dari rumah. Tak hanya bekerja, tetapi juga belajar dan perkuliahan kini dilakukan dari rumah. Hilangnya sebagian besar aktivitas di luar rumah membuat kita merasa seperti sedang libur. Padahal aktivitasmu tetap sama seperti biasanya, lho! Hanya saja itu semua dilakukan pada tempat dan suasana yang berbeda. Hal tersebut menuntut kita untuk beradaptasi dengan kegiatan yang bersifat online. Beberapa mahasiswa berpendapat bahwa sebenarnya kuliah online itu justru lebih berat. Hal itu karena lebih banyaknya tugas yang kita dapat.

Persepsi libur ini lama kelamaan juga akan membuat kita menjadi malas beraktivitas, lho! Belum lagi tergoda untuk rebahan di kasur, sudah pasti pekerjaan kita akan semakin tertunda. Mari mulai hilangkan persepsi seperti ini agar tetap bersemangat dan produktif selama menjalankan kuliah online. Mari simak tips & trik perkuliahan online berikut ini ya.

  1. Membuat Jadwal Kuliah

Perkuliahan online sering kali menyebabkan kita lupa akan jadwal kegiatan perkuliahan. Hal ini karena kita sering disibukkan dengan hal-hal lain di dalam rumah maupun di luar rumah. Untuk menghindari hal-hal itu, kita perlu membuat jadwal perkuliahan. Jadwal perkuliahan sendiri bisa kita buat dalam note ataupun dalam selembar kertas. Kemudian, tempelkan jadwal pada dinding. Buatlah jadwal perkuliahan semenarik mungkin agar ketika membaca jadwal tersebut dapat meningkatkan semangat kita dalam menjalani perkuliahan.

Meskipun sudah membuat jadwal perkuliahan, terkadang kebanyakan mahasiswa masih sering lupa jadwal kuliah. Hal ini entah karena masih tidur atau masih melakukan pekerjaan rumah lainnya. Jangan sampai kita mengulang mata kuliah hanya karena lupa jadwal. Maka dari itu, buatlah reminder jadwal perkuliahan, misalnya saja memasang alarm beberapa menit sebelum kelas dimulai. Selain itu, pastikan kamu sudah siap sepuluh menit sebelum kelas dimulai ya, guys!

2. Jangan Menunda Pekerjaan

Tips kuliah online agar berjalan efektif yang selanjutnya adalah jangan menunda pekerjaan. Tidak bisa dipungkiri, nikmatnya rebahan di rumah membuat kita sering mengulur-ulur waktu. Namun, sebisa mungkin kerjakanlah tugas-tugas secepatnya. Tugas yang selesai lebih cepat akan memberikan kita waktu untuk mengoreksi ulang tugas. Tugas yang terlalu sering ditunda akan membuat kita lebih sibuk ketika jadwal pengumpulan sudah dekat. Hal ini membuat kita tidak dapat mengerjakan tugas dengan maksimal. Selain itu, buatlah jadwal dan prioritas pekerjaan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Kemudian, tentukan deadline mengenai kapan tugas itu harus selesai. Ingatlah bahwa tidak ada lagi toleransi keterlambatan pengumpulan tugas saat kuliah online karena semua dilakukan melalui sistem.

3. Sisihkan Waktu untuk Refreshing

Padatnya jadwal perkuliahan, tugas yang menumpuk, dan deadline yang mepet tentu membuat kita terkadang merasa penat, jenuh, bosan, bahkan kehilangan semangat belajar. Dari hal tersebut, pastikan kamu memiliki beberapa waktu luang untuk refreshing atau melepas penat. Jangan terlalu memaksakan diri untuk terus menerus belajar. Tubuh dan otak kita pun perlu beristirahat. Kamu bisa mengatur kegiatan seru bersama temanmu dari jarak jauh, seperti video call bersama teman-teman, menonton film bersama, bermain game, ataupun bisa sekadar berjalan-jalan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Yang perlu diingat, tetaplah patuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan menjaga jarak. Kegiatan-kegiatan sederhana itu bisa membuat otak kita terasa lebih segar. Pastikan dirimu membagi waktu antara refreshing dan bekerja dengan seimbang, ya. Jangan sampai keterusan sehingga kamu kelupaan dengan kelas perkuliahan online-mu.

Itu tadi beberapa tips dan trik perkuliahan online yang bisa kalian coba. Tetap semangat menjalani perkuliahan online, stay safe and healthy!

Penulis: Widia Yuni

Editor: Hanisa

Di balik Lebaran 2021

konten

Halo sobat G-Plasma, Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Mohon maaf lahir dan batin untuk kita semua. Ngomong-ngomong gimana nih Lebaran kalian? Apakah sesuai dengan harapan? Atau ada yang masih mengharapkan THR? Hahaha yang masih mengharapkan THR berarti kita sama ya guys.

Lebaran menjadi sebuah momen dan kegiatan istimewa bagi masing-masing dari kita. Pada momen tersebut  semua orang berlomba-lomba menghidangkan makanan dan minuman untuk tamu dan sanak keluarga yang datang. Namun, tradisi bersalam-salaman tidak lagi bisa dirasakan sejak pandemi menyerang. Lalu peristiwa apa saja yang ada di balik Lebaran 2021? Yuk simak pembahasan di bawah ini:

  1. Larangan mudik untuk kedua kalinya

Surat Edaran Larangan Mudik 2021 yang seharusnya diberlakukan sejak tanggal 22 April 2021 tidak menimbulkan kesadaran bagi masyarakat. Banyak dari masyarakat menggunakan alasan rasa rindu dengan keluarga dan saudara untuk tetap mudik. Hal tersebut sudah sepatutnya dirasakan oleh semua orang karena sudah lama tak bertemu. Namun, alangkah baiknya kita memikirkan dampak yang terjadi apabila aturan tersebut tidak dipatuhi.

  1. Meningkatnya angka positif penderita covid-19

Dilansir dari tempo.com, juru bicara satuan tugas penanganan covid-19 memaparkan bahwa dampak dari tidak mematuhi larangan mudik yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yaitu meningkatnya angka positif penderita covid-19. Analisis data yang berasal dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa rata-rata kenaikan kasus dari tujuh hari yang lalu yaitu 5.173 kasus. Dari jumlah kenaikan kasus ini, hendaknya masyarakat lebih menyadari bahwa penyakit ini rentan menular.

  1. Penutupan tempat wisata dan hiburan

Untuk menghindari bertambahnya kasus baru covid-19 beberapa tempat wisata di sejumlah daerah ditutup. Kegiatan ini seharusnya diterapkan oleh seluruh tempat wisata yang ada di Indonesia. Namun, tempat wisata seperti Ancol, TMII, dan beberapa pantai di Jakarta masih saja melakukan pembukaan saat libur lebaran.

  1. Pengamanan transportasi lalu lintas

Sejumlah satuan petugas pengamanan ditugaskan menjaga jalur transportasi yang melintasi beberapa titik yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa pengendara yang masih melanggar aturan membawa surat bebas covid-19. Akibatnya, di beberapa posko dan daerah dilakukan swab massal untuk menghindari peningkatan kasus covid-19.

Nah, dari pembahasan di atas, hendaknya kita ikut berhati-hati ya. Patuhi peraturan dan protokol kesehatan serta terapkan gaya hidup sehat. Semoga pandemi segera berakhir. Salam mahasiswa, salam Pers G-Plasma.

Penulis: Yuniar Wijayanti

Editor: Mutji Rahayu

Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun Bagikan Takjil di Beberapa Titik Kota Madiun

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1442 H pada hari ke-26, Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (KM-PNM) mengadakan pembagian takjil gratis pada hari Sabtu, (08/05/2021) di Kota Madiun. Pembagian takjil dilaksanakan di beberapa titik di Kota Madiun yaitu depan Pasar Besar Madiun, Pasar Seleko, Pasar Kojo, Stasiun Madiun, Terminal Madiun, Pasar Njoyo, SMAN 1 Madiun, PLN, dan juga on the road.  Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB sampai menjelang waktu berbuka puasa dan diakhiri dengan salat Magrib berjamaah.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut dilakukan dengan membagikan takjil untuk berbuka puasa berupa makanan yaitu nasi yang diberikan kepada fakir miskin yang memang membutuhkan dan pembagian takjil berupa makanan ringan untuk pengguna jalan, tukang becak, tukang parkir, dan para ojol (ojek online).

Acara ini diikuti oleh  62 mahasiswa/i perwakilan dari setiap Ormawa KM-PNM dan juga 27 mahasiswa/i dari anggota BEM KM-PNM yang kemudian menyebar ke berbagai titik Kota Madiun sesuai pembagian.

Aksi para mahasiswa/i Politeknik Negeri Madiun dalam membagikan paket takjil mengundang perhatian pengendara yang melintas. Bahkan warga sekitar yang menyaksikan kegiatan itu berkerumun di sisi jalan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini. Semoga bermanfaat untuk yang membutuhkan dan untuk yang telah berbagi semoga diberikan balasan berlipat ganda dari Allah Swt.,” tutur Bapak Fajar Subkhan S.T., M.T., selaku Direktur Politeknik Negeri Madiun.

Kegiatan Bagi Takjil ini dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan protokol kesehatan agar penerima dan penyalur takjil bisa tetap sehat di era pandemi. Kegiatan dapat berlangsung karena sudah mendapat persetujuan dari pihak kampus dan juga dari seluruh Ormawa KM-PNM dengan beberapa kali mengadakan rapat untuk membahas kegiatan ini. Tidak hanya itu, dari pihak kampus sendiri juga ikut memfasilitasi tempat untuk briefing dan memberikan masker gratis untuk juga dibagikan bersama takjil. Kegiatan Bagi Takjil ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi mereka yang memberikan donasi.

 

Penulis : Febrian Akbara R.

Editor: Rifa’i

Hal Apa yang Dianjurkan, Boleh Dilakukan, dan tidak Boleh Dilakukan saat Puasa?

puasa2

Hal Apa yang Dianjurkan, Boleh Dilakukan, dan tidak Boleh Dilakukan saat Puasa?

Seperti diketahui bersama, berpuasa di bulan Ramadan bagi umat Islam adalah sebuah kewajiban. Hal ini diatur di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa diwajibkan bagi umat Islam berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat sebelumnya agar mencapai ketakwaan.

Puasa yang merupakan Rukun Islam ketiga adalah kegiatan mengendalikan hawa nafsu dan berserah diri kepada Allah Swt. Puasa menjadi wajib bagi setiap umat yang telah mencapai masa pubertas dan tidak dalam kondisi sakit atau bepergian jauh.

Berpuasa di bulan Ramadan memiliki sejumlah aturan. Namun sayangnya, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui apa saja hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa Ramadan.

Berikut adalah hal-hal baik yang dianjurkan ketika berpuasa Ramadan.

  1. Sahur dan niat

Sahur dan niat adalah kegiatan untuk mengawali puasa. Niat wajib hukumnya bagi yang hendak berpuasa, tetapi sahur adalah anjuran. Seperti diketahui, sahur berfungsi untuk memberikan tubuh asupan makanan sehingga kuat menahan diri untuk tidak makan dan minum hingga magrib. Namun, dalam sebuah riwayat tidak dipermasalahkan apabila terlupa sahur selama tidak menzalimi diri sendiri.

  1. Tidak menunda waktu berbuka

Dalam sebuah riwayat hadis, Nabi Muhammad saw. menyerukan umatnya untuk segera berbuka bila telah waktunya.

  1. Sering Beribadah

Amalan bulan Ramadan yang dapat dilakukan saat berpuasa di antaranya membaca Al-Qur’an, melakukan salat wajib dan salat-salat sunah seperti tarawih, berdzikir, dan lain-lain.

  1. Memperbanyak sedekah

Salah satu amalan bulan Ramadan yang dapat dilakukan adalah memperbanyak sedekah misalnya saling berbagi dengan orang yang membutuhkan, berbagi takjil, menyantuni dan memberikan bantuan ke panti asuhan baik berupa makanan, uang tunai, ataupun barang lainnya.

  1. Menjauhkan diri dari perilaku negatif

Perbuatan negatif saat sedang berpuasa dapat menyebabkan berkurangnya pahala yang kita dapat. Beberapa perilaku yang perlu dihindari di antaranya mudah marah, berbicara kotor, berkelahi, membuat keributan, menyalakan petasan, dan lain-lain.

Berikut adalah hal-hal yang boleh dilakukan ketika berpuasa Ramadan :

  1. Tidak sengaja makan dan minum

Bagi orang yang berpuasa, makan dan minum secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Namun, makan dan minum secara sengaja atau pura-pura melakukan dengan tidak sengaja tentu membatalkan puasa.

  1. Mandi di siang hari

Mandi siang bukanlah pantangan ketika berpuasa. Setiap orang yang berpuasa diizinkan untuk melakukan hal ini.

  1. Mencicipi makanan

Mencicipi makanan saat menyiapkan sajian berbuka tidak membatalkan puasa. Namun, hal ini harus dipastikan bahwa makanan tersebut hanya terasa di lidah dan bukan dicerna oleh tubuh.

  1. Mencium dan merangkul pasangan bagi suami atau istri

Kendati hubungan seksual haram dilakukan selama berpuasa, mencium dan merangkul pasangan bagi suami atau istri tidak otomatis membatalkan puasa. Namun, perlu diingat dua kegiatan tersebut boleh dilakukan selama tidak dengan nafsu seksual.

  1. Suntik dan mengambil darah

Suntikan dengan tujuan medis tidak membatalkan puasa. Seseorang yang menyatakan masih mampu berpuasa dengan kondisinya dapat melanjutkan puasanya. Sedangkan pengambilan darah dapat digunakan sebagai diagnostik sehingga tidak membatalkan puasa. Namun, bila darah yang diambil cukup banyak dan membuat lemas, maka boleh membatalkan puasa.

Berikut adalah hal yang tidak boleh atau tidak dianjurkan dilakukan saat berpuasa Ramadan:

  1. Berhubungan seksual

Hubungan seksual suami istri menjadi haram saat sedang menjalani puasa. Puasa yang batal akibat hubungan seksual suami istri wajib diganti dengan enam hari berpuasa di waktu selain Ramadan. Apabila tidak mampu, masing-masing yang melanggar harus memberi makan 60 orang miskin.

  1. Lupa mandi wajib

Bila seseorang lupa melakukan mandi wajib usai hubungan seksual, maka dia dalam keadaan tidak suci. Mandi wajib boleh dilakukan setelah selesai makan sahur atau pagi hari bila terlewat waktu sahur.

  1. Merokok pada saat berpuasa

Pada saat berpuasa, sebaiknya hindari merokok. Hal ini karena merokok bisa membuat puasa menjadi batal. Saat puasa, sebaiknya tidak memasukkan apa pun ke dalam mulut, sedangkan merokok dilakukan dengan memasukkan rokok ke dalam mulut dan dihirup. Selain itu, merokok juga kurang baik untuk kesehatan tubuh dan bisa mengganggu sistem pernapasan seseorang.

  1. Muntah dengan sengaja

Banyak yang mengatakan bahwa muntah tidak membatalkan puasa. Namun, hal tersebut hanya berlaku untuk muntah yang tidak disengaja. Jika seseorang muntah dengan sengaja, misalnya dengan cara memasukkan jari atau sesuatu ke tenggorokan sehingga muncul perasaan ingin muntah, maka itu akan membatalkan puasa dan harus menggantinya di lain hari.

  1. Makan dan minum sembarangan

Agar puasa berjalan lancar, kita perlu memperhatikan makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Alangkah baiknya untuk menghindari makanan yang berlemak tinggi, makanan yang mengandung gas, dan minuman dingin.

  1. Tidur seharian

Selain melewatkan waktu beribadah, kebiasaan buruk saat puasa ini juga menyebabkan tubuh menjadi lelah. Saat tidur, tubuh akan menguras kalori dalam tubuh. Tidur terlalu lama dapat menyebabkan badan tidak fit saat bangun tidur.

 

Penulis: Syafa Ayudya dan Happy Fajar

Editor: Rima Maulidya

Puasa, Ibadah yang Menyehatkan Tubuh

Puasa menjadi salah satu ibadah yang harus dilaksanakan oleh semua umat Islam selama bulan Ramadan. Ketika berpuasa, otomatis tubuh kita tidak menerima asupan makanan atau minuman seperti biasanya. Namun, faktanya tubuh kita memerlukan waktu setidaknya delapan jam untuk menyerap nutrisi dari makanan yang terakhir kali dimakan. Hal ini berarti tubuh mampu berpuasa apabila diberi asupan terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk makan makanan yang bergizi sebelum berpuasa.

Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang. Hal ini karena mereka belajar untuk mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.

Beberapa manfaat lain berpuasa untuk kesehatan, di antaranya:

  1. Membantu memperbaiki kondisi medis

Berpuasa dengan diimbangi pola makan yang sehat bisa membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.

  1. Menyehatkan jantung

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58% lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak berpuasa.

  1. Mengurangi risiko kanker

Fakta lainnya, selama berpuasa laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring dengan faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Walaupun masih perlu diteliti lebih lanjut, berkurangnya pembelahan sel ternyata mampu mengurangi risiko kanker.

  1. Mengontrol gula darah

Sejumlah studi menyebutkan bahwa puasa dapat mengontrol gula darah. Oleh karena itu, puasa juga berguna untuk orang yang berisiko diabetes.

Itu tadi adalah beberapa manfaat berpuasa untuk kesehatan. Lalu, bagaimana cara agar tubuh tetap sehat selama berpuasa? Berikut ini adalah beberapa tips agar tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa:

  1. Makan dengan porsi normal

Menurut dr. Magdi Mohamed dari RS Burjeel Abu Dhabi, makan berlebihan ketika berpuasa akan menyebabkan kram pada perut dan dapat menyebabkan diare. Sebaiknya, kita berbuka dengan minum air putih dan makanan ringan terlebih dahulu. Lalu, setelah salat magrib baru dilanjut dengan makan makanan berat sesuai dengan porsinya.

  1. Batasi makanan manis

Sebaiknya jangan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan saat puasa. Karena selain berdampak buruk bagi kesehatan, mengonsumsi makanan manis secara berlebihan dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

  1. Perbanyak minum air putih

Dilansir dari Halodoc.com aturan minum saat kita berpuasa menggunakan aturan 2-2-4, yaitu 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka, dan 4 gelas air di malam hari.

  1. Konsumsi buah dan sayuran

Buah dan sayuran umumnya mengandung serat yang tinggi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyakit sehingga kita bisa tetap sehat selama berpuasa. Ketika kita ingin mengonsumsi buah-buahan untuk menu berbuka, sebaiknya pilih buah yang mengandung air seperti pir, apel, dan anggur.

  1. Minum vitamin

Ketika menjalankan ibadah puasa, kita tak cukup makan sayur-sayuran, buah-buahan, dan minum air putih saja. Namun, sebaiknya diimbangi dengan mengonsumsi vitamin. Karena mengonsumsi vitamin dapat menjaga kekebalan tubuh agar tetap sehat selama berpuasa.

  1. Berolahraga

Untuk menjaga tubuh tetap sehat saat puasa, olahraga menjadi satu hal yang wajib dilakukan. Sebaiknya melakukan olahraga ringan saat puasa seperti yoga, pilates, barre, renang, atau bersepeda. Ada baiknya olahraga saat puasa dilakukan 30-90 menit sebelum berbuka puasa karena kita bisa langsung mengisi tenaga kembali dengan makan dan minum.

  1. Tidur yang cukup

Selain berguna untuk melancarkan ibadah selama puasa, tidur yang cukup ketika berpuasa juga  membawa beberapa manfaat penting untuk tubuh.  Manfaat tersebut di antaranya adalah meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan membuat kita lebih mampu berkonsentrasi ketika berpuasa seharian.

Menjaga kesehatan tubuh selama puasa adalah hal yang penting untuk dilakukan. Supaya tubuh tetap sehat dan puasa kita berjalan dengan lancar. Semoga setelah membaca artikel ini kita bisa sama-sama lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan selama puasa.

 

Penulis : Azahra Wahyu

Editor  : Lintang Cahyani

 

 

Sumber :

Afifah, Mahardini Nur. 2020. 7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan. https://health.kompas.com/read/2020/04/24/140200768/7-manfaat-puasa-bagi-kesehatan?page=all#page2. Diakses pada 13 April 2021.

Alodokter. 2018. Manfaat Puasa bagi Kesehatan. https://www.alodokter.com/manfaat-puasa-bagi-kesehatan. Diakses pada 15 April 2021.

CASHBAC. 2021. 7 Tips Sehat Menjalankan Ibadah Puasa!. https://cashbac.com/blog/7-tips-sehat-menjalankan-ibadah-puasa/. Diakses pada 16 April 2021.

Viva health. 2017. PUASA BAGUS UNTUK KESEHATAN. https://vivahealth.co.id/article/detail/13425/puasa-bagus-untuk-kesehatan. Diakses pada 15 April 2021.