feed_3

Inilah Cerita Konsep dan Makna Merdeka Diri

Merdeka, kata yang sering dipekikkan pada hari kemerdekaan Indonesia. Bagi penduduk negara +62, kata merdeka adalah kata yang bernilai sakral. Dalam kamus Indonesia, kata merdeka memiliki makna bebas, berdiri sendiri, tidak terikat, tidak bergantung dengan orang lain. Secara bahasa, merdeka berarti orang yang mendapat otonomi atas dirinya sendiri.

Jika ditilik lebih dalam lagi, arti kata merdeka bukan hanya tentang sebuah negara, namun juga tentang diri kita. Sejatinya konsep merdeka diri adalah dimana kamu bisa berjalan di atas pilihanmu sendiri, saat kau masih bisa hidup dengan mandiri, saat itulah kemerdekaanmu terjadi.

Sejatinya manusia memang makhluk sosial, namun bukan berarti tak bisa hidup mandiri. Kemerdekaanmu terjadi bukan saat semuanya bisa kau lakukan sendiri, namun saat kau bisa berdiri, di atas hidupmu sendiri.  Entah kamu kulit putih, kamu coklat, kamu Cina, kamu Jawa, kamu wanita, kamu pria maupun kamu transpuan, kamu tetap berhak merdeka.

Seorang aktivis Amerika Susan B. Anthony mengatakan, “Independece is happiness.” Singkat tapi bermakna luas. Merdeka adalah Bahagia.

Anak tujuh tahun ditanya tentang kemerdekaan, ia menjawab, “Lomba makan krupuk.” baginya momen itu yang membuatnya bahagia.

Seorang wanita 25 tahun, menurutnya kemerdekaan adalah “Bebas menentukan nasib sendiri, dan kalau sudah menikah bisa lepas dari rumah orang tua atau mertua menuju rumah sendiri, meskipun ngontrak dan walau nggak besar tapi adem ayem.”

Bagi Joko yang berprofesi sebagai tukang ojek, merdeka adalah, “Kalau sudah lunas cicilan motor, anak sudah lulus sekolah dan bisa bekerja sendiri.”

Bagi yang berada dalam jeruji besi tahu betul apa itu arti kemerdekaan, karena dirinya sedang tidak merdeka, sedang tidak bebas, sedang tidak bahagia. Namun, bagi yang sedang mengalami hidup merdeka, hidup bebas dan hidup bahagia, kemerdekaan itu seolah tidak dirasakan, padahal ada.

Kemerdekaan itu layaknya kebutuhan kita pada matahari. Dalam hidup ini, hanya kemerdekaan dan kebahagiaan yang layak untuk dimaknai. Kita terlahir sudah dianugerahi dengan kemerdekaan untuk memilih. Memilih apapun dalam hidup sehingga berhak menentukan nasib dan bahagia atas pilihan kita sendiri.

 

Puisi berikut ini pernah tayang di Kompas, dan dikutip pada Jumat (28/8/2020).

 

Aku Merdeka

Karya : Mahendra Paripurna

 

Aku Merdeka..

Dulu aku adalah sebait kata

Yang lekat dengan perjuangan

Yang diteriakkan para pahlawan di tengah pertempuran

Yang membasahi bibir dan binar mata

Demi negeri tercinta

 

Aku adalah Merdeka..

Dulu aku adalah rasa

Yang terbangkitkan oleh raga yang terjajah

Yang terpenjara lama dalam rintihan siksa

Yang mampu meledakkan asa

Bergemuruh merobek dada

 

Aku adalah Merdeka..

Dulu aku adalah mantera sakti

Pendamping takbir Illahi

Yang mampu membuat bambu runcing

Kalahkan senapan dan meriam penjajah bertaring

 

Yang membuat kurcaci pribumi tak gentar hadapi raksasa dari negeri antah berantah

Akan kubuat satu prajuritku hancurkan kalian sebelum melangkah

Panggil.. panggil.. puluhan pesawat tempurmu

Akan kubuat pejuangku jatuhkanmu layaknya burung tanpa sayap

Panggil.. panggil.. mesin-mesin perangmu

 

Akan kubuat satu prajuritku hancurkan kalian sebelum melangkah

Panggil.. panggil.. puluhan pesawat tempurmu

Akan kubuat pejuangku jatuhkanmu layaknya burung tanpa sayap

Panggil.. panggil.. mesin-mesin perangmu

 

Akan kubuat bambu-bambu runcing sekuat baja tanpa tanding

Aku adalah penguat raga

Aku adalah perekat jiwa-jiwa nusantara

Aku adalah penyatu ragam agama

Aku lekat dengan ucap para ulama

 

Ku buat para pejuangku tak gentar dalam pertempuran

Ku buat para pejuangku menyerang walau terpojok di bibir jurang

Ku buat para pejuangku kebal rasa walau peluru menerjang dada

Aku adalah benteng dan tameng bagi bumi tercinta

Aku Merdeka

 

 

Penulis : Indah Pranataning Tyas

Editor  : Winda Eka Rachmawati

PKKMB Online, Ekspo UKM PNM Ikutan Online

PKKMB Online, Ekspo UKM PNM Ikutan Online

EXPO UKM PNM 2020

     Politeknik Negeri Madiun mengadakan acara pengenalan organisasi kemahasiswaan kepada mahasiswa baru angkatan 2020, hari Minggu,(23/82020). Acara ini diadakan secara online dikarenakan adanya pandemi Covid-19, dan tidak memungkinkan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak masa. Mahasiswa baru dapat menonton video pengenalan tentang masing-masing organisasi mahasiswa (ormawa), yang di ditayangkan serentak pada pukul 09.00 WIB di seluruh official account Instagram Ormawa PNM dan channel youtube BEM PNM TV.

   Pelaksanaan dengan metode online pada tahun ini, menyebabkan persiapan setiap ormawa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya setiap ormawa mendirikan stand, dan menghias semenarik mungkin, tahun ini sangat berbeda. Setiap ormawa harus membuat video pengenalan singkat. Rahma Dwi Cahyati selaku Menteri Dagri BEM mengungkapkan bahwa ini merupakan cara untuk melatih mahasiswa baru lebih aktif. “ Dengan diadakan secara online, mahasiswa bisa lebih aktif untuk bertanya langsung pada setiap organisasi yang akan diikuti. Selain itu, dari pihak organisasi sendiri dapat menilai apakah mahasiswa ini benar-benar berminat untuk bergabung atau tidak,” ungkapnya.

        Akan tetapi, sepertinya beberapa mahasiswa baru masih mengalami kesulitan. Moch. Royanul Mustofa, mahasiswa baru dari Prodi Mesin Otomotif mengatakan, “Saya belum bisa mengenal organisasi kemahasiswaan karena diadakan secara online, sehingga kurang maksimal dalam mendapatkan informasinya.”

       Namun, bagi mahasiswa baru yang sudah mendapatkan info yang cukup dan tidak mengalami kendala, mereka bisa langsung mendaftar di masing-masing organisasi pada tanggal 23-26 Agustus 2020. Cara pendaftarannya sangat mudah, yaitu dengan mengisi formulir pendaftaran melalui link Google Form pada Bio di Official Account Instagram setiap Unit Kegiatan Mahasiswa. Setiap mahasiswa diharapkan mengikuti minimal satu organisasi kemahasiswaan.

       KM PNM Expo ini juga termasuk rangkaian acara PKKMB setiap tahunnya. Hal ini selalu dilakukan supaya mahasiswa baru dapat mengenali semua organisasi mahasiswa yang ada di Politeknik Negeri Madiun. “Harapan kami mahasiswa baru dapat serius mengikuti seluruh kegiatan dengan semangat walaupun sedang melawan pandemi. Semoga semua ini bermanfaat bagi kalian semua” ungkap Rahma selaku Menteri Dagri BEM kepada G-Plasma.

Penulis: Grensa Afdilah

IMG-20200826-WA0008

Akibat Pandemi Covid 19, PNM adakan PKKMB Online

Memasuki tahun ajaran baru, Politeknik Negeri Madiun (PNM) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan melalui aplikasi Zoom. Hal ini dilakukan karena pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkannya untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak massa. Acara ini dilaksanakan mulai tanggal 24 Agustus sampai 27 Agustus. Acara ini mengusung tema Mahasiswa Kreatif, Inovatif, dan Nasionalis di Era Evolusi Industri 4.0.
Melalui acara ini diharapkan mahasiswa dapat menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0 secara bijak dan lebih kreatif serta inovatif. Tetapi tetap memiliki jiwa nasionalis dan cinta tanah air. Acara ini dikoordinir oleh dosen dan mahawasiswa. Bapak Hifzhan Frima Thousani, S.AB., M.A.B. ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana PKKMB tahun ini.
Dosen yang akrab disapa Pak Tosan oleh mahasiswa ini mengatakan, persiapan PKKMB tahun ini terbilang cukup singkat dan hanya memakan waktu selama 2 minggu, dan dibantu oleh para dosen senior yang sebelumnya terlibat dalam kegiatan PKKMB serta pihak BEM. Hal ini juga selaras dengan diterangkannya Hesty Nurcahyanti selaku koordinator PKKMB 2020 dari pihak BEM.
Acara ini dibuka pada hari Selasa (24/08/2020) pada pukul 07.30 WIB oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun, Muhammad Fajar Subkhan, S.T., M.T. di Hall Politeknik Negeri Madiun. Turut hadir pula para direktur dan staff direksi Politeknik Negeri Madiun serta beberapa perwakilan mahasiswa baru dari berbagai program studi PNM.
Salah satu perwakilan mahasiswa baru yang hadir pada acara pembukaan mengatakan, “Saya senang bisa menjadi perwakilan di Pembukaan PKKMB hari ini karena saya akan menjadi keluarga baru di Politeknik Negeri Madiun,” Nana Ainiya Khalida yang merupakan mahasiswa baru Program Studi D3 Mesin Otomotif.
Selain itu, mahasiswa baru juga sudah mulai berkenalan dengan teman-teman seangkatannya. “Sudah lumayan banyak berkenalan dengan mahasiswa baru dari jurusan lain, tetapi kurang lebih hanya sebatas nama dan asal daerahnya saja. Sama ngobrol-ngobrol sedikit.” ucap Firman Muhamat Ridhoi yang merupakan mahasiswa baru dari Program Studi D4 Perkeretaapian.
Beberapa organisasi mahasiswa seperti Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Himpunan Mahasiswa Prodi (Hima Prodi) juga ikut serta dalam monitoring PKKMB daring ini.“Teknisnya pihak BEM menentukan 5 orang untuk menjadi monitoring di setiap prodinya. BEM, DPM dan HMJ akan dipilih satu orang sebagai perwakilan, sisanya dari hima prodi. Anggota BEM yang lain akan terbagi untuk menjadi pendamping dosen dan narasumber,” ungkap Hesti selaku koordinator PKKMB.
Pihak panitia juga mendapatkan respon baik dari mahasiswa baru, terkait informasi hingga beberapa panduan yang mereka berikan. “Panitianya baik semua, ramah, dan mengarahkan dengan jelas” kata Nana Ainiya. “Panitianya humble sih, kak. Enak” kata Firman Muhamat.
Mereka berharap semoga PKKMB daring yang akan dilaksanakan 3 hari ini berjalan dengan lancar dan membantu maba lebih mengenal kampus barunya. Alih-alih dengan daring seperti ini, mereka juga akan membangun networking (jaringan) yang lebih luas dengan teman seangkatannya.
PKKMB ini merupakan kegitan rutin PNM yang diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya tak lain untuk mengenalkan kehidupan kampus. “Harapannya yaitu semoga PKKMB ini dapat menjadikan maba tidak lupa akan jiwa nasionalis dan cinta tanah air walaupun menghadapi era digital yang sifatnya tanpa batas serta semakin kreatif di dunia industri revolusi 4.0. Karena era saat ini lebih mudah secara segi materi tidak seperti cara yang konvensional. Agar ketika libur pandemi ini dapat belajar hal baru.” Ujar Pak Tosan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, PKKMB tahun ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang edukatif, dengan menghadirkan pemateri dari luar. Seperti Dandim 0803, MUI Kota Madiun, Kemendikbud, BNBD dan Kapolresta. PKKMB ini juga berisi pengenalan sistem akademik hingga pengenalan jurusan dan program studi. Acara ini akan ditutup dengan pengukuhan mahasiswa baru pada Kamis (27/ 08/ 2020).
Penulis : Ratriana Lia, Fifiana Astitining Tiyas dan Fadhilah Gatya Putri
Editor : Winda Eka Rachmawati

Read More

Proklamasi Kemerdekaan tak Luput dari Peran Tokoh Perempuan

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2020, Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-75. Artikel kali ini akan membahas sedikit mengenai sejarah Indonesia merdeka. Yuk langsung kita simak pembahasannya!

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sangat besar peran Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta sehingga mereka diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Tak hanya mereka berdua, banyak pahlawan yang berperan penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka. Salah satu dialog sang proklamator yang tidak boleh kita lupakan yaitu jas merah (jangan sekali-sekali melupakan sejarah). Seakan-akan menyampaikan pesan tersurat bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa tidak boleh melupakan perjuangan para tokoh pejuang bangsa untuk memperoleh kemerdekaan Republik Indonesia.

Apa yang akan terjadi sekarang ini apabila dahulu para pejuang bangsa tidak berjuang merebut kemerdekaan? Mungkin saat ini kita masih dibawah tangan para penjajah. Tokoh yang berperan penting dalam kelancaran proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu tidak hanya lelaki, namun proklamasi tidak lepas dari peran beberapa tokoh perempuan. Berikut beberapa tokoh perempuan penting dalam proklamasi kemerdekaan RI :

Surastri Karma Trimurti

S.K. Trimurti merupakan istri dari Sayuti Melik. Ia merupakan seorang wartawan, ia aktif menyuarakan nasionalisme melalui tulisan dan bergabung dengan partai politik “Partai Indonesia”. Ia mencintai jurnalistik berkat Ir. Soekarno. Tulisan Trimurti pernah dimuat dalam koran Fikiran Rakjat pada tahun 1933. Ia beberapa kali mendirikan majalah dan surat kabar. Ia pernah ditangkap pemerintah kolonial Belanda karena tulisannya dirasa menyudutkan penjajah. Ia juga berurusan dengan otoritas militer dan mendekam di penjara Blitar pada zaman penjajahan Jepang. Dilansir dari laman www.femina.co.id, 14/8/2020.

S.K. Trimurti ikut menghadiri proklamasi kemerdekaan RI dan dirinya diminta untuk mengibarkan bendera Sang Merah Putih. Akan tetapi, pada saat itu, ia menolak karena ia hanya memakai pakaian kebaya dan kain jarik. Oleh karena itu, untuk menggantikannya, ia mengusulkan pemuda dari Pembela Tanah Air (Peta) yang bernama Latief Hendraningrat. Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi Menteri Perburuhan pertama di Kabinet Amir Syarifuddin pada tahun 1947-1948 dan juga sebagai seseorang menteri perempuan pertama kali.

Fatmawati

dari laman tirto.id, 17/8/2020, Pada Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, beberapa tokoh perempuan hadir, seperti Fatmawati, S.K. Trimurti, serta beberapa mahasiswi Sekolah Perobatan (Yaku Gaku) dan Sekolah Tinggi Kedokteran (Ika Daigaku). Fatmawati aktif berorganisasi sejak muda. Ia menjadi pengurus organisasi wanita Muhammadiyah dan Nasyiatul Ausyiah. Ia merupakan istri dari Ir. Soekarno, ia setia mendampingi Soekarno dalam kegiatan perjuangan meraih kemerdekaan. Ia adalah seorang yang menjahit bendera Indonesia yang pertama kali untuk dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan RI.

Sukarno membentuk Barisan Berani Mati untuk mempertahankan kemerdekaan. Banyak orang yang datang ke rumah mereka di jalan Pegangsaan Timur nomor 56 untuk mendaftarakan diri. Berdasarkan buku berjudul “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” karya Cindy Adams disebutkan bahwa Fatmawati membangun dapur umum untuk memberi makan ratusan orang dari gelombang pertama yang membentuk benteng manusia sekeliling Pengangsaan Timur 56. Fatmawati juga menjaga dan merawat Sukarno yang tengah sakit di masa-masa genting proklamasi kemerdekaan RI. Dikutip dari www.femina.co.id, 14/8/2020.

3. Etty Abdurrachman

Etty Abdurrachman merupakan anggota Pemuda Putri Indonesia. Dua hari sebelum proklamasi, di rumah Sutan Sjahrir, ia dan kawannya mendengarkan penjelasan Sutan Sjahrir mengenai pengumuman penyerahan Jepang kepada Sekutu dan harus segera menyelenggarakan proklamasi. Sjahrir juga mengatakan bahwa jika setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dan Sekutu datang untuk mengambil alih kekuasaan, maka para pemuda akan berdemonstrasi untuk menentangnya.

Etty yang sebagai mahasiswi bersama kawan lainnya turut hadir di pelataran rumah Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 tepat pada 17 Agustus 1945. Dalam Aku Ingat: Rasa dan Tindak Siswa Sekolah Kolonial di Awal Merdeka Bangsa (1996: 1), Etty memaparkan bahwa tanggal 17 Agustus 1945, suasananya tenang, orang di pekarangan tidak banyak, orang yang mendengar Proklamasi Kemerdekaan bertepuk tangan, tidak ribut, tidak meriah, sopan dan tenang. Dia juga memaparkan bahwa dirinya terharu dan perasaannya bercampur aduk. Dilansir dari laman tirto.id, 17/8/2020.

4. Satsuki Mishima

Menjelang dini hari, tersiar kabar bahwa pengumuman kemerdekaan akan diselenggarakan di lapangan IKADA (Ikatan Atlelit Indonesia) pada jam 10 pagi setelah Chairul Saleh datang ke asrama Prapatan 10 dengan membawa naskah proklamasi. Naskah proklamasi itu sebelumnya masih berupa konsep tulisan tangan yang ada banyak coretan, masih harus dikoreksi dan ada perubahan yang telah disetujui. Sayuti Melik kemudian diminta untuk mengetik naskah. Akan tetapi, saat itu, tidak terdapat mesin tik yang bisa dipakai. Satsuki Mishima, pembantu rumah tangga di rumah Laksamana Tadashi Maeda, diminta untuk meminjam mesin tik ke kantor Militer Jepang. Berkat bantuan Mishima, Sayuti kemudian dapat mengetik naskah Proklamasi.

Satsuki Mishima memasak makanan untuk para pendiri bangsa yang berkumpul di rumah Maeda. Peristiwa proklamasi bertepatan dengan bulan Ramadan. Mishima membuatkan nasi goreng untuk makan sahur Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Subardjo. Dilansir dari laman tirto.id, 17/8/2020.

 

 

Penulis : Winda Eka dan Ratriana Lia

Editor : Kistia Meilani Sanda

tumblr_mf8pwsmFEv1qk46vzo1_1280

Balada Nasi Basi

Rohman memarkirkan motor tuanya dengan hati-hati. Ia segera mematikan mesin motornya. Alih-alih takut jika tetangga di sekelilingnya terbangun. Mengingat jika malam sudah cukup larut. Di ujung sebuah gang sempit di pinggiran ibu kota, terdapat sebuah bangunan yang ia sebut sebagai istana. Bangunan tersebut sederhana dan jauh dari kata mewah. Namun layak untuk jadi tempat tinggal dan masih pantas untuk Rohman sebut nyaman.

Usianya baru dua puluh satu tahun. Namun di usia yang terbilang masih muda itu, ia sudah nekat untuk mengadu nasib di ibukota. Terhitung sudah dua tahun ini ia tinggal di Jakarta. Karena latar pendidikan yang hanya lulusan sekolah menengah atas, maka pekerjaaan yang ia dapat hanyalah sebagai office boy di sebuah perusahaan yang gajinya lumayan untuk biaya makan sehari-hari dan menyambung hidup di kota metropolitan. Baginya itu lebih baik daripada harus mengemis atau melakukan tindak kriminal demi mendapat uang. Apalagi di era modern ini sangatlah susah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ya, wajah ibu kota metropolitan di layar kaca tidak seindah dengan kenyataan yang ia jalani.

Beberapa hari ini Rohman harus pulang agak malam. Hal ini dikarenakan ada rapat penting di kantornya. Setiap rapat ia akan menunggu di ruangannya sambil merebahkan diri. Jika rapat selesai, barulah ia mulai bekerja. Menata kursi-meja, membersihkan cangkir-cangkir kopi bekas para petinggi, mengangkut sampah, dan membuang bekas sisa-sisa konsumsi. Meskipun setiap rapat selalu ada sisa dus-dus makanan yang berlebih. Entah karena memang sengaja dipesan berlebih atau karena ada beberapa manager yang tidak menyentuhnya sama sekali, tak jarang ia mengintip dus-dus yang ada di meja. Barangkali ada sisa makanan yang dapat ia bawa pulang. Jelas bagi seorang office boy seperti Rohman akan sangat menguntungkan sebab ia harus giat menabung  untuk keluarganya di kampung serta adiknya yang masih bersekolah. Hari ini sisa empat dus nasi kotak dan beberapa kudapan. Lebih dari cukup untuk ia makan malam ini dan besok pagi. Dua untuk hari ini, dua untuk besok pagi, dan beberapa jajan akan segera ia makan nanti. Setelahnya, ia pulang menenteng empat dus makanan tersebut dan kudapan yang ia dapat tadi.

Setibanya di rumah, tercium bau busuk dari dalam. Bau khas nasi basi yang menyengat. Bau tersebut berasal dari sisa nasi kemarin yang belum sempat ia buang. Akhir-akhir ini Rohman memang sering membawa makanan dari kantornya. “Sudah waktunya dibuang,” pikir Rohman. Dengan berat hati ia membereskan sisa makanan tersebut dan memasukannya ke sebuah kantong plastik lalu meletakkannya ke tumpukan sampah di pojok depan rumah. Hal itu dilakukannya agar baunya tidak menganggu tetangga. Ia pun masuk kembali ke dalam rumah dan menyantap makanan yang sudah ia bawa dari kantor. .

***

Pagi-pagi, bau busuk kembali tercium. Rohman mencari dari mana asal bau tersebut. Usut punya usut, bau tersebut berasal dari makanan yang semalam sengaja ia sisihkan. Rencananya nasi itu akan ia makan sebagai sarapan. Namun sayang hal tersebut gagal karena makanan yang sudah keburu basi.

“Dibuang lagi kan.” Dibawanya tumpukan dus itu ke tempat sampah.

Saat Rohman keluar untuk membuang sampah, seorang anak mengendap-endap dan memungut bungkusan yang ia buang semalam. Anak laki-laki itu kedapatan tengah memakan nasi basi yang ada di dalam bungkusan tersebut. Rohman penasaran. Lantas ia mendekati anak tersebut.

“Ampun Bang, ampun! Saya nggak nyuri! Jangan bawa saya ke polisi, Bang! Ampun!” teriak anak kecil pemungut nasi dengan ketakutan. Dirinya merasa ‘disergap’. Padahal Rohman hanya menepuk pundaknya. Namun segera ia menurunkan volumenya ketika Rohman menempelkan telunjuk di mulutnya agar anak tersebut diam sebab khawatir jika tetangga akan merasa terganggu.

“Ampun Bang. Saya pikir itu sudah dibuang, Bang.”

“Sudah, kamu nggak usah takut begitu. Lagi pula itu kan tidak sehat. Kenapa kamu makan?” Anak itu masih saja diam ketakutan. “Sini, ikut saya,” kata Rohman sambil menarik anak tersebut menuju teras rumahnya. “Kamu tunggu di sini ya. Saya beli makanan dulu.”

Awalnya anak itu ragu, namun ia menurutinya juga. Beberapa menit kemudian, Rohman datang membawa dua bungkus nasi uduk lengkap dengan teh hangat. “Makanlah!” Rohman menyerahkan satu bungkus kepada anak tersebut. Mereka berdua kemudian makan bersama.

“Kamu kenapa makan nasi basi itu?” tanya Rohman di sela-sela mereka makan. “Saya lapar Bang. Di rumah, emak masaknya kurang. Adik saya kalo lapar ngeluhnya nggak konsentrasi belajar. Apalagi sekarang lagi ulangan. Saya kasihan Bang.” Udin, biasa anak itu disapa, merupakan sulung dari dua bersaudara. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci. Sementara ayahnya sudah meninggal setahun yang lalu. Adik kecilnya, Nani, masih berusia 10 tahun dan duduk di bangku sekolah dasar. Udin terpaksa putus sekolah saat ia kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kesehariannya yaitu bekerja sebagai kuli panggul di pasar. Kadang juga berkeliling menjajakan tisu di lampu merah atau dari satu kompleks perumahan ke kompleks perumahan lainnya. Semua itu dilakukannya demi membantu membiayai keluarga. “Tapi saya nggak pernah nyolong Bang. Selagi saya diberi sehat, saya bakal berusaha semampu yang saya bisa.”

Rohman semakin bersimpati dan kagum terhadap Udin. Sungguh perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar dan patut diteladani dari seorang anak laki-laki yang tidak sengaja ia temui. Mendengar ucapan Udin tadi, Rohman menyadari jika hidup merupakan perjuangan yang tiada hentinya dan terkadang harus melawan ego, hawa, dan  nafsu diri sendiri. Sarapan kali ini meninggalkan kesan yang mendalam baginya dan mungkin hal itu juga dirasakan oleh Udin.

 

Balada Nasi Basi

Larut di bawah sinar rembulan, lelaki muda masih giat menyelami malam, mengais sisa para petinggi berdasi jabatan

Jatah yang tak seberapa namun cukup mengganjal beban derita

Dimakannya lahap, tak peduli jika itu bekas, baginya rasa bak bintang lima

Lalu ia sisakan satu untuk penyambung hidup esok

Sayang, fermentasi asa sudah terlanjur, bentuk utuh nan konyol pengganti sempurna, rasa dan karsa nasi basi

Dibawanya ia menuju tempat pembuangan

Namun manusia lain menganggapnya sebagai berkah, menyelami rasa yang terbuang, terasa nikmat dalam khidmat nada kelaparan

Balada nasi basi, bersahabat erat dengan kehidupan sehari-hari, yang dibuang tanpa arti, yang dinanti insan lain

Dan semua sarat akan makna, tentang rajutan peluh tanpa keluh, demi sesuap pemenuh hasrat

Sumber foto : Google

Dari Hindia Hingga Nusantara, Ini Sejarah Awal Nama Indonesia

Feed2 Slide5

Tahukah kamu nama Negara Indonesia ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan sempat berganti nama sampai lima kali hingga akhirnya disahkan saat pembacaan teks sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Nama Indonesia tidak langsung diperoleh tanpa usaha dan kerja keras, sama seperti kemerdekaan. Para tokoh penggerak juga berjuang untuk mendapatkan hak pengakuan di mata dunia.

Asal-usul nama Indonesia ternyata sudah ada jauh sebelum para penjajah datang ke negeri ini. Nama Indonesia mulai dikenal pada pertengahan tahun 1800-an. Saat itu salah seorang sejarawan Oxford University bernama Peter Carey mengatakan nama Indonesia muncul dan diperkenalkan oleh James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA).

Sedangkan masyarakat pribumi mulai mengenal nama Indonesia dari tokoh pendidikan bernama Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Pada 1913 saat dirinya diasingkan ke Belanda ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Kemudian pada tahun 1920-an nama Indonesia diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan, sehingga memiliki makna politis sebagai identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaannya.

Namun tahukah Anda sebelum nama Indonesia lahir ternyata bangsa ini telah berganti nama hingga lima kali. Penasaran apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

 

Hindia

Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani, yakni Indo dan Nesie yang artinya kepulauan Hindia. Nama ini kemudian makin terkenal setalah bangsa Portugis yang saat itu dibawah pimpinan Vasco da Gama menemukan pulau ini dengan cara menyusuri sungai Indus sekitar tahun 1498 Masehi. Melansir dari Liputan6, nama Hindia tersebut merupakan istilah yang dikenalkan oleh Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani yang dikenal dengan Bapak Ilmu Sejarah. Namun nama Hindia baru digunakan setelah dikenalkan oleh Ptolomeus (100-178 SM), seorang ahli ilmu bumi yang terkenal.

 

Nederlandsch Oost-Indie

Nama ini diberikan oleh orang-orang Belanda yang dulu sempat berkuasa di tanah air. Sejak akhir abad ke-18 orang Eropa menyebut Indonesia dengan nama tersebut, yang berarti wilayah jajahan Belanda. Nama ini kemudian dikenal sebagai Hindia Belanda atau Hindia Timur Belanda. Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membentuk Hindia Belanda sebagai hasil dari nasionalisasi koloni-koloni di bawah pemerintahan Belanda.

Insulinde

Nama Insulinde kali pertama dicetuskan oleh Douwes Dekker, seorang penulis asal Belanda dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar pada tahun 1860. Nama Insulinde berasal dari Bahasa latin yang merujuk pada kata Insulair, Insula dan Indus yang berarti pulau Hindia. Pria bernama asli P.J. Veth Multatuli menggagas nama Insulinde karena merasa jengkel dengan julukan Nederlandsch Indie yang diberikan negaranya kepada Indonesia. Ia turut menyaksikan pula perlakuan buruk para penjajah terhadap penduduk pribumi.

 

The Malay Archipelago

Nama lain yang pernah diberikan untuk Indonesia selanjutnya adalah The Malay Archipelago. Menurut dari salah satu sumber, nama itu diberikan oleh Alfred Russel Wallace, seorang penjelajah sekaligus ilmuwan asal Inggris. Ia menjuluki kawasan Malaysia, Singapura, dan Kepulauan Indonesia sebagai The Malay Archipelago. Nama ini digagas pada pertengahan abad ke-18 dengan makna pulau-pulau Melayu yang menguasai lautan.

 

Nusantara

Istilah Nusantara mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bukan hanya julukan, Nusantara memang dulunya pernah menjadi nama untuk menyebut Indonesia. Jauh sebelum munculnya keempat nama di atas, julukan Nusantara sudah digagas oleh Kerajaan Majapahit sejak abad ke-12. Nusantara kala itu adalah sebutan untuk wilayah kekuasaan Majapahit di luar Pulau Jawa, yang membentang dari ujung barat Sumatera hingga ke bagian timur di Papua.

Istilah Nusantara disebutkan oleh Mahapatih Gadjah Mada dalam Sumpah Palapa, dan tercantum dalam Kitab Negarakertagama. Selain itu istilah Nusantara juga ditemukan di perpustakaan India Kuno, yang berarti pulau-pulau yang berada di antara be

 

berapa benua.

#Gplasma

#GetTheRealNews

#KontenGplasma

#Kemerdekaan

#DivisiReporter

115926986_1167336416966855_8292936789032382408_n

New Normal: Apakah Indonesia Sudah Aman?

 Ancaman virus mematikan, Covid-19 (Coronavirus disease 2019), yang menimpa Indonesia kian menjadi-jadi. Segala cara dilakukan pemerintah agar Covid-19 dapat teratasi. Karena virus tersebut banyak sektor pengemban ekonomi negara ini dapat dikatakan surut. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah Indonesia sudah aman dari Covid? Semua akses kegiatan keluar rumah dibatasi, semua pun dilarang keluar rumah. Grafik yang terus naik membuat masyarakat semakin khawatir. Sanksi pidana jika tidak menggunakan masker pun dilayangkan agar masyarakat menaati protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah. Bisikan-bisikan kata new normal semakin menjadi-jadi, padahal grafik semakin memuncak. Covid-19 harus dihindari tetapi ekonomi juga harus berjalan, itulah yang membuat warga tetap beramai-ramai keluar rumah. Hal ini juga membuat bualan-bualan netizen ramai dan geger di sosial media. Pabrik, mall, dan sebagian sektor ekonomi mulai beroperasi lagi walaupun semuanya bekerja dalam shift yang lebih singkat. Tau gak sih apa aja budaya selama masa new normal ini?

Bentuk nyata kesadaran disiplin dalam new normal, di antaranya adalah budaya antre. Memang dalam situasi sekarang ini, tanpa disadari masyarakat sudah mulai terbiasa dengan antrean yang terasa lebih lambat dan panjang dari biasanya dikarenakan adanya pemeriksaan suhu badan di setiap toko dan batas-batas antrean pengunjung berkisar antara 1-2 meter. Tidak hanya toko, swalayan dan mall besar pun telah mematuhi  protokol kesehatan yang berlaku, hal ini untuk mencegah adanya orang yang berpotensi menulari pengunjung lainnya.

Walaupun semua protokol telah ditetapkan, banyak juga diketahui sejumlah gejala-gejala baru yang beredar tentang Covid-19 yang membuat grafik menjadi melonjak. Konspirasi-konspirasi pikiran mencuat, apakah Indonesia benar-benar sudah aman? Daerah yang mulanya zona hijau bisa jadi kuning, yang mulanya kuning bisa menjadi zona merah bahkan hitam. Bahkan yang semula hijau bisa jadi besoknya sudah jadi kuning lagi. Karena sekarang proses tumbuh kembang Indonesia sedang tidak baik-baik saja maka kita sebagai warga negara perlu mendukung upaya pemerintah dalam pemberlakuan era new normal ini. Berikut beberapa kebiasaan yang mulai muncul pada era new normal :

  1. Social Distancing

Jika di mall dulunya pengunjung selalu berebut antrean bahkan berdesak-desakan sekarang mereka sudah terbiasa dengan antrean yang lebih panjang karena adanya pembatasan antar customer. Nah, kita harus mengikuti era ini nih selain kita jauh dari Covid-19 kita juga lebih tertata dan rapi.

  1. Bersepeda

Pemerintah mengajurkan agar selalu menjaga kesehatan ketika Covid-19 mencuat. Awalnya hanya 1-3 orang yang melakukan kegiatan bersepeda tetapi tetap menjaga protokol kesehatan. Nah, bisa dilihat nih sekarang sedang ramai-ramainya kehidupan bersepeda yang semakin up to date. Walaupun harga sepeda sekarang ini sedang tinggi-tingginya, tetapi tidak membuat minat masyarakat membeli sepeda menurun. Bersepeda bersama sekarang menjadi kebiasaan new normal di Indonesia. Untuk yang hobi bersepeda atau baru mulai bersepeda di era ini, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan ya!

  1. Pengecekan Suhu Tubuh

Dikatakan gejala Covid-19 terdapat suhu khusus. Setiap toko, mall, pabrik, bahkan tempat kerja yang memiliki jumlah pegawai/karyawan relatif banyak telah memberlakukan protokol kesehatan. Dimulai dengan adanya antrean pengecekan suhu tubuh di depan pintu masuk.

Selalu jaga kesehatan ya, teman-teman. Perlu tingkatkan adanya kesadaran diri untuk patuh terhadap himbauan dan aturan yang telah dikeluarkan agar dapat memutus rantai penularan Covid-19.

Be Happy, Stay Healty and Happy Weekend Everyone

Mari bersama putus rantai Covid-19, Bersama Indonesia Bebas Covid-19

Gplasma- get the real news

-Divisi fotografer-

-2020-

Divisi fotografer-

-2020-

timaki-min

Mahasiswa TKA Asal PNM yang Tetap Raih Prestasi ditengah Pandemi COVID19

                 Galang Dafa Yudhiatma, Ryan Ravanelly, dan Azizah Qory Hermawan , mahasiswa Teknik Perkeretaapian asal Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang berhasil memperoleh juara 3 pada perlombaan LAI2 COVID-19. LAI2 COVID  19 merupakan lomba online dengan tema Aplikasi Inovatif dan Inspiratif untuk COVID 19 di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Lomba yang dimulai pada tanggal 22 April sampai 22 Juli 2020 kemarin memiliki beberapa kendala. Misalnya saja, mulai dari pengumpulan sampai pengumuman juara mengalami keterlambatan yang disebabkan karena beberapa juri disana masih disibukkan dengan penyelenggaraan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

            Awalnya, lomba yang diperoleh dari informasi dosen di grup WhatsApp tersebut belum menarik minat mereka untuk mengikuti lomba. Hal tersebut dikarenakan mereka masih ragu  karena belum mempunyai ide dan gambaran apapun tentang lomba LAI2 COVID 19. Akan tetapi, karena saran dari dosen yang mengatakan untuk ikut agar menjadi pengalaman dan menambah wawasan untuk mereka, membuat mereka ingin mengikuti lomba tersebut. Setelah memiliki keinginan untuk mengikuti lomba, mereka langsung mencoba menghubungi dosen agar membimbing mereka. Kemudian, mereka segera merancang fullpaper hanya dengan waktu seminggu.

            “Ingin mencoba sesuatu hal yang baru dan mencari pengalaman tentang lomba – lomba dijenjang mahasiswa”, ujar Galang sebagai motivasi untuk mengikuti lomba. Setelah mengikuti lomba tersebut tentunya menambah pengalaman bagi mereka. Seperti halnya, mereka lembur sampai dini hari akibat mengejar deadline lomba, dipaksa untuk berpikir kritis, dan dituntut untuk belajar hal yang baru. Galang mengatakan kesannya setelah mengikuti lomba tersebut yaitu “Santai tapi serius, karena dikerjakan secara online tetapi juga dituntut untuk serius dan juga masih tidak menyangkan jika akan menjuarai lomba tersebut dikarenakan lawan dari lomba tersebut berasal dari angkatan 2017 dan 2018”.  Galang berpesan kepada mahasiswa PNM agar jangan takut mencoba, kita semua sama.

PicsArt_05-30-12.28.54

Lebaran Spesial #diRumahAja

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini jatuh pada tanggal 1 Syawal 1441 H atau 24 Mei 2020 M. Lebaran tahun ini mungkin terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat pandemi corona yang belum mereda di Indonesia. Pasalnya, demi mencegah penularan virus corona, kita semua diimbau untuk melakukan physical distancing, sehingga hari Lebaran pun harus dilakukan #dirumahaja. Larangan mudik juga diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Pandemi corona tidak mengurangi kehikmatan perayaan Hari Raya Idul Fitri, meskipun tidak dapat berkumpul dengan keluarga besar. Kita tetap dapat merayakannya sembari menikmati quality time bersama keluarga di rumah saja. Beberapa tips dapat dilakukan untuk menikmati lebaran di rumah saja, antara lain:
1. Memasak Makanan Bersama Keluarga
Kita dapat mengisi waktu lebaran dengan memasak makanan khas lebaran bersama anggota keluarga inti. Terlebih, banyak masakan khas lebaran yang bisa menjadi inspirasi masakan apa saja yang akan dibuat seperti opor ayam, ketupat, rending, lontong sayur, dan sebagainya. Tak hanya makanan berkategori berat saja, namun bisa juga membuat kue kering yang digemari anak-anak.

2. Mendekorasi Rumah
Mendekorasi rumah di kala lebaran dapat menambah kehangatan suasana lebaran saat ini. Dekorasi tidak harus mengeluarkan budget yang besar. Cukup menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Kita dapat melakukannya dengan memindahkan posisi barang ke tempat yang lain, mengecat bagian tertentu ruangan, atau memasang wallpaper dengan beragam corak yang menarik di dinding ruangan.

3. Mengirim Bingkisan pada Orang Terkasih
Lebaran erat kaitannya dengan bingkisan atau parsel lebaran, bingkisan tidak hanya dikirimkan untuk perusahaan tetapi juga dapat dikirim kepada orang terkasih untuk tetap menjaga silaturahmi dan saling berbagi. Bingkisan lebaran yang bisa kamu kirim dapat berupa makanan, minuman, atau perlengkapan ibadah.

4. Bersilaturahmi melalui Video Call
Lebaran kali ini mungkin terasa berbeda karena sesuai anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan bersilaturahmi ke rumah saudara. Namun, kalian masih bisa tetap bersilaturahmi dan meminta maaf antar keluarga melalui video call. Mengingat teknologi saat ini yang begitu canggih. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan antara lain: Zoom, Skype, Whatsapp, Google Duo, Instagram, dan lain-lain.

5. Berbagi Rezeki
Keadaan saat ini mengingatkan kita untuk tetap berbagi rezeki antar sesama agar dapat membantu perekonomian masyarakat yang terdampak corona. Masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kesimpulannya adalah Lebaran Idul Fitri yang dilakukan di rumah pun juga bisa terasa sangat mengasyikkan apabila dimaknai dengan benar. Tetap semangat dan berdoa semoga pandemi segera berakhir.

Penulis: Dita & Hanisa (Div. Editor)

PicsArt_05-15-03.31.09

Kemuliaan Bersedekah di Bulan yang Suci

Manusia manapun pasti menginginkan harta yang banyak dan berlimpah. Akan tetapi jika berbicara harta yang banyak  tentu saja tidak cukup. Untuk itu dibutuhkan sedekah sebagai upaya perjuangan dan amalan kita terhadap apa yang dimiliki. Apakah kita lebih mencintai harta atau ibadah terhadap Allah SWT ?

Sedekah merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan. Terlebih ketika bulan Ramadan datang. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah yang paling utama adalah pada bulan Ramadan. Pada bulan ini, amalan-amalan umat muslim dilipat gandakan, begitu juga dengan bersedekah. Para ulama pun menegaskan bahwa bersedekah di bulan Ramadan sangat dianjurkan, karena kebaikan serta kemuliaan yang dimiliki oleh bulan ini. Sedekah adalah salah satu ibadah yang diwajibkan, terlebih untuk mereka yang tergolong mampu. Wajib bagi mereka untuk memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan. Sedekah adalah bentuk ibadah dengan cara memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk sesuatu yang dibutuhkan orang lain. Sedekah bisa dalam bentuk apapun asalkan memiliki nilai dan manfaat bagi penerimanya yang membutuhkan. Islam menganjurkan umat-Nya untuk berbagi dengan sesama. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, sedekah dapat memberikan berbagai manfaat lainnya. Beberapa manfaat sedekah yang dapat dirasakan oleh penerima dan pemberi sedekah antara lain:

PicsArt_05-15-03.32.33

  1. Pahala berlipat ganda

Bersedekah merupakan tindakan yang mulia dan sangat dihargai oleh Allah SWT. Imbalan bersedekah yang paling utama adalah mendapatkan pahala. Setelah melakukan sedekah, pahala yang sudah kamu miliki akan dilipat gandakan. Bulan Ramadan yang penuh berkah ini jika kita bersedekah pahala yang didapat akan lebih besar lagi dan apabila sedekah yang dilakukan benar-benar murni dari hati, tanpa ingin diketahui oleh orang lain sama sekali. Jadi, tidak ada unsur ria atau ingin menyombongkan harta yang disedekahkan. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Hadid ayat 18:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S. Al-Hadid: 18)

  1. Menahan diri dari membelanjakan harta yang mubazir

Sedekah adalah salah satu kontrol diri kita agar membelanjakan harta secara cermat dan cerdas. Bulan Ramadan ini, walaupun berpuasa biasanya kebutuhan berbelanja menjadi berkali-kali lipat karena harus menyiapkan lebaran dan berbagai silaturahmi yang membuat kita perlu keluar kocek lebih dalam. Untuk itu, adanya sedekah adalah menahan diri kita agar tidak banyak berbelanja hanya untuk kepentingan diri kita sendiri, melainkan ada kepekaan sosial terhadap saudara lainnya yang membutuhkan uluran tangan. Tentu itu akan lebih bermakna karena kita telah memberikan dan membagikan harta tersebut pada saudara kita sendiri.

  1. Amalan sedekah tidak akan putus walaupun sudah mati

Dunia adalah tempat menabur benih dan akhirat adalah tempat mengetam. Penyesalan yang mendalam tiada berguna bagi orang yang meninggal dunia tanpa dibekali amal sholeh selama hidupnya di dunia. Setelah seseorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara:

Pertama, sedekah jariyah, yaitu sesuatu yang terus-menerus manfaatnya, seperti wakaf tanah, buku-buku, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain. Kedua, llmu yang bermanfaat, seperti mengajarkan sesuatu kepada orang lain atau murid, mengarang buku, dan lain sebagainya. Ketiga, anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, taat dan bermanfaat bagi orang tuanya, agama, nusa dan bangsa. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika manusia itu mati terputus semua amalannya kecuali tiga perkara, kecuali sedekah jariyah dan ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak sholeh yang mendoakannya (Kedua orangtua).” (HR Tirmidzi).

Tiga Hal yang Dapat Merusak Amal Sedekah

 Sedekah merupakan amalan yang utama dalam Islam, yang jika dilihat dari kacamata manusia akan mengurangi harta manusia. Namun tidak dengan ketentuan Allah, Dia akan menggantinya dengan sepuluh kali lipat. Namun meskipun demikian, masih saja ada manusia yang kurang bisa menjaga keutamaan sedekah tersebut dan melakukan hal-hal yang dapat merusak amal sedekah. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 264:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak amal sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”

Ada tiga hal yang berpotensi dalam merusak amal sedekah, yaitu:

Pertama, Al-Mann (menyebut-nyebut pemberian sedekah). Seseorang yang melakukan poin ini menunjukkan indikasi ketidakikhlasannya dalam bersedekah. Al-Mann ini juga mengindikasikan sikap orang yang sombong di hadapan manusia. Dengan menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang ia beri sedekah, dia memamerkan kelebihan dirinya kepada orang tersebut. Perbuatan ini bisa menyakiti hati orang lain, sehingga Allah SWT melarang perbuatan buruk ini.

Kedua adalah Al-‘Adzaa (menyakiti orang yang menerima sedekah). Yang dimaksud dalam poin ini adalah menyakiti atau melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Semisal dengan merendahkan kehormatan orang yang menerima sedekah tersebut di hadapan orang banyak. Walau kita memberi sesuatu kepadanya, tapi perlakuan buruk itu telah menyakiti hatinya. Hasilnya, pahala sedekah yang begitu besar itu habis tak bersisa. Pesan indah dari QS AL-Baqarah ayat 263:

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.”

Ketiga adalah ujub dan takabur, sebuah sikap yang menunjukkan kelebihan dirinya sehingga ia mampu bersedekah kepada orang lain. Kesombongan yang seperti ini juga dapat menghalangi pahala atau keutamaan sedekah, karena secara tidak langsung ia merasa paling hebat dan mengganggap orang lain jauh dibawahnya karena belum bisa bersedekah layaknya dirinya sendiri. Padahal sejatinya semua harta yang ia sedekahkan hanya titipan Allah semata. Ketiga hal tersebut disebut sebagai virus yang mampu merusak amal sedekah. Yang bersedekah seperti itu tidak memperoleh sedikitpun dari pahala sedekahnya.