IMG-20190715-WA0000

Seleksi Jalur Mandiri Politeknik Negeri Madiun


Seluruh Politeknik Negeri membuka jalur penerimaan mahasiswa baru melalui jalur nasional dan jalur mandiri. Jalur nasional meliputi Penelusuran Minat Dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) dan Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN). Setelah jalur seleksi nasional berakhir, Politeknik Negeri akan membuka jalur penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Jalur mandiri diadakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang sebelumnya tidak lolos seleksi jalur PMDK-PN atau UMPN.

IMG-20190715-WA0012

IMG-20190715-WA0005
Pelaksanaan seleksi jalur mandiri tiap Politeknik tidaklah sama. Politeknik Negeri Madiun (PNM) sendiri melaksanakan seleksi jalur mandiri pada Hari Sabtu, 13 Juli 2019 yang bertempat di Gedung M. Nuh kampus I PNM. Tahun ini jumlah peserta yang mengikuti seleksi jalur mandiri meningkat pesat yaitu sebanyak 903 calon mahasiswa baru. “Tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, antara bidang rekayasa dan bidang tata niaga pendaftarnya imbang,” ujar Hanum Arrosida, S.ST., M.T. selaku ketua pelaksana Ujian Mandiri PNM. Hal tersebut dikarenakan adanya Program Studi (Prodi) baru yaitu D4 Perkeretaapian, D3 Teknologi Informasi, dan D3 Akuntansi.

IMG-20190715-WA0010
“Saya mengikuti ujian mandiri ini karena pada seleksi masuk jalur PMDK-PN dan UMPN saya tidak lolos, mungkin belum rezeki ya. Jadi saya ikut ujian ini dengan pilihan pertama Perkeretaapian, kedua Teknologi Informasi,” ujar Nisa, salah satu peserta seleksi jalur mandiri. Sama halnya dengan Bramustofa, saya mendaftar prodi Perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun karena suka, selain itu juga karena lokasi PNM dekat rumah saya.
Ujian Mandiri kali ini terdiri dari dua sesi. Sesi I dimulai pada pukul 08.30 WIB sampai 11.00 WIB yang diikuti oleh 456 calon mahasiswa baru bidang rekayasa. Selanjutnya, sesi II dimulai pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB dan diikuti oleh 437 calon mahasiswa baru bidang tata niaga. Ujian mandiri ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Komunikasi dan koordinasi antarpanitia itu sudah baik sehingga pelaksanaan ujian mandiri ini juga bisa berjalan dengan baik tanpa kendala apapun,” ujar Hanum saat ditanya mengenai pelaksanaan ujian mandiri. Hasil ujian mandiri ini akan diumumkan pada tanggal 19 Juli 2019.
Oleh : Ratriana dan Nurdian R

DSC05660.JPG

Munas Ke-XII dan Pelatnas Ke-IX APMPI Sukses Digelar

Serangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-XII dan Pelatihan Nasional (Pelatnas) Ke-IX Aliansi Pers Mahasiswa Politeknik Indonesia (APMPI) telah diselenggarakan mulai tanggal 19-22 Juni 2019. Berdasarkan keputusan pada Munas ke-XI dan Pelatnas ke-VIII di Politeknik Negeri Media Kreatif, pada tahun ini Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menjadi tuan rumah.

DSC05716.JPG

Kegiatan ini dihadiri oleh para delegasi Pers Mahasiswa dari 7 Politeknik di Indonesia yaitu Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Politeknik Negeri Medan (Polimed), Politeknik Tanah Laut (Politala), Poltekkes Tanjung Karang, Poltekkes Kemenkes Malang, dan Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang sangat antusias mengikuti kegiatan tahunan ini. PNM sendiri mengirimkan 2 delegasinya, yaitu Arin Triretmawati dan Daniel Cahyo Nugroho.

DSC05911.JPG
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur III Poliban Hj.Nurhidayati, M.Pd. pada Kamis (20/06/19). Kemudian dilanjutkan dengan Pelatnas ke-IX APMPI dengan mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Pers yang Kritis dan Proaktif terhadap isu-isu yang berada di Media Sosial” yang digelar di Gedung Serba Guna Poliban. Pemateri acara ini adalah Muhammad Royan Naimi selaku Manajer Digital Banjarmasin Post Group dan Ratna Sari Dewi Reporter dan Host TVRI Kalimantan Selatan. Pada Pelatnas ini, para peserta diberikan seminar tentang bagaimana cara liputan dan membuat berita yang benar.
Pada hari berikutnya dilaksanakan Munas ke-XII APMPI yang bertempat di ruang rapat Poliban. Acara ini membahas AD/ART APMPI yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan Pimpinan Umum APMPI periode 2019/2020. Pada pemilihan ini, terpilihlah Jufi Luhur Mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes Malang sebagai Pimpinan Umum APMPI periode 2019/2020. Acara ini kemudian ditutup oleh Jufi luhur selaku Pimpinan Umum baru dan Fachrido Noval selaku ketua pelaksana.




Oleh : Daniel & Fairuz

IMG-20190622-WA0002

Antusiasme dalam Seleksi Ujian Masuk Politeknik Negeri 2019

Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) adalah salah satu seleksi penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara serentak oleh seluruh Politeknik Negeri se-Indonesia pada hari Sabtu, 22 Juni 2019. Di Politeknik Negeri Madiun (PNM) sendiri diselenggarakan di Gedung M. Nuh Kampus I. Pada tahun ini jumlah peserta yang mengikuti UMPN meningkat pesat yaitu berjumlah 1867 calon mahasiswa baru sedangkan pada tahun 2018 kurang lebih hanya 600 calon mahasiswa baru. Kuota penerimaan mahasiswa baru PNM tahun 2019 sebanyak 738 mahasiswa. Untuk jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) 40%, jalur UMPN 40%, dan jalur mandiri sebanyak 20% dari total keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima tahun ini.

UMPN tahun ini terdapat dua sesi. Sesi I dimulai pada pukul 08.30 WIB s.d 11.00 WIB yang diikuti oleh 942 calon mahasiswa baru bidang rekayasa. Selanjutnya sesi II dimulai pada pukul 13.00 WIB s.d 15.30 WIB yang diikuti oleh 925 calon mahasiswa baru bidang tata niaga. Pada bidang rekayasa materi yang diujikan adalah matematika, fisika, bahasa indonesia, dan bahasa inggris. Sedangakan pada bidang tata niaga materi yang diujikan adalah matematika, ekonomi, akuntansi, bahasa indonesia dan bahasa inggris. Terlihat antusiasme calon mahasiswa baru dalam mengikuti UMPN 2019, “Saya mengambil program studi (Prodi) Perkeretaapian karena sejak kecil saya ingin berkecimpung di dunia perkeretaapian,” ujar Alwi yang merupakan salah satu peserta UMPN 2019. Sama halnya dengan Devi yang mengatakan, “berkat usaha dan doa, saya Inshaallah yakin akan diterima di Politeknik Negeri Madiun Prodi Mesin Otomotif.”

Sebagai Ketua Pelaksana UMPN 2019, Fredy Susanto, S.Pd., M.Pd. mengatakan kendala yang paling utama adalah jumlah ruang yang terbatas. Oleh sebab itu sebagian calon mahasiswa baru melakukan ujian di lantai dasar yang seharusnya berfungsi sebagai tempat parkir kendaraan roda dua. “Harapannya semakin lama semakin banyak pendaftar jadi seleksinya semakin ketat, jadi dimohon mempersiapkan diri menghadapinya,” ujar Fredy saat ditanya mengenai harapan UMPN kedepannya. Dan hasil tes hari ini akan diumumkan pada tanggal 27 Juni 2019.
Oleh : Nathania, Ria & Fairuz

IMG-20190616-WA0000

KELUARGA BARU KM PNM

IMG-20190616-WA0002Minggu, 16 Juni 2019 Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (KM PNM) mengadakan Sidang Istimewa Keluarga Mahasiswa PNM yang dilaksanakan di gedung M. Nuh Ruang 206 Kampus 1 PNM. Inti dari sidang ini adalah pengesahan status dua hima baru yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Perkeretaapian (HIMA-TKA) dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATIF). Acara ini dihadiri oleh Presiden BEM, pengurus inti dari HIMA-TKA dan HIMATIF, serta seluruh Ketua ORMAWA PNM.
Sebelum kedua hima ini disahkan, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi antara lain, mendapat dukungan 50% + 1 dari mahasiswa prodi yang bersangkutan dibuktikan dengan fotocopy kartu tanda mahasiswa, memiliki program kerja minimal satu periode kepengurusan, memiliki minimal 20 anggota mahasiswa aktif, memiliki AD/ART, serta struktur organisasi dan lambang himaprodi. Dengan terpenuhinya syarat-syarat tersebut, maka HIMA-TKA dan HIMATIF secara resmi telah disahkan statusnya di dalam Keluarga Mahasiswa PNM sebagai hima prodi baru dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik (HMJT) dan dibawah pengawasan Badan Eksklusif Mahasiswa (BEM).

“Harapan saya kedepannya HIMA-TKA dapat menjadi wadah bagi mahasiswa TKA untuk aktif dalam organisasi baik secara internal maupun eksternal kampus.”, ujar Khairul Anam Basyar selaku Ketua HIMA-TKA. Sedangkan harapan dari Ridho Agung selaku Ketua HIMATIF yaitu “HIMATIF dapat menyusul ORMAWA lainnya dalam menjalankan program kerjanya dengan baik dan berkonstribusi untuk Politeknik Negeri Madiun”.
Penulis : Cynthia CA & Dewi Munjung

Charity Event

IMG-20190526-WA0001

Charity event adalah acara amal tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis (HMJAB). Acara yang bertemakan “Peduli dan Berbagi Kasih Ada diantara Kita” ini, dilaksanakan tanggal 25 Mei 2019 di Panti Asuhan Islamiyah, Rejomulyo, Kartoharjo, Kota Madiun dengan tujuan untuk bersosialisasi kepada eksternal kampus, tidak hanya internal kampus. Selain itu, untuk menyalurkan kepedulian kita kepada yang membutuhkan serta belajar menumbuhkan jiwa sosial.

Charity event dimulai pada pukul 16.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh anggota HMJAB serta perwakilan dari ORMAWA lainnya yang ada di Politeknik Negeri Madiun. Acara ini dibagi menjadi beberapa sesi yaitu pembukaan, acara inti, dan penutup. Acara ini berlangsung lancar dan sangat menarik, sehingga para anak panti tidak merasa bosan dengan acara yang diadakan oleh HMJAB, mereka semua berbaur dengan mahasiswa Politeknik Negeri Madiun.

Sesi yang pertama adalah pembukaan, dimulai dengan sambutan oleh pengasuh Panti Asuhan Islamiyah yaitu Bapak Hasan. Beliau mengatakan sejarah awal berdirinya panti tersebut.

“Saya ceritakan sedikit sejarah awal berdirinya panti ini. panti ini awalnya adalah rumah warga, tapi rumah warga tersebut kebakaran hancur semua tanpa tersisa. Orang jawa percaya jika rumah yang terbakar habis semua maka tidak boleh dibangun rumah lagi. Sehingga warga tersebut menghibahkan tanahnya untuk dibangun panti asuhan. Panti ini dibangun dengan bantuan warga sekitar. Panti ditempati bukan hanya dari warga sekitar saja tapi juga luar daerah seperti Ponorogo dan Jombang,” tutur Bapak Hasan.

Sambutan selanjutnya dari Nur Esti selaku Ketua Pelaksana kegiatan Charity event yang mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh tamu undangan dan berharap supaya kegiatan ini berjalan dengan lancar. Setelah itu, dilanjutkan dengan perkenalan setiap anak panti, mulai dari nama dan asal rumahnya.

Kegiatan berikutnya adalah acara inti yaitu diadakan game untuk anak panti. Sebelum diadakan game ada anak yang membaca ayat Al-Quran. Game yang dimainkan yaitu anak panti disuruh mencari kertas yang telah disebar panitia di sekitar panti. Setelah menemukan kertas tersebut masuk ke ruangan dan membuka kertas yang diperoleh dimana didalamnya terdapat sebuah angka. Panitia akan memanggil dari angka satu sampai seterusnya. Setiap angka yang dipanggil pasti akan ada tantangan yang menarik dan setelah itu diberikan hadiah. Selanjutnya, Buka puasa bersama diadakan saat azan berkumandang dan salat magrib berjamaah di masjid terdekat. Setelah itu, baru makan bersama-sama. Acara ini ditutup dengan penyerahan sumbangan kepada pengasuh panti asuhan dan dilanjutkan dengan foto bersama serta salaman.

Kesulitan yang dihadapi dalam acara Charity event secara umum tidak ada, hanya terjadi miscommucation sesama anggota. Kebingungan lainnya yaitu dana yang dikumpulkan kurang dan kebutuhan acara sangat banyak. Namun hal tersebut bisa diatasi dan mendapatkan dana yang lebih ketika mendekati hari-H pelaksanaan acara. Panitia memiliki alasan memilih panti asuhan ini karena waktu yang tersisa untuk persiapan sangat mepet dan ada beberapa panitia yang sudah memiliki pengalaman Charity event  tahun lalu.

Nur Esti selaku Ketua Pelaksana kegiatan Charity event menambahkan, “harapan saya semoga Charity event tidak berhenti di tahun ini saja. Semoga HMJAB melaksanakan acara Charity event yang lebih meriah dan terstruktur daripada tahun ini. Semoga kesalahan-kesalahan di tahun ini bisa menjadi evaluasi dan acara-acara tahun selanjutnya bisa menjadi lebih baik dari tahun ini.”

Eva Nardya

IMG-20190523-WA0005

NGABUKUSTIK “NGABUBURIT AKUSTIKAN”

IMG_2462-min

             Ngabukustik atau ngabuburit akustikan diselengggarakan pada tanggal 23 Mei 2019 pukul 15.30 bertempat di Waroeng Latte Jalan Cokroaminoto Kota Madiun. Acara ngabuburit tersebut tentu berbeda dengan ngabuburit biasanya, event ini merupakan ide dari Ruang Bersama Waroeng Latte yang memberikan space bagi generasi muda untuk menunjukkan bakatnya. Kali ini, mereka mengundang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Music “Musican” dari Politeknik Negeri Madiun. Tidak hanya UKM Musican, tetapi acara ini juga menggandeng dua UKM lain dari PNM, yakni UKM Pers G-PLASMA dan UKM Photography NIKNEMA. Rangkaian acara Ngabukustik antara lain, Pembukaan, pengenalan UKM Musican pada pengunjung, penampilan dari group band RADIGMA, perkenalan UKM Pers G-Plasma dan UKM Niknema, dan ditutup dengan penampilan dari group band EDELINE.

           IMG_2500-min

             Acara seperti ini sering diadakan, hanya saja dari pihak Waroeng Latte selalu mengundang kelompok atau instansi yang berbeda. Timoti selaku perwakilan dari pihak Waroeng Latte menjelaskan tujuan dari diadakan event ini, “Waroeng Latte sendiri kan sebagai tempat yang care dengan remaja, nah disini kita ingin memberikan space bagi para remaja terlebih mahasiswa seperti kalian untuk lebih melatih bakat. Baik itu di bidang music,  photography, atau anak pers untuk mengeksplor dunia lebih luas lagi. Mungkin kalian sudah sering menampilkan bakat kalian di kampus, tetapi belum tentu kalian bisa percaya diri jika menampilkan semuanya di depan masyarakat luas. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mengadakan event seperti ini.” ujar Timoti saat ditanya seusai acara.

            Beliau juga menambahkan pesan dan kesan pada mahasiswa PNM untuk lebih melatih bakat di bidang apapun itu. Misalnya, dengan lebih sering mencari info mengenai event di luar kampus agar dapat membawa nama baik PNM di masyarakat luas. Timoti juga menambahkan kesan bahwa, “Sebenarnya dari kalian itu sudah punya basic nya sendiri-sendiri, tetapi saat di depan umum beberapa dari kalian masih canggung.” Terlepas dari itu, acara ini berjalan dengan sukses dan lancar. Pengunjung yang datang pun sangat terhibur dengan lagu-lagu yang dibawakan, terbukti dari banyaknya pengunjung yang ikut bernyanyi.

           IMG_2398-min

        Nabela sebagai salah satu anggota dari UKM Musican dan juga sebagai pembawa acara dari acara ngabuburit mengaku sangat antusias memimpin semua rangkaian acara. Acara yang seperti ini sudah sepatutnya diacungi jempol, selain memberikan wadah bagi UKM untuk tampil di depan umum juga dapat memperkenalkan Politeknik Negeri Madiun ke masyarakat luas“Harapan saya semoga event ini dapat terus diadakan, entah nantinya dari group atau instansi mana yang akan mengisi. Yang jelas kegiatan ini sangat memberikan dampak positif. Apalagi dilaksanakan pada Bulan Ramadhan seperti saat ini, tambahnya.

Kistia Meilani

 

Capture

Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan

IMG-20190523-WA0001
Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Politeknik Negeri Madiun (Ormawa PNM) yang diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2019 pada pukul 09.30 WIB bertempat di Auditorium Gedung Budi Tjahyono kampus I Jl. Serayu. Acara ini dipimpin oleh Prasetyo Yekti Utomo, S.E., M.M. selaku Wakil Direktur III dan dihadiri oleh pembina, ketua dan saksi dari masing-masing ormawa serta seluruh anggota BEM-KM PNM dan DPM-KM PNM. Rangkaian acaranya antara lain: pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Wadir III, penyerahan SK (Surat Keputusan), ikrar dari ketua ormawa, dan pembacaan doa.

Acara yang diselenggarakan setiap tahun ini menjadi acara yang wajib dilaksanakan guna melantik ketua ormawa serta penyerahan SK secara resmi. Ada 29 ormawa yang mengikuti acara pelantikan ini mulai dari BEM-KM PNM, DPM-KM PNM, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), HIMA, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di tengah masa studi merupakan suatu hal yang istimewa. Karena pada situasi ini dituntut untuk membagi waktu antara organisasi dengan studi yang mereka tempuh. Berbagai jadwal yang berbenturan terkadang membuat dilema. Nah, disini kita harus pandai mengatur skala prioritas. Jangan sampai dengan ikut organisasi, tugas-tugas kuliah menjadi terbengkalai. Terkadang, jika sudah berkecimpung di organisasi, mahasiswa sering lupa akan kewajibannya.

IMG-20190523-WA0000

Seperti kata Wakil Direktur III disela-sela sambutannya, “Kewajiban utama kalian sebagai mahasiswa yaitu kuliah, organisasi hanya sebagai pelengkap. Namun organisasi juga dapat kalian jadikan sebagai ajang belajar terjun di dunia kerja.” Sebagai contoh, para pengurus organisasi biasanya memiliki beberapa keunggulan dibanding yang pasif dalam kegiatan kemahasiswaan. Biasanya mereka yang aktif dalam organisasi memiliki kemampuan public speaking yang lebih mumpuni dan jiwakepemimpinannya lebih menonjol.

Saat ditanya mengenai kendala dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Ridho Adkha Alviawan, A.Md. selaku ketua pelaksana Pelantikan Organisasi Kemahasiswaan dan juga admin dari Wakil Direktur III menyebutkan, “Kendalanya mungkin dari pelaksanaannya terpaksa dilaksanakan pada Bulan Ramadhan karena anggaran tahun ini tidak turun. Selain itu, acara yang seharusnya dipimpin oleh Direktur PNM terpaksa diganti oleh Wakil Direktur III karena Bapak Muhammad Fajar Subkhan berhalangan hadir. Memang untuk acara seperti itu mahasiswa harus siap karena memang sudah hal biasa. Kita harus paham dan menyesuaikan jadwal beliau.”

“Harapan saya semoga pengurus organisasi kemahasiswaan lebih aktif lagi. Jangan hanya mengandalkan BEM atau DPM. Misalnya lebih aktif dalam mencari info mengenai berbagai lomba yang dapat membawa nama baik PNM. Pesan dari saya, jika ada ormawa yang ingin mendelegasikan anggotanya untuk mengikuti lomba, koordinasikan terlebih dahulu dengan bidang kemahasiswaan, jangan langsung naik ke atasan.” ujarnya saat ditanya mengenai harapan untuk pengurus ormawa periode 2019/2020 seusai acara.

Mitigasi Kebakaran dan Buka Puasa Bersama Cakra Manggala

Pelatihan penaggulangan bencana kebakaran dan buka puasa bersama oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Cakra Manggala Politeknik Negeri Madiun angkatan tujuh diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2019 pukul 14.30 bertempat di Hall Gedung Administrasi Bisnis Kampus II Politeknik Negeri Madiun. Adapun pematerinya berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Madiun, Toni Prasetyaw. Acara ini terbuka untuk anggota UKM Pecinta Alam Cakra Manggala, karyawan PNM, dan juga umum. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya: penyampaian materi oleh BPBD Kab. Madiun, praktik kebakaran gedung dan lahanserta buka puasa bersama. Tujuan diadakannya acara ini adalah agar masyarakat khususnya warga PNM mengetahui bagaimana menghadapi kebakaran serta penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
Pelatihan penaggulangan bencana kebakaran oleh UKM Pecinta Alam Cakra Manggala merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh angkatan ke-7. Setiap tahunnya UKM Pecinta Alam Cakra Manggala mengadakan kegiatan yang berbeda-beda, “kalau Cakra Manggala itu selalu ada peninjauan kembali. Jadi kalau kemarin angakatan 5 itu reboisasi. Jadi setiap tahunnya reboisasi. Kalau angkatan 6 ada world rescue, pelatihan kebakaran ini tahun depan ada lagi. Jadi perperiode itu beda lagi” ujar ketua pelaksana Hanif Zuniar Haq kelas 2D Administrasi Bisnis . Adapun kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah koordinasi antara panitia, kerjasama dengan BPBD Kab. Madiun, dan penggalangan dana terkait kegiatan. Untuk penyebaran informasi dari kegiatan ini dari pihak panitia melakukan broadcast di sosial media. Untuk pendanaannya diperoleh dari alumni Cakra Manggala, iuran panitia dan dari peserta eksternal. Hanif sendiri ia mengajak teman-teman Cakra Manggala untuk ikut berpartisipasi demi kelancaran kegiatan angkatan mereka.
Praktik kegiatan lapangan yang dipimpin oleh petugas BPBD Kab. Madiun melibatkan peserta untuk melakukan uji coba alat. Peserta diajarkan cara memadamkan api dengan APAR, memakai perlengkapan keselamatan, dan menggunakan karung goni yang dibasahi dengan air. Selain itu peserta juga diajarkan memadamkan api untuk kebakaran lahan. Setelah kegiatan praktik lapangan selesai dilanjut sholat magrib berjamaah dan buka puasa bersama. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta dapat menggunakan dan mempraktikkanya dikehidupan sehari-hari jika ada bencana kebakaran di sekitar mereka, “semoga diterapkan di kehidupan sehari-hari soalnya kebanyakan orang kalau llihat ya lihat aja kalau denger ya denger aja tidak dimaknain. Semoga dapat ditularkan ke orang yang belum tahu,” ujar Hanif Zuniar Haq.

IMG-20190507-WA0002

Politeknik Negeri Madiun Sukses Menyabet Dua Kejuaraan NPEO Tahun 2019

Madiun – Politeknik Negeri Madiun baru saja bersukacita atas kejuaraan NPEO (Nasional Polythecnic English Olympic) 2019. Ya, kali ini Politeknik Negeri Madiun berhasil membawa pulang dua medali yaitu juara 2 Newscasting kategori Novice yang diraih oleh Afra Mukhsana Aina Feby dan juara 1 Storytelling kategori Novice oleh Dhina Cantya Danastri. Acara NPEO merupakan kompetisi tahunan yang tahun ini diselenggarakan di Politeknik Negeri Bali mulai tanggal 28 April sampai tanggal 03 Mei 2019. Acara berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta 246 orang. Dimulai dengan Technical Meeting (TM) pada hari pertama kemudian disusul pembukaan yang dimulai dengan pemukulan gong oleh Ketua Badan Koordinasi Mahasiswa (BAKORMA) pada hari selanjutnya. Setelah itu dilanjut dengan lomba sesuai dengan kategori perlombaan masing-masing.

IMG-20190507-WA0003IMG-20190507-WA0001
Tidak hanya berlomba, namun perwakilan-perwakilan mahasiswa dari Politeknik Negeri Madiun ini juga mendapat kesempatan untuk berwisata di beberapa tempat terkenal di Bali diantaranya yaitu di Nusa Dua, Krisna, Garuda Wisnu Kencana, dan Pantai Kedonganan. Pengalaman seru yang terngiang selama di Bali menurut Afra yaitu saat pembukaan acara tari terjadi kesurupan dari salah satu penonton dan penarinya. Pengalaman lain, Dhina Cantya kerap disapa Dhincan ketika dirinya meraih juara 1 dalam kompetisi karena dia baru pertama kali mengikuti NPEO.
“Nggak pernah bayangin sih, nggak pernah sama sekali. Itu aja waktu pengumuman juara kan kembali ke hotel dulu, terus tuh dalam hati bilang kayak begini: alah nggak usah bawa almamater ya, ngapain orang nggak menang juga. Jadi akhirnya aku nggak bawa almamater dan aku maju makanya nggak pake almamater. Kan soalnya nggak nyangka dan kaget aja gitu waktu namanya diumumin. And there’s my name in power point. I’m so excited, bersyukur banget sih ya,” ujar Dhina Cantya.
Harapan Afra untuk adik-adik semester selanjutnya jangan mudah putus asa dalam belajar hal baru dan seringlah memotivasi diri sendiri. Sedangkan harapan sekaligus masukan dari Dhina Cantya yaitu untuk wakil-wakil NPEO selanjutnya khususnya story telling selalu cari warnamu sendiri distory tellingmu. Karena yang membuat cerita lebih asyik itu adalah cara kita menyampaikan dengan keunikan kita. Kesan yang didapat oleh Afra setelah dua kali mengikuti NPEO yaitu banyak belajar budaya baru dari berbagai daerah, mengenal banyak teman dari luar kota, bisa jalan-jalan gratis dan menyenangkan. Kesan bagi Dhina Cantya selama mengikuti NPEO adalah dirinya merasa senang melihat setiap penampilan story telling, karena dia merasa benar-benar bisa masuk kedalam cerita sehingga bisa membawa cerita yang memiliki karakteristik yang bermacam-macam.
Indah dan Ria Sari

IMG-20190504-WA0005

Merayakan Hari Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya (Wikipedia). Biasanya para pelajar memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan melaksanakan upacara.

IMG-20190504-WA0001
Sama halnya dengan Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang juga melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada Kamis, 2 Mei 2019 di kampus 2 PNM. Upacara Hari Pendidikan Nasional sudah dilakukan dua kali oleh PNM, namun yang membedakan upacara tahun ini dengan tahun lalu adalah peserta upacara yaitu mahasiswa semester 2 dan semester 4 yang mendapat beasiswa Bidik Misi. Hal ini dikarenakan kurangnya tempat untuk upacara.
Upacara Hari Pendidikan Nasional pada tahun 2019 mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan dengan Mewujudkan SDM Kompetitif, Inovatif dan Berkarakter”. Upacara dipimpin langsung oleh Direktur Utama PNM, Muhammad Fajar Subkhan, ST., MT. Walaupun acara molor sekitar 10 menit namun tetap berjalan dengan lancar dan khidmat.

IMG-20190504-WA0002IMG-20190504-WA0000
Nabella Gressya Putri, mahasiswa Prodi Bahasa Inggris selaku pengawas petugas upacara mengungkapkan bahwa tidak ada kendala pada saat upacara berlangsung. “Kendalanya tidak ada waktu upacara berlangsung, namun kendala terjadi ketika latihan yaitu kurangnya partisipasi mahasiswa untuk menjadi petugas upacara,” ucapnya.

Irma, Daniel, Indah Pranata, Nurdian