Gigih dan Berani! Berikut Beberapa Tokoh Pahlawan Jurnalistik Perempuan Indonesia

Pers G-Plasma, Masih banyak orang yang belum tahu, kalau ternyata ada peran besar para perempuan hebat yang menggunakan pikiran dan penanya sebagai senjata untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya dalam bidang jurnalistik, mereka juga senantiasa berjuang untuk mendorong lahirnya emansipasi perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia. Penasaran siapa sajakah mereka? Yuk, simak bersama beberapa tokoh jurnalis perempuan Indonesia yang dilansir dari sindonews.com.

  1. Rohana Kudus

Rohana Kudus adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia sekaligus pendiri surat kabar “Soenting Melajoe” di tahun 1912. Melalui tulisannya, beliau kerap mengkritik praktik manipulasi yang menjebak para buruh perempuan ke dunia prostitusi. Tidak hanya itu, beliau juga berjasa atas pendirian sekolah Kerajinan Amal Setia di Koto Gadang, Sumatera Barat. Pendirian sekolah tersebut di tahun 1912 bertujuan untuk memperluas perjuangan hak-hak perempuan.

  1. S.K. Trimurti

Surastri Karma Trimurti atau akrab disapa S.K. Trimurti merupakan seorang tokoh yang aktif dalam bidang aktivis, jurnalistik, dan advokat kesetaraan gender di Indonesia. Salah satu perjuangannya ialah menolak adanya aturan feudal. Aturan tersebut menganggap berpolitik merupakan hal yang tabu bagi perempuan. Pada usia 21 tahun, S.K. Trimurti diminta Presiden Soekarno untuk menjadi pemimpin redaksi majalah “Pikiran Rakyat”. Berkat perjuangannya, Trimurti berhasil mendapat penghargaan “Trimurti Awards” dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Penghargaan ini diberikan dengan tujuan menghargai karya jurnalis perempuan di Indonesia.

  1. Rasuna Said

Rasuna Said merupakan jurnalis perempuan asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Selain aktif di dunia jurnalistik, beliau juga aktif berkontribusi pada organisasi islam dan gerakan perempuan. Rasuna Said sempat menjadi pemimpin redaksi pada “Majalah Raya” yang merupakan salah satu media perjuangan di daerah asalnya. Selain itu, beliau juga pernah menjadi redaktur pada majalah “Suntiang Nagari”. Pada tahun 1935 Rasuna Said memutuskan pendirian majalah mingguan “Menara Poetri”. Majalah ini membahas kesetaraan hak perempuan dan juga semangat anti kolonialisme di Indonesia.

  1. Ani Idrus

Ani Idrus adalah salah satu wartawati paling berpengaruh dalam perkembangan jurnalisme di Indonesia. Tumbuh saat berseminya kebangkitan nasional, Ani Idrus ikut berjuang melawan pemerintahan kolonial Hindia Belanda melalui tulisannya. Beliau mulai gemar menulis di umur 12 tahun dan akhirnya mulai bekerja sebagai profesional di umur 14 tahun pada “Majalah Politik Penyendar”. Pada tahun 1938, Ani Idrus sempat mendirikan majalah politik bernama “Seruan Kita” bersama suaminya, H. Mohammad Said. Sayangnya majalah tersebut tidak bertahan lama.

  1. Siti Latifah Herawati Diah

Siti Latifah Herawati Diah atau lebih dikenal sebagai Herawati Diah merupakan jurnalis sekaligus pendiri beberapa media massa, seperti Harian Merdeka, Majalah Keluarga, Majalah Berita Topik, dan surat kabar berbahasa Inggris pertama di Indonesia, yaitu The Indonesian Observer pada 1955. Edisi pertama surat kabar tersebut terbit pada saat Konferensi Asia Afrika di Bandung.
Memiliki ayah seorang dokter tidak membuatnya tertarik untuk mengikuti jejaknya. Dengan dorongan ibunya, Herawati kemudian belajar sosiologi di Barnard College, afiliasi dari Colombia University di New York. Karena latar pendidikannya tersebut, Herawati menjadi satu-satunya wartawati berpendidikan formal pada masanya. Beliau juga aktif membela hak-hak perempuan dan menyuarakan isu kesetaraan gender di Indonesia. Hal ini tercermin dengan pendirian Komnas Perempuan, Lingkar Budaya Indonesia, dan Gerakan Perempuan Sadar Pemilu.
Nah itulah tadi lima tokoh perempuan hebat dalam sejarah jurnalistik Indonesia. Jasa-jasa mereka wajib kita kenang sepanjang masa. Keteguhan serta semangat mereka dalam menulis dan memajukan jurnalistik di Indonesia patut dijadikan motivasi untuk kita sebagai para jurnalis muda.

Penulis: Divisi Reporter
Editor: Rifa’i

Saring Atlet E-Sport Terbaik, Politeknik Negeri Madiun Selenggarakan Turnamen Game Online

Pers G-Plasma, Minggu, 4 Oktober 2021, Politeknik Negeri Madiun (PNM) telah menyelenggarakan Final Tournament Game Online. Turnamen kali ini berlangsung secara daring dan hanya diikuti oleh mahasiswa PNM.

Turnamen tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan atlet-atlet e-sport menuju turnamen e-sport di kancah nasional. Selama turnamen berlangsung, tidak ada kendala yang serius. Keseluruhan turnamen berjalan dengan baik dan lancar. Awalnya, turnamen ini akan diselenggarakan secara semi luring di mana peserta yang lolos ke babak semifinal akan bertanding di kampus PNM.

Namun, terjadi beberapa kendala terkait jadwal semifinal dan final. Jadwal-jadwal tersebut berbenturan dengan acara wisuda PNM sehingga acara harus berubah menjadi daring. Meskipun begitu, para peserta tampak antusias mengikuti ajang yang terbilang baru dari PNM ini. Sementara itu, penyerahan hadiah tetap dilakukan secara langsung di Memory Coffee.

Melalui ajang ini, Ketua Pelaksana, Widia Indar berharap ke depannya teman-teman PNM dapat lebih antusias lagi dalam mengikuti turnamen ini dengan target peserta bisa tembus 100 tim. Pada kesempatan yang sama, ia menuturkan semoga acara ini bisa terlaksana secara luring ke depannya.

Penulis: Hanisa

Editor: Muktamiroh

Berlangsung secara Semi Luring, Politeknik Negeri Madiun Gelar Wisuda ke-16 Program Ahli Madya

Pers G-Plasma, Sabtu, 2 Oktober 2021, Politeknik Negeri Madiun (PNM) menyelenggarakan Wisuda ke-16 Program Ahli Madya. Wisuda tahun ini diselenggarakan semi luring di Kampus I Politeknik Negeri Madiun dan Zoom Meeting karena adanya pandemi Covid-19. Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Madiun, Drs. H. Maidi, S.H., M.M., M.Pd., Para Penggagas PNM, dan Direktur PNM, M. Fajar Subkhan, S.T., M.T., beserta jajaran direksi Politeknik Negeri Madiun.

Untuk pelaksanaan secara luring hanya dihadiri oleh perwakilan wisudawan/ti terbaik dari masing-masing program studi (prodi) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Para peserta luring diimbau untuk tetap menjaga jarak satu sama lain, memakai masker dan face shield, serta menggunakan hand sanitizer.

Sementara itu, wisudawan/ti lainnya tetap mengikuti serangkaian acara via Zoom dari rumah dengan didampingi oleh orang tua masing-masing. Secara keseluruhan, wisudawan/ti PNM program ahli madya tahun ini berjumlah 563 orang. Hal ini terdapat peningkatan dibanding tahun lalu.

Meskipun berlangsung secara semi luring, para wisudawan/ti tetap mengikuti prosesi pengukuhan dengan khidmad. Momen pemindahan tali toga pun menjadi pemandangan yang mengharukan. Dengan pelaksanaan wisuda ini, seluruh mahasiswa PNM semester enam telah resmi menyandang gelar A.Md. ‘ahli madya’, sebutan bagi lulusan Diploma III sesuai dengan jurusan yang diambil.

Dalam sambutannya, Fajar Subkhan mengutarakan bahwa dirinya merasa bangga dengan lulusan tahun ini karena berhasil menorehkan 60 prestasi baru untuk PNM. Selain itu, wisuda ini sekaligus menjadi yang pertama bagi prodi Teknologi Informasi sejak awal berdiri pada tahun 2018.

Pada kesempatan yang sama beliau mengatakan, “Harapan kami semua ketika Anda kembali ke masyarakat, hendaknya Anda mampu memberikan kontribusi dan sumbangsih yang terbaik dalam membangun bangsa dan negara dengan bekal ilmu dan keterampilan serta prestasi yang Anda miliki.”

Terakhir, beliau berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Penyayang meridai semua cita-cita dan amal baik kita semua, aamiin yarobbal alamin.”

Penulis : Danarara

Editor : Risma Oktaviani

Belajar di Perpustakaan hingga Beristirahat dengan Cukup? Berikut Tips Agar Tak Bosan Berkuliah Daring

Pers G-Plasma, Perkulian daring menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang baru. Selama perkuliahan daring ini tak jarang membuat mahasiswa merasa bosan dan tertekan. Hal ini karena rutinitas yang monoton dan terus berulang, misalnya menghadap layar berjam-jam. Hal itu semakin bertambah dengan tugas yang menumpuk dan ketidakpahaman materi.

Untuk atasi hal tersebut, kamu bisa mengerjakan tugas bersama dengan teman-temanmu agar lebih mudah untuk memahami suatu materi yang menurut kamu sulit kamu mengerti. Dengan belajar bersama teman, kamu akan lebih bersemangat dan tidak bosan saat mengerjakannya.

Kegiatan belajar kelompok bisa dilakukan di mana saja, salah satunya di perpustakan. Apa spesialnya? perpustakaan menyediakan suasana belajar yang tenang sehingga menjadi tempat terbaik untuk belajar. Suasana baru perpustakaan juga dapat mengatasi kebosanan selama pekuliahan daring. Selain itu, tempat ini bisa meningkatkan pengetahuan dan produktivitas mahasiswa dengan banyaknya buku, jurnal, dan bahan pustaka lainnya yang tersedia. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan kurang referensi bagi mahasiswa selama perkuliahan daring.

Perlu diingat saat bertemu dengan teman di luar rumah, kita wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak. Tapi ada satu hal lagi yang tiak kalah penting dari beberapa tips diatas  apa itu? Istirahat.

Istirahat merupakan kegiatan berhenti sejenak dari kegiatan yang sedang dilakukan. Sederhana namun sering dilupakan, ada banyak manfaat dari beristirahat. Selain mereda diri dari penatnya kegiatan, istirahat yang cukup dan teratur dapat menjaga diri agar tetap dalam kondisi yang sehat, membuat otak menjadi fresh dan me-refresh kembali sistem kerja tubuh.

Penulis: Silvi B.K.

Editor: Mutji Rahayu Nengsih.

Maksimalkan Kegiatan Perkuliahan, Buatlah List Target agar Terarah!

Pers G-Plasma, Beberapa perguruan tinggi telah memulai tahun ajaran baru. Ini berarti mahasiswa baru sekalipun telah aktif memasuki kegiatan perkuliahan. Namun, tak sedikit dari mereka masih kebingungan untuk memaksimalkan potensi dirinya. Untuk itu, berikut beberapa tips dan trik memaksimalkan diri di perkuliahan yang dilansir dari laman gramedia.com.

  1. Aktif Mencari Tahu
    Saat memasuki dunia perkuliahan, kamu dituntut untuk mandiri termasuk dalam mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan kampus dari berbagai sumber. Sebagai contoh ialah dari BEM kampus dan humas kampus. Informasi tersebut dapat berupa informasi akademik maupun non akademik. Hal ini agar kamu tidak ketinggalan informasi yang penting.
  2. Membuat Rencana Akademik
    Masa awal perkuliahan adalah waktu yang tepat untuk untuk membuat rencana akademik. Hal ini agar apa yang kamu lakukan bisa terencana. Selain itu, kamu bisa mengetahui perkembangan akademik yang sudah kamu lalui. Sebagai contoh, kamu membuat rencana setiap semester yang kamu lalui atau menyusun target di tahun berapa kamu lulus kuliah. Dengan begitu, kamu bisa terpacu dan teringat tentang apa yang harus kamu capai.
  3. Membuat List Target yang Harus Dicapai
    Selain rencana akademik sebelumnya, kamu perlu membuat target yang harus kamu capai mendatang. Jika salah satu target terselesaikan, maka coret atau berilah tanda pada list targetmu. Hal ini agar kegiatanmu kedepannya lebih terarah dan jelas tujuannya.
  4. Mengikuti Organisasi atau Komunitas
    Disela padatnya jadwal kuliah, pergunakan waktu kosongmu untuk mengikuti kegiatan organisasi atau komunitas yang kamu minati. Dengan mengikuti organisasi atau komunitas, kamu bisa bertemu orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda. Selain itu, mengikuti diskusi forum akan memberikan pandangan baru serta memperluas wawasanmu.
  5. Time Management itu Penting!
    Tanpa time management (manajemen waktu) semua yang sudah disusun dan direncanakan tidak akan berjalan dengan baik. Maka dari itu sebagai mahasiswa, kamu harus pintar dalam mengelola waktu yang kamu punya. Kamu harus bisa membagi waktu dengan proporsional sesuai apa yang ingin kamu lakukan mendatang. Di samping itu, jangan lupa untuk menyisihkan waktu guna relaksasi. Tujuannya agar kamu tidak jenuh dengan kegiatan yang padat sebelumnya.
    Mulai dari sekarang, yuk memaksimalkan diri di perkuliahan dengan langkah-langkah di atas. Hal ini agar kedepannya perkuliahan kamu bisa lebih mudah dijalani dan target-target masa depan bisa terpenuhi. Semangat ya!

Penulis: Habib, Octa, dan Marsyella
Editor : Muktamiroh

Bingung Cara Hadapi Tahun Pertama Perkuliahan? Simak Tips dan Trik Berikut Ini.

Pers G-Plasma, Pandemi Covid-19 di Indonesia kembali melonjak hingga penerapan PPKM kembali diperketat. Hal tersebut berhasil menggagalkan pelaksanaan pendidikan secara tatap muka di wilayah Jawa-Bali. Pembatalan tersebut menyebabkan seluruh perguruan tinggi kembali melaksanakan perkuliahan secara daring. Tahun ajaran 2021 adalah tahun kedua pelaksanaan perkuliahan daring yang dirasakan oleh mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Bagi mahasiswa baru, dunia perkuliahan merupakan suatu transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi. Hal ini menyebabkan tidak sedikit mahasiswa baru mengalami culture shock dan juga kebingungan untuk memanfaatkan tahun pertamanya. Nah, berikut adalah tips dan trik memanfaatkan tahun pertama saat kuliah.

  1. Adaptasi
    Dalam perkuliahan daring, beradaptasi dengan lingkup perkuliahan sangatlah penting. Hal ini akan berdampak positif bagi dirimu di tahun pertama perkuliahan. Adaptasi dalam perkuliahan bukan hanya seputar pertemanan, melainkan juga dengan mengenal kampusmu lebih dalam.
    Kamu harus bisa membiasakan diri dengan aktif mengikuti serangkaian kegiatan kampus ataupun perkuliahan. Hal ini karena pembelajaran di masa sekolah menengah dengan di perguruan tinggi sangatlah berbeda. Mulailah dari mendisiplinkan diri dengan segala tugas maupun jadwal perkuliahan yang ada. Hal ini akan membantumu untuk beradaptasi dengan cepat.
  2. Eksplorasi
    Dalam dunia perkuliahan eksplorasi sangatlah dibutuhkan. Ekplorasi adalah mencari dan mempelajari hal-hal baru, terutama hal yang disuka di dalam maupun di luar pembelajaran. Eksplorasi bisa dilakukan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan, seperti webinar, pelatihan, PKM, dan sebagainya. Dengan begitu, keterampilan yang kita punya bisa dikembangkan dan akan jauh lebih bermanfaat lagi.
  3. Perbanyak Relasi
    Dalam dunia perkuliahan, pertemanan kita akan semakin luas. Karenanya, relasi pertemanan sangatlah dibutuhkan. Semakin banyak relasi, semakin banyak dan mudah pula informasi penting yang akan kamu dapatkan. Sasaran untuk memperbanyak relasi tidak hanya dengan teman satu angkatan, melainkan juga dengan dosen, senior, atau alumni pada lingkup kampus. Dengan banyaknya relasi pula, kamu akan lebih mudah melakukan sharing tentang hal yang ingin kamu tahu selama masa perkuliahan.
    Itulah beberapa tips dan trik memanfaatkan tahun pertama pada saat kuliah. Meskipun perkuliahan masih tetap dilaksanakan secara daring, kamu juga harus bisa melakukan dan memanfaatkan tahun pertama ini dengan baik ya.

Penulis : Adinda Ayu Rahmadani
Editor : Lintang Cahyani

Baliho Oh Baliho…

Pencitraan di Waktu yang Salah

“Kondisi saat ini terjadi disparitas kepentingan antara rakyat dan elit. Elit lebih bernafsu berebut kuasa ketimbang berempati dan membantu rakyat yang tertimpa dampak covid-19.” – Alwan Ola Riantoby (Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat, dikutip dari mediaindonesia.com).

Pers G-Plasma, Belakangan ini media sosial diramaikan dengan aksi warganet yang berfoto di depan baliho dengan membawa tulisan “Pandemi belum usai, 2024 sudah dimulai.” Lalu apakah benar, baliho-baliho tersebut menjadi salah satu bukti minimnya empati politisi di tengah pandemi?

Sebenarnya, pemasangan baliho bernuansa politik bukanlah hal yang asing di Indonesia, apalagi menjelang pemilihan umum (pemilu). Namun, di tengah situasi pandemi yang serba susah ini tidak etis rasanya melihat politisi yang malah berlomba memamerkan partai dan slogan mereka di sepanjang jalan. Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Alwan Ola Rinatoby mengatakan seorang negarawan harusnya menjadi penopang kebijakan dan perpanjangan tangan dari rakyat, bukan malah berebut kekuasaan di tengah pandemi seperti ini.

“Kondisi saat ini terjadi disparitas kepentingan antara rakyat dan elit. Elit lebih bernafsu berebut kuasa ketimbang berempati dan membantu rakyat yang tertimpa dampak covid-19,” terang Alwan yang dilansir dari mediaindonesia.com.

Di lain sisi, sejumlah kader partai mengatakan bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan instruksi partai. Bersumber dari regional.kompas.com, Ketua Dewan Pengurus Daerah 1 Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe juga mengatakan pemasangan baliho tersebut merupakan salah satu strategi merebut kemenangan Pilpres 2024.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Negeri Semarang (UNNES), Cahyo Seftyono berpendapat bahwa baliho-baliho yang dipasang ini terkesan monoton di tengah masyarakat yang sedang dilanda pandemi.

“Kalau gitu kan seolah-olah mereka yang penting tampil. Kalau melihat kondisi sekarang harusnya itu bisa didesain lebih inovatif. Sehingga apa yang ditayangkan itu tidak monoton dan lebih krusial untuk menjadi perhatian para politisi dan tim mereka di balik layar,” imbuh Cahyo.

Menurut penulis, sebenarnya tidak ada salahnya menggunakan baliho untuk kepentingan politik, toh hal itu sudah lumrah di Indonesia. Namun, kampanye dan pendekatan mereka terhadap masyarakatlah yang dirasa kurang tepat. Dari fenomena baliho ini kita tahu bahwa saat ini sejumlah masyarakat, terutama generasi milenial sudah tidak terpengaruh lagi oleh pencitraan dan bentuk kampanye politik lain. Masyarakat lebih menginginkan kinerja nyata mereka dalam usaha memperbaiki kondisi bangsa agar segera keluar dari pandemi Covid-19. Jadi, sebagai masyarakat dan warga negara yang baik, kita juga perlu melihat apakah pencitraan yang mereka lakukan sekarang ini sejalan dengan tindakan nyata mereka nantinya atau tidak.


Penulis: Azahra Wahyu

Editor: Aprilia Rista

Berlangsung secara Daring, Expo UKM Tutup Rangkaian Acara PKKMB PNM 2021

Pers G-Plasma, Jum’at (27/08/2021), Politeknik Negeri Madiun (PNM) mengadakan acara Expo UKM bagi mahasiswa baru angkatan 2021. Acara ini diadakan secara online karena adanya pandemi Covid-19. Adanya kegiatan Expo UKM dimaksudkan agar mahasiswa baru paham terkait kinerja dan fungsi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) .
Pada Expo UKM tahun ini, materi disampaikan langsung oleh anggota UKM terkait. Oleh karenanya, Staff Ahli Kementerian Minat Dan Bakat, Tyan Rudianti, berasumsi bahwa mahasiswa baru akan lebih paham dengan materi expo. Selain itu, mahasiswa baru juga dapat menonton video perkenalan dari seluruh UKM di PNM. Video-video tersebut tayang serentak di kanal Youtube BEM PNM TV.
Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, Expo tahun ini memungkinkan mahasiswa baru untuk berkomunikasi secara langsung melalui Zoom dengan UKM terkait. Untuk mengurangi ketegangan, panitia juga menghadirkan pensi kolaborasi seluruh UKM.
Setelah pelaksanaan Expo UKM, ada pula pendaftaran UKM yang berlangsung selama sepuluh hari. Pendaftaran dimulai dari tanggal 27 Agustus s.d. 5 September 2021. Untuk mengakses tautan pendaftaran, mahasiswa baru juga dapat mengaksesnya melalui majalah produksi G-Plasma.
Dengan adanya Expo Ormawa, mahasiswa baru diharapkan bisa terhibur dan mendapat gambaran terkait UKM pilihanya. Hal ini menjadi penting mengingat setiap mahasiswa wajib mengikuti paling tidak satu UKM atau ormawa.

Penulis : Happy Fajar & Farikhul Ulum
Editor : Muktamiroh

Mengusung Konsep Baru, Politeknik Negeri Madiun Laksanakan PKKMB secara Daring

Pers G-Plasma, Memasuki tahun ajaran baru, Politeknik Negeri Madiun menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Senin, (23/08/2021). Untuk kedua kalinya, acara ini kembali dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube karena pandemi Covid-19. PKKMB tahun ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 23 Agustus 2021 hingga 27 Agustus 2021. Mengusung tema “PNM Bermutu”, setidaknya ada 850 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini. Jumlah mahasiswa tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Hal ini karena hadirnya program studi baru, yaitu D2 Pembentukan Logam.
Dikoordinir Bapak Budi Artono,S.T.,M.T., kegiatan ini mengadaptasi konsep pelaksanaan PKKMB seperti tahun sebelumnya. Namun dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini, panitia banyak mengusung hal baru, terutama dalam segi acara maupun segi visualisasi sehingga memberikan kesan yang menarik untuk disimak dan diikuti. Hal tersebut ditegaskan oleh wakil pelaksana PKKMB, Hadias Bthari.
Sementara itu, acara PKKMB tahun ini juga berlangsung secara offline di Kampus 1 ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat, PKKMB offline hanya menghadirkan 20 perwakilan mahasiswa baru dan 10 perwakilan panitia. Berdasarkan penuturan Hadias Bthari, perwakilan yang hadir secara langsung di kampus sudah melalui uji usap antigen Covid-19 serta mematuhi protokol kesehatan secara ketat, seperti memakai masker dan sarung tangan, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Tak bisa dipungkiri, kendala jaringan maupun fasilitas pendukung lain juga menjadi hambatan. Namun harapannya, hambatan tersebut tidak menyurutkan semangat dan antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan ini. Melalui PKKMB tahun 2021 ini, mahasiswa baru diharap dapat lebih mengenal lingkungan barunya dan cepat beradaptasi dengan sekitarnya.

Penulis : Dyah Ayu Yuniar & Fajar Dwi Utomo.
Editor : Shindy Dwi Rahmawati.

Mulai dari Atur Waktu hingga Siapkan Camilan, Berikut Tips dan Trik Rubah Belajar Daring Jadi Menyenangkan

Pers G-Plasma, Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat banyak sekolah maupun perguruan tinggi meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebagai gantinya, mereka menerapkan metode belajar jarak jauh secara daring. Hal tersebut diterapkan untuk membatasi interaksi fisik secara langsung guna menekan penyebaran virus. Namun, aktivitas belajar dari rumah tak sepenuhnya mudah. Ada beberapa hambatan yang harus dihadapi oleh pelajar. Hambatan tersebut mulai dari kendala teknis yang menyebabkan dosen dan mahasiswa salah paham hingga akses internet yang berbeda-beda di tiap daerah atau kota. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dan dosen. Nah, berikut tips dan trik ubah belajar daring jadi menyenangkan selama di rumah:

  1. Carilah Tempat yang Nyaman
    Banyaknya gangguan ketika kelas berlangsung merupakan salah satu kekurangan dari kuliah daring, terutama saat di rumah. Gangguan tersebut bisa muncul ketika dipanggil orang tua, diganggu adik yang mengajak kita bermain, atau godaan besar untuk rebahan di kasur. Untuk meminimalisir hal tersebut, tentukan tempat yang nyaman dan kondusif. Tempat yang nyaman dan kondusif dapat membuat kita fokus terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung.
    Tempat yang nyaman merupakan salah satu kunci agar belajar tetap fokus. Kamu bisa mencari tempat, seperti sudut rumah yang nyaman sebagai tempat belajar. Kamu juga bisa mendekor area meja belajar sekreatif mungkin. Hal tersebut dapat menambah semangat belajar kamu.
  2. Siapkan Camilan
    Belajar tentu menguras tenaga kita. Meskipun secara fisik tak banyak bergerak, tenaga kita bisa terkuras ketika berpikir. Supaya tetap semangat, siapkan camilan secukupnya. Camilan tersebut, seperti kacang-kacangan, buah-buahan, atau camilan berkalori tinggi lainnya. Sebelum pembelajaran dimulai, kamu juga bisa membuat makanan ringan kesukaanmu misalnya, cookies atau makanan ringan lainnya. Jangan lupa, kita harus tetap rutin minum air putih. Air putih dapat menjaga konsentrasi kita tetap baik ketika pembelajaran berlangsung.
  3. Kelola Waktu dengan Baik
    Atur waktu belajarmu. Hal tersebut agar kamu tidak lagi mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan tugas. Biasakan dirimu mengerjakan tugas di awal waktu. Dengan begitu, tugasmu tidak akan menumpuk. Selain itu, atur jadwal harian, seperti kapan harus belajar dan kapan harus bersantai. Jangan lupa atur jadwal untuk berolahraga juga ya. Dengan begitu, tubuh akan tetap bugar selama belajar daring di rumah. Mengelola waktu dengan baik bisa membantumu untuk tidak stres selama melakukan kegiatan di dalam rumah selama pandemi Covid-19.
    Itu tadi beberapa tips dan trik ubah belajar daring jadi menyenangkan selama di rumah. Tips dan trik tersebut bisa banget kamu terapin nih! Walaupun masih belajar secara daring, kamu harus tetap menjaga kesehatan dan tetap fokus belajar ya!

Penulis: Lia Widyaningtiyas
Editor: Rifa’i