IMG-20181209-WA0003

PNM Kembali Berlaga di KMLI ke – X

Politeknik Negeri Madiun (PNM) kembali mengikuti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) di Politeknik Negeri Bandung pada tanggal 14 – 17 November 2018. Sebagai informasi, KMLI adalah kompetisi mobil listrik yang diselenggarakan setiap tahun oleh Politeknik Negeri Bandung. Tahun ini adalah periode ke-10 diadakannya kompetisi mobil listrik tersebut.

IMG-20181209-WA0002

Konsep mobil listrik yang diberi nama FUSENA ini berbeda dengan tahun lalu. Oleh karena itu, para anggota tim KMLI PNM, MOLIKOM AE, merombak rangka dan body mobil dari tahun kemarin. “Kita merombak rangka dan body dari tahun kemarin. Serta penggeraknya juga baru,” ucap Darma Aji, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Otomotif semester 3 yang turut menjadi anggota dari tim tersebut.
Anggota lain dari MOLIKOM AE, Fauzan, menambahkan jika mobil ini memakai mesin motor baru. “Memakai motor BLDC 800 watt yang berjumlah 2. Serta menambahkan baterai baru yang kapasitasnya 45 amper,” ujar mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Otomotif semester 5 tersebut. Selain merombak rangka dan body mobil, tipe motor yang digunakan pun berbeda. “Konsepnya berbeda. Tahun kemarin memakai rantai dan berpenggerak akhir yang keseluruhan rodanya 14 inchi. Sekarang memakai tipe motor BLDC on Wheel 800 watt Hi Grid. Jadi posisi dinamo langsung di pelek belakang dua-duanya,” ungkapnya. Secara keseluruhan, kemajuan untuk tahun ini bagus dan sesuai prediksi awal.
Darma Aji yang baru pertama kali mengikuti kompetisi ini pun mengatakan bahwa ia mendapat banyak pengalaman. “Yang pertama itu kita dapat mengetahui kualitas kampus lain dan sejauh mana kualitas mobil yang kita buat tahun ini. Dan disegi lain kita mendapat banyak teman disana, untuk mewujudkan mobil listrik kedepannya yang lebih baik,” ujarnya.

Irma Alaynaa Utari

IMG-20181205-WA0032

Cakra Jagad PNM Mengharumkan Nama PNM

IMG-20181205-WA0031

KMHE atau Kompetisi Mobil Hemat Energi adalah event yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Republik Indonesia (Kemenristekdikti) dalam skala nasional, tiap tahunnya memperlombakan mobil kreasi mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan tinggi. KMHE berorientasi pada efisiensi energi dari mobil rancangan mahasiswa hasil pengaplikasian ilmu yang diterima selama kuliah. Perlombaan dibagi menjadi 2 kategori kendaraan, yaitu Urban dan Prototype. Mobil dalam KMHE dibagi menjadi 4 kelas berdasarkan motor penggerak yang digunakan, diantaranya Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, MPD Etanol, MPD Diesel dan Motor Listrik.

Pada tahun ini Politeknik Negeri Madiun (PNM) kembali mengikuti kompetisi tersebut yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang pada tanggal 27 November – 1 Desember 2018. Tim dari PNM, Cakra Jagad PNM, mendapat peringkat 2 nasional dalam kelas Prototype Etanol dari 4 peserta.

Perlu waktu 6 bulan untuk mempersiapkan mobil hemat energi ini. “Persiapannya mulai dari riset di kampus, seperti riset body dan mesin. Kemudian pengiriman mobil melalui kargo menuju Padang,” ucap Reza, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Otomotif semester 5 selaku ketua dari Tim Etanol. Ia pun juga mengatakan bahwa konsep dari mobil ini adalah mobil hemat energi dan ramah lingkungan serta mengedepankan Aerodinamik.
IMG-20181205-WA0033

Menurut Reza, pengalaman yang ia dapatkan selama mengikuti kompetisi ini ialah teamwork, kekompakan, dan bisa sharing dengan peserta dari universitas lain.
Nanang Romandoni, S.Pd., M.T., selaku dosen pembimbing kegiatan ini mengungkapkan bahwa kesulitan yang dialami adalah teknis pembuatan kendaraan itu sendiri. “Kesulitan diteknis pembuatan kendaraan karena mahasiswa semester 5 pada waktu itu melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) jadi untuk membuat mobilnya singkat,” ujar Beliau. Beliau pun mempunyai harapan agar pada tahun berikutnya, ketika akan mengikuti kompetisi ini untuk melakukan upgrade pada body kendaraan dan penggerak agar lebih ringan serta bisa bersaing dengan kampus-kampus lain

IMG-20181105-WA0075

Malam Puncak Dies Natalis PNM ke-6

Dies Natalis Politeknik Negeri Madiun (PNM) ke-6 yang bertemakan “Dari Kita Untuk Kita”. Rangkaian perayaan diawali dengan pekan olahraga internal antar program studi, pemilihan duta kampus, jalan santai, majelis dzikir, hingga diakhiri dengan malam puncak perayaan Dies Natalis ke-6.

IMG-20181105-WA0080

Malam puncak perayaan Dies Natalis ke-6 berlangsung pada 29 Oktober 2018 di kampus 2 Politeknik Negeri Madiun. Acara yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan kalangan umum ini, dibuka dengan penampilan dari beberapa UKM diantaranya : penampilan tari Asmorodono dan dance oleh UKM Tari, penampilan band yang dibawakan oleh UKM Musican dan musikalisasi puisi oleh UKM Stupa. Acara Dies Natalis juga didukung oleh beberapa sponsor. Di sekitar penonton terdapat beberapa tenda stand sponsor yang menjajakan makanan, minuman dan mempromosikan barang.

IMG-20181105-WA0083

Pada puncak acara kali ini dimeriahkan oleh Guest Star yang berasal dari Yogyakarta, yaitu Nufi Wardhana. Kehadiran Nufi Wardhana yang ditunggu-tunggu oleh semua penonton, disambut meriah oleh seluruh penonton. Diawali dengan membawakan lagu “Tanah Airku”. Menyanyikan lagu wajib nasional di setiap pembukaan performnya diharapkan dapat dijadikan media pemersatu bangsa, ungkap Nufi Wardhana.

IMG-20181105-WA0081

Dia juga membawakan 2 lagu originalnya yang akan rilis dengan judul “Melangkah” dan “1600 Kilometer”. Melihat antusias penonton, Nufi Wardhana sangat mengapresiasi penonton yang luar biasa dan dapat menghafal lagu yang dibawakannya meskipun belum dirilis. Selain itu, Nufi juga membawakan beberapa lagu request dari penonton dan semua larut dalam lantunan musik yang dibawakannya.

IMG-20181105-WA0076

Acara Dies Natalis kali ini sangat terkesan dari tahun sebelumya, “Kesannya, yang pertama memang antusiasmenya luar biasa, dan yang sangat beda dari tahun sebelumya PNM menghadirkan Guest Star. Semua penonton menyambut Dies Natalis Ke-6 ini sangat meriah”, ujar Irene Berliana salah satu penonton.
IMG-20181105-WA0073

Hingga pukul 22.00 WIB acara diakhiri dengan kemeriahan kembang api sebagai penutup puncak Dies Natalis Politeknik Negeri Madiun dan acara berjalan dengan lancar tanpa kendala dan kericuhan apapun.

Nufi Wardhana juga berpesan “Semoga teman-teman dari Politeknik Negeri Madiun ini kedepannya terus mengadakan event yang keren-keren, yang jauh lebih kreatif dan inovatif”. Karena menurutnya sekarang zamannya milenial yang dimana akademik saja tidak cukup, sehingga harus bergerak dibidang kreatif.
Serangkaian acara Dies Natalis ke-6 ini sudah selesai dilaksanakan. Dengan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa dan dapat memperkenalkan Politeknik Negeri Madiun ke kalangan umum yang lebih luas.

IMG-20181004-WA0058

MPJ untuk Solidaritas

MPJ atau Masa Pengenalan Jurusan merupakan kegiatan yang memperkenalkan para mahasiswa baru kepada jurusannya masing-masing. Kegiatan MPJ di Politeknik Negeri Madiun (PNM) berlangsung pada tanggal 8 – 29 September 2018. Kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan dengan 4 kali pertemuan yang dilaksanakan tiap hari Sabtu. MPJ tersebut dilaksanakan di dua tempat. Jurusan Teknik melaksanakan MPJ di Kampus 1 dan jurusan Komputerisasi Akuntansi serta Administrasi Bisnis bertempat di Kampus 2.

IMG-20181004-WA0060

IMG-20181004-WA0062

Kegiatan MPJ turut memupuk harapan-harapan para kakak tingkat kepada mahasiswa baru. Sapto Wahyu Utomo selaku Ketua Pelaksana MPJ Administarsi Bisnis memiliki harapan agar semua mahasiswa baru dari Program Studi Administrasi Bisnis dan Bahasa Inggris bisa lebih mengerti dan mencintai jurusannya, “Harapannya biar semua maba dari Adbis maupun Bahasa Inggris bisa lebih mencintai dan lebih mengerti jurusannya masing-masing, juga menghilangkan sifat apatis maba dalam dunia kampus dan untuk lebih peduli pada kampus,” ujarnya.

Harapan yang lain, agar para mahasiswa baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, “Selain agar para maba mengenal jurusan dan prodinya, juga agar para maba ini lebih cepat beradaptasi dengan kampus dan lepas dari kebiasaan selama di SMA/SMK dan juga agar lebih mengenal kakak-kakak tingkat. Jadi, jika nanti mereka butuh bantuan dari kakak tingkat sudah tidak sungkan lagi,” ujar Ayub Krisna, Ketua Pelaksana MPJ Program Studi Teknik Komputer Kontrol.

IMG-20181004-WA0058

Selain harapan agar lebih dekat dengan para kakak tingkat, Deva Aji Pramesti selaku Ketua Pelaksana MPJ Program Studi Teknik Listrik mengungkapkan agar mahasiswa baru Program Studi Teknik Listrik tetap solid dengan meningkatkan tali kekeluargaan dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik. Ia juga berharap agar mereka lebih banyak mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan lomba-lomba yang berkaitan dengan kelistrikan.

IMG-20181004-WA0056

Menjadi lebih solid dan menghapuskan istilah geng-gengan diungkapkan oleh Dimas Sutapratama selaku Wakil Ketua Pelaksana MPJ Program Studi Mesin Otomotif sebagai harapannya, “Saya harap tidak ada istilah geng-gengan lagi karena kalian satu keluarga, terus yang dulunya masih takut semoga lebih berani lagi karena tujuan kita disini membentuk karakter yang lebih berani dan solid juga jangan ada dendam dengan para kakak-kakak senior karena kami disini hanya membantu membentuk karakter agar lebih baik,” ujarnya.

IMG-20181004-WA0057

Menumbuhkan semangat kekeluargaan antar mahasiswa Jurusan Teknik dan menumbuhkan pola pikir prestise merupakan harapan dari Ebal Purwo Febrianto selaku Ketua Pelaksana MPJ Teknik, “Selain itu agar mahasiswa Jurusan Teknik dapat melatih keterampilan berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kampus yang amat sangat berbeda dengan SMA/SMK,” ujarnya.

Richie Dwi Andika Putra, Ketua Pelaksana MPJ Komputerisasi Akuntansi berharap agar para mahasiswa baru mendapat bekal ilmu diluar ilmu perkuliahan, “Harapan saya agar mahasiswa terbekali dengan berbagai ilmu disamping perkuliahan seperti mengikuti organisasi di dalam kampus terutama di Jurusan Komputerisasi Akuntansi serta mempunyai moral dan perilaku yang baik,” ungkapnya.
Selain harapan dari kakak tingkat, harapan lain juga datang dari para dosen. Drs. Aminuddin Aziz, M.Si., Ketua Jurusan Administrasi Bisnis menuturkan bahwa para mahasiswa baru khususnya dari Program Studi Administrasi Bisnis dan Bahasa Inggris harus sangat mengenal jurusannya dan menghapuskan gap atau jarak antar mahasiswa, “Mahasiswa harus memiliki solidaritas agar tidak ada lagi gap antara senior dan junior maupun antara Administrasi Bisnis dan Bahasa Inggris karena kita disini berada di dalam satu jurusan yaitu Administrasi Bisnis. Selain itu, Pak Amin berharap agar Jurusan Administrasi Bisnis semakin solid, utuh, dan integritasnya meningkat,” ujar Beliau.

Muhammad Erik Echsony, S.ST., M.T., pun menuturkan agar acara MPJ tidak ada agenda-agenda tersendiri, “Seperti kegiatan yang sifatnya secara fisik itu tidak ditiadakan. Selain itu, agar waktu pelaksanaannya tidak di hari Sabtu, jadi waktunya disela-sela jam kuliah seperti tahun lalu. Agar Bapak Ibu dosen bisa mengontrol. Namun secara umum sudah baik,” ujar Ketua Jurusan Teknik tersebut.

Dewi Kirowati, S.E., M.M., selaku Ketua Jurusan Komputerisasi Akuntansi mengungkapkan harapan untuk MPJ tahun depan agar kegiatannya lebih mengarah ke kegiatan seminar, “Boleh dilaksanaakan, tapi arahan saya bukan rambu-rambunya ke kegiatan seperti itu (MPJ), saya hanya mengarahkan pada satu kegiatan seminar untuk mahasiswa baru karena nanti lebih berguna,” ujar Beliau.

Prasetyo Yekti Utomo, S.E., M.M., turut berharap agar para mahasiswa membuat acara yang lebih kreatif, “Kedepan kalau membuat acara itu yang lebih inovatif dan kreatif karena levelnya sudah mahasiswa. Terus sekali lagi saya tidak suka jika acara seperti itu hanya dijadikan ‘cari panggung’ oleh kakak-kakak yang hanya ingin nampil di depan adik-adiknya saja,” ujar Wakil Direktur III PNM tersebut.

MPJ bukan ajang senioritas yang menunjukkan bahwa senior diatas segalanya dibanding juniornya. Lebih dari itu, MPJ merupakan ajang untuk menumbuhkan jiwa-jiwa solidaritas antar mahasiswa dan mengenal para kakak tingkat sehingga mereka tidak merasa sungkan jika membutuhkan bantuan. MPJ juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sifat-sifat sosial seperti kekeluargaan, tolong-menolong, lebih peduli terhadap sekitar, dan mencintai jurusan serta kampusnya.

IMG-20180930-WA0046

Wisuda PNM 2018: Pendidikan untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan

IMG-20180930-WA0048

Untuk yang ke-13 kalinya, Politeknik Negeri Madiun (PNM) mengadakan acara wisuda yang digelar di Ballroom The Sun Hotel Madiun. Acara ini dihadiri 462 mahasiswa dari seluruh Program Studi yang ada di PNM. Acara dimulai pukul 08.00 WIB, dibuka dengan penampilan dari UKM Tari yang mempersembahkan Tari Sekar Pudyastuti.

Acara dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, berkolaborasi dengan Blue Shine Choir atau UKM Paduan Suara. Pukul 08.25 WIB dimulai pengukuhan wisudawan oleh Direktur PNM, Bapak Muhammad Fajar Subkhan, S.T., M.T., dan diselingi dengan lagu persembahan dari Blue Shine Choir.

Penyerahan ijazah dan penyampaian ucapan selamat oleh Direktur PNM dan Ketua Jurusan dimulai pukul 08.40 WIB. Penyerahan dimulai dari Prodi Administrasi Bisnis, selanjutnya Prodi Bahasa Inggris, dan Prodi Komputerisasi Akuntansi.

IMG-20180930-WA0047

Sebelum melanjutkan acara penyerahan ijazah, waktu istirahat diisi dengan pemutaran video PPKMB 2015 dan kemudian dilanjutkan dengan beberapa persembahan lagu dari Blue Shine Choir. Pukul 09.45 WIB mulai kembali melanjutkan acara penyerahan ijazah dan ucapan selamat untuk Prodi Mesin Otomotif, Prodi Teknik Komputer Kontrol, dan Prodi Teknik Listrik. Setelah penyerahan ijazah selesai, dilanjutkan dengan janji wisuda yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa dari Jurusan Teknik.

IMG-20180930-WA0045

Penyerahan penghargaan lulusan terbaik menjadi acara berikutnya setelah pengucapan janji wisudawan. Acara dilanjutkan dengan penyerahan wisudawan pada IKA PNM, yaitu menyerahkan wisudawan pada alumni lulusan Politeknik Negeri Madiun. Sebelum acara wisuda berakhir, Direktur PNM menyampaikan sambutan lalu dilanjutkan sambutan dari Walikota atau yang mewakili.

Pesan dan kesan wisudawan menjadi acara berikutnya sebelum doa dan penutup. Didapat dari hasil wawancara pada salah seorang wisudawan menjelaskan mengenai usaha dan kendala yang dihadapi selama menjadi mahasiswa di Politeknik Negeri Madiun.

“Dari dulu pokoknya waktu kuliah itu kita itu belajar serius. Terus kemudian masalah mengerjakan tugas-tugas itu harus dikerjakan sesuai dengan targetnya. Jadi, meskipun ada kendala di waktu ujian tugas akhir, tapi kita harus tetap semangat dan terus berjuang sampai bisa lulus. Untuk kendala yang dihadapi, oh banyak. Dulu itu waktunya mepet terus kemudian banyak trouble di komponen kemudian di postfet dan bimbingan pada dosen,” jelasnya.

Harapan untuk Politeknik Negeri Madiun dan bagi Wisudawan. Wisudawan yang menjadi narasumber menjelaskan mengenai harapannya.

“Untuk Poltek, semoga Poltek lebih maju kedepannya, semoga Poltek bisa mengeluarkan lulusan terbaiknya, semoga lulusan Poltek bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan berguna bagi nusa bangsa dan negara. Untuk wisudawan, selamat dan sukses atas wisudanya kemudian semoga setelah lulus bisa mendapat pekerjaan yang baik, bisa membanggakan orang tua, dan mengangkat derajat orang tuanya,” ujarnya.

Sedangkan dari pihak dosen, Bapak Dr. Imam Mudofir, S.Pd., M.Pd. menjelaskan harapan dan pesannya untuk para wisudawan.“Yang saya harapkan dari mahasiswa lulusan Politeknik Negeri Madiun, yang pertama bisa mengamalkan ilmunya untuk dirinya sendiri untuk masyarakat, bisa mengapilkasikan ilmunya nanti kalau mereka sudah keluar dari Politeknik Negeri Madiun, bisa menjalankan semua aktivitas di pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang telah didapat dari Politeknik Negeri Madiun baik itu secara teori maupun prakteknya, karena di Politeknik Negeri Madiun kan sudah ada keahlian baik softskill dan hardskill. Karena di Politeknik Negeri Madiun ada kurikulum yang mengatakan bahasanya praktek dan teori. Pesan untuk wisudawan, terus semangat, jaga nama untuk diri sendiri, jaga nama baik keluarga besar Politeknik Negeri Madiun, terus maju, sukses seterusnya,” jelas Beliau.

SAVE_20180929_192731

Mengukir Prestasi Pada Porseni

Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) merupakan ajang multi event olahraga dan seni nasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pada Porseni ke-XII tahun 2018 ini mengusung tema Melalui PORSENI Kita Tingkatkan Sportifitas Dan Kreativitas Mahasiswa Politeknik Untuk Mewujudkan Daya Saing Bangsa. PORSENI dilaksanakan pada tanggal 3-8 September 2018 di beberapa tempat yaitu Politeknik Negeri Jakarta, PoliMedia, Gor Ciracas, Gymnasium, dan Stadion UI. Ada banyak cabang olahraga dan seni yang diperlombakan pada event ini, diantaranya : atletik, futsal, bulu tangkis, panjat tebing, voli, pencak silat, taekwondo, solo song, puisi, nasyid dan lain-lain.

Pada kesempatan kali ini, Para atlet Politeknik Negeri Madiun telah berhasil membawa pulang enam medali, diantaranya :Medali emas yang diraih oleh Intan Febriyanti dalam Cabang Seni Solo Pop Putri,Medali emas yang diraih oleh Istina Tri Wilansari dalam Cabang Olahraga Panjat Tebing Speed Perorangan Putri,Medali emas diraih oleh Herlambang M Yasin dalam Cabang Olahraga Taekwondo Pomsae Individu Putra, Medali perak yang diraih oleh Rika Dwi Setyaningsih dalam Cabang Olahraga Pencak Silat, Medali perak diraih oleh Herlambang M Yasin dalam Cabang Olahraga Taekwondo Under 54 Kg, dan Medali perunggu diraih oleh Zulfi Ikhsan dalam Cabang Olahraga Bulu Tangkis Putra.
SAVE_20180929_192722

Dengan pencapaian 6 medali tersebut membawa Politeknik Negeri Madiun menduduki peringkat ke-12 dalam peraihan medali PORSENI tahun ini. Intan Febriyanti, salah satu peraih medali emas PORSENI pada Cabang Seni Solo Pop Putri menuturkan, Jika kalian mempunyai bakat jangan terus dipendam, sekali-kali kalian harus membuktikannya kepada dunia bahwa ini lo aku punya bakat dan harus pantang menyerah. Karena kalau kalian menyerah, belum tentu kegagalan itu selamanya gagal. Suatu saat kegagalan itu pasti akan menjadi suatu keberhasilan” tuturnya.

Ucapan selamat dan apresiasi dari direktur PNM juga disampaikan atas jerih payah dan perjuangan saat PORSENI ke-XII. Semoga menginspirasi dan memberikan semangat mahasiswa yang lain untuk berprestasi. Bagi peraih medali, PNM juga akan memberikan apresiasi berupa penghargaan dan tali asih.

Maya Sofiyani/Cristina Bella

IMG-20180826-WA0007

“Main Petasan” pada PIMNAS 2018

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan salah satu ajang kompetisi yang menjadi tolak ukur dari prestasi penalaran dan kreatifitas mahasiswa di Indonesia yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) . Dimana dalam ajang kompetisi ini akan mempertemukan seluruh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap Perguruan Tinggi terus berupaya agar meraih prestasi dalam PIMNAS. Tak terkecuali Politeknik Negeri Madiun (PNM).

153525958347846

Dalam ajang bergengsi tahun ini, Politeknik Negeri Madiun telah berhasil lolos untuk kedua kalinya dalam Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) sehingga mengantarkannya menuju PIMNAS dengan proposal di bidang PKM KC (Karya Cipta). Tim beruntung ini beranggotakan Liya Yuni Astutik, Diki Mardiantoro, dan Binti Khoirun Na’im. Mereka akan mengikuti PIMNAS 2018 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 28 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari Liya Yuni Astutik, mereka mengambil judul “Main Petasan” (Sistem Monitoring Laju Cairan Infus dan Pengaturan Jumlah Tetesan). Alasan mereka mengangkat tema dan alat ini disebabkan oleh tingginya penyandang flebitis pada rumah sakit di Indonesia. Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia, penyandang ini sudah mencapai 2.168 jiwa. Flebitis terjadi karena jumlah cairan infus yang masuk ke tubuh pasien tidak sesuai dengan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh pasien.

Dengan adanya keaadaan itu, mereka mengusulkan adanya alat kendali laju tetesan infus dengan menggunakan kontroler PID. Alat ini mampu mengatur laju infus secara otomatis yang di monitoring perawat melalui smartphone android. Monitoring antara infus dan smartphone ini menggunakan koneksi bluetooth yang mudah dimengerti dan dipahami oleh perawat. Alat ini juga dapat memudahkan komunikasi pasien dengan perawat yang bertugas.
Penelitian ini berlangsung selama 5 bulan, terhitung sejak bulan Februari hingga siap memulai fase trial error pada Juni 2018. Dalam penelitian ini, terdapat 4 proses kerja yakni:
Pembacaan adanya tetesan infus yang dilakukan oleh sensor photodioda
Mengatur laju tetesan otomatis menggunakan controller PID yang dilakukan oleh motor servo ketika mendapat perintah dari smartphone
Pembacaan adanya penyumbatan cairan infus atau berdasarkan ada tidaknya tetesan infus

Sistem peringatan dini terhadap cairan infus sebagai salah satu cara antisipasi ketika terjadi penyumbatan dan kehabisan cairan infus pada pasien. Peringatan ini berupa alarm pada smartphone android. Ketika terjadi penyumbatan atau volume kurang dari 10% maka secara otomatis alarm sistem dan alarm smartphone akan berbunyi secara bersamaan.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya alat ini diharapkan mampu dikenal dan diterima oleh rumah sakit sebagai alat yang aplikatif, mampu memudahkan komunikasi antara pasien dengan perawat yang bertugas, serta mampu menjadi solusi permasalahan flebitis di Indonesia.
(G-PLASMA/Mahanani)

1535259580497558

Persembahan Nyata PNM Untuk Bangsa

1535259581494429

G-PLASMA- (17/08/18) Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 Tahun berlangsung tertib dan khidmat. Upacara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen dan staf karyawan dan dilaksanakan di Halaman Kampus 2 Winongo Politeknik Negeri Madiun yang dimulai pada pukul 07.15 WIB. Walaupun tak sedikit mahasiswa yang datang terlambat, upacara tetap berjalan dengan lancar. Upacara yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Politeknik Negeri Madiun diharapkan dapat membuat mahasiswa menjiwai semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Supaya kita sebagai generasi penerus bangsa walaupun tidak merasakan perjuangan para pahlawan yang mengorbankan nyawa, harta benda dan sebagainya. Kita dapat menjiwai semangatnya dengan mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal yang baik.” Ujar Muhammad Fajar Subkhan, S.T.,M.T. Direktur Politeknik Negeri Madiun.

1535259582242185

Sesuai dengan tema pada Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 Tahun yakni “Kerja Kita Prestasi Bangsa” Politeknik Negeri Madiun bertekad meningkatkan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Banyak prestasi yang telah diraih oleh Politeknik Negeri Madiun pada tahun ini sebagai bentuk kerja nyata dalam perannya meningkatkan prestasi bangsa, “Saya tidak hapal betul dengan jumlahnya tapi banyak prestasi yang telah diperoleh baik mahasiswa, dosen dan institusi. Yang saya ingat pada tahun ini banyak sekali program penelitian dari kementerian Ristekdikti yang diperoleh oleh dosen kita. Disamping itu juga dari mahasiswa yang mengikuti PKM memperoleh banyak sekali bahkan lebih dari 10. Yang terakhir di tingkat kota mahasiswa kita juga mampu berprestasi untuk teknologi tepat guna yang jumlah nya sekitar 12 orang. Saya rasa itu prestasi yang cukup membanggakan,” terang M. Fajar Subkhan.

“Semoga bisa dipertahankan dan lebih baik lagi kalau bisa ditingkatkan, saya menargetkan bahwa prestasi itu supaya tidak dibidang akademik saja maupun penelitian juga diprestasi yang lain. Kebetulan kedepan ini kita ada event PORSENI kita akan mengirimkan 50 mahasiswa untuk mengikuti berbagai cabang seni dan olahraga.” Tambah beliau ketika ditanya perihal prestasi yang telah dicapai pada tahun ini dan harapan bagi Politeknik Negeri Madiun kedepannnya.

Pada Upacara Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kampus 2 Winongo tahun ini, UKM Paduan suara bertindak sebagai tim aubade mempersembahkan beberapa lagu wajib nasional di penghujung upacara. Rasa bangga pun turut dirasakan oleh seluruh petugas upacara karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik. “Pertama kalinya saya menjadi komandan upacara di kampus, saya bangga sekali. Alhamdulillah sukses, walaupun nervous” ujar Shelly Puspa selaku Komandan Upacara.

Repoter : Ikka
Fotografer : Maya

PicsArt_08-09-08.28.29

SUKA DUKA PANITIA PKKMB

G-PLASMA – Tahun ini tepat pada tanggal 29 Juli 2018, Politeknik Negeri Madiun memulai kegiatan tahunan kampus pada umumnya yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus teruntuk Mahasiswa Baru (PKKMB) dan biasanya diiringi dengan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bertempatan di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha dan Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun.
Kerja keras dari acara ini sendiri tak luput pula dari peranan para mahasiswa Politeknik Negeri Madiun yang ikut andil dalam upaya berkontribusi pada kampus tercinta dengan bentuk menjadi panitia kegiatan PKKMB yang merupakan perwakilan dari setiap delegasi UKM yang ada di PNM. Apa saja kesan dan pesan yang dialami oleh para mahasiswa yang menjadi panitia tersebut?. Berikut ini adalah wawancara ekslusif G-Plasma dengan Koordinator PKKMB dan salah satu panitia PKKMB.

PicsArt_08-09-08.31.09
Afra Mukhsana Aina Feby (Koordinator PKKMB 2018)
Perempuan yang mengambil prodi Bahasa Inggris tersebut mengatakan bahwa selama dia menjadi koordinator dia terkadang lelah karena mendapat tugas yang sudah tentu banyak dan itu berimbas pada jam tidurnya yang berkurang. Namun, baginya hal itu seperti alarm tersendiri yang akan menjadikan ia lebih bertanggung jawab. Dan tak lupa menurutnya hal ini akan melatih dia jika seandainya kelak menjadi pemimpin lagi. “Soalnya, kita harus tau gimana caranya kita mengkoordinasi semua panitia biar bekerja semua, biar gak males-malesan,” ujar gadis kelahiran 07 Februari 1998 itu.
Dari kegiatan ini, sudah pasti Afra pun memiliki pengalaman yang tak dapat ia lupakan baik untuk pribadi maupun umum saat dirinya menjabat sebagai Koordinator PKKMB tahun ini. Ia berkata bahwa dia sendiri bingung walaupun jam tidurnya kurang namun dia masih diberi kesehatan untuk melancarkan kegiatan ini dan baginya dengan terlaksananya kegiatan ini, Afra merasa lebih dikenal oleh orang banyak dan menjadi lebih mengenal para dosen PNM. Sedangkan pengalaman yang tak terlupakan untuk kalangan umum berdasarkan sumber, ia menuturkan bahwa dia sempat membayangkan bahwa kegiatan 501 tahun ini akan sama dengan ospek 2 tahun yang lalu yang keras, tertib dan disiplin. “Tapi sekarang tahun ini beda, kesannya tidak setinggi ekspetasi. Soalnya ekspetasiku tinggi banget buat 501,” tambahnya.
Berdasarkan pendapatnya, suasana PKKMB 2018 sepi dikarenakan tidak adanya inagurasi. Walaupun begitu, tanpa disangka ada inagurasi dadakan yang menjadikan gadis tersebut memiliki kesenangan tersendiri. Afra sendiri berharap untuk seluruh mahasiswa baru tahun ini agar kedepannya lebih disiplin dan memperbaiki prilaku mereka yang sudah baik dapat menjadi semakin lebih baik lagi.

Nabella Gressya Putri (Panitia Pendamping PKKMB 2018)
Menurut pendapat gadis yang kerap disapa Bella tersebut kesan yang diperoleh selama menjadi panitia pendamping kompi kegiatan PKKMB 2018 yaitu sangat senang karena bisa membantu adik-adik mahasiswa baru agar lebih baik dan lebih disiplin lagi.
Perempuan ini menambahkan bahwa ia tidak dapat melupakan pengalamannya saat mendampingi adik-adik mahasiswa baru di setiap kegiatan, saat ada adiknya yang sakit hingga menuju barak tempat para mahasiswa baru beristirahat. Suka duka yang dialami gadis bersuara merdu ini pun sangatlah unik, “Terkadang kita juga kecapekan, lelah mungkin karena kurang konsumsi,” ucapnya sambil tertawa. “Tapi yang jelas lebih ke sukanya karena dari sini kita dapat banyak pengalaman,” imbuhnya lagi.
Berbeda dengan Afra, Nabella berkata bahwa suasana PKKMB tahun ini sama saja dengan tahun lalu. Saat ditanya apa harapan buat mahasiswa baru tahun ini, dia berujar agar PKKMB selanjutnya lebih diperketat lagi karena menurutnya adik-adiknya kurang diberi kedisiplinan lagi ketika di Diklatsar (501).

Oleh : Indah Ramadhani O. S.
Reportase bersama : Danisya Putri dan Irma Alaynaa U.

PicsArt_08-09-08.29.46

Hari Terakhir PKKMB 2018

Hari Jumat 3 Agustus 2018 menjadi hari terakhir pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Madiun 2018. Kegiatan ini telah berlangsung sejak Minggu, 29 Juli 2018. Rangkaian acara pada hari terakhir dimulai dengan penghijauan, dilanjutkan dengan expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), acara santai, dan diakhiri dengan upacara penutupan.

Kegiatan pertama dimulai sekitar pukul 07.20 dengan penghijauan di Kampus 2 Winongo PNM. Para mahasiswa baru melakukan penanaman bibit sejumlah 250 di area samping dan belakang gedung Komputer Akutansi. Pohon yang ditanam yaitu pohon pulai (Alstonia scholaris) atau dikenal dengan nama lokal pule yang terkenal dengan kerindangannya.

Acara kemudian berlanjut pada sesi perkenalan seluruh UKM di Politeknik Negeri Madiun, atau biasa disebut Expo UKM. Dibuka dengan perkenalan UKM Pers G-PLASMA dan ditutup dengan perkenalan UKM Pecinta Alam Cakra Manggala. Para anggota UKM berlomba-lomba untuk menarik minat para mahasiswa baru agar bergabung dalam organisasinya dengan menampilkan atraksi menarik selama sesi perkenalan seperti yang dilakukan oleh UKM Tari, Cakra Manggala, dan Pencak Silat .

UKM Tari menampilkan kesenian tari tradisional yang dibawakan oleh 4 anggotanya. Pertunjukkan ini disajikan dengan apik dan mengundang decak kagum dari para mahasiswa. UKM Pencak Silat juga unjuk kebolehan dalam seni bela diri yang dilakukan oleh 3 anggota UKM Pencak Silat. Bela diri ini menampilkan trik-trik dan langkah-langkah menggunakan anggota badan serta tongkat dan pedang dalam penjagaan diri. Penampilan dari UKM Pencak Silat ini pun sukses menarik perhatian. Sedangkan UKM Cakra Manggala menunjukkan kehebatannya dalam melakukan rapelling. Aksi ini berupa menurunkan diri menggunakan alat bantu tali yang dilakukan dari lantai 3 menuju hall. Tak kalah dari pertunjukan lain, keterampilan para anggota Cakra Mandala berhasil menutup sesi ini dengan tepuk tangan meriah.

Sesi perkenalan UKM berakhir dan dilanjutkan dengan sesi pendaftaran secara langsung di stan masing-masing UKM. Stan ini sudah dipersiapkan dengan baik oleh setiap UKM demi menyambut mahasiswa yang berminat menjadi anggota baru. Seperti yang dijelaskan oleh Sri Ayuni dari UKM Niknema, anggotanya sudah mempersiapkan perlengkapan stan sejak 2 hari sebelum Expo UKM. “Masalahnya tadi itu waktunya agak kecepetan, adek-adek yang mau foto-foto di photo booth jadi nggak bisa. Semoga tahun depan waktunya bisa ditambah.” jawabnya saat ditanya tentang kendala dalam pelaksanaan expo.

36bbb6df-ae28-4aea-8589-3cec9934443f
PicsArt_08-09-08.30.32
Expo menjadi acara santai dan akrab bagi para mahasiswa baru maupun panitia. Sekaligus menjadi ajang unjuk gigi bagi salah satu Wakil Direktur Politeknik Negeri Madiun, Prasetyo Yekti Utomo, S.E.,M.M.. Dosen yang akrab disapa Pak Pras itu menunjukkan keahliahnya dalam bermain gitar dan menyanyi. Tak tanggung-tanggung lagu yang dinyanyikan adalah lagu hits milik Virgoun, Surat Cinta Untuk Starla dan beberapa lagu dari Jamrud. Para mahasiswa terlihat sangat menikmati dengan bernyanyi bersama. Bukan hanya Pak Pras, mahasiswa baru juga ikut menyumbangkan lagu untuk sesi santai ini.
Memasuki penghujung acara, upacara dilaksanakan untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan Diklatsar dan PKKMB 2018. Dimulai sekitar pukul 16.05, yang bertindak sebagai pembina apel adalah Yosi Afandi, S.Sos. M.A.B. selaku Wakil Direktur 1 PNM.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, seusai apel seluruh mahasiswa baru berjabat tangan dan saling memohon maaf dengan panitia. Apel berhasil terlaksana dengan tertib dan khidmat, dengan ini resmi sudah para mahasiswa baru menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Madiun angkatan 2018.

Reporter : Isna, Dhinar, Arin, Shelly
Potografer : Andika