Waspadai Berita Hoaks yang Beredar, Berikut Sederet Fakta dan Mitos Vaksinasi Covid-19

GAMBAR CAPT1

Pers G-Plasma, Semua orang berhak untuk mendapatkan Vaksin Covid-19. Namun, karena informasi “kata teman”, “kata temannya kakak aku”, “kata tetangga lewat grup WhatsApp”, atau informasi yang tidak jelas kebenarannya dari orang-orang sekitar dan media sosial, beberapa orang menjadi ragu atau bahkan menolak vaksinasi. Hal tersebut karena alasan keamanan, efektivitas, atau percaya teori konspirasi tertentu. Penyebaran informasi palsu atau hoax merupakan salah satu masalah utama di era digital yang serba cepat.

Selama pandemi Covid-19, banyak informasi-informasi keliru seputar Covid-19 yang beredar di media sosial. Secara khusus, teori konspirasi atau informasi palsu mengenai Vaksin Covid-19 pun telah tersebar luas hingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Hal ini bisa membahayakan karena terkait dengan wabah penyakit yang tengah dihadapi masyarakat di banyak negara. Berikut ini fakta dan mitos vaksin Covid-19 yang sering beredar.

1. Vaksin tidak aman karena dikembangkan dan diuji dalam waktu singkat (MITOS)

Vaksin Covid-19 dikembangkan dan diuji dalam waktu yang cukup singkat bukan tanpa alasan. Direktur Johns Hopkins Office of Critical Event Preparedness and Response, Gabor D. Kelen, M.D., FACEP, FAAEM, FRCP(C), menjelaskan bahwa ada banyak alasan mengapa Vaksin Covid-19 dapat dikembangkan begitu cepat, yakni:

• Vaksin Covid-19 dibuat dengan metode yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun sebelumnya sehingga perusahaan dapat memulai proses pengembangan vaksin di awal pandemi.

• Pengembang vaksin tidak melewatkan langkah pengujian apa pun, tetapi melakukan beberapa langkah pada jadwal yang tumpang tindih (bersamaan) untuk mengumpulkan data lebih cepat.

• Beberapa jenis Vaksin Covid-19 dibuat menggunakan messenger RNA (mRNA), yang memungkinkan pendekatan yang lebih cepat daripada cara pembuatan vaksin secara tradisional.

2. Vaksin Covid-19 punya efek samping yang parah seperti reaksi alergi. (MITOS)

Fakta: Beberapa peserta dalam uji klinis vaksin memang melaporkan munculnya efek samping yang serupa dengan yang dialami dengan vaksin lain, seperti alergi, nyeri otot, menggigil, dan sakit kepala. Walaupun sangat jarang, orang memang bisa mengalami reaksi alergi parah terhadap bahan yang digunakan dalam vaksin. Itu sebabnya para ahli merekomendasikan orang dengan riwayat reaksi alergi yang parah, seperti anafilaksis terhadap ramuan vaksin sebaiknya tidak mendapatkan vaksinasi.

3. Setelah menerima Vaksin Covid-19, kita tidak perlu lagi pakai masker. (MITOS)

Fakta: Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik tetap diperlukan sampai sejumlah orang membentuk herd immunity. Perlindungan terbaik bagi kita saat ini adalah dengan terus mengikuti protokol kesehatan.

4. Vaksin Covid-19 bisa ganggu sistem kekebalan tubuh. (MITOS)

Fakta: Mengutip laman University of Maryland Medical System, pemberian vaksin tidak berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Sebagaimana anak-anak yang menerima berbagai vaksin berdekatan dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, orang dewasa yang akan divaksinasi pun tidak akan terganggu sistem kekebalan tubuhnya.

5. Orang yang pernah terinfeksi tidak perlu menerima vaksin. (MITOS)

Fakta: Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pasien Covid-19 memang telah memiliki antibodi setelah tertular. Akan tetapi, antibodi tersebut hanya dapat bertahan dalam jangka waktu 3-4 bulan, selebihnya ia akan kembali rentan terinfeksi. Dengan melakukan vaksin, tubuh akan memiliki sistem kekebalan lebih baik dengan jangka waktu lebih lama.

6. Vaksin dapat menyebabkan autisme. (MITOS)

Fakta: Berbagai penelitian dari banyak negara membuktikan tidak ada kaitan antara pemberian vaksin dengan terjadinya autisme.

7. Orang yang merasa kebal tidak perlu ikut vaksinasi. (MITOS)

Fakta: Mendapatkan vaksin bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar. Hal ini karena bisa meminimalisir penularan penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain. Semakin banyak orang yang divaksinasi, maka semakin kecil kemungkinan timbulnya wabah penyakit.

8. Anda bisa tertular Covid-19 dari vaksin. (MITOS)

Fakta: Anda tidak akan tertular Covid-19 dari vaksin karena vaksin tidak mengandung virus corona yang hidup. Umumnya, butuh waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk membangun kekebalan terhadap virus yang menyebabkan Covid-19 setelah vaksinasi. Hal ini membuat adanya kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan Covid-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan tetap sakit. Ini karena vaksin belum punya cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Situasi darurat juga memerlukan tanggapan darurat. Namun, ini bukan berarti perusahaan mengabaikan protokol keselamatan atau tidak melakukan pengujian yang memadai untuk pengembangan vaksin. Semoga dengan adanya vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan di Indonesia bisa menekan angka penyebaran virus tersebut.

Walaupun sudah ada vaksinasi kita tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan dan menerapkan 5M yang dianjurkan oleh pemerintah yaitu:

1. Memakai masker.

2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

3. Menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

4. Membatasi mobilitas masyarakat.

5. Melakukan vaksinasi sesuai dengan peraturan pemerintah.

Mari ikut ambil bagian menyukseskan program vaksinasi nasional untuk menekan angka penularan penyakit dan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Caranya adalah jadi masyarakat yang cerdas dan tak mudah percaya hoaks! Semoga kita terhindar dari penyebaran virus Covid-19, tetap semangat dan jangan lupa jaga kesehatan.

 

Penulis: Nadinda

Editor: Hanisa

 

Indonesia di Masa Pandemi: Antara Prokes, PPKM, dan Masyarakat

IMG_20210723_165501_068

Pers G-Plasma, Tidak terasa sudah satu tahun pandemi Covid-19 ada di Indonesia. Hal ini terhitung dari bulan Maret 2020 hingga sekarang, tetapi belum juga menemui hasil baik. Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pemerintah untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19 ini. Dikutip dari kompasiana.com, beberapa kebijakan di antaranya mematuhi protokol kesehatan dan mengimbau masyarakat untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Protokol tersebut, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak. Selain itu, pemerintah juga menerapkan lockdown dan yang terbaru, yaitu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Namun, sejak awal pandemi, masih banyak masyarakat yang abai terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Hal ini tentunya berpotensi memicu kelonjakan kasus Covid-19. Sebenarnya apa penyebab abainya masyarakat terhadap aturan protokol kesehatan ini? Melansir dari theconversation.com, ketidakpatuhan masyarakat Indonesia terhadap protokol kesehatan sebagian besar terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap bahaya penyakit, manfaat penanganan, serta besarnya hambatan dalam akses kesehatan. Selain itu, faktor jenuh dengan pandemi juga disebut menjadi salah satu alasannya.

Serupa dengan prokes, PPKM yang diberlakukan akhir-akhir ini juga belum efektif mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Nyatanya, Masih banyak yang tidak menghiraukan adanya PPKM ini. Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat enggan untuk mematuhi kebijakan PPKM ini, melansir dari mediaindonesia.com, beberapa faktor tersebut di antaranya:

1. Adanya perbedaan penerapan standar pemberlakuan kebijakan pembatasan yang mana dinilai inkonsisten oleh sebagian masyarakat.

2. Model pendekatan yang cenderung dilakukan dengan ancaman sanksi dan lebih banyak memperlakukan masyarakat sebagai terdakwa daripada sebagai korban situasi.

3. Desakan kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa ditunda.

4. Munculnya oknum dan orang-orang tertentu yang mencoba mencari keuntungan dari situasi ini.

Semua ini berawal ketika wabah ini masuk ke Indonesia untuk pertama kalinya. Jika dari awal pemerintah tegas dalam menangani kasus Covid-19 ini, pasti kasus ini terkontrol dan tidak akan melonjak seperti saat ini. Pemerintah dengan segala upayanya masih belum optimal dalam membangun kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19, memberikan kemudahan akses kesehatan, dan mengedukasi masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat Indonesia yang mudah percaya dengan berita hoax dan berujung tidak percaya dengan keberadaan Covid-19. Selain itu, kurangnya keterbukaan semua pihak dalam menangani Covid-19 ini membuat masyarakat menjadi ragu.

Menurut sebuah artikel dari theconversation.com, kepatuhan masyarakat menjadi sangat penting dan merupakan kunci keberhasilan. Upaya membangun kesadaran masyarakat harus ditingkatkan dengan beberapa cara, di antaranya:

1. Dengan melakukan komunikasi yang lebih efektif hingga ke akar rumput. Hal ini dapat berlangsung melalui berbagai media dan metode yang sesuai dengan keragaman usia, pendidikan dan budaya masyarakat atau kearifan lokal.

2. Kampanye yang lebih jelas dan terarah sehingga masyarakat memiliki kesamaan pandangan untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit. Selain itu, kampanye membangun optimisme masyarakat Indonesia dalam menghadapi Covid-19 juga perlu digalakkan.

3. Mempermudah akses kesehatan dengan informasi yang jelas dan berkelanjutan sehingga masyarakat cepat melakukan tindakan pemeriksaan, pengobatan, dan isolasi mandiri ketika terinfeksi.

4. Menerapkan kebijakan yang konsisten sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Penulis: Rahmadhona

Editor: Shindy

 

Konsumsi Minuman Mengandung Vitamin C hingga Pemberian Vaksin, Berikut Mitos dan Fakta Sistem Imun Manusia

gplas

Pers G-Plasma, Apabila kita berbicara tentang kesehatan tubuh, pasti tidak jauh kaitannya dengan sistem imun yang berperan dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Namun, tahukah kalian, kalau selama ini banyak hal-hal yang sering kita dengar tentang sistem imun manusia dan ternyata salah besar? Nah, di tulisan ini kita akan membahas beberapa “mitos” tentang sistem imun manusia yang sering ditemui di sekitar kita. Namun, sebelum membahas lebih lanjut tentang “mitos-mitos” itu, kita harus tahu terlebih dahulu, sebenarnya apa sih sistem imun pada manusia itu?

Melansir dari pahamify.com, sistem imun atau yang sering disebut dalam istilah medis sistem imunitas adalah sistem pertahanan atau kekebalan tubuh yang berperan mengenali serta menghancurkan benda-benda asing yang merugikan pada tubuh kita. Sistem imunitas ini berbentuk sel-sel tertentu yang berfungsi sebagai pasukan pertahanan tubuh dalam memerangi patogen (mikroorganisme yang menyebabkan penyakit) dan berpotensi menyebabkan gangguan pada tubuh. Jadi, bisa dibilang kalau sistem imunitas ini semacam tameng tubuh untuk melindungi kita dari gangguan virus dan bakteri dari luar yang bisa menyebabkan penyakit.

Selain menghancurkan benda-benda asing yang merugikan tubuh, sistem imun kita ini juga memiliki beberapa fungsi penting yang lain, apa saja? Dilansir dari lifebouy.co.id, berikut beberapa fungsi penting lain sistem imun manusia:

  • Menjaga keseimbangan homeostatis (kondisi konstan agar tubuh berfungsi normal).
  • Mendeteksi jaringan sel abnormal, mengeliminasinya dari tubuh, serta menyingkirkan jaringan sel yang rusak atau mati.
  • Mampu menghancurkan sel kanker atau zat asing lain yang ingin menginvasi tubuh.

Selanjutnya, kita akan membahas mengenai mitos-mitos apa saja yang sering kita dengar tentang sistem imun pada tubuh manusia ini.

  1. Mengonsumsi Vitamin Mampu Menangkal Penyakit.

Mitos yang pertama ini pasti sering kita dengar, kan? Dilansir dari hellosehat.com, anggapan bahwa mengonsumsi vitamin atau suplemen dengan dosis tinggi agar tidak mudah sakit, hanyalah mitos belaka.

Faktanya, multivitamin atau suplemen harian bukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melainkan berfungsi untuk membantu mengisi kekurangan nutrisi yang belum terpenuhi dari makanan sehari-hari.

Belakangan ini, banyak beredar kabar tentang salah satu merk minuman dengan kandungan vitamin c tinggi dan susu steril kemasan yang sangat sering kita jumpai. Minuman-minuman tersebut dipercaya mampu menangkal virus Covid-19, apakah benar? Tentu saja salah. Bahkan, mengonsumsi minuman atau suplemen bervitamin C setiap hari ternyata juga tidak baik untuk kesehatan. Sebuah hasil penelitian dalam Journal of The American Association (JAMA), menyatakan bahwa tubuh kita hanya mampu mencerna 200 mg vitamin c  setiap harinya. Jika lebih dari itu, vitamin c tidak akan diserap oleh tubuh. Lebih dari itu, kadar vitamin c berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan, seperti gangguan pencernaan, refluks asam lambung, sakit kepala, susah tidur, batu ginjal, hingga gula darah yang naik.

  1. Menutup Mulut dapat Mencegah Penularan Batuk dan Flu.

Hal ini kerap kali terdengar di telinga masyarakat dan tidak sedikit yang meyakini. Namun, pada kenyataannya, hal tersebut hanyalah sebuah mitos. Sebuah artikel di hallosehat.com memberitahukan bahwa ternyata, menutup mulut ketika batuk atau bersin ialah suatu etika yang tepat untuk membatasi penyebaran penyakit. Namun, tetap saja hal tersebut tidak dapat menutup kemungkinan flu menyebar ke orang sekitar.

Pada kenyataannya, sistem kekebalan tubuh sendiri yang menentukan besar risiko manusia dapat tertular penyakit. Jika daya tahan tubuh sedang dalam kondisi prima ketika kita berdekatan dengan orang lain yang sedang flu, maka kecil kemungkinan untuk flu tersebut menular.

  1. Olahraga Bikin Mudah Capek.

Olahraga merupakan, kegiatan yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Hal tersebut karena olahraga dapat menyehatkan tubuh dan dapat membantu memperkuat sistem imun kita. Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang menganggap bahwa olahraga justru membuat kita mudah merasa capek dan dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Bersumber dari hellosehat.com, pernyataan tersebut salah. Ternyata, olahraga sangatlah baik dilakukan, asalkan tidak berlebihan. Dilansir dari allodokter.com dengan berolahraga, kita juga dapat memperoleh beragam manfaat untuk fisik maupun mental kita.

  1. Vaksin Membuat Kekebalan Tubuh Lemah

Banyak orang yang ragu atau bahkan menolak untuk divaksin. Mereka beranggapan bahwa vaksin adalah virus aktif yang sengaja dimasukkan ke tubuh sehingga bisa menurunkan daya tahan. Melansir dari hellosehat.com, mitos vaksin ini sudah terbukti salah besar oleh banyak literatur medis modern. Pada dasarnya, manusia sudah memiliki kemampuan alami untuk melindungi dirinya dari virus dan bakteri sejak masih dalam kandungan.

Sama halnya dengan sistem imun anak. Sistem imun mereka belumlah sekuat orang dewasa. Maka dari itu tetap perlu diperkuat dengan imunisasi guna mendorong sistem kekebalan tubuhnya bekerja lebih baik lagi. Jadi, vaksin justru memperkuat sistem imun tubuh dan tidak merusak atau mengganggu sel tubuh yang sehat lainnya.

Nah, itu tadi beberapa mitos dan fakta tentang sistem imun manusia. Intinya, selain menjaga kondisi badan dengan kegiatan yang positif, kita perlu juga mengimbanginya dengan pola makan yang sehat dan kehati-hatian terhadap suatu berita yang belum teruji kebenarannya.

 

Penulis : Divisi Reporter

Editor : Adinda Ayu R.

Antara Pandemi Covid-19 di Indonesia dan Singapura: Pelajaran Apa yang Bisa Kita Dapat?

 

Foto artikel opini (twibbon)

Pers G-Plasma, Dilansir dari cnnindonesia.com, Pemerintah Singapura baru-baru ini menyatakan bahwa Singapura akan memasuki masa normal baru. Masa tersebut dilakukan dengan beraktivitas normal dan hidup dengan Covid-19 tanpa harus menjalani karantina (lockdown) dan menganggapnya sebagai flu biasa. Mengapa Singapura berani mengambil langkah tersebut? Melalui cuitan di Twitter, dr.Tirta mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadikan Singapura berani mengambil keputusan untuk hidup bersama virus Covid-19 ini, di antaranya:

1. Singapura termasuk negara yang disiplin, baik pemerintah maupun warganya apalagi soal protokol kesehatan selama ini.

2. Program vaksinasi berjalan lancar.

3. Fasilitas kesehatannya lengkap dan mumpuni.

Dalam twitternya, ia juga menambahkan, “Jika kita ingin seperti itu di Indonesia, jangan mau hasilnya aja, tapi menghindari prosesnya.”

Kesigapan Indonesia dalam menghadapi kasus Covid-19 memang masih kalah jauh dengan negara tetangga kita ini. Hal ini terbukti berdasarkan data Ourworldindata.org, Sebanyak, 2,06 juta atau 36% dari total penduduk Singapura sudah menerima vaksinasi lengkap. Kesadaran dan kepatuhan kolektif dari setiap anggota masyarakat dinilai paling menentukan kesuksesan normal baru di Singapura. Hal tersebut terbukti ketika Singapura mencatat total 62.544 kasus Covid-19 dengan angka kematian sejumlah 36 kasus. Ini menjadikan Singapura sebagai salah satu negara dengan kasus Covid-19 terendah di dunia.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Menurut tempo.co per 26 Juni total yang menerima dua dosis vaksin Covid-19 sebanyak 13.018.524 jiwa dan target pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta warga atau 70 persen dari jumlah populasi. Per tanggal 26 Juni kasus Covid-19 di Indonesia tercatat sebanyak 2.093.962 jiwa, angka yang sangat tinggi dengan kurva yang semakin naik.

Memang, penanganan kasus Covid-19 Singapura dan Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja mengingat Indonesia memiliki populasi yang lebih banyak dari Singapura. Namun, dari negara tetangga ini kita bisa belajar bahwa dalam memerangi pandemi harus ada kerja sama dan kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat. Kita memang tidak bisa kembali sepenuhnya beraktivitas seperti sebelum pandemi Covid-19 ini ada. Namun, kita masih bisa beraktivitas dengan keadaan yang baru. Kuncinya adalah kepatuhan dan kepercayaan masyarakat juga vaksinasi, karena vaksinasi sangat efektif mengurangi risiko tertular dan menularkan.

Masalah-masalah lain yang muncul saat pandemi Covid-19 di Indonesia juga sedikit banyak berdampak pada penanganan kasus Covid-19. Hal tersebut dimulai dari adanya oknum yang tidak bertanggung jawab, ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, hingga masyarakat yang masih ‘bebal’ dengan protokol kesehatan yang berlaku. Kita boleh saja tidak menyukai sesuatu, tetapi jangan merugikan orang lain. Tidak ada salahnya juga untuk memberikan kritik, tetapi harus yang bersifat membangun dan disertai dengan jalan keluarnya. Kritik sah dilakukan, tetapi protokol kesehatan bukanlah hal yang harus diabaikan. Mari menjadi pribadi yang taat dengan protokol kesehatan agar semua segera terselesaikan.

Penulis : Tama

Editor : Hanisa

 

Di balik Lebaran 2021

konten

Halo sobat G-Plasma, Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Mohon maaf lahir dan batin untuk kita semua. Ngomong-ngomong gimana nih Lebaran kalian? Apakah sesuai dengan harapan? Atau ada yang masih mengharapkan THR? Hahaha yang masih mengharapkan THR berarti kita sama ya guys.

Lebaran menjadi sebuah momen dan kegiatan istimewa bagi masing-masing dari kita. Pada momen tersebut  semua orang berlomba-lomba menghidangkan makanan dan minuman untuk tamu dan sanak keluarga yang datang. Namun, tradisi bersalam-salaman tidak lagi bisa dirasakan sejak pandemi menyerang. Lalu peristiwa apa saja yang ada di balik Lebaran 2021? Yuk simak pembahasan di bawah ini:

  1. Larangan mudik untuk kedua kalinya

Surat Edaran Larangan Mudik 2021 yang seharusnya diberlakukan sejak tanggal 22 April 2021 tidak menimbulkan kesadaran bagi masyarakat. Banyak dari masyarakat menggunakan alasan rasa rindu dengan keluarga dan saudara untuk tetap mudik. Hal tersebut sudah sepatutnya dirasakan oleh semua orang karena sudah lama tak bertemu. Namun, alangkah baiknya kita memikirkan dampak yang terjadi apabila aturan tersebut tidak dipatuhi.

  1. Meningkatnya angka positif penderita covid-19

Dilansir dari tempo.com, juru bicara satuan tugas penanganan covid-19 memaparkan bahwa dampak dari tidak mematuhi larangan mudik yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yaitu meningkatnya angka positif penderita covid-19. Analisis data yang berasal dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa rata-rata kenaikan kasus dari tujuh hari yang lalu yaitu 5.173 kasus. Dari jumlah kenaikan kasus ini, hendaknya masyarakat lebih menyadari bahwa penyakit ini rentan menular.

  1. Penutupan tempat wisata dan hiburan

Untuk menghindari bertambahnya kasus baru covid-19 beberapa tempat wisata di sejumlah daerah ditutup. Kegiatan ini seharusnya diterapkan oleh seluruh tempat wisata yang ada di Indonesia. Namun, tempat wisata seperti Ancol, TMII, dan beberapa pantai di Jakarta masih saja melakukan pembukaan saat libur lebaran.

  1. Pengamanan transportasi lalu lintas

Sejumlah satuan petugas pengamanan ditugaskan menjaga jalur transportasi yang melintasi beberapa titik yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa pengendara yang masih melanggar aturan membawa surat bebas covid-19. Akibatnya, di beberapa posko dan daerah dilakukan swab massal untuk menghindari peningkatan kasus covid-19.

Nah, dari pembahasan di atas, hendaknya kita ikut berhati-hati ya. Patuhi peraturan dan protokol kesehatan serta terapkan gaya hidup sehat. Semoga pandemi segera berakhir. Salam mahasiswa, salam Pers G-Plasma.

Penulis: Yuniar Wijayanti

Editor: Mutji Rahayu

Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun Bagikan Takjil di Beberapa Titik Kota Madiun

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1442 H pada hari ke-26, Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (KM-PNM) mengadakan pembagian takjil gratis pada hari Sabtu, (08/05/2021) di Kota Madiun. Pembagian takjil dilaksanakan di beberapa titik di Kota Madiun yaitu depan Pasar Besar Madiun, Pasar Seleko, Pasar Kojo, Stasiun Madiun, Terminal Madiun, Pasar Njoyo, SMAN 1 Madiun, PLN, dan juga on the road.  Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB sampai menjelang waktu berbuka puasa dan diakhiri dengan salat Magrib berjamaah.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut dilakukan dengan membagikan takjil untuk berbuka puasa berupa makanan yaitu nasi yang diberikan kepada fakir miskin yang memang membutuhkan dan pembagian takjil berupa makanan ringan untuk pengguna jalan, tukang becak, tukang parkir, dan para ojol (ojek online).

Acara ini diikuti oleh  62 mahasiswa/i perwakilan dari setiap Ormawa KM-PNM dan juga 27 mahasiswa/i dari anggota BEM KM-PNM yang kemudian menyebar ke berbagai titik Kota Madiun sesuai pembagian.

Aksi para mahasiswa/i Politeknik Negeri Madiun dalam membagikan paket takjil mengundang perhatian pengendara yang melintas. Bahkan warga sekitar yang menyaksikan kegiatan itu berkerumun di sisi jalan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini. Semoga bermanfaat untuk yang membutuhkan dan untuk yang telah berbagi semoga diberikan balasan berlipat ganda dari Allah Swt.,” tutur Bapak Fajar Subkhan S.T., M.T., selaku Direktur Politeknik Negeri Madiun.

Kegiatan Bagi Takjil ini dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan protokol kesehatan agar penerima dan penyalur takjil bisa tetap sehat di era pandemi. Kegiatan dapat berlangsung karena sudah mendapat persetujuan dari pihak kampus dan juga dari seluruh Ormawa KM-PNM dengan beberapa kali mengadakan rapat untuk membahas kegiatan ini. Tidak hanya itu, dari pihak kampus sendiri juga ikut memfasilitasi tempat untuk briefing dan memberikan masker gratis untuk juga dibagikan bersama takjil. Kegiatan Bagi Takjil ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi mereka yang memberikan donasi.

 

Penulis : Febrian Akbara R.

Editor: Rifa’i

Politeknik Negeri Madiun Sambut Direktur Baru

1620216746754

Bertempat di Gedung C Jurusan Teknik Politeknik Negeri Madiun Kampus 2, Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Madiun Periode 2021/2025 akhirnya rampung digelar pada Rabu, 5 Mei 2021. Acara ini merupakan acara rutin yang digelar oleh Politeknik Negeri Madiun (PNM) lima tahun sekali. Acara pemilihan tersebut berlangsung secara tertutup dan hanya dihadiri oleh delapan belas anggota senat dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.. Acara pemilihan dimulai pada pukul 12.30 WIB hingga 14.00 WIB. Menurut Alief Sutantohadi, S.S., M.Hum., Humas sekaligus anggota Senat PNM, pemilihan direktur kali ini berjalan lancar meskipun dalam keadaan pandemi.

Lebih lanjut, sebelum kegiatan ini digelar, setidaknya ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan tersebut dimulai dengan publikasi pada bulan Desember 2020 dilanjut dengan pendaftaran, perpanjangan pendaftaran, seleksi administrasi dan verifikasi, pengumuman nama calon direktur, pemaparan visi-misi dan program kerja para calon direktur, penyaringan calon direktur dalam sidang senat, pengumuman calon direktur, pemilihan direktur oleh senat dan menteri, dan pengangkatan direktur baru. Seluruh rangkaian tersebut memakan waktu kurang lebih enam bulan jika mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan oleh Senat PNM.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia juga ikut terlibat dalam keseluruhan proses Pemilihan Direktur PNM yang diselenggarakan tahun ini. Selain menyumbangkan suara dalam pemilihan, para panitia pemilihan direktur PNM periode 2021/2025 juga berkonsultasi dengan kementerian terkait demi kelancaran acara ini.

Ada setidaknya tiga kandidat yang diusulkan pada acara ini. Hasilnya, Fajar Subkhan S.T., M.T., terpilih menjadi Direktur Baru Politeknik Negeri Madiun periode 2021/2025. Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., berharap dengan terpilihnya Direktur PNM yang baru dapat menjadikan PNM sebagai perguruan tinggi vokasi yang dapat membentuk calon pemimpin baru masa depan yang lebih hebat, kreatif, dan penuh dengan ide-ide positif. Hal ini juga sejalan dengan harapan M. Fajar Subkhan, S.T., M.T., untuk meneruskan pembangunan PNM dengan semangat gotong-royong dari berbagai pihak, mengingat periode ini merupakan kali kedua baginya tepilih menjadi Direktur Politeknik Negeri Madiun sekaligus menjalankan roda kepemimpinan PNM.

 

Penulis: Dany S.A. dan Fifiana A.T.

Editor: Rifa’i

 

Hal Apa yang Dianjurkan, Boleh Dilakukan, dan tidak Boleh Dilakukan saat Puasa?

puasa2

Hal Apa yang Dianjurkan, Boleh Dilakukan, dan tidak Boleh Dilakukan saat Puasa?

Seperti diketahui bersama, berpuasa di bulan Ramadan bagi umat Islam adalah sebuah kewajiban. Hal ini diatur di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa diwajibkan bagi umat Islam berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat sebelumnya agar mencapai ketakwaan.

Puasa yang merupakan Rukun Islam ketiga adalah kegiatan mengendalikan hawa nafsu dan berserah diri kepada Allah Swt. Puasa menjadi wajib bagi setiap umat yang telah mencapai masa pubertas dan tidak dalam kondisi sakit atau bepergian jauh.

Berpuasa di bulan Ramadan memiliki sejumlah aturan. Namun sayangnya, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui apa saja hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa Ramadan.

Berikut adalah hal-hal baik yang dianjurkan ketika berpuasa Ramadan.

  1. Sahur dan niat

Sahur dan niat adalah kegiatan untuk mengawali puasa. Niat wajib hukumnya bagi yang hendak berpuasa, tetapi sahur adalah anjuran. Seperti diketahui, sahur berfungsi untuk memberikan tubuh asupan makanan sehingga kuat menahan diri untuk tidak makan dan minum hingga magrib. Namun, dalam sebuah riwayat tidak dipermasalahkan apabila terlupa sahur selama tidak menzalimi diri sendiri.

  1. Tidak menunda waktu berbuka

Dalam sebuah riwayat hadis, Nabi Muhammad saw. menyerukan umatnya untuk segera berbuka bila telah waktunya.

  1. Sering Beribadah

Amalan bulan Ramadan yang dapat dilakukan saat berpuasa di antaranya membaca Al-Qur’an, melakukan salat wajib dan salat-salat sunah seperti tarawih, berdzikir, dan lain-lain.

  1. Memperbanyak sedekah

Salah satu amalan bulan Ramadan yang dapat dilakukan adalah memperbanyak sedekah misalnya saling berbagi dengan orang yang membutuhkan, berbagi takjil, menyantuni dan memberikan bantuan ke panti asuhan baik berupa makanan, uang tunai, ataupun barang lainnya.

  1. Menjauhkan diri dari perilaku negatif

Perbuatan negatif saat sedang berpuasa dapat menyebabkan berkurangnya pahala yang kita dapat. Beberapa perilaku yang perlu dihindari di antaranya mudah marah, berbicara kotor, berkelahi, membuat keributan, menyalakan petasan, dan lain-lain.

Berikut adalah hal-hal yang boleh dilakukan ketika berpuasa Ramadan :

  1. Tidak sengaja makan dan minum

Bagi orang yang berpuasa, makan dan minum secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Namun, makan dan minum secara sengaja atau pura-pura melakukan dengan tidak sengaja tentu membatalkan puasa.

  1. Mandi di siang hari

Mandi siang bukanlah pantangan ketika berpuasa. Setiap orang yang berpuasa diizinkan untuk melakukan hal ini.

  1. Mencicipi makanan

Mencicipi makanan saat menyiapkan sajian berbuka tidak membatalkan puasa. Namun, hal ini harus dipastikan bahwa makanan tersebut hanya terasa di lidah dan bukan dicerna oleh tubuh.

  1. Mencium dan merangkul pasangan bagi suami atau istri

Kendati hubungan seksual haram dilakukan selama berpuasa, mencium dan merangkul pasangan bagi suami atau istri tidak otomatis membatalkan puasa. Namun, perlu diingat dua kegiatan tersebut boleh dilakukan selama tidak dengan nafsu seksual.

  1. Suntik dan mengambil darah

Suntikan dengan tujuan medis tidak membatalkan puasa. Seseorang yang menyatakan masih mampu berpuasa dengan kondisinya dapat melanjutkan puasanya. Sedangkan pengambilan darah dapat digunakan sebagai diagnostik sehingga tidak membatalkan puasa. Namun, bila darah yang diambil cukup banyak dan membuat lemas, maka boleh membatalkan puasa.

Berikut adalah hal yang tidak boleh atau tidak dianjurkan dilakukan saat berpuasa Ramadan:

  1. Berhubungan seksual

Hubungan seksual suami istri menjadi haram saat sedang menjalani puasa. Puasa yang batal akibat hubungan seksual suami istri wajib diganti dengan enam hari berpuasa di waktu selain Ramadan. Apabila tidak mampu, masing-masing yang melanggar harus memberi makan 60 orang miskin.

  1. Lupa mandi wajib

Bila seseorang lupa melakukan mandi wajib usai hubungan seksual, maka dia dalam keadaan tidak suci. Mandi wajib boleh dilakukan setelah selesai makan sahur atau pagi hari bila terlewat waktu sahur.

  1. Merokok pada saat berpuasa

Pada saat berpuasa, sebaiknya hindari merokok. Hal ini karena merokok bisa membuat puasa menjadi batal. Saat puasa, sebaiknya tidak memasukkan apa pun ke dalam mulut, sedangkan merokok dilakukan dengan memasukkan rokok ke dalam mulut dan dihirup. Selain itu, merokok juga kurang baik untuk kesehatan tubuh dan bisa mengganggu sistem pernapasan seseorang.

  1. Muntah dengan sengaja

Banyak yang mengatakan bahwa muntah tidak membatalkan puasa. Namun, hal tersebut hanya berlaku untuk muntah yang tidak disengaja. Jika seseorang muntah dengan sengaja, misalnya dengan cara memasukkan jari atau sesuatu ke tenggorokan sehingga muncul perasaan ingin muntah, maka itu akan membatalkan puasa dan harus menggantinya di lain hari.

  1. Makan dan minum sembarangan

Agar puasa berjalan lancar, kita perlu memperhatikan makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Alangkah baiknya untuk menghindari makanan yang berlemak tinggi, makanan yang mengandung gas, dan minuman dingin.

  1. Tidur seharian

Selain melewatkan waktu beribadah, kebiasaan buruk saat puasa ini juga menyebabkan tubuh menjadi lelah. Saat tidur, tubuh akan menguras kalori dalam tubuh. Tidur terlalu lama dapat menyebabkan badan tidak fit saat bangun tidur.

 

Penulis: Syafa Ayudya dan Happy Fajar

Editor: Rima Maulidya

Puasa, Ibadah yang Menyehatkan Tubuh

Puasa menjadi salah satu ibadah yang harus dilaksanakan oleh semua umat Islam selama bulan Ramadan. Ketika berpuasa, otomatis tubuh kita tidak menerima asupan makanan atau minuman seperti biasanya. Namun, faktanya tubuh kita memerlukan waktu setidaknya delapan jam untuk menyerap nutrisi dari makanan yang terakhir kali dimakan. Hal ini berarti tubuh mampu berpuasa apabila diberi asupan terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk makan makanan yang bergizi sebelum berpuasa.

Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang. Hal ini karena mereka belajar untuk mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.

Beberapa manfaat lain berpuasa untuk kesehatan, di antaranya:

  1. Membantu memperbaiki kondisi medis

Berpuasa dengan diimbangi pola makan yang sehat bisa membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.

  1. Menyehatkan jantung

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58% lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak berpuasa.

  1. Mengurangi risiko kanker

Fakta lainnya, selama berpuasa laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring dengan faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Walaupun masih perlu diteliti lebih lanjut, berkurangnya pembelahan sel ternyata mampu mengurangi risiko kanker.

  1. Mengontrol gula darah

Sejumlah studi menyebutkan bahwa puasa dapat mengontrol gula darah. Oleh karena itu, puasa juga berguna untuk orang yang berisiko diabetes.

Itu tadi adalah beberapa manfaat berpuasa untuk kesehatan. Lalu, bagaimana cara agar tubuh tetap sehat selama berpuasa? Berikut ini adalah beberapa tips agar tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa:

  1. Makan dengan porsi normal

Menurut dr. Magdi Mohamed dari RS Burjeel Abu Dhabi, makan berlebihan ketika berpuasa akan menyebabkan kram pada perut dan dapat menyebabkan diare. Sebaiknya, kita berbuka dengan minum air putih dan makanan ringan terlebih dahulu. Lalu, setelah salat magrib baru dilanjut dengan makan makanan berat sesuai dengan porsinya.

  1. Batasi makanan manis

Sebaiknya jangan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan saat puasa. Karena selain berdampak buruk bagi kesehatan, mengonsumsi makanan manis secara berlebihan dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

  1. Perbanyak minum air putih

Dilansir dari Halodoc.com aturan minum saat kita berpuasa menggunakan aturan 2-2-4, yaitu 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka, dan 4 gelas air di malam hari.

  1. Konsumsi buah dan sayuran

Buah dan sayuran umumnya mengandung serat yang tinggi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyakit sehingga kita bisa tetap sehat selama berpuasa. Ketika kita ingin mengonsumsi buah-buahan untuk menu berbuka, sebaiknya pilih buah yang mengandung air seperti pir, apel, dan anggur.

  1. Minum vitamin

Ketika menjalankan ibadah puasa, kita tak cukup makan sayur-sayuran, buah-buahan, dan minum air putih saja. Namun, sebaiknya diimbangi dengan mengonsumsi vitamin. Karena mengonsumsi vitamin dapat menjaga kekebalan tubuh agar tetap sehat selama berpuasa.

  1. Berolahraga

Untuk menjaga tubuh tetap sehat saat puasa, olahraga menjadi satu hal yang wajib dilakukan. Sebaiknya melakukan olahraga ringan saat puasa seperti yoga, pilates, barre, renang, atau bersepeda. Ada baiknya olahraga saat puasa dilakukan 30-90 menit sebelum berbuka puasa karena kita bisa langsung mengisi tenaga kembali dengan makan dan minum.

  1. Tidur yang cukup

Selain berguna untuk melancarkan ibadah selama puasa, tidur yang cukup ketika berpuasa juga  membawa beberapa manfaat penting untuk tubuh.  Manfaat tersebut di antaranya adalah meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan membuat kita lebih mampu berkonsentrasi ketika berpuasa seharian.

Menjaga kesehatan tubuh selama puasa adalah hal yang penting untuk dilakukan. Supaya tubuh tetap sehat dan puasa kita berjalan dengan lancar. Semoga setelah membaca artikel ini kita bisa sama-sama lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan selama puasa.

 

Penulis : Azahra Wahyu

Editor  : Lintang Cahyani

 

 

Sumber :

Afifah, Mahardini Nur. 2020. 7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan. https://health.kompas.com/read/2020/04/24/140200768/7-manfaat-puasa-bagi-kesehatan?page=all#page2. Diakses pada 13 April 2021.

Alodokter. 2018. Manfaat Puasa bagi Kesehatan. https://www.alodokter.com/manfaat-puasa-bagi-kesehatan. Diakses pada 15 April 2021.

CASHBAC. 2021. 7 Tips Sehat Menjalankan Ibadah Puasa!. https://cashbac.com/blog/7-tips-sehat-menjalankan-ibadah-puasa/. Diakses pada 16 April 2021.

Viva health. 2017. PUASA BAGUS UNTUK KESEHATAN. https://vivahealth.co.id/article/detail/13425/puasa-bagus-untuk-kesehatan. Diakses pada 15 April 2021.

 

Tim Hadrah Ikromul Anbiya’ Raih Juara Favorit Lomba Hadrah Tingkat Nasional

Feed

Tim Hadrah Ikromul Anbiya’ dari UKKI Politeknik Negeri Madiun telah mengikuti kegiatan Festival Lomba Hadrah Tingkat Nasional. Lomba ini diadakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-5 Keluarga Mahasiswa Nahdatul Ulama (KMNU) Stikes Surya Global Yogyakarta.

Lomba Hadrah ini dilakukan secara virtual di mana para peserta lomba mengirimkan video penampilan mereka dan diunggah ke akun Youtube penyelenggara. Tim Ikromul Anbiya’ melakukan rekaman di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun pada tanggal 18 Maret 2021 lalu dan tanpa disangka Tim Hadrah PNM menjadi juara favorit.

Dalam mengikuti Lomba Hadrah yang dilaksanakan oleh Stikes Surya Global Yogyakarta ini, Tim Hadrah Ikromul Anbiya’ beranggotakan sepuluh orang di antaranya ada yang berperan sebagai vokal utama, backing vokal 1 dan 3, terbang inti lanangan dan wedokan, terbang golong lanang dan wedok lalu yang terakhir berperan sebagai bass. Tim ini mengakui bahwa halangan yang sering terjadi ada pada waktu latihan karena tidak semua anggota tim berada dalam satu program studi yang sama sehingga anggota harus bisa membagi waktu antara latihan dan kuliah.

Rizky Ardiansyah, salah seorang anggota dari Tim Hadrah Ikromul Anbiya’ menuturkan bahwa alasan terbesar mereka mengikuti kegiatan ini adalah untuk melaksanakan syiar dan juga sebagai tempat untuk menyalurkan hobi. Rizky juga menjelaskan persiapan yang dilakukan dalam mengikuti lomba hadrah ini adalah dengan melakukan latihan yang intensif sebelum rekaman dan tidak lupa juga mempersiapkan peralatannya. “Yang jelas latihan secara intensif sebelum rekaman dan sebelum rekaman kami menyiapkan sound system untuk keperluan audio,” ujar Rizky.

Tim Hadrah Ikromul Anbiya’ juga berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung dan memberi semangat kepada mereka termasuk pembina dan kedua bapak ibu dosen. Tak lupa juga Rizky berharap dengan ikut sertanya Tim Hadrah dari PNM, para mahasiswa bisa lebih mencintai selawat dan semoga bisa mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Selamat sekali lagi kepada Tim Hadrah Ikromul Anbiya’ UKKI PNM, semoga prestasi membanggakan yang kalian dapatkan bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa Politeknik Negeri Madiun yang lain.

Penulis : Azahra
Editor: Mutji