Tak Hanya Menambah Wawasan, Membaca Dapat Tingkatkan Fokus Lho!

Pers G-Plasma, Membaca merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang. Perlu kalian ketahui, ada banyak manfaat dari membaca, khususnya bagi kalian para mahasiswa. Berikut beberapa manfaat membaca sebagaimana dilansir dari laman penerbitbukudeepublish.com.

  1. Menambah Ilmu dan Wawasan
    Hal ini pasti sudah tidak asing bukan? Sebagai mahasiswa, pastinya kita juga kerap dianjurkan dosen untuk rajin membaca. Singkat kata, membaca sudah menjadi keharusan karena syarat pertama untuk menguasai ilmu pengetahuan adalah dengan membaca. Untuk itu, penting bagi kita untuk menumbuhkan kebiasaan membaca bacaan apa pun, seperti media massa, jurnal, ebook, dan situs-situs daring kredibel yang menyajikan beragam pengetahuan dan informasi.
  2. Meningkatkan Kecerdasan Intelektual dan Emosional
    Mungkin tak banyak dari kita yang mengetahui ini. Selain meningkatkan kecerdasan intelektual ‘kemampuan seseorang dalam menggunakan nalar, logika, bahasa, hingga pemecahan masalah’, membaca dapat meningkatkan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Kecerdasan ini berhubungan dengan bagaimana seseorang menerima, memahami, dan mengendalikan emosi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
  3. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus
    Ketika membaca, otak akan terangsang untuk berpikir secara sistematis. Kita akan berusaha menemukan jalan informasi yang tertulis di sebuah buku, jurnal, koran, atau portal berita. Agar memahami apa yang dimaksud dan menemukan pesan yang terkandung, kita harus mengerahkan pikiran pada apa yang dibaca. Nah, proses inilah yang mendorong kita untuk konsentrasi dan fokus. Dengan rutin membaca, secara otomatis kemampuan konsentrasi dan fokus semakin meningkat
  4. Meningkatkan Ingatan
    Membaca dapat meningkatkan kemampuan mengingat kita. Saat membaca, kita akan menemukan informasi dan detail-detail lainnya dalam tulisan. Otak akan merekam apa yang kita dapatkan. Hal ini juga memicu ingatan jangka pendek yang membantu kita mengingat memori. Hal ini karena setiap memori baru selalu menguatkan memori yang sudah ada.
  5. Menambah Kosa Kata dan Mempertajam Kemampuan Menulis
    Semakin banyak kita membaca, maka semakin banyak pula perbendaharaan kata yang kita miliki. Ketika membaca, kita akan menemukan kosakata yang mungkin belum pernah kita temui. Dengan begitu, artinya kita juga memiliki banyak pilihan kata dalam otak kita. Hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kemampuan menulis kita.
  6. Meningkatkan Kemampuan Analisis
    Telah ditekankan bahwa membaca dapat meningkatkan kemampuan otak. Kegiatan membaca membuat otak kita memproses dan mengelola informasi yang ditemukan, menemukan keterkaitan setiap informasi, dan mencari pemecahan masalah. Hal tersebut secara tidak langsung akan mengasah kemampuan analisis kita.

Penulis: Divisi Litbang
Editor: Rima Maulidya Pramesti

Gigih dan Berani! Berikut Beberapa Tokoh Pahlawan Jurnalistik Perempuan Indonesia

Pers G-Plasma, Masih banyak orang yang belum tahu, kalau ternyata ada peran besar para perempuan hebat yang menggunakan pikiran dan penanya sebagai senjata untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya dalam bidang jurnalistik, mereka juga senantiasa berjuang untuk mendorong lahirnya emansipasi perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia. Penasaran siapa sajakah mereka? Yuk, simak bersama beberapa tokoh jurnalis perempuan Indonesia yang dilansir dari sindonews.com.

  1. Rohana Kudus

Rohana Kudus adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia sekaligus pendiri surat kabar “Soenting Melajoe” di tahun 1912. Melalui tulisannya, beliau kerap mengkritik praktik manipulasi yang menjebak para buruh perempuan ke dunia prostitusi. Tidak hanya itu, beliau juga berjasa atas pendirian sekolah Kerajinan Amal Setia di Koto Gadang, Sumatera Barat. Pendirian sekolah tersebut di tahun 1912 bertujuan untuk memperluas perjuangan hak-hak perempuan.

  1. S.K. Trimurti

Surastri Karma Trimurti atau akrab disapa S.K. Trimurti merupakan seorang tokoh yang aktif dalam bidang aktivis, jurnalistik, dan advokat kesetaraan gender di Indonesia. Salah satu perjuangannya ialah menolak adanya aturan feudal. Aturan tersebut menganggap berpolitik merupakan hal yang tabu bagi perempuan. Pada usia 21 tahun, S.K. Trimurti diminta Presiden Soekarno untuk menjadi pemimpin redaksi majalah “Pikiran Rakyat”. Berkat perjuangannya, Trimurti berhasil mendapat penghargaan “Trimurti Awards” dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Penghargaan ini diberikan dengan tujuan menghargai karya jurnalis perempuan di Indonesia.

  1. Rasuna Said

Rasuna Said merupakan jurnalis perempuan asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Selain aktif di dunia jurnalistik, beliau juga aktif berkontribusi pada organisasi islam dan gerakan perempuan. Rasuna Said sempat menjadi pemimpin redaksi pada “Majalah Raya” yang merupakan salah satu media perjuangan di daerah asalnya. Selain itu, beliau juga pernah menjadi redaktur pada majalah “Suntiang Nagari”. Pada tahun 1935 Rasuna Said memutuskan pendirian majalah mingguan “Menara Poetri”. Majalah ini membahas kesetaraan hak perempuan dan juga semangat anti kolonialisme di Indonesia.

  1. Ani Idrus

Ani Idrus adalah salah satu wartawati paling berpengaruh dalam perkembangan jurnalisme di Indonesia. Tumbuh saat berseminya kebangkitan nasional, Ani Idrus ikut berjuang melawan pemerintahan kolonial Hindia Belanda melalui tulisannya. Beliau mulai gemar menulis di umur 12 tahun dan akhirnya mulai bekerja sebagai profesional di umur 14 tahun pada “Majalah Politik Penyendar”. Pada tahun 1938, Ani Idrus sempat mendirikan majalah politik bernama “Seruan Kita” bersama suaminya, H. Mohammad Said. Sayangnya majalah tersebut tidak bertahan lama.

  1. Siti Latifah Herawati Diah

Siti Latifah Herawati Diah atau lebih dikenal sebagai Herawati Diah merupakan jurnalis sekaligus pendiri beberapa media massa, seperti Harian Merdeka, Majalah Keluarga, Majalah Berita Topik, dan surat kabar berbahasa Inggris pertama di Indonesia, yaitu The Indonesian Observer pada 1955. Edisi pertama surat kabar tersebut terbit pada saat Konferensi Asia Afrika di Bandung.
Memiliki ayah seorang dokter tidak membuatnya tertarik untuk mengikuti jejaknya. Dengan dorongan ibunya, Herawati kemudian belajar sosiologi di Barnard College, afiliasi dari Colombia University di New York. Karena latar pendidikannya tersebut, Herawati menjadi satu-satunya wartawati berpendidikan formal pada masanya. Beliau juga aktif membela hak-hak perempuan dan menyuarakan isu kesetaraan gender di Indonesia. Hal ini tercermin dengan pendirian Komnas Perempuan, Lingkar Budaya Indonesia, dan Gerakan Perempuan Sadar Pemilu.
Nah itulah tadi lima tokoh perempuan hebat dalam sejarah jurnalistik Indonesia. Jasa-jasa mereka wajib kita kenang sepanjang masa. Keteguhan serta semangat mereka dalam menulis dan memajukan jurnalistik di Indonesia patut dijadikan motivasi untuk kita sebagai para jurnalis muda.

Penulis: Divisi Reporter
Editor: Rifa’i

Saring Atlet E-Sport Terbaik, Politeknik Negeri Madiun Selenggarakan Turnamen Game Online

Pers G-Plasma, Minggu, 4 Oktober 2021, Politeknik Negeri Madiun (PNM) telah menyelenggarakan Final Tournament Game Online. Turnamen kali ini berlangsung secara daring dan hanya diikuti oleh mahasiswa PNM.

Turnamen tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan atlet-atlet e-sport menuju turnamen e-sport di kancah nasional. Selama turnamen berlangsung, tidak ada kendala yang serius. Keseluruhan turnamen berjalan dengan baik dan lancar. Awalnya, turnamen ini akan diselenggarakan secara semi luring di mana peserta yang lolos ke babak semifinal akan bertanding di kampus PNM.

Namun, terjadi beberapa kendala terkait jadwal semifinal dan final. Jadwal-jadwal tersebut berbenturan dengan acara wisuda PNM sehingga acara harus berubah menjadi daring. Meskipun begitu, para peserta tampak antusias mengikuti ajang yang terbilang baru dari PNM ini. Sementara itu, penyerahan hadiah tetap dilakukan secara langsung di Memory Coffee.

Melalui ajang ini, Ketua Pelaksana, Widia Indar berharap ke depannya teman-teman PNM dapat lebih antusias lagi dalam mengikuti turnamen ini dengan target peserta bisa tembus 100 tim. Pada kesempatan yang sama, ia menuturkan semoga acara ini bisa terlaksana secara luring ke depannya.

Penulis: Hanisa

Editor: Muktamiroh

Berlangsung secara Semi Luring, Politeknik Negeri Madiun Gelar Wisuda ke-16 Program Ahli Madya

Pers G-Plasma, Sabtu, 2 Oktober 2021, Politeknik Negeri Madiun (PNM) menyelenggarakan Wisuda ke-16 Program Ahli Madya. Wisuda tahun ini diselenggarakan semi luring di Kampus I Politeknik Negeri Madiun dan Zoom Meeting karena adanya pandemi Covid-19. Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Madiun, Drs. H. Maidi, S.H., M.M., M.Pd., Para Penggagas PNM, dan Direktur PNM, M. Fajar Subkhan, S.T., M.T., beserta jajaran direksi Politeknik Negeri Madiun.

Untuk pelaksanaan secara luring hanya dihadiri oleh perwakilan wisudawan/ti terbaik dari masing-masing program studi (prodi) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Para peserta luring diimbau untuk tetap menjaga jarak satu sama lain, memakai masker dan face shield, serta menggunakan hand sanitizer.

Sementara itu, wisudawan/ti lainnya tetap mengikuti serangkaian acara via Zoom dari rumah dengan didampingi oleh orang tua masing-masing. Secara keseluruhan, wisudawan/ti PNM program ahli madya tahun ini berjumlah 563 orang. Hal ini terdapat peningkatan dibanding tahun lalu.

Meskipun berlangsung secara semi luring, para wisudawan/ti tetap mengikuti prosesi pengukuhan dengan khidmad. Momen pemindahan tali toga pun menjadi pemandangan yang mengharukan. Dengan pelaksanaan wisuda ini, seluruh mahasiswa PNM semester enam telah resmi menyandang gelar A.Md. ‘ahli madya’, sebutan bagi lulusan Diploma III sesuai dengan jurusan yang diambil.

Dalam sambutannya, Fajar Subkhan mengutarakan bahwa dirinya merasa bangga dengan lulusan tahun ini karena berhasil menorehkan 60 prestasi baru untuk PNM. Selain itu, wisuda ini sekaligus menjadi yang pertama bagi prodi Teknologi Informasi sejak awal berdiri pada tahun 2018.

Pada kesempatan yang sama beliau mengatakan, “Harapan kami semua ketika Anda kembali ke masyarakat, hendaknya Anda mampu memberikan kontribusi dan sumbangsih yang terbaik dalam membangun bangsa dan negara dengan bekal ilmu dan keterampilan serta prestasi yang Anda miliki.”

Terakhir, beliau berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Penyayang meridai semua cita-cita dan amal baik kita semua, aamiin yarobbal alamin.”

Penulis : Danarara

Editor : Risma Oktaviani

Belajar di Perpustakaan hingga Beristirahat dengan Cukup? Berikut Tips Agar Tak Bosan Berkuliah Daring

Pers G-Plasma, Perkulian daring menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang baru. Selama perkuliahan daring ini tak jarang membuat mahasiswa merasa bosan dan tertekan. Hal ini karena rutinitas yang monoton dan terus berulang, misalnya menghadap layar berjam-jam. Hal itu semakin bertambah dengan tugas yang menumpuk dan ketidakpahaman materi.

Untuk atasi hal tersebut, kamu bisa mengerjakan tugas bersama dengan teman-temanmu agar lebih mudah untuk memahami suatu materi yang menurut kamu sulit kamu mengerti. Dengan belajar bersama teman, kamu akan lebih bersemangat dan tidak bosan saat mengerjakannya.

Kegiatan belajar kelompok bisa dilakukan di mana saja, salah satunya di perpustakan. Apa spesialnya? perpustakaan menyediakan suasana belajar yang tenang sehingga menjadi tempat terbaik untuk belajar. Suasana baru perpustakaan juga dapat mengatasi kebosanan selama pekuliahan daring. Selain itu, tempat ini bisa meningkatkan pengetahuan dan produktivitas mahasiswa dengan banyaknya buku, jurnal, dan bahan pustaka lainnya yang tersedia. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan kurang referensi bagi mahasiswa selama perkuliahan daring.

Perlu diingat saat bertemu dengan teman di luar rumah, kita wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak. Tapi ada satu hal lagi yang tiak kalah penting dari beberapa tips diatas  apa itu? Istirahat.

Istirahat merupakan kegiatan berhenti sejenak dari kegiatan yang sedang dilakukan. Sederhana namun sering dilupakan, ada banyak manfaat dari beristirahat. Selain mereda diri dari penatnya kegiatan, istirahat yang cukup dan teratur dapat menjaga diri agar tetap dalam kondisi yang sehat, membuat otak menjadi fresh dan me-refresh kembali sistem kerja tubuh.

Penulis: Silvi B.K.

Editor: Mutji Rahayu Nengsih.