Maksimalkan Kegiatan Perkuliahan, Buatlah List Target agar Terarah!

Pers G-Plasma, Beberapa perguruan tinggi telah memulai tahun ajaran baru. Ini berarti mahasiswa baru sekalipun telah aktif memasuki kegiatan perkuliahan. Namun, tak sedikit dari mereka masih kebingungan untuk memaksimalkan potensi dirinya. Untuk itu, berikut beberapa tips dan trik memaksimalkan diri di perkuliahan yang dilansir dari laman gramedia.com.

  1. Aktif Mencari Tahu
    Saat memasuki dunia perkuliahan, kamu dituntut untuk mandiri termasuk dalam mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan kampus dari berbagai sumber. Sebagai contoh ialah dari BEM kampus dan humas kampus. Informasi tersebut dapat berupa informasi akademik maupun non akademik. Hal ini agar kamu tidak ketinggalan informasi yang penting.
  2. Membuat Rencana Akademik
    Masa awal perkuliahan adalah waktu yang tepat untuk untuk membuat rencana akademik. Hal ini agar apa yang kamu lakukan bisa terencana. Selain itu, kamu bisa mengetahui perkembangan akademik yang sudah kamu lalui. Sebagai contoh, kamu membuat rencana setiap semester yang kamu lalui atau menyusun target di tahun berapa kamu lulus kuliah. Dengan begitu, kamu bisa terpacu dan teringat tentang apa yang harus kamu capai.
  3. Membuat List Target yang Harus Dicapai
    Selain rencana akademik sebelumnya, kamu perlu membuat target yang harus kamu capai mendatang. Jika salah satu target terselesaikan, maka coret atau berilah tanda pada list targetmu. Hal ini agar kegiatanmu kedepannya lebih terarah dan jelas tujuannya.
  4. Mengikuti Organisasi atau Komunitas
    Disela padatnya jadwal kuliah, pergunakan waktu kosongmu untuk mengikuti kegiatan organisasi atau komunitas yang kamu minati. Dengan mengikuti organisasi atau komunitas, kamu bisa bertemu orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda. Selain itu, mengikuti diskusi forum akan memberikan pandangan baru serta memperluas wawasanmu.
  5. Time Management itu Penting!
    Tanpa time management (manajemen waktu) semua yang sudah disusun dan direncanakan tidak akan berjalan dengan baik. Maka dari itu sebagai mahasiswa, kamu harus pintar dalam mengelola waktu yang kamu punya. Kamu harus bisa membagi waktu dengan proporsional sesuai apa yang ingin kamu lakukan mendatang. Di samping itu, jangan lupa untuk menyisihkan waktu guna relaksasi. Tujuannya agar kamu tidak jenuh dengan kegiatan yang padat sebelumnya.
    Mulai dari sekarang, yuk memaksimalkan diri di perkuliahan dengan langkah-langkah di atas. Hal ini agar kedepannya perkuliahan kamu bisa lebih mudah dijalani dan target-target masa depan bisa terpenuhi. Semangat ya!

Penulis: Habib, Octa, dan Marsyella
Editor : Muktamiroh

Bingung Cara Hadapi Tahun Pertama Perkuliahan? Simak Tips dan Trik Berikut Ini.

Pers G-Plasma, Pandemi Covid-19 di Indonesia kembali melonjak hingga penerapan PPKM kembali diperketat. Hal tersebut berhasil menggagalkan pelaksanaan pendidikan secara tatap muka di wilayah Jawa-Bali. Pembatalan tersebut menyebabkan seluruh perguruan tinggi kembali melaksanakan perkuliahan secara daring. Tahun ajaran 2021 adalah tahun kedua pelaksanaan perkuliahan daring yang dirasakan oleh mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Bagi mahasiswa baru, dunia perkuliahan merupakan suatu transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi. Hal ini menyebabkan tidak sedikit mahasiswa baru mengalami culture shock dan juga kebingungan untuk memanfaatkan tahun pertamanya. Nah, berikut adalah tips dan trik memanfaatkan tahun pertama saat kuliah.

  1. Adaptasi
    Dalam perkuliahan daring, beradaptasi dengan lingkup perkuliahan sangatlah penting. Hal ini akan berdampak positif bagi dirimu di tahun pertama perkuliahan. Adaptasi dalam perkuliahan bukan hanya seputar pertemanan, melainkan juga dengan mengenal kampusmu lebih dalam.
    Kamu harus bisa membiasakan diri dengan aktif mengikuti serangkaian kegiatan kampus ataupun perkuliahan. Hal ini karena pembelajaran di masa sekolah menengah dengan di perguruan tinggi sangatlah berbeda. Mulailah dari mendisiplinkan diri dengan segala tugas maupun jadwal perkuliahan yang ada. Hal ini akan membantumu untuk beradaptasi dengan cepat.
  2. Eksplorasi
    Dalam dunia perkuliahan eksplorasi sangatlah dibutuhkan. Ekplorasi adalah mencari dan mempelajari hal-hal baru, terutama hal yang disuka di dalam maupun di luar pembelajaran. Eksplorasi bisa dilakukan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan, seperti webinar, pelatihan, PKM, dan sebagainya. Dengan begitu, keterampilan yang kita punya bisa dikembangkan dan akan jauh lebih bermanfaat lagi.
  3. Perbanyak Relasi
    Dalam dunia perkuliahan, pertemanan kita akan semakin luas. Karenanya, relasi pertemanan sangatlah dibutuhkan. Semakin banyak relasi, semakin banyak dan mudah pula informasi penting yang akan kamu dapatkan. Sasaran untuk memperbanyak relasi tidak hanya dengan teman satu angkatan, melainkan juga dengan dosen, senior, atau alumni pada lingkup kampus. Dengan banyaknya relasi pula, kamu akan lebih mudah melakukan sharing tentang hal yang ingin kamu tahu selama masa perkuliahan.
    Itulah beberapa tips dan trik memanfaatkan tahun pertama pada saat kuliah. Meskipun perkuliahan masih tetap dilaksanakan secara daring, kamu juga harus bisa melakukan dan memanfaatkan tahun pertama ini dengan baik ya.

Penulis : Adinda Ayu Rahmadani
Editor : Lintang Cahyani

Baliho Oh Baliho…

Pencitraan di Waktu yang Salah

“Kondisi saat ini terjadi disparitas kepentingan antara rakyat dan elit. Elit lebih bernafsu berebut kuasa ketimbang berempati dan membantu rakyat yang tertimpa dampak covid-19.” – Alwan Ola Riantoby (Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat, dikutip dari mediaindonesia.com).

Pers G-Plasma, Belakangan ini media sosial diramaikan dengan aksi warganet yang berfoto di depan baliho dengan membawa tulisan “Pandemi belum usai, 2024 sudah dimulai.” Lalu apakah benar, baliho-baliho tersebut menjadi salah satu bukti minimnya empati politisi di tengah pandemi?

Sebenarnya, pemasangan baliho bernuansa politik bukanlah hal yang asing di Indonesia, apalagi menjelang pemilihan umum (pemilu). Namun, di tengah situasi pandemi yang serba susah ini tidak etis rasanya melihat politisi yang malah berlomba memamerkan partai dan slogan mereka di sepanjang jalan. Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Alwan Ola Rinatoby mengatakan seorang negarawan harusnya menjadi penopang kebijakan dan perpanjangan tangan dari rakyat, bukan malah berebut kekuasaan di tengah pandemi seperti ini.

“Kondisi saat ini terjadi disparitas kepentingan antara rakyat dan elit. Elit lebih bernafsu berebut kuasa ketimbang berempati dan membantu rakyat yang tertimpa dampak covid-19,” terang Alwan yang dilansir dari mediaindonesia.com.

Di lain sisi, sejumlah kader partai mengatakan bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan instruksi partai. Bersumber dari regional.kompas.com, Ketua Dewan Pengurus Daerah 1 Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe juga mengatakan pemasangan baliho tersebut merupakan salah satu strategi merebut kemenangan Pilpres 2024.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Negeri Semarang (UNNES), Cahyo Seftyono berpendapat bahwa baliho-baliho yang dipasang ini terkesan monoton di tengah masyarakat yang sedang dilanda pandemi.

“Kalau gitu kan seolah-olah mereka yang penting tampil. Kalau melihat kondisi sekarang harusnya itu bisa didesain lebih inovatif. Sehingga apa yang ditayangkan itu tidak monoton dan lebih krusial untuk menjadi perhatian para politisi dan tim mereka di balik layar,” imbuh Cahyo.

Menurut penulis, sebenarnya tidak ada salahnya menggunakan baliho untuk kepentingan politik, toh hal itu sudah lumrah di Indonesia. Namun, kampanye dan pendekatan mereka terhadap masyarakatlah yang dirasa kurang tepat. Dari fenomena baliho ini kita tahu bahwa saat ini sejumlah masyarakat, terutama generasi milenial sudah tidak terpengaruh lagi oleh pencitraan dan bentuk kampanye politik lain. Masyarakat lebih menginginkan kinerja nyata mereka dalam usaha memperbaiki kondisi bangsa agar segera keluar dari pandemi Covid-19. Jadi, sebagai masyarakat dan warga negara yang baik, kita juga perlu melihat apakah pencitraan yang mereka lakukan sekarang ini sejalan dengan tindakan nyata mereka nantinya atau tidak.


Penulis: Azahra Wahyu

Editor: Aprilia Rista