Berlangsung secara Daring, Expo UKM Tutup Rangkaian Acara PKKMB PNM 2021

Pers G-Plasma, Jum’at (27/08/2021), Politeknik Negeri Madiun (PNM) mengadakan acara Expo UKM bagi mahasiswa baru angkatan 2021. Acara ini diadakan secara online karena adanya pandemi Covid-19. Adanya kegiatan Expo UKM dimaksudkan agar mahasiswa baru paham terkait kinerja dan fungsi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) .
Pada Expo UKM tahun ini, materi disampaikan langsung oleh anggota UKM terkait. Oleh karenanya, Staff Ahli Kementerian Minat Dan Bakat, Tyan Rudianti, berasumsi bahwa mahasiswa baru akan lebih paham dengan materi expo. Selain itu, mahasiswa baru juga dapat menonton video perkenalan dari seluruh UKM di PNM. Video-video tersebut tayang serentak di kanal Youtube BEM PNM TV.
Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, Expo tahun ini memungkinkan mahasiswa baru untuk berkomunikasi secara langsung melalui Zoom dengan UKM terkait. Untuk mengurangi ketegangan, panitia juga menghadirkan pensi kolaborasi seluruh UKM.
Setelah pelaksanaan Expo UKM, ada pula pendaftaran UKM yang berlangsung selama sepuluh hari. Pendaftaran dimulai dari tanggal 27 Agustus s.d. 5 September 2021. Untuk mengakses tautan pendaftaran, mahasiswa baru juga dapat mengaksesnya melalui majalah produksi G-Plasma.
Dengan adanya Expo Ormawa, mahasiswa baru diharapkan bisa terhibur dan mendapat gambaran terkait UKM pilihanya. Hal ini menjadi penting mengingat setiap mahasiswa wajib mengikuti paling tidak satu UKM atau ormawa.

Penulis : Happy Fajar & Farikhul Ulum
Editor : Muktamiroh

Mengusung Konsep Baru, Politeknik Negeri Madiun Laksanakan PKKMB secara Daring

Pers G-Plasma, Memasuki tahun ajaran baru, Politeknik Negeri Madiun menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Senin, (23/08/2021). Untuk kedua kalinya, acara ini kembali dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube karena pandemi Covid-19. PKKMB tahun ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 23 Agustus 2021 hingga 27 Agustus 2021. Mengusung tema “PNM Bermutu”, setidaknya ada 850 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini. Jumlah mahasiswa tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Hal ini karena hadirnya program studi baru, yaitu D2 Pembentukan Logam.
Dikoordinir Bapak Budi Artono,S.T.,M.T., kegiatan ini mengadaptasi konsep pelaksanaan PKKMB seperti tahun sebelumnya. Namun dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini, panitia banyak mengusung hal baru, terutama dalam segi acara maupun segi visualisasi sehingga memberikan kesan yang menarik untuk disimak dan diikuti. Hal tersebut ditegaskan oleh wakil pelaksana PKKMB, Hadias Bthari.
Sementara itu, acara PKKMB tahun ini juga berlangsung secara offline di Kampus 1 ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat, PKKMB offline hanya menghadirkan 20 perwakilan mahasiswa baru dan 10 perwakilan panitia. Berdasarkan penuturan Hadias Bthari, perwakilan yang hadir secara langsung di kampus sudah melalui uji usap antigen Covid-19 serta mematuhi protokol kesehatan secara ketat, seperti memakai masker dan sarung tangan, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Tak bisa dipungkiri, kendala jaringan maupun fasilitas pendukung lain juga menjadi hambatan. Namun harapannya, hambatan tersebut tidak menyurutkan semangat dan antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan ini. Melalui PKKMB tahun 2021 ini, mahasiswa baru diharap dapat lebih mengenal lingkungan barunya dan cepat beradaptasi dengan sekitarnya.

Penulis : Dyah Ayu Yuniar & Fajar Dwi Utomo.
Editor : Shindy Dwi Rahmawati.

Mulai dari Atur Waktu hingga Siapkan Camilan, Berikut Tips dan Trik Rubah Belajar Daring Jadi Menyenangkan

Pers G-Plasma, Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat banyak sekolah maupun perguruan tinggi meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebagai gantinya, mereka menerapkan metode belajar jarak jauh secara daring. Hal tersebut diterapkan untuk membatasi interaksi fisik secara langsung guna menekan penyebaran virus. Namun, aktivitas belajar dari rumah tak sepenuhnya mudah. Ada beberapa hambatan yang harus dihadapi oleh pelajar. Hambatan tersebut mulai dari kendala teknis yang menyebabkan dosen dan mahasiswa salah paham hingga akses internet yang berbeda-beda di tiap daerah atau kota. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dan dosen. Nah, berikut tips dan trik ubah belajar daring jadi menyenangkan selama di rumah:

  1. Carilah Tempat yang Nyaman
    Banyaknya gangguan ketika kelas berlangsung merupakan salah satu kekurangan dari kuliah daring, terutama saat di rumah. Gangguan tersebut bisa muncul ketika dipanggil orang tua, diganggu adik yang mengajak kita bermain, atau godaan besar untuk rebahan di kasur. Untuk meminimalisir hal tersebut, tentukan tempat yang nyaman dan kondusif. Tempat yang nyaman dan kondusif dapat membuat kita fokus terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung.
    Tempat yang nyaman merupakan salah satu kunci agar belajar tetap fokus. Kamu bisa mencari tempat, seperti sudut rumah yang nyaman sebagai tempat belajar. Kamu juga bisa mendekor area meja belajar sekreatif mungkin. Hal tersebut dapat menambah semangat belajar kamu.
  2. Siapkan Camilan
    Belajar tentu menguras tenaga kita. Meskipun secara fisik tak banyak bergerak, tenaga kita bisa terkuras ketika berpikir. Supaya tetap semangat, siapkan camilan secukupnya. Camilan tersebut, seperti kacang-kacangan, buah-buahan, atau camilan berkalori tinggi lainnya. Sebelum pembelajaran dimulai, kamu juga bisa membuat makanan ringan kesukaanmu misalnya, cookies atau makanan ringan lainnya. Jangan lupa, kita harus tetap rutin minum air putih. Air putih dapat menjaga konsentrasi kita tetap baik ketika pembelajaran berlangsung.
  3. Kelola Waktu dengan Baik
    Atur waktu belajarmu. Hal tersebut agar kamu tidak lagi mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan tugas. Biasakan dirimu mengerjakan tugas di awal waktu. Dengan begitu, tugasmu tidak akan menumpuk. Selain itu, atur jadwal harian, seperti kapan harus belajar dan kapan harus bersantai. Jangan lupa atur jadwal untuk berolahraga juga ya. Dengan begitu, tubuh akan tetap bugar selama belajar daring di rumah. Mengelola waktu dengan baik bisa membantumu untuk tidak stres selama melakukan kegiatan di dalam rumah selama pandemi Covid-19.
    Itu tadi beberapa tips dan trik ubah belajar daring jadi menyenangkan selama di rumah. Tips dan trik tersebut bisa banget kamu terapin nih! Walaupun masih belajar secara daring, kamu harus tetap menjaga kesehatan dan tetap fokus belajar ya!

Penulis: Lia Widyaningtiyas
Editor: Rifa’i

Perpanjangan PPKM, Masyarakat Harus Bagaimana?

Pers G-Plasma, “Atas arahan presiden, maka PPKM level 4, 3, dan 2 di Jawa Bali akan diperpanjang sampai 16 Agustus 2021,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut, Senin (9/8). Pengumuman resmi mengenai perpanjangan Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tanggal 9 Agustus 2021 tersebut pun menuai banyak komentar.  Tidak sedikit dari pengguna Twitter menyayangkan tindakan tersebut. Menurut mereka perlakuannya terkesan dicicil. Mulai dari yang awalnya satu minggu diperpanjang terus-menerus. Selain itu, tindakan tersebut dirasa kurang efektif karenakan sikap masyarakat yang semakin bebal akan aturan yang ditetapkan. Di sisi lain, ada pula yang menanggapi bahwa masyarakat hanya cenderung heboh akan perpanjangan tetapi tak mengimbanginya dengan mengubah sikap. Banyak dari mereka yang masih abai pula dengan protokol kesehatan.

Awalnya pemerintah mulai menerapkan PPKM Darurat ini pada 3 – 20 Juli yang mana saat itu kasus Covid-19 mengalami pelonjakan. Selanjutnya, PPKM Darurat ini diperpanjang dengan istilah yang berganti menjadi PPKM Level 4 pada 20 – 25 Juli, 26 Juli – 2 Agustus, dan 3 – 9 Agustus. Dari pemberlakuan tersebut, Luhut mengatakan terdapat hasil yang cukup baik, yakni penurunan kasus positif Covid-19 mencapai 59,6%. Akan tetapi, angka penurunan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai penurunan drastis untuk kasus positif dan kematian akibat Covid-19 meskipun jumlah kesembuhan pasien terus bertambah, dilansir dari cnnindonesia.com.

Meskipun ada perpanjangan PPKM, pemerintah masih memberikan sejumlah pelonggaran. Luhut menyebutkan akan diadakan uji coba terkait pelonggaran ini. Uji coba tersebut dengan membuka mal atau pusat perbelanjaan secara gradual dan tentunya dilakukan dengan implementasi prokes secara ketat.

“Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal akan dilakukan di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang,” jelasnya.

Mal tersebut dibuka dengan kapasitas 25% selama sepekan. Kemudian, hanya pengunjung yang telah divaksinasi yang dapat masuk ke mal. Selain itu, mereka harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. PeduliLindungi adalah sebuah aplikasi yang dirancang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN untuk digunakan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia, dikutip dari  play.google.com.

Melansir dari regional.kontan.co.id, penyesuaian aturan ini juga diberlakukan untuk tempat ibadah. Kabupaten atau kota di wilayah tersebut dapat melakukan ibadah dengan kapasitas maksimal 25% atau sekitar 20 orang. Pada kesempatan yang sama Luhut juga menyampaikan bahwa angka kepatuhan memakai masker mencapai 82%. Angka tersebut telah meningkat lima persen dibandingkan periode Februari – Maret 2021 lalu.

Dari informasi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pemberlakuan perpanjang PPKM Level 4 dari 9 Agustus – 16 Agustus 2021 kurang efektif. Hal tersebut sebagaimana dapat dilihat dari respon warganet terhadap kebijakan ini melalui akun media sosialnya. Penulis sepakat dengan komentar kurang efektifnya kebijakan tersebut. Pemberlakuan ini dirasa kurang efektif, yakni pemberian informasi yang “dicicil”. Selain itu, masih banyak masyarakat yang abai dengan kebijakan pemerintah. Hal tersebut tentunya sangat disayangkan. Saran penulis, meskipun kita kecewa dengan tindakan ini, sebaiknya kita tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Selain itu, kita juga perlu memperbaiki ketaatan diri terhadap prokes. Hal tersebut tentu demi kebaikan bersama. Kendati demikian, pemerintah tentu telah mempertimbangkan segalanya sebelum menerapkan suatu kebijakan. Mulai dari kelebihan hingga kekurangannya. Harap bersabar dengan pandemi ini. Jangan lupa  patuhi protokol kesehatan.

Penulis: Farikhul Ulum

Editor: Hanisa

Anti Jenuh Hadapi Kuliah Online, Simak Tips dan Trik Berikut!

Work from Home = Libur? Salah Besar!

Pers G-Plasma, Situasi pandemi mendorong semua kegiatan dilakukan dari rumah. Tak hanya bekerja, tetapi juga belajar dan perkuliahan kini dilakukan dari rumah. Hilangnya sebagian besar aktivitas di luar rumah membuat kita merasa seperti sedang libur. Padahal aktivitasmu tetap sama seperti biasanya, lho! Hanya saja itu semua dilakukan pada tempat dan suasana yang berbeda. Hal tersebut menuntut kita untuk beradaptasi dengan kegiatan yang bersifat online. Beberapa mahasiswa berpendapat bahwa sebenarnya kuliah online itu justru lebih berat. Hal itu karena lebih banyaknya tugas yang kita dapat.

Persepsi libur ini lama kelamaan juga akan membuat kita menjadi malas beraktivitas, lho! Belum lagi tergoda untuk rebahan di kasur, sudah pasti pekerjaan kita akan semakin tertunda. Mari mulai hilangkan persepsi seperti ini agar tetap bersemangat dan produktif selama menjalankan kuliah online. Mari simak tips & trik perkuliahan online berikut ini ya.

  1. Membuat Jadwal Kuliah

Perkuliahan online sering kali menyebabkan kita lupa akan jadwal kegiatan perkuliahan. Hal ini karena kita sering disibukkan dengan hal-hal lain di dalam rumah maupun di luar rumah. Untuk menghindari hal-hal itu, kita perlu membuat jadwal perkuliahan. Jadwal perkuliahan sendiri bisa kita buat dalam note ataupun dalam selembar kertas. Kemudian, tempelkan jadwal pada dinding. Buatlah jadwal perkuliahan semenarik mungkin agar ketika membaca jadwal tersebut dapat meningkatkan semangat kita dalam menjalani perkuliahan.

Meskipun sudah membuat jadwal perkuliahan, terkadang kebanyakan mahasiswa masih sering lupa jadwal kuliah. Hal ini entah karena masih tidur atau masih melakukan pekerjaan rumah lainnya. Jangan sampai kita mengulang mata kuliah hanya karena lupa jadwal. Maka dari itu, buatlah reminder jadwal perkuliahan, misalnya saja memasang alarm beberapa menit sebelum kelas dimulai. Selain itu, pastikan kamu sudah siap sepuluh menit sebelum kelas dimulai ya, guys!

2. Jangan Menunda Pekerjaan

Tips kuliah online agar berjalan efektif yang selanjutnya adalah jangan menunda pekerjaan. Tidak bisa dipungkiri, nikmatnya rebahan di rumah membuat kita sering mengulur-ulur waktu. Namun, sebisa mungkin kerjakanlah tugas-tugas secepatnya. Tugas yang selesai lebih cepat akan memberikan kita waktu untuk mengoreksi ulang tugas. Tugas yang terlalu sering ditunda akan membuat kita lebih sibuk ketika jadwal pengumpulan sudah dekat. Hal ini membuat kita tidak dapat mengerjakan tugas dengan maksimal. Selain itu, buatlah jadwal dan prioritas pekerjaan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Kemudian, tentukan deadline mengenai kapan tugas itu harus selesai. Ingatlah bahwa tidak ada lagi toleransi keterlambatan pengumpulan tugas saat kuliah online karena semua dilakukan melalui sistem.

3. Sisihkan Waktu untuk Refreshing

Padatnya jadwal perkuliahan, tugas yang menumpuk, dan deadline yang mepet tentu membuat kita terkadang merasa penat, jenuh, bosan, bahkan kehilangan semangat belajar. Dari hal tersebut, pastikan kamu memiliki beberapa waktu luang untuk refreshing atau melepas penat. Jangan terlalu memaksakan diri untuk terus menerus belajar. Tubuh dan otak kita pun perlu beristirahat. Kamu bisa mengatur kegiatan seru bersama temanmu dari jarak jauh, seperti video call bersama teman-teman, menonton film bersama, bermain game, ataupun bisa sekadar berjalan-jalan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Yang perlu diingat, tetaplah patuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan menjaga jarak. Kegiatan-kegiatan sederhana itu bisa membuat otak kita terasa lebih segar. Pastikan dirimu membagi waktu antara refreshing dan bekerja dengan seimbang, ya. Jangan sampai keterusan sehingga kamu kelupaan dengan kelas perkuliahan online-mu.

Itu tadi beberapa tips dan trik perkuliahan online yang bisa kalian coba. Tetap semangat menjalani perkuliahan online, stay safe and healthy!

Penulis: Widia Yuni

Editor: Hanisa