Di balik Lebaran 2021

konten

Halo sobat G-Plasma, Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Mohon maaf lahir dan batin untuk kita semua. Ngomong-ngomong gimana nih Lebaran kalian? Apakah sesuai dengan harapan? Atau ada yang masih mengharapkan THR? Hahaha yang masih mengharapkan THR berarti kita sama ya guys.

Lebaran menjadi sebuah momen dan kegiatan istimewa bagi masing-masing dari kita. Pada momen tersebut  semua orang berlomba-lomba menghidangkan makanan dan minuman untuk tamu dan sanak keluarga yang datang. Namun, tradisi bersalam-salaman tidak lagi bisa dirasakan sejak pandemi menyerang. Lalu peristiwa apa saja yang ada di balik Lebaran 2021? Yuk simak pembahasan di bawah ini:

  1. Larangan mudik untuk kedua kalinya

Surat Edaran Larangan Mudik 2021 yang seharusnya diberlakukan sejak tanggal 22 April 2021 tidak menimbulkan kesadaran bagi masyarakat. Banyak dari masyarakat menggunakan alasan rasa rindu dengan keluarga dan saudara untuk tetap mudik. Hal tersebut sudah sepatutnya dirasakan oleh semua orang karena sudah lama tak bertemu. Namun, alangkah baiknya kita memikirkan dampak yang terjadi apabila aturan tersebut tidak dipatuhi.

  1. Meningkatnya angka positif penderita covid-19

Dilansir dari tempo.com, juru bicara satuan tugas penanganan covid-19 memaparkan bahwa dampak dari tidak mematuhi larangan mudik yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yaitu meningkatnya angka positif penderita covid-19. Analisis data yang berasal dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa rata-rata kenaikan kasus dari tujuh hari yang lalu yaitu 5.173 kasus. Dari jumlah kenaikan kasus ini, hendaknya masyarakat lebih menyadari bahwa penyakit ini rentan menular.

  1. Penutupan tempat wisata dan hiburan

Untuk menghindari bertambahnya kasus baru covid-19 beberapa tempat wisata di sejumlah daerah ditutup. Kegiatan ini seharusnya diterapkan oleh seluruh tempat wisata yang ada di Indonesia. Namun, tempat wisata seperti Ancol, TMII, dan beberapa pantai di Jakarta masih saja melakukan pembukaan saat libur lebaran.

  1. Pengamanan transportasi lalu lintas

Sejumlah satuan petugas pengamanan ditugaskan menjaga jalur transportasi yang melintasi beberapa titik yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa pengendara yang masih melanggar aturan membawa surat bebas covid-19. Akibatnya, di beberapa posko dan daerah dilakukan swab massal untuk menghindari peningkatan kasus covid-19.

Nah, dari pembahasan di atas, hendaknya kita ikut berhati-hati ya. Patuhi peraturan dan protokol kesehatan serta terapkan gaya hidup sehat. Semoga pandemi segera berakhir. Salam mahasiswa, salam Pers G-Plasma.

Penulis: Yuniar Wijayanti

Editor: Mutji Rahayu

Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun Bagikan Takjil di Beberapa Titik Kota Madiun

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1442 H pada hari ke-26, Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (KM-PNM) mengadakan pembagian takjil gratis pada hari Sabtu, (08/05/2021) di Kota Madiun. Pembagian takjil dilaksanakan di beberapa titik di Kota Madiun yaitu depan Pasar Besar Madiun, Pasar Seleko, Pasar Kojo, Stasiun Madiun, Terminal Madiun, Pasar Njoyo, SMAN 1 Madiun, PLN, dan juga on the road.  Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB sampai menjelang waktu berbuka puasa dan diakhiri dengan salat Magrib berjamaah.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut dilakukan dengan membagikan takjil untuk berbuka puasa berupa makanan yaitu nasi yang diberikan kepada fakir miskin yang memang membutuhkan dan pembagian takjil berupa makanan ringan untuk pengguna jalan, tukang becak, tukang parkir, dan para ojol (ojek online).

Acara ini diikuti oleh  62 mahasiswa/i perwakilan dari setiap Ormawa KM-PNM dan juga 27 mahasiswa/i dari anggota BEM KM-PNM yang kemudian menyebar ke berbagai titik Kota Madiun sesuai pembagian.

Aksi para mahasiswa/i Politeknik Negeri Madiun dalam membagikan paket takjil mengundang perhatian pengendara yang melintas. Bahkan warga sekitar yang menyaksikan kegiatan itu berkerumun di sisi jalan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini. Semoga bermanfaat untuk yang membutuhkan dan untuk yang telah berbagi semoga diberikan balasan berlipat ganda dari Allah Swt.,” tutur Bapak Fajar Subkhan S.T., M.T., selaku Direktur Politeknik Negeri Madiun.

Kegiatan Bagi Takjil ini dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan protokol kesehatan agar penerima dan penyalur takjil bisa tetap sehat di era pandemi. Kegiatan dapat berlangsung karena sudah mendapat persetujuan dari pihak kampus dan juga dari seluruh Ormawa KM-PNM dengan beberapa kali mengadakan rapat untuk membahas kegiatan ini. Tidak hanya itu, dari pihak kampus sendiri juga ikut memfasilitasi tempat untuk briefing dan memberikan masker gratis untuk juga dibagikan bersama takjil. Kegiatan Bagi Takjil ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi mereka yang memberikan donasi.

 

Penulis : Febrian Akbara R.

Editor: Rifa’i

Politeknik Negeri Madiun Sambut Direktur Baru

1620216746754

Bertempat di Gedung C Jurusan Teknik Politeknik Negeri Madiun Kampus 2, Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Madiun Periode 2021/2025 akhirnya rampung digelar pada Rabu, 5 Mei 2021. Acara ini merupakan acara rutin yang digelar oleh Politeknik Negeri Madiun (PNM) lima tahun sekali. Acara pemilihan tersebut berlangsung secara tertutup dan hanya dihadiri oleh delapan belas anggota senat dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.. Acara pemilihan dimulai pada pukul 12.30 WIB hingga 14.00 WIB. Menurut Alief Sutantohadi, S.S., M.Hum., Humas sekaligus anggota Senat PNM, pemilihan direktur kali ini berjalan lancar meskipun dalam keadaan pandemi.

Lebih lanjut, sebelum kegiatan ini digelar, setidaknya ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan tersebut dimulai dengan publikasi pada bulan Desember 2020 dilanjut dengan pendaftaran, perpanjangan pendaftaran, seleksi administrasi dan verifikasi, pengumuman nama calon direktur, pemaparan visi-misi dan program kerja para calon direktur, penyaringan calon direktur dalam sidang senat, pengumuman calon direktur, pemilihan direktur oleh senat dan menteri, dan pengangkatan direktur baru. Seluruh rangkaian tersebut memakan waktu kurang lebih enam bulan jika mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan oleh Senat PNM.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia juga ikut terlibat dalam keseluruhan proses Pemilihan Direktur PNM yang diselenggarakan tahun ini. Selain menyumbangkan suara dalam pemilihan, para panitia pemilihan direktur PNM periode 2021/2025 juga berkonsultasi dengan kementerian terkait demi kelancaran acara ini.

Ada setidaknya tiga kandidat yang diusulkan pada acara ini. Hasilnya, Fajar Subkhan S.T., M.T., terpilih menjadi Direktur Baru Politeknik Negeri Madiun periode 2021/2025. Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., berharap dengan terpilihnya Direktur PNM yang baru dapat menjadikan PNM sebagai perguruan tinggi vokasi yang dapat membentuk calon pemimpin baru masa depan yang lebih hebat, kreatif, dan penuh dengan ide-ide positif. Hal ini juga sejalan dengan harapan M. Fajar Subkhan, S.T., M.T., untuk meneruskan pembangunan PNM dengan semangat gotong-royong dari berbagai pihak, mengingat periode ini merupakan kali kedua baginya tepilih menjadi Direktur Politeknik Negeri Madiun sekaligus menjalankan roda kepemimpinan PNM.

 

Penulis: Dany S.A. dan Fifiana A.T.

Editor: Rifa’i

 

Hal Apa yang Dianjurkan, Boleh Dilakukan, dan tidak Boleh Dilakukan saat Puasa?

puasa2

Hal Apa yang Dianjurkan, Boleh Dilakukan, dan tidak Boleh Dilakukan saat Puasa?

Seperti diketahui bersama, berpuasa di bulan Ramadan bagi umat Islam adalah sebuah kewajiban. Hal ini diatur di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa diwajibkan bagi umat Islam berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat sebelumnya agar mencapai ketakwaan.

Puasa yang merupakan Rukun Islam ketiga adalah kegiatan mengendalikan hawa nafsu dan berserah diri kepada Allah Swt. Puasa menjadi wajib bagi setiap umat yang telah mencapai masa pubertas dan tidak dalam kondisi sakit atau bepergian jauh.

Berpuasa di bulan Ramadan memiliki sejumlah aturan. Namun sayangnya, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui apa saja hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa Ramadan.

Berikut adalah hal-hal baik yang dianjurkan ketika berpuasa Ramadan.

  1. Sahur dan niat

Sahur dan niat adalah kegiatan untuk mengawali puasa. Niat wajib hukumnya bagi yang hendak berpuasa, tetapi sahur adalah anjuran. Seperti diketahui, sahur berfungsi untuk memberikan tubuh asupan makanan sehingga kuat menahan diri untuk tidak makan dan minum hingga magrib. Namun, dalam sebuah riwayat tidak dipermasalahkan apabila terlupa sahur selama tidak menzalimi diri sendiri.

  1. Tidak menunda waktu berbuka

Dalam sebuah riwayat hadis, Nabi Muhammad saw. menyerukan umatnya untuk segera berbuka bila telah waktunya.

  1. Sering Beribadah

Amalan bulan Ramadan yang dapat dilakukan saat berpuasa di antaranya membaca Al-Qur’an, melakukan salat wajib dan salat-salat sunah seperti tarawih, berdzikir, dan lain-lain.

  1. Memperbanyak sedekah

Salah satu amalan bulan Ramadan yang dapat dilakukan adalah memperbanyak sedekah misalnya saling berbagi dengan orang yang membutuhkan, berbagi takjil, menyantuni dan memberikan bantuan ke panti asuhan baik berupa makanan, uang tunai, ataupun barang lainnya.

  1. Menjauhkan diri dari perilaku negatif

Perbuatan negatif saat sedang berpuasa dapat menyebabkan berkurangnya pahala yang kita dapat. Beberapa perilaku yang perlu dihindari di antaranya mudah marah, berbicara kotor, berkelahi, membuat keributan, menyalakan petasan, dan lain-lain.

Berikut adalah hal-hal yang boleh dilakukan ketika berpuasa Ramadan :

  1. Tidak sengaja makan dan minum

Bagi orang yang berpuasa, makan dan minum secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Namun, makan dan minum secara sengaja atau pura-pura melakukan dengan tidak sengaja tentu membatalkan puasa.

  1. Mandi di siang hari

Mandi siang bukanlah pantangan ketika berpuasa. Setiap orang yang berpuasa diizinkan untuk melakukan hal ini.

  1. Mencicipi makanan

Mencicipi makanan saat menyiapkan sajian berbuka tidak membatalkan puasa. Namun, hal ini harus dipastikan bahwa makanan tersebut hanya terasa di lidah dan bukan dicerna oleh tubuh.

  1. Mencium dan merangkul pasangan bagi suami atau istri

Kendati hubungan seksual haram dilakukan selama berpuasa, mencium dan merangkul pasangan bagi suami atau istri tidak otomatis membatalkan puasa. Namun, perlu diingat dua kegiatan tersebut boleh dilakukan selama tidak dengan nafsu seksual.

  1. Suntik dan mengambil darah

Suntikan dengan tujuan medis tidak membatalkan puasa. Seseorang yang menyatakan masih mampu berpuasa dengan kondisinya dapat melanjutkan puasanya. Sedangkan pengambilan darah dapat digunakan sebagai diagnostik sehingga tidak membatalkan puasa. Namun, bila darah yang diambil cukup banyak dan membuat lemas, maka boleh membatalkan puasa.

Berikut adalah hal yang tidak boleh atau tidak dianjurkan dilakukan saat berpuasa Ramadan:

  1. Berhubungan seksual

Hubungan seksual suami istri menjadi haram saat sedang menjalani puasa. Puasa yang batal akibat hubungan seksual suami istri wajib diganti dengan enam hari berpuasa di waktu selain Ramadan. Apabila tidak mampu, masing-masing yang melanggar harus memberi makan 60 orang miskin.

  1. Lupa mandi wajib

Bila seseorang lupa melakukan mandi wajib usai hubungan seksual, maka dia dalam keadaan tidak suci. Mandi wajib boleh dilakukan setelah selesai makan sahur atau pagi hari bila terlewat waktu sahur.

  1. Merokok pada saat berpuasa

Pada saat berpuasa, sebaiknya hindari merokok. Hal ini karena merokok bisa membuat puasa menjadi batal. Saat puasa, sebaiknya tidak memasukkan apa pun ke dalam mulut, sedangkan merokok dilakukan dengan memasukkan rokok ke dalam mulut dan dihirup. Selain itu, merokok juga kurang baik untuk kesehatan tubuh dan bisa mengganggu sistem pernapasan seseorang.

  1. Muntah dengan sengaja

Banyak yang mengatakan bahwa muntah tidak membatalkan puasa. Namun, hal tersebut hanya berlaku untuk muntah yang tidak disengaja. Jika seseorang muntah dengan sengaja, misalnya dengan cara memasukkan jari atau sesuatu ke tenggorokan sehingga muncul perasaan ingin muntah, maka itu akan membatalkan puasa dan harus menggantinya di lain hari.

  1. Makan dan minum sembarangan

Agar puasa berjalan lancar, kita perlu memperhatikan makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Alangkah baiknya untuk menghindari makanan yang berlemak tinggi, makanan yang mengandung gas, dan minuman dingin.

  1. Tidur seharian

Selain melewatkan waktu beribadah, kebiasaan buruk saat puasa ini juga menyebabkan tubuh menjadi lelah. Saat tidur, tubuh akan menguras kalori dalam tubuh. Tidur terlalu lama dapat menyebabkan badan tidak fit saat bangun tidur.

 

Penulis: Syafa Ayudya dan Happy Fajar

Editor: Rima Maulidya