VARIAN BARU CORONAVIRUS

Feed 1

Bentuk bencana non-alam salah satunya adalah wabah penyakit. Seperti yang kita ketahui saat ini dunia sedang dilanda wabah penyakit yaitu coronavirus. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini menular melalui percikan dahak dari saluran pernapasan dan bisa menyerang semua kalangan usia. Virus ini dapat menyebabkan flu hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi sampai sekarang virus ini masih terus menyebar dan bermutasi menjadi virus-virus jenis baru.

Salah satu di antara varian baru tersebut adalah virus Kent-B.1.1.7 yang pertama kali dikonfirmasi di Inggris. Adanya varian baru tersebut membuat masyarakat khawatir karena virus tersebut lebih mudah menular dengan membantu memasuki sel manusia. Jika seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus di dalamnya, partikel tersebut akan lebih mungkin menginfeksi beberapa sel di sinus atau hidung lalu masuk ke paru-paru. Lonjakan protein spike yang ada pada permukaan virus (berupa paku-paku di permukaan dan menjadi pintu masuk virus ke sel) membuat virus lebih mudah menempel di sel. Perubahan tersebut menjadi hal yang dikhawatirkan pada varian B.1.1.7 ini.

Perubahan ini pula yang membuat orang lebih mungkin terinfeksi saat terpapar virus corona SARS-CoV-2 dengan varian B.1.1.7. Namun, para ilmuwan yakin bahwa sistem kekebalan kita masih dapat menangani varian yang bermunculan saat ini, termasuk B.1.1.7. Mengutip dari perkataan Gregory Armstrong, pemimpin kantor deteksi molekuler lanjutan di CDC kepada CNN, bahwa penularan virus varian ini terjadi dengan cara yang sama persis dengan varian virus sebelumnya.

Dilihat dari cara penyebaran virus yang sama, maka tindakan pencegahan dalam mengurangi penyebaran varian ini pun sama seperti varian sebelumnya. Tetap galakkan dan lakukan 5M, yakni:

  1. Memakai masker.
  2. Menjaga jarak 1-2 meter.
  3. Mencuci tangan dengan sabun.
  4. Menghindari kerumunan atau keramaian.
  5. Mengurangi mobilitas.

Ketika merasakan gejala-gejala terpapar virus ini, langkah yang dapat diambil sebagai pertolongan dan penanggulangannya adalah:

  1. Hubungi penyedia layanan kesehatan atau hotline Covid-19 untuk mendapatkan informasi terkait tempat dan waktu untuk menjalani tes pemeriksaan.
  2. Taati prosedur yang ada guna pelacakan kontak untuk menghentikan penyebaran virus.
  3. Jika tes pemeriksaan tidak tersedia, tetaplah di rumah dan jangan lakukan kontak dengan orang lain dalam kurun waktu empat belas hari.
  4. Selama masa karantina, jangan pergi ke kantor, sekolah, atau tempat-tempat umum. Kemudian, mintalah seseorang mencukupi kebutuhan Anda.
  5. Terapkan jaga jarak minimal satu meter dari orang lain.
  6. Kenakan masker medis untuk melindungi orang lain, termasuk ketika Anda perlu meminta perawatan medis.
  7. Cuci tangan Anda secara rutin.
  8. Gunakan ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lain.
  9. Pastikan ventilasi ruangan Anda selalu baik.
  10. Jika menggunakan kamar bersama orang lain, berilah jarak antar tempat tidur minimal satu meter.
  11. Amati diri Anda sendiri apakah ada gejala selama empat belas hari tersebut.
  12. Jika Anda mengalami salah satu tanda bahaya seperti sulit bernapas, sulit berbicara atau bergerak, bingung, atau merasakan nyeri di dada, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.
  13. Tetaplah positif dengan terus berinteraksi dengan orang-orang terdekat melalui jaringan nirkabel seperti telepon atau internet, dan lakukan olahraga di rumah.

Sumber :

Alodokter.com. ”Virus Corona”. 12 Maret 2021. https://www.alodokter.com/virus-corona. Diakses pada 16 Maret 2021.

Kompas.com. “4 Varian Baru Virus Corona yang Mengkhawatirkan, Salah Satunya B.1.1.7”. 4 Maret 2021. https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/04/103859023/4-varian-baru-virus-corona-yang-mengkhawatirkan-salah-satunya-b117?page=all. Diakses pada 16 Maret 2021.

Stoppneumonia. “Informasi Tentang Virus Corona (Novel Coronavirus)”. https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/. Diakses pada 16 Maret 2021.

Penulis: Marsyella dan Octavia

Editor: Aprilia