Angin puting Beliung

Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah angin puting beliung. Angin ini berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan durasi 5-10 menit. Hal tersebut dapat menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Jika kejadiannya berlangsung lama maka lintasannya akan membentuk jalur kerusakan. Angin ini terjadi saat musim pancaroba atau saat pergantian dari musim penghujan ke musim kemarau. Selain itu, angin ini lebih banyak terjadi di daerah dataran rendah dan sulit diprediksi kapan akan terjadi, sehingga masyarakat harus selalu waspada. Sebelum terjadi angin puting beliung, ada beberapa tanda yang harus kalian ketahui:

  1. Udara terasa panas dan gerah.
  2. Tampak ada pertumbuhan awan cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis) di langit.
  3. Ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu di antara awan tersebut.
  4. Awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi hitam.
  5. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat.

Durasi pembentukan awan hingga awan punah berlangsung paling lama sekitar satu jam. Jika angin yang bertiup terasa sangat dingin, kemungkinan besar akan disertai hujan. Sehingga masyarakat harus tetap waspada selama kejadian ini berlangsung. Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat datangnya angin puting beliung, antara lain:

  1. Jika berada di dalam bangunan, maka yang harus Anda lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang dianggap paling aman, seperti basement dan lantai yang paling bawah. Jauhilah sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara diri Anda dengan dinding terluar gedung maka semakin aman. Selain itu, Anda dapat berlindung di bawah meja dan gunakan lengan Anda untuk melindungi kepala serta leher. Jangan pernah membuka jendela.
  2. Jika berada di dalam kendaran bermobil, segera hentikan dan tinggalkan kendaraan Anda. Kemudian cari tempat berlindung terdekat, seperti bangunan.
  3. Jika berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka yang harus Anda lakukan:
  • Tiarap di tempat yang serendah mungkin sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan Anda.
  • Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya.
  • Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan menggunakan kendaraan bermobil bila di daerah yang berpenduduk padat atau memiliki bangunan yang Segera tinggalkan kendaraan Anda untuk mencari tempat perlindungan terdekat.
  • Hati-hati terhadap semua benda yang diterbangkan oleh angin puting beliung.

Dampak terjadinya angin puting beliung antara lain, rusaknya rumah dan infrastruktur daerah yang terkena angin, timbulnya korban jiwa manusia, rusaknya kebun-kebun warga, adanya kerugian material, banyaknya puing-puing dan sampah yang terbawa dan berserakan, serta terganggunya kegiatan ekonomi.

 

Penulis = Lintang Cahyani
Editor = Shindy Dwi Rahmawati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *