Sidang Istimewa Politeknik Negeri Madiun

 

Screenshot (60)

Screenshot (42)

Sidang Istimewa (Sidis) adalah bentuk pengesahan, pembentukan, dan pembubaran baik Organisasi Mahasiswa (Ormawa) maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Pada hari Minggu, 21 Maret 2021 lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (DPM-KM PNM) mengadakan acara Sidang Istimewa.

Sidang Istimewa (Sidis) bertujuan untuk mengesahkan Ormawa dan UKM di PNM sesuai dengan undang-undang KM-PNM yang berlaku.  Kali ini, organisai mahasiswa yang disahkan di antaranya adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMKA), Himpunan Mahasiswa Program Studi Komputerisasi Akuntansi (HIMAKSI), dan UKM Taekwondo.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan setiap Ormawa dan UKM di PNM dengan konsep kegiatan berupa semi offline-online karena melihat kondisi yang masih pandemi. Untuk kegiatan  secara online acara dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh Ormawa dan UKM yang ada di PNM. Sementara untuk kegiatan offline dihadiri oleh perwakilan Ormawa dan UKM yang bersangkutan dan  beberapa panitia yang bertempat di Cafe Om Breng. Hal ini dikarenakan ada beberapa perlengkapan yang mengharuskan pelaksanaan acara secara offline.

Susunan persidangan berjalan seperti pada umumnya, yaitu penyerahan berkas persyaratan setiap perwakilan Ormawa/UKM untuk disahkan sebagai Ormawa/UKM PNM dan sumpah jabatan dari Presiden Mahasiswa (Presma) BEM dengan penandatangan berita acara setelah ikrar dilakukan. Hasilnya HIMKA, HIMAKSI , dan UKM Taekwondo disahkan sebagai Ormawa/UKM di PNM.

Azizah Yulia, selaku Ketua Pelaksana, mengatakan bahwa terdapat persiapan yang harus dilakukan serta kendala yang dihadapi pada sidang ini. “Untuk mempersiapkan sidang ini, pertama harus survei tempat, mendata perlengkapan selama sidang, dan mengoordinir setiap sie dalam menjalankan tugas sesuai tupoksinya,” ungkap Azizah. Namun, untungnya semua dapat diatasi dan acara berjalan dengan semestinya. Selain itu, Azizah juga berpesan supaya acara Sidis ini bisa dijadikan acuan untuk acara selanjutnya dan bisa berkontribusi lebih baik untuk DPM dengan menutupi kekurangan yang ada dengan kelebihan.

Semoga Ormawa dan UKM yang telah disahkan menjadi bagian dari PNM di acara Sidis nantinya dapat amanah dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas serta tercapai tujuan dari masing-masing organisasi.

 

Penulis : Ardelia Putri dan Azahra Wahyu

Editor  : Rima Maulidya P

VARIAN BARU CORONAVIRUS

Feed 1

Bentuk bencana non-alam salah satunya adalah wabah penyakit. Seperti yang kita ketahui saat ini dunia sedang dilanda wabah penyakit yaitu coronavirus. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini menular melalui percikan dahak dari saluran pernapasan dan bisa menyerang semua kalangan usia. Virus ini dapat menyebabkan flu hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi sampai sekarang virus ini masih terus menyebar dan bermutasi menjadi virus-virus jenis baru.

Salah satu di antara varian baru tersebut adalah virus Kent-B.1.1.7 yang pertama kali dikonfirmasi di Inggris. Adanya varian baru tersebut membuat masyarakat khawatir karena virus tersebut lebih mudah menular dengan membantu memasuki sel manusia. Jika seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus di dalamnya, partikel tersebut akan lebih mungkin menginfeksi beberapa sel di sinus atau hidung lalu masuk ke paru-paru. Lonjakan protein spike yang ada pada permukaan virus (berupa paku-paku di permukaan dan menjadi pintu masuk virus ke sel) membuat virus lebih mudah menempel di sel. Perubahan tersebut menjadi hal yang dikhawatirkan pada varian B.1.1.7 ini.

Perubahan ini pula yang membuat orang lebih mungkin terinfeksi saat terpapar virus corona SARS-CoV-2 dengan varian B.1.1.7. Namun, para ilmuwan yakin bahwa sistem kekebalan kita masih dapat menangani varian yang bermunculan saat ini, termasuk B.1.1.7. Mengutip dari perkataan Gregory Armstrong, pemimpin kantor deteksi molekuler lanjutan di CDC kepada CNN, bahwa penularan virus varian ini terjadi dengan cara yang sama persis dengan varian virus sebelumnya.

Dilihat dari cara penyebaran virus yang sama, maka tindakan pencegahan dalam mengurangi penyebaran varian ini pun sama seperti varian sebelumnya. Tetap galakkan dan lakukan 5M, yakni:

  1. Memakai masker.
  2. Menjaga jarak 1-2 meter.
  3. Mencuci tangan dengan sabun.
  4. Menghindari kerumunan atau keramaian.
  5. Mengurangi mobilitas.

Ketika merasakan gejala-gejala terpapar virus ini, langkah yang dapat diambil sebagai pertolongan dan penanggulangannya adalah:

  1. Hubungi penyedia layanan kesehatan atau hotline Covid-19 untuk mendapatkan informasi terkait tempat dan waktu untuk menjalani tes pemeriksaan.
  2. Taati prosedur yang ada guna pelacakan kontak untuk menghentikan penyebaran virus.
  3. Jika tes pemeriksaan tidak tersedia, tetaplah di rumah dan jangan lakukan kontak dengan orang lain dalam kurun waktu empat belas hari.
  4. Selama masa karantina, jangan pergi ke kantor, sekolah, atau tempat-tempat umum. Kemudian, mintalah seseorang mencukupi kebutuhan Anda.
  5. Terapkan jaga jarak minimal satu meter dari orang lain.
  6. Kenakan masker medis untuk melindungi orang lain, termasuk ketika Anda perlu meminta perawatan medis.
  7. Cuci tangan Anda secara rutin.
  8. Gunakan ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lain.
  9. Pastikan ventilasi ruangan Anda selalu baik.
  10. Jika menggunakan kamar bersama orang lain, berilah jarak antar tempat tidur minimal satu meter.
  11. Amati diri Anda sendiri apakah ada gejala selama empat belas hari tersebut.
  12. Jika Anda mengalami salah satu tanda bahaya seperti sulit bernapas, sulit berbicara atau bergerak, bingung, atau merasakan nyeri di dada, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.
  13. Tetaplah positif dengan terus berinteraksi dengan orang-orang terdekat melalui jaringan nirkabel seperti telepon atau internet, dan lakukan olahraga di rumah.

Sumber :

Alodokter.com. ”Virus Corona”. 12 Maret 2021. https://www.alodokter.com/virus-corona. Diakses pada 16 Maret 2021.

Kompas.com. “4 Varian Baru Virus Corona yang Mengkhawatirkan, Salah Satunya B.1.1.7”. 4 Maret 2021. https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/04/103859023/4-varian-baru-virus-corona-yang-mengkhawatirkan-salah-satunya-b117?page=all. Diakses pada 16 Maret 2021.

Stoppneumonia. “Informasi Tentang Virus Corona (Novel Coronavirus)”. https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/. Diakses pada 16 Maret 2021.

Penulis: Marsyella dan Octavia

Editor: Aprilia

Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) UKM Pers G-Plasma

20210307_160648

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers G-Plasma mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) bagi anggota baru yaitu angkatan 8 pada hari Minggu, (07/03/2021). Kegiatan PJTD ini merupakan program kerja Divisi Litbang UKM Pers G-Plasma yang rutin diadakan setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bekal bagi generasi baru dalam bidang jurnalistik.

Konsep kegiatan PJTD ini dilaksanakan secara full online, karena memang tidak adanya perlengkapan yang mengharuskan offline. Selain itu, PJTD tahun ini dikemas layaknya webinar di mana terdapat pamflet yang nantinya dapat dipublikasikan. Dalam kegiatan PJTD ada empat materi yang disampaikan oleh masing-masing pemateri yaitu, materi Fotografi Jurnalistik, Editing dan Reporter, Design dan Layout, serta Pengenalan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia(PPMI) oleh Sekretaris Jenderal Dewan Kota (DK) Madiun.

Retno Dwi, selaku Ketua Pelaksana, mengatakan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam mempersiapkan PJTD tahun ini. “ Waw, kendalanya banyak. Dari mulai bingung dalam mencari pemateri, bingung siapa sajakah yang harus diundang, hingga harus menggunakan proposal ke kampus atau tidak.” Ungkap Retno. Namun, semua kendala yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana dapat diatasi oleh panitia dan kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Hingga saat ini, panitia PJTD belum dibubarkan karena harus mengurus pembuatan sertifikat yang nantinya diberikan kepada pemateri dan peserta. Bagi peserta, sertifikat PJTD ini dapat digunakan sebagai syarat untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL). Selaku Ketua Pelaksana, Retno berharap agar ke depannya kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan good impact bagi penerimanya dan dapat dilaksanakan dengan baik agar tidak bentrok dengan kegiatan lainnya.

 

Penulis : Aldha Cahya dan Pinky Astri

Editor : Hanisa

Angin Puting Beliung

Angin puting Beliung

Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah angin puting beliung. Angin ini berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan durasi 5-10 menit. Hal tersebut dapat menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Jika kejadiannya berlangsung lama maka lintasannya akan membentuk jalur kerusakan. Angin ini terjadi saat musim pancaroba atau saat pergantian dari musim penghujan ke musim kemarau. Selain itu, angin ini lebih banyak terjadi di daerah dataran rendah dan sulit diprediksi kapan akan terjadi, sehingga masyarakat harus selalu waspada. Sebelum terjadi angin puting beliung, ada beberapa tanda yang harus kalian ketahui:

  1. Udara terasa panas dan gerah.
  2. Tampak ada pertumbuhan awan cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis) di langit.
  3. Ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu di antara awan tersebut.
  4. Awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi hitam.
  5. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat.

Durasi pembentukan awan hingga awan punah berlangsung paling lama sekitar satu jam. Jika angin yang bertiup terasa sangat dingin, kemungkinan besar akan disertai hujan. Sehingga masyarakat harus tetap waspada selama kejadian ini berlangsung. Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat datangnya angin puting beliung, antara lain:

  1. Jika berada di dalam bangunan, maka yang harus Anda lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang dianggap paling aman, seperti basement dan lantai yang paling bawah. Jauhilah sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara diri Anda dengan dinding terluar gedung maka semakin aman. Selain itu, Anda dapat berlindung di bawah meja dan gunakan lengan Anda untuk melindungi kepala serta leher. Jangan pernah membuka jendela.
  2. Jika berada di dalam kendaran bermobil, segera hentikan dan tinggalkan kendaraan Anda. Kemudian cari tempat berlindung terdekat, seperti bangunan.
  3. Jika berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka yang harus Anda lakukan:
  • Tiarap di tempat yang serendah mungkin sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan Anda.
  • Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya.
  • Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan menggunakan kendaraan bermobil bila di daerah yang berpenduduk padat atau memiliki bangunan yang Segera tinggalkan kendaraan Anda untuk mencari tempat perlindungan terdekat.
  • Hati-hati terhadap semua benda yang diterbangkan oleh angin puting beliung.

Dampak terjadinya angin puting beliung antara lain, rusaknya rumah dan infrastruktur daerah yang terkena angin, timbulnya korban jiwa manusia, rusaknya kebun-kebun warga, adanya kerugian material, banyaknya puing-puing dan sampah yang terbawa dan berserakan, serta terganggunya kegiatan ekonomi.

 

Penulis = Lintang Cahyani
Editor = Shindy Dwi Rahmawati.