1

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di kawasan Indonesia. Bencana ini biasanya terjadi di daerah pegunungan, bukit, lereng yang curam, maupun tebing. Tak jarang tanah longsor juga terjadi di lahan pertanian dan perkebunan yang terletak di tanah miring. Kejadian tanah longsor ini seringkali memakan korban jiwa yang tak sedikit jumlahnya. Badan Penanggulangan Bencana sudah sering melakukan upaya penanggulangan tanah longsor. Namun, kita tidak tahu kapan bencana itu akan terjadi. Ada beberapa upaya penanggulangan tanah longsor, antara lain:

  1. Membuat pagar dari beton.
  2. Tidak menebang pohon di lereng.
  3. Tidak membangun rumah persis di bawah lereng atau tebing.
  4. Selalu waspada apabila turun hujan deras secara terus-menerus.
  5. Tidak mendirikan bangunan di tebing.
  6. Tidak membuat sawah di lereng.
  7. Tidak memotong tebing secara tegak.
  8. Tidak mendirikan bangunan di sekitar sungai.
  9. Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat.

Tanah longsor sangat sulit diprediksi kapan akan terjadi. Namun, bencana ini akan terjadi ketika memasuki musim hujan. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya tanah longsor, antara lain:

  1. Tingginya curah hujan.
  2. Erosi tanah.
  3. Lereng tebing yang terjal.
  4. Getaran
  5. Hutan yang gundul.
  6. Adanya lahan pertanian di lereng.

Sebab kedatangannya yang tidak bisa diprediksi, masyarakat harus memiliki bekal untuk menghadapi bencana ini. Berikut ciri-ciri akan terjadinya tanah longsor.

  1. Sehabis hujan, tampak ada retakan pada lereng.
  2. Kerikil berjatuhan, tebing terlihat kurang kokoh atau rapuh.
  3. Timbul mata air baru secara tiba-tiba.
  4. Genangan air saat musim hujan akan lenyap saat akan terjadi longsor.
  5. Pintu maupun jendela sukar terbuka.
  6. Pepohonan tampak miring.
  7. Halaman rumah atau dalam rumah mendadak ambles.

Hal yang dilakukan ketika terjadi tanah longsor.

  1. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah lereng dan pegunungan, perlu waspada ketika musim hujan datang. Curah hujan yang tinggi bisa menjadi pemicu terjadinya bencana tanah longsor. Ketika terdengar suara gemuruh dari atas bukit, segeralah menjauh dari lokasi dan carilah tempat aman, sebab hal tersebut merupakan tanda akan terjadinya tanah longsor
  2. Jangan panik dan tetap tenang. Evakuasi keluarga anda ke tempat aman. Biasanya, bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor sudah diberikan jalur evakuasi untuk menyelamatkan diri ketika terjadi tanah longsor.
  3. Hal penting lainnya adalah dengan menghubungi instansi terkait untuk bisa memberikan bantuan evakuasi sebelum terjadinya longsor yang semakin parah.

Hal yang harus dilakukan setelah terjadi tanah longsor:

  1. Hindari daerah longsoran, di mana longsor susulan dapat terjadi.
  2. Periksa korban luka dan korban yang terjebak longsor tanpa langsung memasuki daerah longsoran.
  3. Bantu arahkan Search And Rescue SAR ke lokasi longsor.
  4. Bantu tetangga yang memerlukan bantuan, khususnya anak-anak, orang tua, dan orang cacat.
  5. Dengarkan informasi keadaan terkini melalui siaran radio lokal atau televisi.
  6. Waspada akan adanya banjir atau aliran reruntuhan setelah longsor.
  7. Laporkan keruskan fasilitas umum yang terjadi kepada pihak yang berwenang.
  8. Periksa kerusakan fondasi rumah dan tanah di sekitar terjadinya longsor.
  9. Tanami kembali daerah bekas longsor atau daerah di sekitarnya. Hal menghindari erosi yang telah merusak lapisan atas tanah yang dapat menyebabkan banjir bandang.
  10. Mintalah nasihat pada ahlinya untuk mengevaluasi ancaman dan teknik untuk mengurangi risiko tanah longsor.

Begitulah upaya penanganan dan hal-hal yang dapat dilakukan saat terjadi bencana tanah longsor. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana mengimbau kepada masyarakat untuk menghubungi BPB setempat atau instansi-instansi terkait jika ada gejala-gejala bencana ataupun jika bencana datang di lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan mempermudah penindaklanjutan oleh yang bersangkutan. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan perihal kesiapan menghadapi bencana untuk meminimalisir berjatuhannya korban.

 

Penulis : Lia dan Zhara

Editor : Adinda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *