IMG_6176 (2)

Debat Sengit Capres dan Cawapres BEM Tanpa Audiens

Politeknik Negeri Madiun (PNM) Kembali mengadakan pemilihan raya (Pemira) untuk calon presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2020/2021. Pada Sabtu, (28/11/2020) telah digelar Orasi dan Debat Terbuka yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM). Bertempat di ruang 206 Kampus I PNM pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai.

Acara ini bertujuan untuk penyampaian visi dan misi, motivasi, serta harapan untuk masa mendatang, yang dilakukan antara ketiga pasangan calon (paslon) yang terpilih nantinya. Ketiga kandidat tersebut terdiri dari paslon nomor urut 1 yaitu Yudhistira Pancabakti dan Fahrizal Fajar Vandhalu.  Muhammad Rifqi Agung P. berkolaborasi Hesty Nurcahyanti, untuk mengisi nomor urut 2. Sementara paslon nomor urut 3 diisi Munirul Ichwani dan Afriza Dini Andalin.

Acara orasi dan debat ini diselenggarakan melalui dua media platform yaitu live on streaming YouTube dan Zoom Meeting. Selain itu, pertanyaan untuk paslon berasal dari seluruh mahasiswa PNM yang telah ditampung oleh KPUM. Dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi penyampaian visi misi dengan durasi waktu 4 menit dan sesi tanya jawab dengan durasi waktu 1,5 menit.

  1. Rizky Ardiansyah selaku ketua KPUM menjelaskan bahwa debat kali ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana debat kali ini diselenggarakan di tengah masa pandemi Covid-19. Sehingga acara tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Salah satu kendala yang sering terjadi yaitu kurangnya koordinasi antara panitia pemira dalam persiapan, karena terbatasnya ruang untuk bertemu secara tatap muka.

Tolak ukur kesuksesan acara ini bisa dikatakan mencapai 85%, apabila tamu undangan dan konsep acara terlaksana dengan baik. Dibandingkan tahun lalu, orasi dan debat ini hanya dihadiri oleh pengurus KPUM dan Presiden beserta Wakil Presiden BEM tahun 2019.

Sementara terkait pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2020 akan dilaksanakan Selasa (1/12/2020) melalui platform khusus dari KPUM. Platform ini hanya bisa diakses satu kali saja untuk pemilihan tersebut. Link pemilihan tersebut diberi batasan waktu mulai dari pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB. Apabila melebihi batas waktu yang ditentukan, maka dinyatakan pemilih golongan putih (golput).  “Jangan Golput!” pesan Rizky kepada seluruh elemen mahasiswa PNM.

Ketua KPUM berharap siapapun kandidat terpilih, mampu memberikan inovasi baru dalam satu periode ke depan demi perbaikan kinerja yang lebih terstruktur dari sebelumnya.  Sehingga dapat mewujudkan keluarga mahasiswa yang memiliki kualitas edukasi tinggi.

 

Penulis : Rifa Mustika

Editor : Hanisa