IMG-20201126-WA0053

Majelis Dzikir Politeknik Negeri Madiun mengadakan dzikir bersama bertajuk “Dies Maulidyah Politeknik Negeri Madiun ke-8” pada Kamis (26/11/2020), pukul 07.00-10.10 WIB. Bertempat di Hall gedung M.Nuh Kampus I Politeknik Negeri Madiun.

Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang biasa diadakan bersamaan dengan dies natalis, sebagai bentuk rasa syukur atas semua yang diberikan kepada Politeknik Negeri Madiun. Acara ini juga bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassallam.

Karena pandemi Covid-19, sistem pelaksanaan acara tahunan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Selain on the spot, majelis dzikir tahun ini disiarkan langsung melalui platform YouTube resmi BAK Politeknik Negeri Madiun yaitu Multimedia Official PNM. Sementara di spot acara, hanya dihadiri 50 orang meliputi Direksi (Direktur, Wadir I,II,III), Ketua Jurusan, serta Humas PNM.

Selain itu, terdapat perwakilan 1 orang dari setiap ormawa PNM dan beberapa tamu undangan, yaitu Habib Husni, Bapak Muhyiddin Aziz, serta Ketua Pengurus Daerah Al-Khidmah Madiun. Acara ini tetap berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Acara dies maulidyah berlangsung khusyuk dengan lantunan dzikir dan tahlil, dan dilanjutkan oleh kelompok Al Banjari dari Pondok An-Nur Babadan Ponorogo untuk memimpin sholawat. Berbeda dari tahun lalu, mubalig dalam acara dzikir tahun ini adalah Ustadz KH. Zami’ Khus Dza Wali Syams yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Duri Sawo Ponorogo. Dakwahnya kali ini dikhususkan untuk seluruh keluarga Politeknik Negeri Madiun.

Panitia sendiri telah mempersiapkan acara ini jauh-jauh hari bahkan dari bulan Ramadan kemarin, dengan harapan acara ini bisa berjalan dengan lancar. Sementara untuk koordinasi, panitia melakukannya secara online.

Ketua pelaksana acara Ceryana Nia R (TKA’19) yang merupakan staf agama BEM-KM PNM mengaku bersyukur, karena salah satu program kerja tahunan Kementrian Agama BEM-KM PNM dapat terlaksana walaupun di tengah-tengah pandemi. “Terima kasih kepada segenap dosen dan juga rekan-rekan panitia yang membantu tenaga, waktu, dan pikirannya untuk menyukseskan acara ini,” ungkap Cery.

Selain itu Cery juga berharap agar tahun depan acara ini dapat dilaksanakan lebih baik lagi. Tentu dalam keadaan normal seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni secara offline dan banyak yang dapat menghadiri secara langsung di dalam majelis. Tidak ada lagi social distancing dan semua berjalan dengan normal seperti dulu.

 

Penulis : Farikhul

Editor : Elvira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *