Politeknik Negeri Madiun akhirnya meresmikan program SMK D2 Fast Track dan gedung baru jurusan teknik pada Jumat (11/13/2020), di Kampus II Winongo. Jurusan teknik yang akan menempati gedung tersebut terdiri dari Program Studi (Prodi) Diploma Tiga Mesin Otomotif dan juga Sarjana Terapan Perkeretaapian.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Dr. Beny Bandanadjadja, S.T., M.T. serta perwakilan Politeknik Negeri se-Indonesia. Acara peresmian ini tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cek suhu badan, cuci tangan saat memasuki ruangan serta tetap menjaga jarak satu sama lain.
Peresmian ini dimulai pukul 13.00 WIB, diawali dengan pemotongan pita oleh Bapak Beny dan Direktur Politeknik Negeri Madiun, Bapak Fajar Subkhan. Dilanjutkan dengan menulis quote untuk Politeknik Negeri Madiun, salah satu quote berasal dari Bapak Beny Bandanadjadja “Sukses buat Politeknik Negeri Madiun.” Kemudian penandatanganan prasasti peresmian oleh Bapak Beny Bandanadjadja. Rangkaian acara pun dimulai dengan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dari Bapak Beny Bandanadjadja dan Bapak Fajar Subkan.
Bapak Fajar Subkhan mengatakan bahwa pembangunan gedung baru tersebut, selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani dengan penyedia jasa. Secara kontraktual ditandatangani pada Maret 2020 dan selesai pada November 2020. Pada tahun ini Politeknik Negeri Madiun menerima dua skema pembiayaan.
Pertama, skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk gedung baru Prodi Diploma Tiga Mesin Otomotif dan Sarjana Terapan Perkeretaapian yang diresmikan dengan kontrak singleyears. Kedua, gedung Jurusan Administrasi Bisnis dan juga gedung Komputerisasi Akuntansi dengan kontrak multiyears yang akan berakhir bulan April 2021.
Tahun depan di tanah seluas 10,2 hektar milik Politeknik Negeri Madiun akan dibangun tiga bangunan untuk masing-masing prodi di Politeknik Negeri Madiun. Jadi hampir 70% daya tampung PNM akan berada di Kampus II Winongo. Sumber anggaran dari proyek ini adalah SBSN tahun 2020 dengan biaya konstruksi sebesar Rp29,9 miliar dan luas gedung kurang lebih 5800 meter persegi.
Nantinya, gedung ini akan berfungsi sebagai gedung kuliah bersama Prodi Diploma Tiga Mesin Otomotif dan Sarjana Terapan Perkeretaapian, laboratorium, dan bengkel untuk mesin otomotif. Gedung ini kurang lebih memiliki 13 kelas, 7 laboratorium, 2 workshop serta bengkel. Gedung ini diharapkan bisa menampung enam ratus mahasiswa untuk dua prodi tersebut.
Bapak Fajar Subkhan juga membeberkan bahwa salah satu syarat untuk membuka D2 Fast Track ini harus mempunyai prodi induk. Pihak kampus sudah bekerja sama dengan INKA untuk pembukaan prodi tersebut, yaitu Program Studi Sarjana Terapan Perkeretaapian.
Selain itu PNM harus bekerja sama dengan SMK dan industri. PNM sendiri telah menggandeng SMK Negeri 1 Mejayan untuk pelaksanaan program D2 Fast Track tersebut. Dalam waktu dekat PNM akan membuka program studi D2 Pembentukan logam, sebagai program studi baru D2 Fast Track tersebut.
Sementara untuk konsep dari program D2 Fast Track ini, menggunakan penitipan SKS di SMK. Secara teknis siswa SMK yang menjadi mitra vokasi akan ditawari program tersebut. Bagi siswa yang terdaftar akan mendapatkan pelajaran tambahan beberapa SKS di program D2. Sedangkan jangka waktu pendidikan hanya tiga semester, satu semester di PNM dan dua semester di industri.
Acara peresmian inti dilengkapi dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Tinggi Vokasi dan Profesi, Direktur Politeknik Negeri Madiun, serta perwakilan Walikota Madiun. Setelah seluruh rangkaian acara inti dilaksanakan para tamu undangan diberi jamuan makan siang dan hiburan dari UKM Paduan Suara dan juga UKM seni bela diri yaitu Pencak Silat. Para tamu juga dipersilakan melihat beberapa ruangan praktikum di gedung baru tersebut.

Penulis : Jenny Refa A.M dan Lia Widyaningtyas
Editor : Dany Sekty Anggoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *