Ini Harga Janda Bolong yang Bikin Tepuk Jidat Masyarakat

Untitled-2

Tanaman hias adalah segala jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai penghias ruang, baik dalam ruangan (indoor plant) maupun luar ruangan (outdoor plant), sebagaimana dikutip Sedioinfo, Selasa (10/11/2020). Di masa pandemi seperti ini, banyak masyarakat yang merasa jenuh sehingga memilih menghabiskan waktunya selama isolasi diri untuk merawat dan mengoleksi tanaman hias di rumah.
Salah satu tanaman hias yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan baik di sosial media maupun di kalangan masyarakat, yaitu janda bolong. Keunikan nama yang melekat pada tanaman ini, membuat banyak orang merasa penasaran dengan tanaman ini.
Dilansir CNN Indonesia, Selasa (10/11/2020), peneliti LIPI Yuzammi menjelaskan bahwa janda bolong merupakan tanaman dari suku Araceae atau talas-talasan. Lebih spesifik, janda bolong masuk dalam marga Monstera, tanaman yang berasal dari Amerika Tropis ini sama halnya dengan Anthurium dan Philodendron.
“Marga Monstera ini memiliki sekitar 38 spesises, yang salah satunya adalah Monstera adansonii atau yang kita kenal di Indonesia dengan nama dagang janda bolong,” kata Yuzammi kepada CNN Indonesia.
Menurut Yuzammi nama janda bolong berasal dari bahasa Jawa. Karakteristik daun Monstera adansonii yang bolong membuat masyarakat Jawa menyebutnya dengan ron podho bolong yang berarti daun pada bolong. Jika diucapkan secara singkat, maka terdengar seperti ron dho bolong. Pengucapan ron dho terdengar hampir sama dengan rondo yang berarti janda.
Bentuk daun yang memiliki banyak lubang pada permukaannya menjadi keunikan dari tanaman ini. Ciri-ciri lain dari tanaman ini yaitu memiliki daun besar berwarna hijau, batang kecil berwarna hijau polos serta bentuk daun yang menyerupai bentuk hati dan menjari.
Karakteristik tersebut membuat tanaman janda bolong terlihat menjadi elegan dan terkesan sangat mewah dibandingkan dengan tanaman lain. Selain itu, tanaman ini juga banyak diminati oleh masyarakat sehingga membuat harga tanaman ini sangat mahal, yaitu mulai dari Rp 40 juta- Rp120 juta.
Harga tersebut karena banyaknya permintaan yang sangat tinggi di pasaran. Dalam merawat tanaman ini, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain suhu, sinar matahari, tanah, waktu penyiraman, pupuk dan kebersihan tempat. Hal ini dilakukan supaya tanaman hias ini tetap sehat dan nyaman dipandang.

Penulis : Agustin Devita S
Editor : Winda Eka Rachmawati