Debat Sengit Capres dan Cawapres BEM Tanpa Audiens

Politeknik Negeri Madiun (PNM) Kembali mengadakan pemilihan raya (Pemira) untuk calon presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2020/2021. Pada Sabtu, (28/11/2020) telah digelar Orasi dan Debat Terbuka yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM). Bertempat di ruang 206 Kampus I PNM pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai.

Acara ini bertujuan untuk penyampaian visi dan misi, motivasi, serta harapan untuk masa mendatang, yang dilakukan antara ketiga pasangan calon (paslon) yang terpilih nantinya. Ketiga kandidat tersebut terdiri dari paslon nomor urut 1 yaitu Yudhistira Pancabakti dan Fahrizal Fajar Vandhalu.  Muhammad Rifqi Agung P. berkolaborasi Hesty Nurcahyanti, untuk mengisi nomor urut 2. Sementara paslon nomor urut 3 diisi Munirul Ichwani dan Afriza Dini Andalin.

Acara orasi dan debat ini diselenggarakan melalui dua media platform yaitu live on streaming YouTube dan Zoom Meeting. Selain itu, pertanyaan untuk paslon berasal dari seluruh mahasiswa PNM yang telah ditampung oleh KPUM. Dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi penyampaian visi misi dengan durasi waktu 4 menit dan sesi tanya jawab dengan durasi waktu 1,5 menit.

  1. Rizky Ardiansyah selaku ketua KPUM menjelaskan bahwa debat kali ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana debat kali ini diselenggarakan di tengah masa pandemi Covid-19. Sehingga acara tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Salah satu kendala yang sering terjadi yaitu kurangnya koordinasi antara panitia pemira dalam persiapan, karena terbatasnya ruang untuk bertemu secara tatap muka.

Tolak ukur kesuksesan acara ini bisa dikatakan mencapai 85%, apabila tamu undangan dan konsep acara terlaksana dengan baik. Dibandingkan tahun lalu, orasi dan debat ini hanya dihadiri oleh pengurus KPUM dan Presiden beserta Wakil Presiden BEM tahun 2019.

Sementara terkait pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2020 akan dilaksanakan Selasa (1/12/2020) melalui platform khusus dari KPUM. Platform ini hanya bisa diakses satu kali saja untuk pemilihan tersebut. Link pemilihan tersebut diberi batasan waktu mulai dari pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB. Apabila melebihi batas waktu yang ditentukan, maka dinyatakan pemilih golongan putih (golput).  “Jangan Golput!” pesan Rizky kepada seluruh elemen mahasiswa PNM.

Ketua KPUM berharap siapapun kandidat terpilih, mampu memberikan inovasi baru dalam satu periode ke depan demi perbaikan kinerja yang lebih terstruktur dari sebelumnya.  Sehingga dapat mewujudkan keluarga mahasiswa yang memiliki kualitas edukasi tinggi.

 

Penulis : Rifa Mustika

Editor : Hanisa

Mitos atau Fakta Hewan mampu Mendeteksi Bencana Alam

Bencana alam memang seringkali datang tanpa diduga dan tanpa adanya tanda-tanda. Namun, hewan sering kali memberikan pertanda akan datangnya bencana alam, apabila kita benar-benar mencermatinya.

Beberapa hewan memiliki indra dan insting yang lebih kuat dari yang lainnya. Hewan-hewan berinsting kuat tersebut biasanya mendeteksi perubahan yang terjadi di alam sebelum bencana terjadi.

Seperti perubahan kadar karbon dioksida, suhu, maupun partikel gas yang ada di bumi. Selain itu, beberapa diantara mereka juga mendeteksi akan datangnya bencana dengan indra pendengaran atau sensor lain pada tubuhnya.

Beberapa penelitian pun telah dilakukan terkait hal ini. Berikut 5 hewan yang diyakini bisa mendeteksi datangnya bencana alam.

  1. Kucing

Kucing adalah hewan yang populer dijadikan peliharan. Hewan imut ini dipercaya memiliki insting yang kuat terhadap bencana gempa yang akan terjadi. Biasanya kucing akan melakukan perilaku aneh seperti mondar-mandir, tampak panik dan stres sebelum datangnya bencana. Dikutip dari Bicara.co.id, Selasa (24/11/2020).

  1. Semut

Semut menguasai hampir seluruh bagian tanah di bumi. Anda mungkin terganggu dengan semut karena dianggap hama. Namun jangan salah, serangga yang hidup berkoloni ini dipercaya mampu mendeteksi gempa bumi. Semut akan meninggalkan sarangnya sebelum gempa terjadi. Semut diyakini memiliki kemampuan untuk merasakan perubahan karbon dioksida serta magnet bumi. Dikutip dari Bicara.co.id, Selasa (24/11/2020).

 

  1. Anjing

Anjing merupakan hewan yang dianggap memilki kecerdasan tinggi. Hewan ini popular dijadikan sebagai peliharaan atau penjaga. Anjing diyakini memiliki kemampuan mendeteksi badai atau gempa yang akan terjadi. Sebelum terjadi bencana, anjing akan merasa gelisah dan gemetaran. Dikutip dari Idn Times, Selasa (24/11/2020).

 

  1. Katak

Menyadur National Geographic id, Selasa (24/11/2020), katak bufo dapat mendeteksi aktivitas seismik. Mereka akan mengubah perilaku mereka saat mendapati adanya aktivitas seismik. Dalam Journal of Zoology milik Zoological Society of London menerangkan 96% katak jantan meninggalkan populasinya di kawasan pembiakan lima hari sebelum gempa melanda L’Aquila, Italia.

  1. Burung Bangau

Burung bangau dipercaya mampu mendeteksi adanya bencana alam. Hal ini dibuktikan saat terjadi gempa dan tsunami di Aceh dan Nias. Dikabarkan burung bangau terbang menjauhi area pantai sebelum bencana tersebut terjadi. Dikutip dari Phinemo, Selasa (24/11/2020).

 

Itulah lima hewan yang diyakini bisa mendeteksi datangnya bencana alam. Terlepas dari benar atau tidaknya, setiap hewan pasti memiliki kemampuan unik dan kepekaan terhadap suatu perubahan di alam ini. Percaya atau tidak, alam pasti akan memberikan tanda-tandanya ketika akan terjadi bencana. Hanya saja tanda ini tak selalu dapat ditangkap oleh manusia. Saat itulah hewan dapat memahami tanda-tanda alam dan berlaku tidak seperti biasanya.

 

Penulis : Nabila dan Dany (Div. Editor)

Editor : Kistia Meilani S

Dies Maulidiyah PNM Bentuk Syukur Sewindu PNM

Majelis Dzikir Politeknik Negeri Madiun mengadakan dzikir bersama bertajuk “Dies Maulidyah Politeknik Negeri Madiun ke-8” pada Kamis (26/11/2020), pukul 07.00-10.10 WIB. Bertempat di Hall gedung M.Nuh Kampus I Politeknik Negeri Madiun.

Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang biasa diadakan bersamaan dengan dies natalis, sebagai bentuk rasa syukur atas semua yang diberikan kepada Politeknik Negeri Madiun. Acara ini juga bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassallam.

Karena pandemi Covid-19, sistem pelaksanaan acara tahunan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Selain on the spot, majelis dzikir tahun ini disiarkan langsung melalui platform YouTube resmi BAK Politeknik Negeri Madiun yaitu Multimedia Official PNM. Sementara di spot acara, hanya dihadiri 50 orang meliputi Direksi (Direktur, Wadir I,II,III), Ketua Jurusan, serta Humas PNM.

Selain itu, terdapat perwakilan 1 orang dari setiap ormawa PNM dan beberapa tamu undangan, yaitu Habib Husni, Bapak Muhyiddin Aziz, serta Ketua Pengurus Daerah Al-Khidmah Madiun. Acara ini tetap berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Acara dies maulidyah berlangsung khusyuk dengan lantunan dzikir dan tahlil, dan dilanjutkan oleh kelompok Al Banjari dari Pondok An-Nur Babadan Ponorogo untuk memimpin sholawat. Berbeda dari tahun lalu, mubalig dalam acara dzikir tahun ini adalah Ustadz KH. Zami’ Khus Dza Wali Syams yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Duri Sawo Ponorogo. Dakwahnya kali ini dikhususkan untuk seluruh keluarga Politeknik Negeri Madiun.

Panitia sendiri telah mempersiapkan acara ini jauh-jauh hari bahkan dari bulan Ramadan kemarin, dengan harapan acara ini bisa berjalan dengan lancar. Sementara untuk koordinasi, panitia melakukannya secara online.

Ketua pelaksana acara Ceryana Nia R (TKA’19) yang merupakan staf agama BEM-KM PNM mengaku bersyukur, karena salah satu program kerja tahunan Kementrian Agama BEM-KM PNM dapat terlaksana walaupun di tengah-tengah pandemi. “Terima kasih kepada segenap dosen dan juga rekan-rekan panitia yang membantu tenaga, waktu, dan pikirannya untuk menyukseskan acara ini,” ungkap Cery.

Selain itu Cery juga berharap agar tahun depan acara ini dapat dilaksanakan lebih baik lagi. Tentu dalam keadaan normal seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni secara offline dan banyak yang dapat menghadiri secara langsung di dalam majelis. Tidak ada lagi social distancing dan semua berjalan dengan normal seperti dulu.

 

Penulis : Farikhul

Editor : Elvira

Sering Dianggap Mitos, Ternyata 5 Hewan Ini Mirip dengan Legenda Hlo!

Sering Dianggap Mitos, Ternyata 5 Hewan Ini Mirip dengan Legenda Hlo!

Feed 1 Slide 1_compress60
Tidak dapat kita pungkiri jika dunia ini memiliki kekayaan fauna yang begitu beragam. Sama halnya dengan cerita-cerita mengenai makhluk mitologi yang melegenda dan beragam di tiap-tiap daerah maupun negara. Namun, meski hanya sekadar makhluk mitologi atau mitos, terdapat pula fauna di dunia nyata yang memiliki kemiripan sehingga layak untuk kita sebut sebagai “Fauna Mitologi di Dunia Nyata”. Apa saja itu?
1. Garuda dan Elang Jawa
Siapa yang tidak kenal dengan hewan ini? Makhluk mitologi ini merupakan lambang dari dasar negara Indonesia. Mengutip Hipwee Kamis (19/11/2020), dalam mitologi Hindu, garuda sebenarnya adalah kendaraan Dewa Wisnu. Berkepala layaknya burung elang, berbadan manusia, tubuhnya berwarna emas, wajahnya berwarna putih, dan sayap berwarna merah. Meskipun hanya sekadar mitos, dalam dunia nyata terdapat hewan yang memiliki kemiripan dengan burung garuda, yaitu burung elang jawa (Nisaetus bartels). Elang jawa memiliki sayap yang berwarna cokelat keemasan yang sama dengan warna bulu burung garuda, dan juga memiliki jambul yang sama dengan yang dimiliki burung garuda. Dikutip dari Bobo.id Kamis (19/11/2020).
2. Naga dan Komodo
Hewan ini sering kita jumpai dalam berbagai mitologi atau pun animasi. Secara umum, hewan ini seringkali digambarkan sebagai hewan yang buas dengan tubuh besar bersisik dan mampu mengeluarkan napas api. Terlepas dari berbagai mitos-mitos yang berkembang, dalam kenyataannya naga sering dikaitkan dengan hewan endemik asal Indonesia yaitu komodo (Varabus komodoensis). Seperti yang disadur dari laman Adhikurniawan.com Jumat (19/11/2020), bentuk morfologi komodo yang memiliki kesamaan dengan makhluk mistikal bersayap dan dapat menyemburkan api itu, lantas membuat reptil ini dijuluki sang naga. Meskipun tidak bisa mengeluarkan api, komodo memiliki saliva beracun di mulutnya.
3. Burung Phoenix dan Flamingo
Phoenix digambarkan sebagai burung berukuran besar yang mempunyai bulu berwarna merah, serta ekor berwarna emas dan merah tua. Burung yang merupakan hewan dalam mitologi Yunani dan Mesir ini juga digambarkan mempunyai kekuatan untuk hidup kembali. Dikutip Bobo.id Kamis (19/11/2020), dalam dunia nyata ciri-ciri ini dapat kita jumpai pada hewan flamingo. Warna merah jambu dan merah menyala bulu flamingo yang mencolok sering dikaitkan dengan legenda burung Phoenix. Dilansir Kumparan Jumat (20/11/2020) faktanya, flamingo menghabiskan sebagian besar waktunya mengarungi dataran garam yang panas, di mana membuat mata hewan ini tampak berkedip seperti nyala api.
4. Unicorn dan Okapi
Identik dengan hewan yang lucu, imut, dan memiliki tanduk di kepalanya, membuat sebagian orang menyukai hewan mitologi ini baik dalam bentuk animasi atau pun penggambaran melalui cerita. Dalam dunia fauna, okapi diyakini sebagai salah satu hewan sebagai asal muasal unicorn. Mamalia ini mendapat julukan unicorn asal Afrika. Dikutip dari Kumparan Kamis (19/11/2020), mamalia dengan rupa rusa yang aneh ini mendiami wilayah hutan hujan Afrika. Tak hanya itu, hewan ini sekilas terlihat sepeti kombinasi antara jerapah, zebra, dan antelop. Okapi jantan memiliki dua tanduk yang jika dilihat dari samping bisa tampak menjadi satu layaknya unicorn.
5. Duyung dan Dugong
Jika kalian penggemar Disney, pasti kalian mengetahui sosok Ariel, salah satu tokoh yang digambarkan sebagai putri duyung yang jatuh cinta dengan manusia. Banyak mitologi lain yang menggambarkan duyung sebagai sosok perempuan cantik, yang mendiami lautan dengan fisik setengah manusia dan ekor yang menyerupai ikan. Kenyataannya, duyung di dunia fauna tidak secantik yang digambarkan. Konon dugong dianggap sebagai asal muasal dongeng putri duyung yang sangat terkenal. Mengutip Kumparan, Jumat (20/11/2020) berkerabat dekat dengan manatee gemuk, fisik dugong lebih ramping dan lebih diidentifikasikan sebagai mamalia laut. Hewan ini lebih menyukai muara atau perairan tawar.
Terlepas dari wujudnya di dunia nyata, tidak dapat dipungkiri juga kisah-kisah mengenai makhluk mitologi telah banyak berkembang dan tak sedikit pula yang memercayainya. Masih banyak pula fauna-fauna di dunia ini yang sering dikaitkan dengan berbagai perwujudan makhluk dalam mitologi. Namun, yang paling terpenting adalah bagaimana kita menjaga alam dan keseimbangannya agar fauna tersebut tetap ada dan kelak menjadi warisan untuk anak cucu dari generasi mendatang.

Penulis: Divisi Kominfo
Editor: Jenny Refa

Resmikan Program D2 Fast Track, PNM Gandeng SMK Negeri Mejayan Sebagai Mitra Vokasi

Politeknik Negeri Madiun akhirnya meresmikan program SMK D2 Fast Track dan gedung baru jurusan teknik pada Jumat (11/13/2020), di Kampus II Winongo. Jurusan teknik yang akan menempati gedung tersebut terdiri dari Program Studi (Prodi) Diploma Tiga Mesin Otomotif dan juga Sarjana Terapan Perkeretaapian.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Dr. Beny Bandanadjadja, S.T., M.T. serta perwakilan Politeknik Negeri se-Indonesia. Acara peresmian ini tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cek suhu badan, cuci tangan saat memasuki ruangan serta tetap menjaga jarak satu sama lain.
Peresmian ini dimulai pukul 13.00 WIB, diawali dengan pemotongan pita oleh Bapak Beny dan Direktur Politeknik Negeri Madiun, Bapak Fajar Subkhan. Dilanjutkan dengan menulis quote untuk Politeknik Negeri Madiun, salah satu quote berasal dari Bapak Beny Bandanadjadja “Sukses buat Politeknik Negeri Madiun.” Kemudian penandatanganan prasasti peresmian oleh Bapak Beny Bandanadjadja. Rangkaian acara pun dimulai dengan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dari Bapak Beny Bandanadjadja dan Bapak Fajar Subkan.
Bapak Fajar Subkhan mengatakan bahwa pembangunan gedung baru tersebut, selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani dengan penyedia jasa. Secara kontraktual ditandatangani pada Maret 2020 dan selesai pada November 2020. Pada tahun ini Politeknik Negeri Madiun menerima dua skema pembiayaan.
Pertama, skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk gedung baru Prodi Diploma Tiga Mesin Otomotif dan Sarjana Terapan Perkeretaapian yang diresmikan dengan kontrak singleyears. Kedua, gedung Jurusan Administrasi Bisnis dan juga gedung Komputerisasi Akuntansi dengan kontrak multiyears yang akan berakhir bulan April 2021.
Tahun depan di tanah seluas 10,2 hektar milik Politeknik Negeri Madiun akan dibangun tiga bangunan untuk masing-masing prodi di Politeknik Negeri Madiun. Jadi hampir 70% daya tampung PNM akan berada di Kampus II Winongo. Sumber anggaran dari proyek ini adalah SBSN tahun 2020 dengan biaya konstruksi sebesar Rp29,9 miliar dan luas gedung kurang lebih 5800 meter persegi.
Nantinya, gedung ini akan berfungsi sebagai gedung kuliah bersama Prodi Diploma Tiga Mesin Otomotif dan Sarjana Terapan Perkeretaapian, laboratorium, dan bengkel untuk mesin otomotif. Gedung ini kurang lebih memiliki 13 kelas, 7 laboratorium, 2 workshop serta bengkel. Gedung ini diharapkan bisa menampung enam ratus mahasiswa untuk dua prodi tersebut.
Bapak Fajar Subkhan juga membeberkan bahwa salah satu syarat untuk membuka D2 Fast Track ini harus mempunyai prodi induk. Pihak kampus sudah bekerja sama dengan INKA untuk pembukaan prodi tersebut, yaitu Program Studi Sarjana Terapan Perkeretaapian.
Selain itu PNM harus bekerja sama dengan SMK dan industri. PNM sendiri telah menggandeng SMK Negeri 1 Mejayan untuk pelaksanaan program D2 Fast Track tersebut. Dalam waktu dekat PNM akan membuka program studi D2 Pembentukan logam, sebagai program studi baru D2 Fast Track tersebut.
Sementara untuk konsep dari program D2 Fast Track ini, menggunakan penitipan SKS di SMK. Secara teknis siswa SMK yang menjadi mitra vokasi akan ditawari program tersebut. Bagi siswa yang terdaftar akan mendapatkan pelajaran tambahan beberapa SKS di program D2. Sedangkan jangka waktu pendidikan hanya tiga semester, satu semester di PNM dan dua semester di industri.
Acara peresmian inti dilengkapi dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Tinggi Vokasi dan Profesi, Direktur Politeknik Negeri Madiun, serta perwakilan Walikota Madiun. Setelah seluruh rangkaian acara inti dilaksanakan para tamu undangan diberi jamuan makan siang dan hiburan dari UKM Paduan Suara dan juga UKM seni bela diri yaitu Pencak Silat. Para tamu juga dipersilakan melihat beberapa ruangan praktikum di gedung baru tersebut.

Penulis : Jenny Refa A.M dan Lia Widyaningtyas
Editor : Dany Sekty Anggoro

Ini Harga Janda Bolong yang Bikin Tepuk Jidat Masyarakat

Untitled-2

Tanaman hias adalah segala jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai penghias ruang, baik dalam ruangan (indoor plant) maupun luar ruangan (outdoor plant), sebagaimana dikutip Sedioinfo, Selasa (10/11/2020). Di masa pandemi seperti ini, banyak masyarakat yang merasa jenuh sehingga memilih menghabiskan waktunya selama isolasi diri untuk merawat dan mengoleksi tanaman hias di rumah.
Salah satu tanaman hias yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan baik di sosial media maupun di kalangan masyarakat, yaitu janda bolong. Keunikan nama yang melekat pada tanaman ini, membuat banyak orang merasa penasaran dengan tanaman ini.
Dilansir CNN Indonesia, Selasa (10/11/2020), peneliti LIPI Yuzammi menjelaskan bahwa janda bolong merupakan tanaman dari suku Araceae atau talas-talasan. Lebih spesifik, janda bolong masuk dalam marga Monstera, tanaman yang berasal dari Amerika Tropis ini sama halnya dengan Anthurium dan Philodendron.
“Marga Monstera ini memiliki sekitar 38 spesises, yang salah satunya adalah Monstera adansonii atau yang kita kenal di Indonesia dengan nama dagang janda bolong,” kata Yuzammi kepada CNN Indonesia.
Menurut Yuzammi nama janda bolong berasal dari bahasa Jawa. Karakteristik daun Monstera adansonii yang bolong membuat masyarakat Jawa menyebutnya dengan ron podho bolong yang berarti daun pada bolong. Jika diucapkan secara singkat, maka terdengar seperti ron dho bolong. Pengucapan ron dho terdengar hampir sama dengan rondo yang berarti janda.
Bentuk daun yang memiliki banyak lubang pada permukaannya menjadi keunikan dari tanaman ini. Ciri-ciri lain dari tanaman ini yaitu memiliki daun besar berwarna hijau, batang kecil berwarna hijau polos serta bentuk daun yang menyerupai bentuk hati dan menjari.
Karakteristik tersebut membuat tanaman janda bolong terlihat menjadi elegan dan terkesan sangat mewah dibandingkan dengan tanaman lain. Selain itu, tanaman ini juga banyak diminati oleh masyarakat sehingga membuat harga tanaman ini sangat mahal, yaitu mulai dari Rp 40 juta- Rp120 juta.
Harga tersebut karena banyaknya permintaan yang sangat tinggi di pasaran. Dalam merawat tanaman ini, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain suhu, sinar matahari, tanah, waktu penyiraman, pupuk dan kebersihan tempat. Hal ini dilakukan supaya tanaman hias ini tetap sehat dan nyaman dipandang.

Penulis : Agustin Devita S
Editor : Winda Eka Rachmawati

PNM Rampung Gelar Konferensi ICIASGA dan ICONEBS Tingkat Internasional

Politeknik Negeri Madiun menjadi tempat pelaksanaan International Conference on Industrial Automation, Smart Grid, and its Application (ICIASGA) dan International Conference on Economics, Business, and Social Humanities (ICONEBS) yang diselenggarakan pada tanggal 4 November 2020. Acara ini awalnya dijadwalkan pada tanggal 4 – 5 November. Namun, tahun ini dua konferensi tersebut diselenggarakan secara bersamaan. Peserta yang terpilih dalam acara ini sebanyak 92 orang dari jumlah pendaftar kurang lebih 200 orang. Sasaran dari acara ini adalah dosen dan mahasiswa yang melanjutkan studinya ke jenjang S3.

ICIASGA membahas tantangan dan inovasi di era industri 5.0 pada bidang sains terapan, teknologi, dan teknik. Konferensi ini dihadiri keynote speaker ternama yaitu Prof. Akhtar Kalam (Victoria University Australia), Wahyu Caesarendra (Phd Faculty of Intregated Technologies Universiti Brunei Darussalam), Ir. Budi Noviantoro (President Director of PT INKA) serta Dr. Hasliza A Rahim (Universiti Malaysia Perlis) yang berdiskusi tentang tema “Green Technology & Energy 5.0”. Acara ini mengundang akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi dan instansi pemerintah yang tertarik dengan perkembangan industri, inovasi, dan berkelanjutan untuk berbagi ide, pengalaman, serta pengetahuan dengan mempresentasikan hasil penelitiannya ke dunia internasional.

Sedangkan ICONEBS diselenggarakan untuk menjawab tantangan dan inovasi di era industri 5.0 pada bidang sosial humaniora, ekonomi, dan bisnis. Konferensi ini juga menghadirkan keynote speaker ternama yaitu Assoc Prof. Dr. Melor Md Yunus (National University of Malaysia), Lt Kdr Dr. Abu Yazid bin Abu Bakar TLDM (National University of Malaysia) dan Deni Ridwan (Ministry of Finance of The Republic Indonesia) yang membahas tema “Dinamika Ekonomi, Bisnis, dan Sosial Humaniora”. Acara ini juga mengundang akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi dan lembaga pemerintah untuk berbagi pengetahuan dan ide dalam tren terkini di bidang sosial humaniora, ekonomi, dan bisnis.

Biaya pendaftaran untuk acara ini sebesar Rp2.300.000 per individu termasuk buku, sertifikat, dan goodie bag. Output dari Konferensi ICIASGA adalah semua jurnal yang diterima dan disajikan akan diterbitkan dalam Seri Prosiding IOP yang diindeks oleh SCOPUS. Makalah yang dipilih juga akan diterbitkan di salah satu jurnal yang diindeks oleh SCOPUS antara lain:

Jurnal Internasional Teknik dan Teknologi Canggih

Jurnal Internasional Teknologi Inovatif dan Teknik Menjelajahi

Jurnal Internasional Teknologi dan Rekayasa Terkini

Informatika dalam Medicine Unlocked, Elsevier Journal

Selain itu, hanya ada 30 Presented Papers terpilih yang akan diterbitkan di Jurnal SCOPUS dan ICONEBS. Semua jurnal yang diterima akan diterbitkan dalam seri Konferensi Atlantis Press dan makalah yang terpilih akan diterbitkan dalam jurnal terkait yang diindeks oleh Web of Science.

Penulis : Hanisa & Imerlipta

Editor : Aprilia R

PNM Raih Nilai B pada Visitasi Akreditasi Perpusnas Tahun 2020

Perpustakaan Politeknik Negeri Madiun (PNM) akhirnya mengukuhkan diri menjadi perpustakaan dengan akreditasi B. Melalui penilaian dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 20 Oktober 2020, perjuangan selama hampir tujuh bulan itu akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Walaupun masih belum diresmikan, saat ini perpustakaan PNM sudah memenuhi standarisasi dari pemerintah untuk menjadi gudang literasi atau pusat informasi dan pembelajaran bagi mahasiswa.

Perpustakaan merupakan ikon dan jantung perguruan tinggi, pendapat tersebut disampaikan oleh Ibu Tri Lestariningsih, S. Kom., M. Kom., selaku Kepala Perpustakaan Politeknik Negeri Madiun. Maka, diperlukan suatu standarisasi untuk menilai apakah suatu perpustakaan sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional untuk jenjang perguruan tinggi.

Gagasan tersebut muncul setelah Ibu Tri mewakili PNM dalam pelatihan yang diselengarakan oleh perpusnas pada tahun 2018. Pada pelatihan tersebut, Ibu Tri banyak sharing dengan pengurus perpustakaan di perguruan tinggi lain, seperti Unair, UB, UGM, UMS dan Unmuh Ponorogo. Akhirnya pada Januari 2020, PNM mengikuti akreditasi perpustakaan sesuai dengan surat edaran Provinsi Surabaya. Sementara mengenai biaya akreditasi ditanggung oleh APBN atau dengan kata lain gratis.

Proses pengajuan akreditasi tersebut sangatlah panjang. Setelah menyatakan sikap siap untuk mengikuti akreditasi tersebut, pihak provinsi mengutus dari perpustakaan Kota Madiun untuk melihat apakah layak maju akreditasi atau tidak. Pada penilaian tersebut, perpustakaan PNM masih di bawah C dan hal itu merupakan akreditasi yang masih jauh dari baik.

Pada Februari 2020, PNM mengikuti acara di Perpustakaan Kota Madiun juga mendapatkan pengarahan dari perpusnas. Dilakukan penilaian ulang dengan hasil akreditasi C setelah mengkaji ulang berkas-berkas yang sebelumnya masih belum sempurna. PNM terus mengikuti 3 kali pendampingan. Pendampingan tersebut, terdiri 2 kali pendampingan dari perpus kota dan 1 kali dari perpunas dalam waktu tujuh bulan. Akhirnya, perpustakaan PNM mendapatkan nilai B pada visitasi akreditasi dari perpusnas.

Untuk mendapatkan akreditasi A, PNM harus menunggu sekitar lima tahun lagi. Di waktu itulah pihak kampus akan terus memaksimalkan apa yang sebelumnya masih kurang. Seperti menambah luas perpustakaan sesuai dengan ketentuan minimum untuk sebuah perpustakaan yaitu 1500 m², menambah jumlah judul buku yang sebelumnya dari 3900 menjadi 10.000 judul buku, meningkatkan anggaran menjadi 3-5% dari jumlah anggaran kampus, serta menambah prestasi perpustakaan.

Yang menjadi sorot lainnya adalah kurangnya pustakawan, yang memiliki ijazah ilmu perpustakaan. Perpustakaan PNM hingga kini hanya memiliki dua pustakawan asli dan delapan lainnya masih mengusahakan untuk mengikuti pelatihan agar mendapatkan sertifikat kelayakan menjadi pustakawan. Ulasan-ulasan tersebut merupakan suatu syarat yang harus dipenuhi perguruan tinggi untuk mendapatkan akreditasi A.

 

Penulis: Retno Dwi K. S. dan Murni Febri

Editor: Winda Eka Rachmawati

Proyek Jurassic Park, Picu Pro dan Kontra Konservasi Pulau Komodo

Proyek Jurassic Park, Picu Pro dan Kontra Konservasi Pulau Komodo

Proyek Jurassic Park, Picu Pro dan Kontra Konservasi Pulau Komodo
Proyek Jurassic Park, Picu Pro dan Kontra Konservasi Pulau Komodo

Komodo (Varanus komodoensis) atau lebih dikenal dengan biawak besar, merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang rata-rata 2 -3 meter dan berat bisa mencapai 100 kg. Komodo liar hanya bisa ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia, tepatnya di pulau Komodo, Rinca, dan pulau – pulau kecil di sekitarnya serta di pesisir barat Pulau Flores. Oleh penduduk lokal, biawak ini terkenal dengan sebutan “Ora”.

Jumlah Biawak Komodo semakin berkurang akibat aktivitas manusia sehingga komodo termasuk ke dalam salah satu spesies hewan yang rentan terhadap kepunahan. Biawak komodo telah ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan habitatnya dijadikan taman nasional yaitu Taman Nasional Komodo (TNK), dengan tujuan untuk melindungi habitat mereka dari kepunahan.

Namun, kini TNK terancam ditutup. Seperti dilansir dari Pikiran Rakyat Jumat (6/11/2020), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, NTT. Pulau ini akan disulap menjadi destinasi wisata premium dengan pendekatan konsep geopark atau wilayah terpadu yang mengedepankan perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan. Konsep pengembangan geopark ini popular dinamakan dengan Jurassic Park.

Menyadur dari Kompas, Jumat (6/11/2020) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa, tujuan utama konsep ini adalah mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan dengan mengembangkan potensi yang ada dengan cara yang berkelanjutan.

Melalui Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR telah menganggarkan Rp 69,96 Miliar untuk menata kawasan Pulau Rinca.

Pengadaan proyek ini memiliki beberapa fakta menarik, diantaranya :

Total konsesi yang diberikan kepada tiga perusahaan mencapai 465.17 Hektar, dengan informasi terkait slot lainnya belum diumumkan.

Perusahaan tersebar melalui zona pemanfaatan di beberapa lokasi yang strategis, di antaranya Pulau Rinca (Loh Buaya), Pulau Komodo (Loh Liang), Pulau Radar (3 lokasi), dan Pulau Tatawa.

Loh Buaya, Pulau Rinca, merupakan rumah bagi 50 hingga 100 Komodo, beserta beragam satwa lainnya.

Loh Liang, Pulau Komodo, merupakan rumah bagi 50 hingga 100 Komodo beserta beragam satwa lainnya.

Pemerintah telah memberikan izin konsesi sebesar 19.6 persen dari Pulau Radar kepada PT Kintetsu World Express Indonesia (KWE).

Walaupun Pemprov NTT telah menjelaskan bahwa pembangunan kawasan wisata ini bertujuan menjadikan Pulau Rinca sebagai mass tourism super premium. Serta berjanji tidak akan mengganggu ekosistem dan habitat asli Komodo, masyarakat dan organisasi lingkungan justru berpendapat sebaliknya. Seperti yang disadur dari Bisnis Tempo, Jumat (6/11/2020) Masyarakat khawatir pembangunan pariwisata premium akan mengancam keutuhan ekosistem komodo sebagai satwa endemis di Pulau Flores. Sebab, TNK yang merupakan kawasan konservasi yang perlahan mulai disulap menjadi pengembangan wisata premium yang kepentingannya tidak untuk kelestarian.

Selain itu, Peneliti dari Sunspirit for Justice and Peace, mencatat pengubahan zonasi ini dikhawatirkan bakal mempersempit zona rimba sebagai ruang hidup komodo dan satwa lainnya. Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (Formapp) menyoroti pembangunan sumur bor sebagai bagian dari sarana dan prasarana di Pulau Rinca. Pembangunan ini akan mematikan sumber-sumber air yang selama ini menjadi sumber hidup satwa dan tumbuhan di kawasan Pulau Rinca.

 

Penulis : Divisi Reporter

Editor : Rima Maulidya Pramesti