Begini Kesadaran Kesehatan Masyarakat Indonesia, dan Macam-macam Gangguan Mental yang Sering Kita Temui


f1

Beberapa bulan belakang, kesadaran masyarakat Indonesia tentang isu kesehatan mental terus meningkat. Dulu masyarakat Indonesia, masih menutup mata ketika membahas masalah gangguan jiwa. Banyak orang generasi tua menganggap hal tersebut adalah hal yang tabu.

Indonesia dengan segala keklenikannya memiliki persepsi, orang dengan masalah kesehatan mental adalah orang gila atau kerasukan setan. Banyak juga yang menganggap orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang kurang pengetahuan agama, dan tidak dekat dengan Tuhan. Padahal gangguan kejiwaan adalah kondisi medis yang terjadi pada otak.

Dikutip dari seributujuan.id, Kamis (29/10/2020), Menurut Riset Kesehatan Nasional Indonesia (RISKESDAS) 2013: sekitar 3,7% (9 juta) orang menderita depresi, dari populasi 250 juta orang. Sekitar 6% (14 juta) orang berusia 15 tahunan ke atas menderita gangguan mood (suasana hati) seperti depresi dan kecemasan. Sekitar 1,7 per 1000 orang menderita gangguan psikologis kronis, seperti skizofrenia.

Dibanding lima tahun lalu, kesadaran kesehatan mental Indonesia sudah lebih baik. Sekarang sudah banyak beberapa komunitas, kampanye, obrolan di media sosial bahkan karya film yang mengulas tentang kesehatan mental.

Selain peran media sosial, awareness ini juga sudah membaik karena berbagai lintas masyarakat mulai membahasnya, mulai dari mahasiswa di kalangan organisasi atau bahkan tingkat konferensi internasional, hingga perusahaan dengan program kesehatan mental.

Mari, kenali gangguan kesehatan mental yang bisa dijumpai pada era modernisasi saat ini! Berikut merupakan lima macam gangguan mental yang sering terjadi:
1. DEPRESI
merupakan gangguan suasana hati yang membuat penderita terus-menerus tertekan. Penderita memiliki emosi yang tidak stabil dan mudah putus asa. Gangguan ini dapat diobati dengan psikoterapi, dan memberikan obat antidepresan
2. GANGGUAN SUASANA HATI
atau mood swing merupakan gangguan perubahan mood yang sangat ekstrem. Penderita terkadang merasa sangat sedih atau merasa sangat bahagia. Salah satu penyebab dari gangguan ini adalah kondisi hormon, kelompok ini didominasi oleh remaja, wanita hamil, dan wanita menopause. Gangguan ini dapat diatasi dengan menjalani hidup sehat dan berkonsultasi ke psikolog.
3. KECEMASAN
merupakan suatu kondisi psikologis ketika seorang mengalami rasa cemas yang berlebihan dan cenderung sulit dikendalikan. Hal ini menyebabkan penderita menjadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan lebih suka menyendiri. Faktor pemicu gangguan ini adalah trauma akibat intimidasi, kekerasan, maupun pelecehan. Pengobatan gangguan ini dapat dilakukan dengan dua langkah yaitu terapi kognitif dan pemberian obat
4. SKIZOFRENIA
merupakan suatu kondisi yang dapat mengganggu pikiran dan perilaku seseorang. Penderita cenderung mengalami halusinasi, delusi, dan pemikiran yang kacau. Gangguan ini dapat menyebabkan penderita sulit untuk membedakan realita dan halusinasi dalam pikirannya sendiri. Gangguan ini dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat, melakukan terapi kognitif, serta dukungan dari lingkungan sekitar.
5. Obsessive Compulsive Disoder(OCD) dimana suatu gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan perilaku berulang(kompulsi). Penderita cenderung melakukan suatu hal secara berulang misalnya memeriksa pintu dan jendela sebanyak tiga kali sebelum pergi, tidak bisa melihat meja berantakan dan lainnya. Gangguan ini tidak tergolong pada gangguan yang parah namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Orang yang mengalami gangguan mental bukanlah orang gila. Oleh karena itu, jangan jauhi mereka! Dukung setiap aktivitas yang membuat mereka nyaman dan merasakan sosok pendukung. Agar gangguan mental dapat lebih cepat disembuhkan.

Oleh : Indah dan Murni
Editor : Hanisa

Pedulikan Kesehatan Mental, Atasi agar tak Semakin Berakar

Pedulikan Kesehatan Mental, Atasi agar tak Semakin Berakar

2-2_compress41

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika hati berada dalam keadaan tentram dan tenang. Apabila kesehatan mental seseorang terganggu, ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk.

Stres yang berkepanjangan hingga menimbulkan depresi tidak baik untuk kesehatan mental. Mungkin ini memang masalah kalian, bukan berarti solusi juga harus dari kalian sendiri. Tak masalah jika bercerita dengan orang yang kamu percayai.

Berceritalah dengan orang yang siap mendengarkan keluh kesah dan masalahmu. Jangan dipendam sendiri, ada orang-orang yang masih peduli denganmu. Keluarga dan sahabat terbaik selalu siap mendengarkan ceritamu. Dengan bercerita, setidaknya ada sedikit rasa lega yang dirasakan.
Lalu bagaimana dengan solusinya?

Untuk mengatasi hal tersebut salah satunya dengan mindfulness. Mindfulness adalah kesadaran dan perhatian penuh terhadap apa yang terjadi dalam diri kita dan di sekitar kita. Di saat ini, mindfulness membantu kita mengolah cara pandang sehingga kondisi mental lebih damai. Kita bisa latih mindfulness dengan cara meditasi duduk.

Jika dilakukan secara benar dan teratur, meditasi duduk punya efek menyembuhkan. Durasi meditasi duduk bisa lima menit hingga setengah jam. Dengan mindfulness, kita bisa mengakui penderitaan kita dan belajar bagaimana mengatasinya. Kita tatap derita secara dalam dan cari akarnya.

Mulailah terbuka dengan masalahmu. Bisa jadi, kamu menemukan solusi dari seseorang yang kamu ceritakan. Bahkan, hal itu bisa meringankan penat yang penuh dengan penderitaan. Janganlah merasa kamu hidup sendirian, hampa, tanpa arah. Tentu tidak, masih ada orang yang peduli denganmu, apapun keadaannya, baik susah maupun senang.
Kemudian kita bisa refreshing yang mungkin menjadi solusi yang tepat. Refreshing dibutuhkan untuk pemulihan psikis baik mental maupun pikiran. Dengan menenangkan maupun mengalihkan pikiran dengan suatu keadaan yang lebih baik.
Membaca mungkin terkesan kegiatan yang menambah pikiran. Namun, membaca juga dapat memperluas wawasan dan menambah sudut pandang. Dengan terbukanya pola pikir serta bertambahnya wawasan.

Perlu diketahui hal itu juga dapat meringankan kondisi yakni dengan menerima hal yang baru dan tidak terlalu berharap lebih dengan keadaan. Berdamai dengan keadaan dan selalu tabah menghadapi cobaan.

Badai pasti berlalu, tetapi kamu harus kuat dan tabah untuk menghadapi semua itu.
“Jika diam tidak memperbaiki keadaan, coba alihkan perhatian dengan memanfaatkan ketersediaan.”

Penulis : Anggota Divisi Fotografer
Editor : Ratriana Lia