Feed 1-1

Mungkin semua remaja milenial pasti tau tentang kata insecure. Bahkan semua remaja pasti pernah merasakan perasaan insecure. Lalu sebenarnya apakah insecure itu? Jadi, insecure adalah perasaan ketika merasa tidak aman yang membuat seseorang itu merasa gelisah, minder, takut, malu, dan akhirnya membuat tidak percaya diri.

Insecure bisa berasal dari dalam diri seseorang maupun dari faktor lain dari luar orang tersebut. Perasaan ini wajar terjadi, karena sering berjumpa dengan orang yang lebih baik dari kita. Insecure dapat menjadi bahaya, jika seseorang selalu berpikir bahwa dirinya selalu lebih buruk dari orang lain. Berikut ini adalah penyebab paling umum, munculnya perasaan insecure, antara lain:

  1. Sering membandingkan diri dengan orang lain. Misalkan, “dia kok cantik banget ya, mukanya glowing, badannya langsing” dan lain-lain. Melihat keadaan orang lain lebih baik daripada kita.
  2. Obsesi menjadi sempurna. Terkadang ada orang yang tingkat insecurenya tinggi sampai-sampai ada orang yang rela operasi plastik. Mereka rela mengubah bentuk wajah dan tubuh mereka agar terlihat sempurna.
  3. Korban bullying. Tindakan bullying kerap terjadi dimanapun, entah itu di media sosial maupun di tempat umum. Bullying bisa berupa ucapan merendahkan, berkomentar buruk, dan tindak kekerasan. Selain insecure, hal ini juga menyebabkan trauma pada korban.
  4. Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Masalah seperti ini wajar jika seseorang belum menguasai kemampuan tertentu. Hal ini juga dapat menyebabkan memandang rendah diri sendiri, karena tidak bisa melakukan hal tertentu. Biasanya sikap ini muncul setelah melihat orang lain, yang memiliki kemampuan jauh lebih baik.
  5. Cemas Seseorang bisa saja kerap memikirkan penilaian dari orang lain terhadap dirinya dan membayangkan skenario terburuk. Misalnya saja dijauhi teman dengan alasan tidak asik dan membosankan. Kecemasan juga menjadi sebab dari overthinking. Mereka yang overthingking, cenderung memikirkan apa yang belum tentu terjadi.

Insecure yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan bisa mengganggu kondisi kesehatan. Maka dari itu, hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Berikut ini tips dan cara untuk mengatasi insecure:

  1. Jangan pernah membandingkan hidupmu dengan orang lain. Hal ini lebih kepada sikap untuk percaya pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Remaja milineal menyebutnya be yourself and love yourself. Percayalah bahwa setiap orang punya kekurangannya masing-masing. Selain itu tidak semua kehidupan orang lain jauh lebih baik dari kehidupan kita sendiri.
  2. Temukan kelebihan diri sendiri. Hal ini lebih merujuk pada menemukan bakat dalam diri. Setiap orang yang sudah menemukan passion atau bakat mereka, mereka akan cenderung fokus pada apa yang mereka punya. Dengan menemukan kelebihan diri, maka membuat rasa insecure
  3. Stop overthinking. Terlalu banyak berpikir tidak baik untuk kesehatan mental maupun tubuh. Jangan banyak berpikir untuk hal yang tidak perlu dipikirkan. Jangan juga berpikir bahwa dirimu tidak berharga. Mulailah berpikir ringan dan selalu positif.
  4. Konsultasi dengan orang yang tepat. Terkadang berbagi masalah dengan seseorang bisa membuat beban yang ditanggung berkurang. Karena seseorang butuh pendengar dan pemberi masukan yang tepat saat dirinya
  5. Perbanyak bersyukur. Kunci utama untuk mengatasi insecure adalah bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, berarti kita bisa menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, dan menghargai sekitar kita. Bersyukur mungkin sering kali menjadi suatu hal yang sulit. Namun kenyataannya bersyukur itu adalah hal yang paling

Perasaan insecure adalah hal yang wajar, jika masih dalam keadaan taraf yang normal.  Sebaliknya  insecure bisa menjadi masalah yang serius jika sampai berlebihan. Jika insecure tersebut tidak segera diatasi,  akan berdampak pada aktivitas sehari-hari bahkan sampai kesehatan mental.

Jangan terlalu fokus pada hal yang tidak memberikan nilai positif dalam diri. Biarkan rasa insecure hinggap sesaat kemudian hilangkan dengan kepercayaan diri kita,  lalu fokus dengan apa yang kita capai kembali.

Penulis:

Editor  : Elvira Amri Saida

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *