0001-11889093580_20201010_112748_0000

Mahasiswa Rentan Stres akibat Covid-19? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Setiap manusia pasti memiliki keluhan dalam hidupnya. Tidak terkecuali pada kelompok mahasiswa. Terkadang, mahasiswa mengaku bahwa mereka pernah atau bahkan sering mengalami stres. Pada masa pandemi Covid-19 ini, mahasiswa sebagai salah satu individu yang jumlahnya paling banyak di institusi pendidikan tentunya sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Sistem pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka baik di lingkungan kampus ataupun lahan praktik berubah menjadi daring. Perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi sistem daring menyebabkan mahasiswa menjadi stres. Kira-kira apa yang membuat mereka stres dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Tugas Perkuliahan.
Tugas yang diberikan ketika kuliah daring lebih banyak dibandingkan kuliah tatap muka. Banyaknya tugas yang diberikan dalam jangka waktu yang singkat dan ketidaksesuaian jadwal kuliah daring, membuat mahasiswa merasa tertekan dan malas untuk mengerjakannya.
Mahasiswa tidak bisa mengendalikan emosinya saat mengerjakan banyak tugas dengan deadline yang mepet. Ditambah lagi dengan kurangnya konsentrasi karena kondisi rumah yang tidak kondusif. Hal ini mengakibatkan mahasiswa menjadi mudah marah dan berakibat stres.

2. Proses Pembelajaran Daring yang Mulai Membosankan.
Perubahan sistem perkuliahan dari tatap muka menjadi kuliah daring yang tidak efisien, membuat mahasiswa merasa cemas akan kurangnya ilmu yang didapatkan pada suatu mata kuliah. Mahasiswa merasa kurang paham saat melakukan diskusi dalam kuliah daring, karena lebih rentan untuk terjadi kesalahpahaman baik dengan dosen maupun antar mahasiswa. Tuntutan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang luas dengan waktu yang terbatas dapat menyebabkan stres bagi mahasiswa.

3. Tidak Dapat Mengaplikasikan Pembelajaran Praktik Laboratorium karena Ketidaktersediaan Alat.
Praktek laboratorium merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan seluruh teori yang didapat di kelas, sebelum mengaplikasikannya ke dalam suatu tatanan yang nyata. Ketidakmampuan melaksanakan praktik laboratorium dapat menyebabkan mahasiswa stres, karena kegiatan ini merupakan tindakan awal sebelum mahasiswa terjun langsung ke lapangan.

Lalu, bagaimana sih cara mengatasi stres akibat faktor-faktor di atas? Menurut Gunarya dkk (2011), dalam mencegah stres akan kehidupan kampus dapat menggunakan strategi yang disingkat dengan ‘STRESS’, namun dengan akronim yang berbeda. Kepanjangan dari STRESS yaitu Study Skills, Tempo Time Management, Rest, Eating and Exercise, Self Talk dan Social Support.
1. Study Skills (Keterampilan Belajar)
Dalam menjalani kehidupan perkuliahan ada banyak hal yang perlu dipelajari, diketahui, dan diikuti. Namun, dalam waktu yang terbatas pula. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa perlu memiliki skill belajar yang sesuai dengan diri mereka masingmasing sehingga mampu belajar dengan efektif dan efisien dalam menggunakan sumber daya yang ada.
2. Time Management (Manajemen Waktu)
Mahasiswa mampu mengatur waktu yang ada, sehingga apa yang dilaksanakan dapat tepat waktu dan sasaran.
3. Rest (Istirahat)
Tubuh kita bekerja sesuai dengan pengaturan yang sudah ditentukan. Hal ini berarti setiap orang memerlukan istirahat atau jeda terlebih dahulu sebelum mulai beraktivitas kembali.
4. Eating and Exercise (Makan dan Olahraga)
Tubuh kita memerlukan asupan yang seimbang dan latihan atau olahraga yang memadai agar dapat bugar kembali.
Saat ini stres memang dianggap sebagai hal yang wajar, karena tidak sedikit orang yang merasa terbebani akan tanggung jawab kehidupan menjadi seorang mahasiswa. Namun, jika ada cara untuk mencegah dan mengurangi stres, mengapa kita tidak mencobanya? Selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, mengapa kita tidak mencoba untuk menjaganya?
Serumit apapun kehidupan yang sedang dijalani hari ini, manusia yang mampu bertahanlah yang akan menjadi pemenangnya. Tetap semangat menjalani kehidupan, karena seberat apapun beban yang sedang ditanggung. Yakinlah bahwa kita akan mampu melewati ini semua.

Penulis: Divisi Editor (Kistia Meilani Sanda, Rima Maulidya Pramesti)
Editor: Dany Sekty A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *