Begini Kesadaran Kesehatan Masyarakat Indonesia, dan Macam-macam Gangguan Mental yang Sering Kita Temui


f1

Beberapa bulan belakang, kesadaran masyarakat Indonesia tentang isu kesehatan mental terus meningkat. Dulu masyarakat Indonesia, masih menutup mata ketika membahas masalah gangguan jiwa. Banyak orang generasi tua menganggap hal tersebut adalah hal yang tabu.

Indonesia dengan segala keklenikannya memiliki persepsi, orang dengan masalah kesehatan mental adalah orang gila atau kerasukan setan. Banyak juga yang menganggap orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang kurang pengetahuan agama, dan tidak dekat dengan Tuhan. Padahal gangguan kejiwaan adalah kondisi medis yang terjadi pada otak.

Dikutip dari seributujuan.id, Kamis (29/10/2020), Menurut Riset Kesehatan Nasional Indonesia (RISKESDAS) 2013: sekitar 3,7% (9 juta) orang menderita depresi, dari populasi 250 juta orang. Sekitar 6% (14 juta) orang berusia 15 tahunan ke atas menderita gangguan mood (suasana hati) seperti depresi dan kecemasan. Sekitar 1,7 per 1000 orang menderita gangguan psikologis kronis, seperti skizofrenia.

Dibanding lima tahun lalu, kesadaran kesehatan mental Indonesia sudah lebih baik. Sekarang sudah banyak beberapa komunitas, kampanye, obrolan di media sosial bahkan karya film yang mengulas tentang kesehatan mental.

Selain peran media sosial, awareness ini juga sudah membaik karena berbagai lintas masyarakat mulai membahasnya, mulai dari mahasiswa di kalangan organisasi atau bahkan tingkat konferensi internasional, hingga perusahaan dengan program kesehatan mental.

Mari, kenali gangguan kesehatan mental yang bisa dijumpai pada era modernisasi saat ini! Berikut merupakan lima macam gangguan mental yang sering terjadi:
1. DEPRESI
merupakan gangguan suasana hati yang membuat penderita terus-menerus tertekan. Penderita memiliki emosi yang tidak stabil dan mudah putus asa. Gangguan ini dapat diobati dengan psikoterapi, dan memberikan obat antidepresan
2. GANGGUAN SUASANA HATI
atau mood swing merupakan gangguan perubahan mood yang sangat ekstrem. Penderita terkadang merasa sangat sedih atau merasa sangat bahagia. Salah satu penyebab dari gangguan ini adalah kondisi hormon, kelompok ini didominasi oleh remaja, wanita hamil, dan wanita menopause. Gangguan ini dapat diatasi dengan menjalani hidup sehat dan berkonsultasi ke psikolog.
3. KECEMASAN
merupakan suatu kondisi psikologis ketika seorang mengalami rasa cemas yang berlebihan dan cenderung sulit dikendalikan. Hal ini menyebabkan penderita menjadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan lebih suka menyendiri. Faktor pemicu gangguan ini adalah trauma akibat intimidasi, kekerasan, maupun pelecehan. Pengobatan gangguan ini dapat dilakukan dengan dua langkah yaitu terapi kognitif dan pemberian obat
4. SKIZOFRENIA
merupakan suatu kondisi yang dapat mengganggu pikiran dan perilaku seseorang. Penderita cenderung mengalami halusinasi, delusi, dan pemikiran yang kacau. Gangguan ini dapat menyebabkan penderita sulit untuk membedakan realita dan halusinasi dalam pikirannya sendiri. Gangguan ini dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat, melakukan terapi kognitif, serta dukungan dari lingkungan sekitar.
5. Obsessive Compulsive Disoder(OCD) dimana suatu gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan perilaku berulang(kompulsi). Penderita cenderung melakukan suatu hal secara berulang misalnya memeriksa pintu dan jendela sebanyak tiga kali sebelum pergi, tidak bisa melihat meja berantakan dan lainnya. Gangguan ini tidak tergolong pada gangguan yang parah namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Orang yang mengalami gangguan mental bukanlah orang gila. Oleh karena itu, jangan jauhi mereka! Dukung setiap aktivitas yang membuat mereka nyaman dan merasakan sosok pendukung. Agar gangguan mental dapat lebih cepat disembuhkan.

Oleh : Indah dan Murni
Editor : Hanisa

Pedulikan Kesehatan Mental, Atasi agar tak Semakin Berakar

Pedulikan Kesehatan Mental, Atasi agar tak Semakin Berakar

2-2_compress41

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika hati berada dalam keadaan tentram dan tenang. Apabila kesehatan mental seseorang terganggu, ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk.

Stres yang berkepanjangan hingga menimbulkan depresi tidak baik untuk kesehatan mental. Mungkin ini memang masalah kalian, bukan berarti solusi juga harus dari kalian sendiri. Tak masalah jika bercerita dengan orang yang kamu percayai.

Berceritalah dengan orang yang siap mendengarkan keluh kesah dan masalahmu. Jangan dipendam sendiri, ada orang-orang yang masih peduli denganmu. Keluarga dan sahabat terbaik selalu siap mendengarkan ceritamu. Dengan bercerita, setidaknya ada sedikit rasa lega yang dirasakan.
Lalu bagaimana dengan solusinya?

Untuk mengatasi hal tersebut salah satunya dengan mindfulness. Mindfulness adalah kesadaran dan perhatian penuh terhadap apa yang terjadi dalam diri kita dan di sekitar kita. Di saat ini, mindfulness membantu kita mengolah cara pandang sehingga kondisi mental lebih damai. Kita bisa latih mindfulness dengan cara meditasi duduk.

Jika dilakukan secara benar dan teratur, meditasi duduk punya efek menyembuhkan. Durasi meditasi duduk bisa lima menit hingga setengah jam. Dengan mindfulness, kita bisa mengakui penderitaan kita dan belajar bagaimana mengatasinya. Kita tatap derita secara dalam dan cari akarnya.

Mulailah terbuka dengan masalahmu. Bisa jadi, kamu menemukan solusi dari seseorang yang kamu ceritakan. Bahkan, hal itu bisa meringankan penat yang penuh dengan penderitaan. Janganlah merasa kamu hidup sendirian, hampa, tanpa arah. Tentu tidak, masih ada orang yang peduli denganmu, apapun keadaannya, baik susah maupun senang.
Kemudian kita bisa refreshing yang mungkin menjadi solusi yang tepat. Refreshing dibutuhkan untuk pemulihan psikis baik mental maupun pikiran. Dengan menenangkan maupun mengalihkan pikiran dengan suatu keadaan yang lebih baik.
Membaca mungkin terkesan kegiatan yang menambah pikiran. Namun, membaca juga dapat memperluas wawasan dan menambah sudut pandang. Dengan terbukanya pola pikir serta bertambahnya wawasan.

Perlu diketahui hal itu juga dapat meringankan kondisi yakni dengan menerima hal yang baru dan tidak terlalu berharap lebih dengan keadaan. Berdamai dengan keadaan dan selalu tabah menghadapi cobaan.

Badai pasti berlalu, tetapi kamu harus kuat dan tabah untuk menghadapi semua itu.
“Jika diam tidak memperbaiki keadaan, coba alihkan perhatian dengan memanfaatkan ketersediaan.”

Penulis : Anggota Divisi Fotografer
Editor : Ratriana Lia

Feed 1-1

Apa Sih Sebab Insecure? Berikut Ini Tips-Tips Cara Mengatasi Insecure

Mungkin semua remaja milenial pasti tau tentang kata insecure. Bahkan semua remaja pasti pernah merasakan perasaan insecure. Lalu sebenarnya apakah insecure itu? Jadi, insecure adalah perasaan ketika merasa tidak aman yang membuat seseorang itu merasa gelisah, minder, takut, malu, dan akhirnya membuat tidak percaya diri.

Insecure bisa berasal dari dalam diri seseorang maupun dari faktor lain dari luar orang tersebut. Perasaan ini wajar terjadi, karena sering berjumpa dengan orang yang lebih baik dari kita. Insecure dapat menjadi bahaya, jika seseorang selalu berpikir bahwa dirinya selalu lebih buruk dari orang lain. Berikut ini adalah penyebab paling umum, munculnya perasaan insecure, antara lain:

  1. Sering membandingkan diri dengan orang lain. Misalkan, “dia kok cantik banget ya, mukanya glowing, badannya langsing” dan lain-lain. Melihat keadaan orang lain lebih baik daripada kita.
  2. Obsesi menjadi sempurna. Terkadang ada orang yang tingkat insecurenya tinggi sampai-sampai ada orang yang rela operasi plastik. Mereka rela mengubah bentuk wajah dan tubuh mereka agar terlihat sempurna.
  3. Korban bullying. Tindakan bullying kerap terjadi dimanapun, entah itu di media sosial maupun di tempat umum. Bullying bisa berupa ucapan merendahkan, berkomentar buruk, dan tindak kekerasan. Selain insecure, hal ini juga menyebabkan trauma pada korban.
  4. Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Masalah seperti ini wajar jika seseorang belum menguasai kemampuan tertentu. Hal ini juga dapat menyebabkan memandang rendah diri sendiri, karena tidak bisa melakukan hal tertentu. Biasanya sikap ini muncul setelah melihat orang lain, yang memiliki kemampuan jauh lebih baik.
  5. Cemas Seseorang bisa saja kerap memikirkan penilaian dari orang lain terhadap dirinya dan membayangkan skenario terburuk. Misalnya saja dijauhi teman dengan alasan tidak asik dan membosankan. Kecemasan juga menjadi sebab dari overthinking. Mereka yang overthingking, cenderung memikirkan apa yang belum tentu terjadi.

Insecure yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan bisa mengganggu kondisi kesehatan. Maka dari itu, hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Berikut ini tips dan cara untuk mengatasi insecure:

  1. Jangan pernah membandingkan hidupmu dengan orang lain. Hal ini lebih kepada sikap untuk percaya pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Remaja milineal menyebutnya be yourself and love yourself. Percayalah bahwa setiap orang punya kekurangannya masing-masing. Selain itu tidak semua kehidupan orang lain jauh lebih baik dari kehidupan kita sendiri.
  2. Temukan kelebihan diri sendiri. Hal ini lebih merujuk pada menemukan bakat dalam diri. Setiap orang yang sudah menemukan passion atau bakat mereka, mereka akan cenderung fokus pada apa yang mereka punya. Dengan menemukan kelebihan diri, maka membuat rasa insecure
  3. Stop overthinking. Terlalu banyak berpikir tidak baik untuk kesehatan mental maupun tubuh. Jangan banyak berpikir untuk hal yang tidak perlu dipikirkan. Jangan juga berpikir bahwa dirimu tidak berharga. Mulailah berpikir ringan dan selalu positif.
  4. Konsultasi dengan orang yang tepat. Terkadang berbagi masalah dengan seseorang bisa membuat beban yang ditanggung berkurang. Karena seseorang butuh pendengar dan pemberi masukan yang tepat saat dirinya
  5. Perbanyak bersyukur. Kunci utama untuk mengatasi insecure adalah bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, berarti kita bisa menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, dan menghargai sekitar kita. Bersyukur mungkin sering kali menjadi suatu hal yang sulit. Namun kenyataannya bersyukur itu adalah hal yang paling

Perasaan insecure adalah hal yang wajar, jika masih dalam keadaan taraf yang normal.  Sebaliknya  insecure bisa menjadi masalah yang serius jika sampai berlebihan. Jika insecure tersebut tidak segera diatasi,  akan berdampak pada aktivitas sehari-hari bahkan sampai kesehatan mental.

Jangan terlalu fokus pada hal yang tidak memberikan nilai positif dalam diri. Biarkan rasa insecure hinggap sesaat kemudian hilangkan dengan kepercayaan diri kita,  lalu fokus dengan apa yang kita capai kembali.

Penulis:

Editor  : Elvira Amri Saida

IMG-20201016-WA0008

Omnibus Law Cipta Kerja Picu Pro Kontra Rakyat Indonesia Kala Pandemi

Omnibus Law atau biasa disebut undang-undang sapu jagat merupakan istilah untuk menyebut suatu undang-undang yang bersentuhan dengan berbagai macam topik, yang dimaksudkan untuk mengamandemen, memangkas, dan atau mencabut sejumlah undang-undang lain. Artinya, Omnibus Law merupakan metode atau konsep pembuatan regulasi yang menggabungkan beberapa aturan yang substansi pengaturannya berbeda menjadi satu peraturan dalam satu payung hukum.

Konsep Omnibus Law atau juga dikenal dengan Omnibus Bill, umumnya digunakan  di negara yang menganut sistem Common Law, seperti Amerika Serikat. Konsep Omnibus Law ini pertama kali diungkapkan oleh Bapak Joko Widodo setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia  pada hari Minggu, 20 Oktober 2019.  Dalam pidatonya Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Yaitu, UU Cipta Lapangan Pekerjaan dan UU Pemberdayaan UMKM, dimana masing-masing UU itu akan menjadi Omnibus Law.

Konsep Omnibus Law yang dikemukakan oleh  Presiden Joko Widodo berkaitan dengan bidang kerja pemerintah di sektor ekonomi. Pada Januari 2020, ada dua Omnibus Law yang diajukan pemerintah, yaitu Cipta Kerja dan Perpajakan. Secara keseluruhan, ada 11 kluster yang menjadi pembahasan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja, yaitu:

  1. Penyerderhanaan perizinan
  2. Persyaratan investasi
  3. Ketenagakerjaan
  4. Pengadaan lahan
  5. Kemudahan berusaha
  6. Dukungan riset dan inovasi
  7. Administrasi pemerintahan
  8. Pengenaan sanksi
  9. Kemudahan pemberdayaan dan perlindungan UMKM
  10. Investasi dan proyek pemerintah
  11. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Setelah disahkannya Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Pro dan kontra terkait pengesahan ini terus tumbuh. Beragam aksi penolakan masyarakat mulai dari media sosial hingga unjuk rasa di sebagian wilayah dilakukan. Ada kekhawatiran dan sejumlah kalangan mengkritik pembentukan Omnibus Law Cipta Kerja dengan berbagai alasan dan argumentasi. Ketua Umum Pers G-Plasma, Murni Febri memberi tanggapan, “Kurangnya edukasi dari pemerintah dan sosialisasi mengenai UU Cipta Kerja dan harapannya pemerintah mampu memberikan terobosan baru terkait pembahasan UU Cipta Kerja agar pandangan masyarakat lebih terbuka.”

Proses pembahasan UU Cipta Kerja sejak awal terkesan mengabaikan ruang demokrasi dan dilakukan secara tergesa-gesa. Ada tiga alasan yang mendasari pernyataan itu, pertama RUU Cipta Kerja dibahas pada masa resesi dan di luar jam kerja. Kedua, draf UU dan risalah rapat tidak pernah disampaikan ke publik. Ketiga, tidak ada mekanisme pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak dalam rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.

Kemudian mengenai perkembangan permasalahannya, UU Omnibus Law ini sebenarnya solusi baru atau masalah baru? Ini merupakan dua hal yang menarik. Jika UU nanti menjadi solusi, berarti benar apa yang dikatakan pemerintah, mengenai tersedianya lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya. Dan jika nantinya UU itu menjadi masalah, berarti benar adanya dengan isu-isu yang beredar sekarang terkait pasal yang multitafsir. Sehingga diisukan dapat merugikan terutama hak-hak kaum buruh.

Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia pada Jumat 9 Oktober 2020, telah mengonfirmasi berita-berita tidak benar yang beredar di masyarakat terkait UU Cipta Kerja. Dalam live streaming yang bisa diakses melalui YouTube dan Instagram ini menegaskan, terdapat 11 kluster yang akan dilakukan perubahan. Beliau juga menjelaskan penyebab adanya unjuk rasa terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dikarenakan disinformasi berita-berita hoax seperti penghapusan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) serta perhitungan upah per jam. Dalam kenyataannya hal itu tidak benar, tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang. Upah dapat dihitung berdasarkan waktu dan hasil kerja.

Namun sayangnya, menurut Satriya Surya selaku Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun, pemberian video klarifikasi ini memiliki rentang waktu yang terkesan lama dilihat dari banyaknya demonstran yang telah turun ke jalan. Seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu sebelum UU tersebut disahkan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan atau bahkan merugikan.

Selain itu tujuan dari ditetapkannya Undang-Undang Cipta Kerja disebutkan bahwa untuk menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi pencari kerja dan pengangguran. Beliau melalui video ini juga mengatakan tujuan lainnya adalah memudahkan masyarakat khususnya usaha mikro (kecil) untuk membuka usaha baru. Presedur dan regulasi yang tumpang tindih dan rumit dipangkas. Perizinan usaha untuk UMK tidak diperlukan lagi, hanya pedaftaran saja sangat simple. Kedepannya Undang-Undang ini banyak memerlukan Peraturan Pemerintah (PP) dan Perturan Presiden (Perpres) yang nantinya akan muncul. Dalam jangka waktu tiga bulan, pihak pemerintah mengundang seluruh perwakilan daerah untuk mengajukan aspirasinya. Apabila masih terdapat ketidaksetujuan, dipersilakan untuk melakukan uji materi (yudisial review) melalui Mahkamah Konstitusi sebagai prosedur yang telah ditetapkan.

Penulis : Afriza, Dela, Yuniar.

Editor  : Elvira

Mahasiswa Rentan Stress Akibat Covid-19

0001-11889093580_20201010_112748_0000

Mahasiswa Rentan Stres akibat Covid-19? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Setiap manusia pasti memiliki keluhan dalam hidupnya. Tidak terkecuali pada kelompok mahasiswa. Terkadang, mahasiswa mengaku bahwa mereka pernah atau bahkan sering mengalami stres. Pada masa pandemi Covid-19 ini, mahasiswa sebagai salah satu individu yang jumlahnya paling banyak di institusi pendidikan tentunya sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Sistem pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka baik di lingkungan kampus ataupun lahan praktik berubah menjadi daring. Perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi sistem daring menyebabkan mahasiswa menjadi stres. Kira-kira apa yang membuat mereka stres dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Tugas Perkuliahan.
Tugas yang diberikan ketika kuliah daring lebih banyak dibandingkan kuliah tatap muka. Banyaknya tugas yang diberikan dalam jangka waktu yang singkat dan ketidaksesuaian jadwal kuliah daring, membuat mahasiswa merasa tertekan dan malas untuk mengerjakannya.
Mahasiswa tidak bisa mengendalikan emosinya saat mengerjakan banyak tugas dengan deadline yang mepet. Ditambah lagi dengan kurangnya konsentrasi karena kondisi rumah yang tidak kondusif. Hal ini mengakibatkan mahasiswa menjadi mudah marah dan berakibat stres.

2. Proses Pembelajaran Daring yang Mulai Membosankan.
Perubahan sistem perkuliahan dari tatap muka menjadi kuliah daring yang tidak efisien, membuat mahasiswa merasa cemas akan kurangnya ilmu yang didapatkan pada suatu mata kuliah. Mahasiswa merasa kurang paham saat melakukan diskusi dalam kuliah daring, karena lebih rentan untuk terjadi kesalahpahaman baik dengan dosen maupun antar mahasiswa. Tuntutan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang luas dengan waktu yang terbatas dapat menyebabkan stres bagi mahasiswa.

3. Tidak Dapat Mengaplikasikan Pembelajaran Praktik Laboratorium karena Ketidaktersediaan Alat.
Praktek laboratorium merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan seluruh teori yang didapat di kelas, sebelum mengaplikasikannya ke dalam suatu tatanan yang nyata. Ketidakmampuan melaksanakan praktik laboratorium dapat menyebabkan mahasiswa stres, karena kegiatan ini merupakan tindakan awal sebelum mahasiswa terjun langsung ke lapangan.

Lalu, bagaimana sih cara mengatasi stres akibat faktor-faktor di atas? Menurut Gunarya dkk (2011), dalam mencegah stres akan kehidupan kampus dapat menggunakan strategi yang disingkat dengan ‘STRESS’, namun dengan akronim yang berbeda. Kepanjangan dari STRESS yaitu Study Skills, Tempo Time Management, Rest, Eating and Exercise, Self Talk dan Social Support.
1. Study Skills (Keterampilan Belajar)
Dalam menjalani kehidupan perkuliahan ada banyak hal yang perlu dipelajari, diketahui, dan diikuti. Namun, dalam waktu yang terbatas pula. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa perlu memiliki skill belajar yang sesuai dengan diri mereka masingmasing sehingga mampu belajar dengan efektif dan efisien dalam menggunakan sumber daya yang ada.
2. Time Management (Manajemen Waktu)
Mahasiswa mampu mengatur waktu yang ada, sehingga apa yang dilaksanakan dapat tepat waktu dan sasaran.
3. Rest (Istirahat)
Tubuh kita bekerja sesuai dengan pengaturan yang sudah ditentukan. Hal ini berarti setiap orang memerlukan istirahat atau jeda terlebih dahulu sebelum mulai beraktivitas kembali.
4. Eating and Exercise (Makan dan Olahraga)
Tubuh kita memerlukan asupan yang seimbang dan latihan atau olahraga yang memadai agar dapat bugar kembali.
Saat ini stres memang dianggap sebagai hal yang wajar, karena tidak sedikit orang yang merasa terbebani akan tanggung jawab kehidupan menjadi seorang mahasiswa. Namun, jika ada cara untuk mencegah dan mengurangi stres, mengapa kita tidak mencobanya? Selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, mengapa kita tidak mencoba untuk menjaganya?
Serumit apapun kehidupan yang sedang dijalani hari ini, manusia yang mampu bertahanlah yang akan menjadi pemenangnya. Tetap semangat menjalani kehidupan, karena seberat apapun beban yang sedang ditanggung. Yakinlah bahwa kita akan mampu melewati ini semua.

Penulis: Divisi Editor (Kistia Meilani Sanda, Rima Maulidya Pramesti)
Editor: Dany Sekty A

Divisi Kominfo

Ini Kendala Belajar Daring dan Cara Simple Tingkatkan Kosentrasi Saat Kelas Online

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh masyarakat dunia, berpengaruh terhadap perilaku kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Dampak yang luar biasa ini menciptakan tatanan baru pola kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Contohnya pada bidang pendidikan, pembelajaran yang semula dilakukan secara langsung dengan bertatap muka kini harus dilakukan jarak jauh untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara online membuat banyak sekali perubahan, baik dari segi metode pembelajaran maupun dari segi penilaian. Hal itu tentunya memiliki banyak kendala yang dialami oleh guru maupun siswanya. Selama menjalani proses pembelajaran jarak jauh, banyak para siswa yang mengalami kesulitan ketika melakukan pembelajaran secara online. Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang dihadapi selama pembelajaran secara daring.

  1. Akses Internet Sering Bermasalah

Akses internet merupakan salah satu kendala yang cukup banyak dialami bagi para siswa ketika melakukan pembelajaran secara online. Salah satu faktornya adalah ketersediaan sinyal yang kurang bagus di berbagai daerah. Banyak pelajar yang terganggu akibat tidak fokus mengikuti pembelajaran karena sinyal yang buruk.

Selain itu kuota internet juga menjadi sumber masalah berikutnya, di mana jika tidak menggunakan wi-fi di rumah, maka harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli kuota internet. Pembelian kuota internet memiliki kendala apabila orang tua sedang kesusahan akibat keadaan ekonomi yang saat ini juga sedang tidak stabil.

 

  1. Sulit Memahami Materi yang Disampaikan Pengajar

Akibat akses internet yang terbatas, maka proses pembelajaran pun menjadi terganggu, sehingga pemahaman pelajar terhadap materi pun mengalami kesulitan. Jika dalam belajar secara tatap muka langsung saja masih kesulitan, apalagi jika belajar yang dilakukan dengan sistem online. Maka dari itu, kita harus inisiatif belajar mandiri dan juga mencari sumber-sumber lain di internet untuk menambah pemahaman terhadap materi yang diajarkan.

 

  1. Timbulnya Rasa Malas dan Sulit Berkonsentrasi

Belajar secara online justru malah menambah rasa malas dan juga sulit untuk berkonsentrasi bagi para pelajar. Selain karena sudah pusing dengan tugas-tugas yang diberikan, para pelajar juga menjadi lebih banyak waktu untuk bermain gawai sehingga terdapat banyak hal yang mengalihkan fokus. Seperti bermain game, membuka instagram, twitter, youtube, dan media social (medsos) lainnya dibandingkan dengan belajar. Dari kegiatan inilah muncul rasa malas yang sangat susah untuk dilawan juga sulitnya berkonsentrasi saat belajar. Apalgi jika guru yang hanya memberikan banyak tugas, malah membuat siswa semakin bosan dan stres ketika belajar.

 

 

 

Pembelajaran secara daring juga mempunyai nilai positif dan negatifnya. Meskipun metodenya cenderung lebih fleksibel, banyak pula yang mengeluh bahwa pembelajaran secara daring ini kurang efektif dibandingkan pembelajaran secara langsung di kelas.“Di kutip dari kumparan.com, 2/10/2020.”

 

Namun, suka atau tidak suka, metode perkuliahan daring jadi opsi terbaik yang ada saat pandemi ini. Maka dari itu, penting untuk tetap menjaga konsentrasi selama pembelajaran secara daring. Untuk meningkatkan konsentrasi kita ketika pembelajaran secara daring, kamu bisa meniru cara-cara sederhana di bawah ini.

 

  1. Carilah Tempat yang Nyaman

Tempat yang nyaman merupakan salah satu kunci agar belajar tetap fokus. Kamu bisa mencari tempat seperti sudut rumah yang nyaman untuk belajar. Kamu juga bisa mendekor area meja belajar sekreatif mungkin untuk menambah semangat belajar kamu.

 

  1. Log Out dari Semua Media Sosial yang Kamu Punya

     Siapa sih yang gak suka main media sosial? Gak heran kalau medsos sering banget bikin kita gagal fokus saat belajar. Nah, supaya gak hilang fokus gara-gara muncul notifikasi-notifikasi dari medsos yang menggoda banget buat dibuka, log out semua medsos biar hidup kamu lebih simpel sejenak.

 

  1. Buatlah Catatan Selama Pembelajaran Berlangsung

Mencatat adalah metode terbaik untuk menjaga konsentrasi kita saat belajar. Dengan mencatat, kita cenderung akan menaruh perhatian penuh pada materi yang sedang dijelaskan dosen. Selain membantu kamu untuk menjadi lebih fokus, mencatat juga membantu meningkatkan daya ingat, lho. Jadi, yuk, jangan lupa dicatet, ya!

 

  1. Jeda yang Cukup Untuk Ikut Kelas Berikutnya

Mengamati pembelajaran dari rumah bukan berarti gak butuh istirahat. Kasih diri kamu waktu untuk beristirahat dan menenangkan pikiran sebelum lanjut ke kelas berikutnya. Ini penting karena selain untuk kesehatan mata, juga untuk membuat badan kita kembali segar dan siap untuk diajak fokus lagi mengikuti pembelajaran selanjutnya.

 

  1. Kelola Waktu Dengan Baik

Atur waktu belajar agar tidak mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan tugas. Biasakan fokus dan mengerjakan tugas di awal waktu agar tugas cepat selesai dan tidak menumpuk. “Di kutip dari sindonews.com, 2/10/2020.”

Nama: Lia & Shinta

Editor: Aprilia Rista