115926986_1167336416966855_8292936789032382408_n

New Normal: Apakah Indonesia Sudah Aman?

 Ancaman virus mematikan, Covid-19 (Coronavirus disease 2019), yang menimpa Indonesia kian menjadi-jadi. Segala cara dilakukan pemerintah agar Covid-19 dapat teratasi. Karena virus tersebut banyak sektor pengemban ekonomi negara ini dapat dikatakan surut. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah Indonesia sudah aman dari Covid? Semua akses kegiatan keluar rumah dibatasi, semua pun dilarang keluar rumah. Grafik yang terus naik membuat masyarakat semakin khawatir. Sanksi pidana jika tidak menggunakan masker pun dilayangkan agar masyarakat menaati protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah. Bisikan-bisikan kata new normal semakin menjadi-jadi, padahal grafik semakin memuncak. Covid-19 harus dihindari tetapi ekonomi juga harus berjalan, itulah yang membuat warga tetap beramai-ramai keluar rumah. Hal ini juga membuat bualan-bualan netizen ramai dan geger di sosial media. Pabrik, mall, dan sebagian sektor ekonomi mulai beroperasi lagi walaupun semuanya bekerja dalam shift yang lebih singkat. Tau gak sih apa aja budaya selama masa new normal ini?

Bentuk nyata kesadaran disiplin dalam new normal, di antaranya adalah budaya antre. Memang dalam situasi sekarang ini, tanpa disadari masyarakat sudah mulai terbiasa dengan antrean yang terasa lebih lambat dan panjang dari biasanya dikarenakan adanya pemeriksaan suhu badan di setiap toko dan batas-batas antrean pengunjung berkisar antara 1-2 meter. Tidak hanya toko, swalayan dan mall besar pun telah mematuhi  protokol kesehatan yang berlaku, hal ini untuk mencegah adanya orang yang berpotensi menulari pengunjung lainnya.

Walaupun semua protokol telah ditetapkan, banyak juga diketahui sejumlah gejala-gejala baru yang beredar tentang Covid-19 yang membuat grafik menjadi melonjak. Konspirasi-konspirasi pikiran mencuat, apakah Indonesia benar-benar sudah aman? Daerah yang mulanya zona hijau bisa jadi kuning, yang mulanya kuning bisa menjadi zona merah bahkan hitam. Bahkan yang semula hijau bisa jadi besoknya sudah jadi kuning lagi. Karena sekarang proses tumbuh kembang Indonesia sedang tidak baik-baik saja maka kita sebagai warga negara perlu mendukung upaya pemerintah dalam pemberlakuan era new normal ini. Berikut beberapa kebiasaan yang mulai muncul pada era new normal :

  1. Social Distancing

Jika di mall dulunya pengunjung selalu berebut antrean bahkan berdesak-desakan sekarang mereka sudah terbiasa dengan antrean yang lebih panjang karena adanya pembatasan antar customer. Nah, kita harus mengikuti era ini nih selain kita jauh dari Covid-19 kita juga lebih tertata dan rapi.

  1. Bersepeda

Pemerintah mengajurkan agar selalu menjaga kesehatan ketika Covid-19 mencuat. Awalnya hanya 1-3 orang yang melakukan kegiatan bersepeda tetapi tetap menjaga protokol kesehatan. Nah, bisa dilihat nih sekarang sedang ramai-ramainya kehidupan bersepeda yang semakin up to date. Walaupun harga sepeda sekarang ini sedang tinggi-tingginya, tetapi tidak membuat minat masyarakat membeli sepeda menurun. Bersepeda bersama sekarang menjadi kebiasaan new normal di Indonesia. Untuk yang hobi bersepeda atau baru mulai bersepeda di era ini, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan ya!

  1. Pengecekan Suhu Tubuh

Dikatakan gejala Covid-19 terdapat suhu khusus. Setiap toko, mall, pabrik, bahkan tempat kerja yang memiliki jumlah pegawai/karyawan relatif banyak telah memberlakukan protokol kesehatan. Dimulai dengan adanya antrean pengecekan suhu tubuh di depan pintu masuk.

Selalu jaga kesehatan ya, teman-teman. Perlu tingkatkan adanya kesadaran diri untuk patuh terhadap himbauan dan aturan yang telah dikeluarkan agar dapat memutus rantai penularan Covid-19.

Be Happy, Stay Healty and Happy Weekend Everyone

Mari bersama putus rantai Covid-19, Bersama Indonesia Bebas Covid-19

Gplasma- get the real news

-Divisi fotografer-

-2020-

Divisi fotografer-

-2020-

timaki-min

Mahasiswa TKA Asal PNM yang Tetap Raih Prestasi ditengah Pandemi COVID19

                 Galang Dafa Yudhiatma, Ryan Ravanelly, dan Azizah Qory Hermawan , mahasiswa Teknik Perkeretaapian asal Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang berhasil memperoleh juara 3 pada perlombaan LAI2 COVID-19. LAI2 COVID  19 merupakan lomba online dengan tema Aplikasi Inovatif dan Inspiratif untuk COVID 19 di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Lomba yang dimulai pada tanggal 22 April sampai 22 Juli 2020 kemarin memiliki beberapa kendala. Misalnya saja, mulai dari pengumpulan sampai pengumuman juara mengalami keterlambatan yang disebabkan karena beberapa juri disana masih disibukkan dengan penyelenggaraan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

            Awalnya, lomba yang diperoleh dari informasi dosen di grup WhatsApp tersebut belum menarik minat mereka untuk mengikuti lomba. Hal tersebut dikarenakan mereka masih ragu  karena belum mempunyai ide dan gambaran apapun tentang lomba LAI2 COVID 19. Akan tetapi, karena saran dari dosen yang mengatakan untuk ikut agar menjadi pengalaman dan menambah wawasan untuk mereka, membuat mereka ingin mengikuti lomba tersebut. Setelah memiliki keinginan untuk mengikuti lomba, mereka langsung mencoba menghubungi dosen agar membimbing mereka. Kemudian, mereka segera merancang fullpaper hanya dengan waktu seminggu.

            “Ingin mencoba sesuatu hal yang baru dan mencari pengalaman tentang lomba – lomba dijenjang mahasiswa”, ujar Galang sebagai motivasi untuk mengikuti lomba. Setelah mengikuti lomba tersebut tentunya menambah pengalaman bagi mereka. Seperti halnya, mereka lembur sampai dini hari akibat mengejar deadline lomba, dipaksa untuk berpikir kritis, dan dituntut untuk belajar hal yang baru. Galang mengatakan kesannya setelah mengikuti lomba tersebut yaitu “Santai tapi serius, karena dikerjakan secara online tetapi juga dituntut untuk serius dan juga masih tidak menyangkan jika akan menjuarai lomba tersebut dikarenakan lawan dari lomba tersebut berasal dari angkatan 2017 dan 2018”.  Galang berpesan kepada mahasiswa PNM agar jangan takut mencoba, kita semua sama.

Pengenalan Divisi Design dan Layout

feed1


 

Divisi Design dan Layout mungkin masih asing untuk kebanyakan orang, ya… divisi ini biasanya digabung dengan Divisi Kominfo. Lalu apa sih Divisi Design dan Layout itu sendiri? Divisi yang memiliki tanggung jawab membuat sebuah design yang membentuk rancangan yang komunikatif serta susunan artistik. Sebuah design dibuat dengan penyusunan dari elemen gambar dan teks yang berhubungan ke dalam sebuah bidang dalam rangka mewujudkan komunikasi verbal menjadi komunikasi visual agar semua informasi tepat sasaran, singkat, padat, jelas sehingga lebih menarik perhatian audiens.
Selain membuat sebuah design, Divisi Design dan Layout dalam UKM Pers G-Plasma memiliki tugas dan wewenang diantaranya :
a. Mengkoordinir desain, melaksanakan layout, buletin, dan majalah UKM Pers G-PLASMA.
b. Membuat ilustrasi rubrik-rubrik buletin dan majalah G-PLASMA serta merawat inventaris yang berhubungan dengan layout.
c. Memberikan pemahaman terhadap setiap anggota UKM Pers G-PLASMA mengenai hal-hal layout yang diperlukan G-PLASMA.
d. Bertanggung jawab atas pengadaan dan pengelolaan bidang layout dalam pengerjaan buletin dan majalah kepada Pemimpin Redaksi.
e. Koordinator Lay Out berhak menunda atas izin Pemimpin Redaksi apabila dalam proses penglay-outan berita belum diedit sepenuhnya.
f. Koordinator Lay Out diwajibkan menyelesaikan layout maksimal satu minggu setelah semua berita selesai di edit oleh bagian Editor.
g. Koordinator Lay Out berhak mendesak pemimpin redaksi untuk mempercepat proses editing setelah melewati deadline.

Yuk belajar design bareng Divisi Design dan Layout G-Plasma!!
Bisa tidak ya aku jadi Desainer?
Menganggap belajar design itu sulit adalah tidak benar. Karena sudah banyak bermunculan software desain yang mudah dioperasikan. Tidak hanya itu, berbagai kelas pelatihan belajar design pun bisa kita ikuti guna mengasah kemampuan dalam pembuatan karya. Mulai dari kelas berbayar hingga gratis. Mempelajari Desain grafis kini sudah menjadi sebuah hal yang lumrah di era digital ini. Belajar design membutuhkan kemauan dan semangat yang tinggi agar belajar itu menjadi mudah. Design tidak hanya digunakan untuk menunjukkan kreatifitas namun bisa digunakan sebagai karier. Di masa content driven seperti sekarang, tentunya membuat desain grafis yang menarik untuk marketing merupakan sebuah kebutuhan branding mulai dari logo, brosur, kartu nama, dan web yang menarik.
Untuk itu, kita perlu belajar mengenai desain grafis. Inilah langkah yang perlu dimulai :

1. Mengetahui pengetahuan dasar atau basic dari desain itu sendiri. Ada 3 prinsip dasar design, diantaranya :

• Tipografi : gaya kata yang tertulis, semua format teks melibatkan tipografi.

• Hierarki : ini membantu membimbing mata pembaca di mana untuk memulai dan di mana untuk mengakhiri.

• Warna : kedudukan warna sangat penting untuk nuansa estetika sehingga memberikan kesan menarik.

2. Belajar mengoperasikan software design grafis mudah untuk dipelajari dan cocok bagi pemulaSoftware untuk berbasis vektor adalah Coreldraw dan Adobe Illustrator, sedangkan untuk yang berbasis bitmap adalah Adobe Photoshop. Untuk lebih praktis dioperasikan di ponsel bisa menggunkan Canva. Selain itu pelajari tools yang ada dan istilah design melalui internet, mulai dari font, color palate, kerning, white space, alignment, hierarchy, background, foreground, dan banyak lagi istilah lainnya.

3. Berlatih dan Mengumpulkan design yang menginspirasi untuk menciptakan ide design

Setelah mengetahui teknis menggunakan software desain grafis maka perbanyaklah berlatih. Latihan bisa dimulai dengan meniru hasil design orang lain, semakin mirip hasil maka Anda sudah mulai mahir. Untuk lebih mudah bisa belajar melalui Tuts+ Design dan Youtube dengan setiap langkahnya. Setelah itu lanjutkan membuat design dengan ide sendiri. Cara cepat mendapatkan ide adalah dengan banyak melihat referensi desain dari internet.

4. Menerima Kritik dan Saran
Setelah design berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah mendapatkan kritik yang membangun dari desainer yang lebih berpengalaman. Mendengarkan kritik akan karya kita adalah cara efektif untuk belajar dan upaya pengembangan diri.
Bagaimana? Mudah bukan untuk menjadi desiner? Tidak harus memiliki keahlian sejak lahir di bidang ini namun yang diperlukan adalah mengasahnya dengan perbanyak latihan, menemukan inspirasi, dan referensi dari karya orang lain.

Penulis : Marsyella N.

20200711_122446_0002

Mengenal Divisi Editor di UKM Pers G-Plasma

Saat ini perkembangan informasi sangat cepat. Setiap orang bisa melihat berita atau kejadian yang menarik di media massa. Apalagi dengan adanya internet sebagai media yang dapat menyajikan informasi secara real time. Dalam kegiatan jurnalistik, informasi  tersebut tidak serta merta langsung di publish, tetapi harus melalui proses editing oleh seorang editor.

Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) di Politeknik Negeri Madiun yang bergerak di bidang Pers adalah G-Plasma. Dimana organisasi ini sebagai media massa mahasiswa dalam mendapatkan informasi, serta menyampaikan informasi yang bersifat terbuka dalam menerima aspirasi seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Madiun.

Sebagaimana kegiatan jurnalistik, di G-Plasma proses editing berita/artikel dilakukan oleh Divisi Editor. Divisi ini berada di bawah Pimpinan Redaksi (Pimred), Indah Pranataning Tyas, pada Periode 2020/2021. Editor bisa disebut juga seorang yang bekerja di belakang layar. Editor bertugas menyunting berita/artikel sebelum diterbitkan.

Seorang editor harus memiliki kepekaan terhadap bahasa, mengerti ejaan, memahami tata bahasa, dan tidak malas membaca kamus, misalnya KBBI atau PUEBI, serta memiliki kepekaan terhadap unsur SARA dan pornografi. Berikut ini adalah tugas Editor yang terdapat dalam AD/ART UKM Pers G-Plasma Politeknik Negeri Madiun:

  1. Mengedit atau menyunting seluruh hasil karya tulis atas izin Reporter.
  2. Mengoordinasikan kembali hasil editorial dengan Reporter sebelum dicek dan disetujui oleh Pemimpin Redaksi.
  3. Wajib mendelegasikan anggotanya minimal 2 orang setiap rapat evaluasi.

Pada Periode 2020/2021 anggota Divisi Editor UKM Pers G-Plasma ini berjumlah 11 orang, yang di koordinasi oleh Nabila Rohmah dan anggota sebagai berikut:

  1. Dita Fajarothul I.
  2. Ratriana Lia M.
  3. Kistia Meilani Sanda
  4. Jenny Refa A. M.
  5. Hanisa Putri Aprilia
  6. Aprilia Rista Pristianti
  7. Elvira Amri Saida
  8. Dany Sekti A.
  9. Rima Maulidiya P.
  10. Winda Eka R.

Itulah tugas pokok dan fungsi Editor di UKM Pers G-Plasma. Sabar dan teliti adalah kunci menyajikan informasi yang berkualitas. Oleh karena itu, di masa yang serba cepat ini diharapkan G-Plasma dapat menghasilkan informasi yang bebas dari hoax dan menarik tentunya. Semoga bermanfaat.

G-Plasma, Get The Real News!!

Penulis: Nabila dan Jenny (Div. Editor)

IMG_20200704_140209_755

DIVISI KOMINFO?

Divisi Kominfo? Pasti kalian sudah tidak asing dengan kata “Kominfo”. Kominfo adalah singkatan dari kata Komunikasi dan Informasi. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi atau pesan dari satu pihak kepada pihak lain baik yang dilakukan secara verbal maupun non verbal. Sedangkan informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang telah diproses dan diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat dipahami oleh pihak lain. Jadi, dapat diartikan bahwa divisi kominfo adalah divisi yang mewadahi aspirasi dan menjembatani penyampaian informasi baik yang berasal dari anggota organisasi maupun dari lingkungan eksternal.

Divisi Kominfo pada UKM Pers G-Plasma merupakan salah satu divisi perusahaan yang memiliki otoritas dalam penyebarluasan informasi. Selain itu, divisi kominfo juga memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut:
1. Menjalin hubungan kerjasama baik internal maupun eksternal kampus.
2. Mencari informasi dari kampus lain baik berita maupun informasi yang berkaitan dengan pers.
3. Mencari informasi penting yang terjadi di internal maupun nasional yang bisa berguna untuk kemajuan media maupun bidang usaha.
4. Mendelegasikan anggota untuk menghadiri undangan.
5. Mempublikasikan seluruh karya anggota UKM Pers G-PLASMA.
6.Bertanggung jawab atas semua pengelolaan media sosial online.

Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menyebarluaskan suatu informasi yang ada, salah satunya melalui sosial media seperti Instagram dan web. UKM Pers G-Plasma memiliki akun Instagram, yaitu @gplasma_pnm. Selain itu, jika kalian ingin tahu lebih lanjut tentang UKM Pers G-Plasma kalian juga bisa mampir ke web UKM Pers G-Plasma yaitu pers.pnm.ac.id. Kalian bisa mengetahui berita-berita tentang kampus maupun luar kampus dengan mengunjungi sosial media kami.
Dalam pendistribusian informasi ada beberapa tata cara penyampaian informasi yang baik. Tata cara penyampaian informasi ini sangat penting untuk diperhatikan agar tidak terdapat kesalahpahaman. Berikut ini adalah beberapa tata cara yang bisa digunakan dalam menyampaikan informasi:
1. Informasi yang disampaikan harus jelas dengan bahasa yang mudah dipahami agar orang lain dapat mencerna informasi yang diberikan.
2. Dalam menyampaikan informasi harus fokus pada pokok pembicaraan sehingga tidak terkesan bertele-tele.
3. Informasi yang disampaikan harus benar dan sesuai fakta karena sebuah informasi tidak akan memiliki nilai apabila tidak benar.
4. Sampaikan informasi dengan lengkap tanpa mengurangi atau menambah informasi yang ada.
5. Gunakan bahasa yang sopan dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Hindari kata-kata yang dapat menyinggung atau menghina seseorang.