IMG_20200627_132835_626

Pengenalan Divisi Litbang

Masalah (problem) merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipungkiri dapat terjadi dalam sebuah organisasi. Begitu juga dengan UKM Pers G-PLASMA. Baik itu sesama divis, per divisi, maupun satu dengan yang lain. Oleh karena itu, adanya salah satu divisi yang mungkin bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut sangat mempunyai peran penting dalam menunjang dan membantu pencapaian tujuan bersama di  UKM Pers G-PLASMA yaitu Divisi Litbang

Apa sih Divisi Litbang?

Divisi Litbang merupakan kependekan dari Divisi Penelitian dan Pengembangan. Divisi Litbang adalah salah satu divisi yang termasuk dalam perusahaan UKM Pers-Gplasma. Dengan begitu, hal ini sesuai dengan tugas dan wewenang dari Divisi Litbang yaitu :

  1. Membantu anggota redaksional dalam meneliti suatu berita.

Walaupun Divisi Litbang termasuk dalam perusahaan, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Divisi Litbang juga mempunyai tugas untuk membantu anggota redaksi baik secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Melaporkan dan mengevaluasi anggota UKM Pers G-PLASMA  dan mengcover kegiatan-kegiatan yang vakum.

Jika ada anggota UKM Pers G-PLASMA yang pasif, bermasalah, bahkan menyeleweng dari tata tertib UKM Pers G-PLASMA maka Divisi Litbang mempunyai kewajiban untuk mengkritik, memberi arahan, mencari solusi, dan menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, Divisi Litbang juga bertugas untuk mengingatkan kepada divisi/anggota yang lain untuk menyiapkan program kerja/kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat serta memastikan bahwa program kerja tersebut dapat berjalan dengan semestinya. Jika ada program kerja yang tidak terlaksana tanpa alasan yang jelas, Divisi Litbang bertugas untuk mencari tahu alasan dan mencari solusinya.

  1. Membuat pelatihan kepada anggota dalam tujuan pengembangan kualitas anggota.

Divisi Litbang juga mempunyai beberapa program kerja (proker) yang wajib dilakukan oleh seluruh anggota UKM Pers G-PLASMA. Lalu, apa sih pelatihan dalam mengembangkan kualitas anggota UKM Pers G-PLASMA?

Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang biasanya dilakukan di kampus pada saat jam kuliah libur dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) dimana sebuah pelatihan mempunyai UU yang melindungi pers dan kode etik.

Pada saat PJTD dan PJTL UKM Pers G-PLASMA biasanya mendatangkan demisioner, internal, maupun eksternal kampus yang berkompeten dan ahli di bidangnya untuk menambah pengetahuan dan melatih keterampilan anggota UKM Pers G-PLASMA dalam bidang jurnalis.

Pada intinya, pelatihan tersebut dilakukan agar ilmu yang diajarkan dapat diterima, dipahami, dan diolah menjadi senuah karya yang dapat dipublikasikan oleh para anggota UKM Pers G-PLASMA .

Selain PJTD dan PJTL, Divisi Litbang juga memegang buku induk tahunan kepengurusan UKM Pers G-PLASMA.

 

IMG-20200626-WA0013

Program Studi Teknologi Informasi PNM, Peroleh Peringkat Akreditasi Baik

Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu program studi yang tergolong baru di Politeknik Negeri Madiun (PNM) telah memperoleh peringkat Akreditasi Baik. Program studi (Prodi) ini mendapat izin pertama tanggal 4 Mei 2018. Kepala Program Studi (Kaprodi) TI, Ibu Lutfiyah Dwi Setia, S.Kom., M.Kom. mengatakan ada beberapa proses yang harus dilakukan untuk mencapai peringkat Akreditasi Baik tersebut. Sesuai aturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terbaru versi 4.0 yang semula peringkat Akreditasi A, B, C menjadi peringkat Akreditasi Unggul, Baik Sekali, dan Baik, setiap Prodi baru wajib melakukan akreditasi pertama maksimal dua tahun setelah izin pertama Prodi diterima, jadi Prodi TI juga mengikuti aturan terbaru BAN-PT. Proses pertama diawali dengan pengisian Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) selama dua tahun terakhir beserta instrumen-instrumen lain yang kemudian diunggah ke sapto.banpt.or.id. Setelah diunggah, dilakukan review bertahap sesuai panduan instrumen akreditasi dan setelah pengajuan diterima, BAN-PT memberi Surat Keputusan (SK) status akreditasi. Selanjutnya, Prodi TI melakukan Asesmen Lapangan secara Daring dari BAN-PT agar tervalidasi seluruh instrumen akreditasi dan kemudian memperoleh Sertifikat Akreditasi.

Proses akreditasi yang melibatkan hampir semua elemen civitas akademika yang terkait dengan Prodi TI mulai dari Unit Pengelola Program Studi (UUPS) yang meliputi direktur, seluruh wakil direktur, Unit Pelaksana Teknis (UPT), kepala bagian, subbagian sampai seluruh dosen Prodi TI ini tentunya mengalami beberapa kendala. “Setiap langkah menuju perubahan itu pasti akan melalui beberapa kendala, itu hal wajar, yang terpenting setiap kendala yang ditemui harus disikapi dengan semangat terus belajar dan belajar. Demikian juga dengan Prodi TI, adanya perubahan instrumen akreditasi BAN-PT dari pola lama tujuh standar menjadi sembilan kriteria juga tentu menjadi poin yang harus disikapi dengan semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru yang ditemui”, ujar Bu Lutfi.

Peringkat Akreditasi Baik Prodi TI yang diputuskan oleh BAN-PT yang berlaku mulai tanggal 23 Juni 2020 sampai dengan tanggal 23 Juni 2025 di Jakarta ini dilakukan secara Daring dan pengesahan oleh Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT juga dengan QR Code sehingga keaslian data dapat langsung di cek secara resmi di BAN-PT.

Sebagai Kaprodi, Ibu Lutfia berharap agar Prodi TI bisa memberikan kemanfaatan nyata secara meluas bagi masyarakat secara umum. “Mohon doanya rekan-rekan semua semoga proses Asesmen Lapangan secara Daring diberikan kemudahan dan kelancaran, Amin”, tutupnya.

Feed 3

Pengenalan Divisi Reporter

Ada yang tahu enggak sih, Divisi Reporter di G-Plasma itu apa? Jadi, Divisi Reporter adalah divisi yang bertugas untuk menjalankan reportase (liputan, wawancara atau sejenisnya di lapangan). Reportase biasanya dilakukan di lingkungan Kampus Politeknik Negeri Madiun maupun di luar kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan berita dari peristiwa atau acara yang sedang terjadi. Berita tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik dalam bentuk tulisan melalui Instagram serta web G-Plasma. Sebelum dipublikasikan, Reporter menyerahkan berita ke Divisi Editor untuk dieditori. Berita yang sudah dieditori tidak begitu saja dipublikasikan, tetapi atas persetujuan Pimpinan Redaksi lebih dulu.

Selain tugas pokok liputan dan mencari berita. Divisi Reporter di G-Plasma juga punya wewenang dan tanggung jawab lho, penasaran apa aja? nih bakal dijelasin di bawah:

1. Mengoordinasi kerja setiap reporter dalam mencari berita yang menjadi tanggung jawabnya.
2. Menentukan rubik-rubik liputan utama melalui rapat evaluasi.
3. Bertanggung jawab atas wewenang yang diberikan oleh pimpinan redaksi dibidang non-liputan.
4. Wajib mendelegasikan anggotanya minimal 2 orang setiap rapat evaluasi.

Feed 2_compress84

Walaupun sudah sering melakukan liputan, seorang reporter harus tetap memperhatikan dan membawa perlengkapan untuk menjalankan tugasnya lho, kira-kira apa aja sih?

1. Meminta izin terlebih dahulu kepada pihak terkait (narasumber) sebelum melakukan liputan di tempat kejadian.
2. Menguasai topik pembicaraan ketika melakukan wawancara dengan narasumber.
3. Jangan lupa merekam ataupun memotret peristiwa di tempat kejadian.
4. Membuat berita berdasarkan data yang didapat di tempat kejadian.

Lalu peralatan penting seperti di bawah ini jangan sampai lupa ya!
1. Notes
2. Pulpen
3. Tape recorder
4. Kamera
5. Identitas reporter (seperti baju atau kartu identitas pers)

Penulis: Divisi Reporter

FEED 1 NEW

Yuk Kepoin Divisi Fotografer

UKM G-Plasma memiliki 6 divisi, salah satunya yaitu Divisi Fotografer. Divisi Fotografer adalah divisi yang beranggotakan anggota aktif UKM G-Plasma. Anggota divisi fotografer mempunyai tanggung jawab dalam hal mendokumentasikan dalam bentuk foto dan video sebagai penunjang proses liputan dan beberapa tugas lainnya. Berikut ini adalah tugas dan wewenang divisi fotografer :

1. Menjalankan tugas pemotretan yang diberikan Pemimpin Umum atau Pemimpin Redaksi.
2. Membuat video kegiatan selama proses liputan yang akan di-upload di channel youtube G-Plasma
3. Mengarsipkan softcopy foto–foto ke dalam Drop Box dan disk pribadi.
4. Menjaga, merawat dan mempertanggungjawabkan alat–alat dokumentasi.
5. Mengajukan foto kepada Pemimpin Redaksi setelah menyeleksi foto-foto yang akan dimasukkan ke dalam buletin dan majalah UKM Pers G-PLASMA untuk menunjang berita yang dimuat.

FEED 2 SLIDE 2

Nah, ada cerita menarik nih dari divisi fotografer yang bisa mengabadikan gambar kegiatan dari dalam kampus maupun pendelegasian keluar kampus juga. Pasti mau taukan contoh hasil jepretan dari divisi fotografer. Ada nih dari kegiatan dalam kampus yaitu MPJ (Masa Pengenalan Jurusan). Syarat utama untuk TA atau Tugas Akhir adalah adanya sertifikat MPJ dari jurusan masing-masing. Kegiatan ini diisi dengan materi hingga permainan untuk melatih kerjasama dan koordinasi antara internal kelompok. Pada foto ini memperlihatkan kebahagiaan dan antusias mereka dalam melasanakan sesi games. Eitss bukan itu aja, kita udah melanglang buana hingga ke Pulau Kalimantan yaitu Kegiatan Aliansi Pers Mahasiswa Politeknik Se-Indonesia (APMPI) tahun 2019 yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Banjarmasin. Dalam Kegiatan APMPI juga terdapat sesi pemberian materi seputar kegiatan Pers. Wah, pasti seru kan, Pers Politeknik Negeri Madiun ini ikut andil dalam Pers Politeknik seluruh Indonesia. Apalagi dari Divisi Fotografer tentunya.

Dengan paling banyak melakukan foto untuk mendapatkan suatu berita, anggota divisi fotografer sudah pasti memiliki minat khusus di dunia pengambilan gambar ini. Untuk menunjang suatu gambar atau foto yang dihasilkan baik, tentu faktor utamanya adalah kamera, kedua yaitu skill dan yang ketiga adalah objek foto itu sendiri. Ketiga penunjang tersebut dapat diatasi dengan sedikit pengaturan atau edit. Dengan tidak mengubah terlalu banyak dan signifikan sebuah objek, maka edit tidak dipermasalahkan dalam penyampaian sebuah foto untuk berita. Masalahnya, rekayasa foto ini sebenarnya bisa terjadi bukan karena sisi edit hasil foto, melainkan terjadi karena pemilihan objek oleh fotografer, sudut pengambilan, moment yang tidak tepat, dan sebagainya.

Kemudian perkembangan teknologi di era digital editing, foto bukanlah suatu hal yang menjadi permasalahan. Seorang fotografer bisa dengan mudah berkarya dan berkreasi baik untuk keperluan estetik maupun untuk keperluan berita. Namun, di sisi lain, dengan kemajuan di era digital ini menyebabkan nilai dari suatu foto menjadi dipertanyakan antara kebenaran atau kebohongan.

Oleh karena itu, bagi fotografer jurnalistik atau wartawan yang bertugas menyebarluaskan berita tidak diperkenankan mengedit foto yang dapat menimbulkan suatu kebohongan publik sehingga ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang fotografer jurnalistik, seperti dilarang mengubah ekspresi subyek foto, gerak tubuh, sebagian anatomi tubuh atau aksesoris tubuh lainnya, memanipulasi usia atau penampilan, menambah, menukar atau menghilangkan obyek dimana akan mengubah keseluruhan konteks dari subyek foto tersebut.
sumber : sebagian www.indonesiaprintmedia.com

IMG-20191209-WA0014

DESKRIPSI TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS INTI UKM PERS GPLASMA

Pimpinan Umum:
Mengangkat, memberhentikan, mereshuffle, dan menonaktifkan setiap pengurus atas kesepakatan bersama.
Mengawasi pelaksanaan kerja bagian redaksi, usaha yang di koordinir oleh Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Usaha
Berhak memberikan teguran kepada anggota UKM Pers G-PLASMA yang melakukan pelanggaran.
Bertanggung jawab atas semua penerbitan maupun non penerbitan.
Mengagendakan dan memimpin jalannya rapat evaluasi.

Pimpinan Perusahaan:
Menetapkan kebijakan bagian usaha.
Mengagendakan dan menetapkan kegiatan non penerbitan yang dianggap perlu serta menunjuk ketua pelaksananya berdasarkan musyawarah bersama.
Bertanggung jawab dan mengevaluasi atas pelaksanaan kerja usaha.
Mengadakan usaha–usaha yang bermanfaat untuk menghasilkan dana tambahan UKM Pers G-PLASMA.
Menangani masalah percetakan dan periklanan untuk redaksi.

Pimpinan Redaksi:
Menetapkan kebijakan bagian redaksi.
Mengkoordinir jajaran bagian redaksi dan pelaksanaan kerja redaksional.
Bertanggung jawab atas kualitas dan konsekuensi penerbitan berita UKM Pers G-PLASMA.
Wajib hadir dalam rapat evaluasi kecuali dengan alasan yang jelas.
Sekertaris Umum:
Membantu Pemimpin Umum dalam menjalankan tugas kesekretariatan Pemimpin Umum.
Mencatat time schedule/jadwal/agenda kegiatan organisasi kedepan.
Membuat daftar pelaksanaan kegiatan setiap 6 bulan, baik yang terlaksana maupun tidak terlaksana.
Berhak mendesak ketua pelaksana kegiatan untuk mempercepat penyelesaian laporan pertanggung jawaban kegiatan setelah kegiatan sudah terlaksana selama 2 minggu.

Bendahara Umum:
Membuat pembukuan cash flow.
Melaporkan keuangan UKM Pers G-PLASMA setiap rapat evaluasi.
Mengaudit keuangan UKM PERS G-PLASMA setelah laporan pertanggung jawaban (LPJ) diselesaikan.
Mengatur alokasi keuangan.