PicsArt_05-30-12.28.54

Lebaran Spesial #diRumahAja

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini jatuh pada tanggal 1 Syawal 1441 H atau 24 Mei 2020 M. Lebaran tahun ini mungkin terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat pandemi corona yang belum mereda di Indonesia. Pasalnya, demi mencegah penularan virus corona, kita semua diimbau untuk melakukan physical distancing, sehingga hari Lebaran pun harus dilakukan #dirumahaja. Larangan mudik juga diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Pandemi corona tidak mengurangi kehikmatan perayaan Hari Raya Idul Fitri, meskipun tidak dapat berkumpul dengan keluarga besar. Kita tetap dapat merayakannya sembari menikmati quality time bersama keluarga di rumah saja. Beberapa tips dapat dilakukan untuk menikmati lebaran di rumah saja, antara lain:
1. Memasak Makanan Bersama Keluarga
Kita dapat mengisi waktu lebaran dengan memasak makanan khas lebaran bersama anggota keluarga inti. Terlebih, banyak masakan khas lebaran yang bisa menjadi inspirasi masakan apa saja yang akan dibuat seperti opor ayam, ketupat, rending, lontong sayur, dan sebagainya. Tak hanya makanan berkategori berat saja, namun bisa juga membuat kue kering yang digemari anak-anak.

2. Mendekorasi Rumah
Mendekorasi rumah di kala lebaran dapat menambah kehangatan suasana lebaran saat ini. Dekorasi tidak harus mengeluarkan budget yang besar. Cukup menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Kita dapat melakukannya dengan memindahkan posisi barang ke tempat yang lain, mengecat bagian tertentu ruangan, atau memasang wallpaper dengan beragam corak yang menarik di dinding ruangan.

3. Mengirim Bingkisan pada Orang Terkasih
Lebaran erat kaitannya dengan bingkisan atau parsel lebaran, bingkisan tidak hanya dikirimkan untuk perusahaan tetapi juga dapat dikirim kepada orang terkasih untuk tetap menjaga silaturahmi dan saling berbagi. Bingkisan lebaran yang bisa kamu kirim dapat berupa makanan, minuman, atau perlengkapan ibadah.

4. Bersilaturahmi melalui Video Call
Lebaran kali ini mungkin terasa berbeda karena sesuai anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan bersilaturahmi ke rumah saudara. Namun, kalian masih bisa tetap bersilaturahmi dan meminta maaf antar keluarga melalui video call. Mengingat teknologi saat ini yang begitu canggih. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan antara lain: Zoom, Skype, Whatsapp, Google Duo, Instagram, dan lain-lain.

5. Berbagi Rezeki
Keadaan saat ini mengingatkan kita untuk tetap berbagi rezeki antar sesama agar dapat membantu perekonomian masyarakat yang terdampak corona. Masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kesimpulannya adalah Lebaran Idul Fitri yang dilakukan di rumah pun juga bisa terasa sangat mengasyikkan apabila dimaknai dengan benar. Tetap semangat dan berdoa semoga pandemi segera berakhir.

Penulis: Dita & Hanisa (Div. Editor)

PicsArt_05-15-03.31.09

Kemuliaan Bersedekah di Bulan yang Suci

Manusia manapun pasti menginginkan harta yang banyak dan berlimpah. Akan tetapi jika berbicara harta yang banyak  tentu saja tidak cukup. Untuk itu dibutuhkan sedekah sebagai upaya perjuangan dan amalan kita terhadap apa yang dimiliki. Apakah kita lebih mencintai harta atau ibadah terhadap Allah SWT ?

Sedekah merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan. Terlebih ketika bulan Ramadan datang. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah yang paling utama adalah pada bulan Ramadan. Pada bulan ini, amalan-amalan umat muslim dilipat gandakan, begitu juga dengan bersedekah. Para ulama pun menegaskan bahwa bersedekah di bulan Ramadan sangat dianjurkan, karena kebaikan serta kemuliaan yang dimiliki oleh bulan ini. Sedekah adalah salah satu ibadah yang diwajibkan, terlebih untuk mereka yang tergolong mampu. Wajib bagi mereka untuk memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan. Sedekah adalah bentuk ibadah dengan cara memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk sesuatu yang dibutuhkan orang lain. Sedekah bisa dalam bentuk apapun asalkan memiliki nilai dan manfaat bagi penerimanya yang membutuhkan. Islam menganjurkan umat-Nya untuk berbagi dengan sesama. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, sedekah dapat memberikan berbagai manfaat lainnya. Beberapa manfaat sedekah yang dapat dirasakan oleh penerima dan pemberi sedekah antara lain:

PicsArt_05-15-03.32.33

  1. Pahala berlipat ganda

Bersedekah merupakan tindakan yang mulia dan sangat dihargai oleh Allah SWT. Imbalan bersedekah yang paling utama adalah mendapatkan pahala. Setelah melakukan sedekah, pahala yang sudah kamu miliki akan dilipat gandakan. Bulan Ramadan yang penuh berkah ini jika kita bersedekah pahala yang didapat akan lebih besar lagi dan apabila sedekah yang dilakukan benar-benar murni dari hati, tanpa ingin diketahui oleh orang lain sama sekali. Jadi, tidak ada unsur ria atau ingin menyombongkan harta yang disedekahkan. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Hadid ayat 18:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S. Al-Hadid: 18)

  1. Menahan diri dari membelanjakan harta yang mubazir

Sedekah adalah salah satu kontrol diri kita agar membelanjakan harta secara cermat dan cerdas. Bulan Ramadan ini, walaupun berpuasa biasanya kebutuhan berbelanja menjadi berkali-kali lipat karena harus menyiapkan lebaran dan berbagai silaturahmi yang membuat kita perlu keluar kocek lebih dalam. Untuk itu, adanya sedekah adalah menahan diri kita agar tidak banyak berbelanja hanya untuk kepentingan diri kita sendiri, melainkan ada kepekaan sosial terhadap saudara lainnya yang membutuhkan uluran tangan. Tentu itu akan lebih bermakna karena kita telah memberikan dan membagikan harta tersebut pada saudara kita sendiri.

  1. Amalan sedekah tidak akan putus walaupun sudah mati

Dunia adalah tempat menabur benih dan akhirat adalah tempat mengetam. Penyesalan yang mendalam tiada berguna bagi orang yang meninggal dunia tanpa dibekali amal sholeh selama hidupnya di dunia. Setelah seseorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara:

Pertama, sedekah jariyah, yaitu sesuatu yang terus-menerus manfaatnya, seperti wakaf tanah, buku-buku, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain. Kedua, llmu yang bermanfaat, seperti mengajarkan sesuatu kepada orang lain atau murid, mengarang buku, dan lain sebagainya. Ketiga, anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, taat dan bermanfaat bagi orang tuanya, agama, nusa dan bangsa. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika manusia itu mati terputus semua amalannya kecuali tiga perkara, kecuali sedekah jariyah dan ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak sholeh yang mendoakannya (Kedua orangtua).” (HR Tirmidzi).

Tiga Hal yang Dapat Merusak Amal Sedekah

 Sedekah merupakan amalan yang utama dalam Islam, yang jika dilihat dari kacamata manusia akan mengurangi harta manusia. Namun tidak dengan ketentuan Allah, Dia akan menggantinya dengan sepuluh kali lipat. Namun meskipun demikian, masih saja ada manusia yang kurang bisa menjaga keutamaan sedekah tersebut dan melakukan hal-hal yang dapat merusak amal sedekah. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 264:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak amal sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”

Ada tiga hal yang berpotensi dalam merusak amal sedekah, yaitu:

Pertama, Al-Mann (menyebut-nyebut pemberian sedekah). Seseorang yang melakukan poin ini menunjukkan indikasi ketidakikhlasannya dalam bersedekah. Al-Mann ini juga mengindikasikan sikap orang yang sombong di hadapan manusia. Dengan menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang ia beri sedekah, dia memamerkan kelebihan dirinya kepada orang tersebut. Perbuatan ini bisa menyakiti hati orang lain, sehingga Allah SWT melarang perbuatan buruk ini.

Kedua adalah Al-‘Adzaa (menyakiti orang yang menerima sedekah). Yang dimaksud dalam poin ini adalah menyakiti atau melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Semisal dengan merendahkan kehormatan orang yang menerima sedekah tersebut di hadapan orang banyak. Walau kita memberi sesuatu kepadanya, tapi perlakuan buruk itu telah menyakiti hatinya. Hasilnya, pahala sedekah yang begitu besar itu habis tak bersisa. Pesan indah dari QS AL-Baqarah ayat 263:

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.”

Ketiga adalah ujub dan takabur, sebuah sikap yang menunjukkan kelebihan dirinya sehingga ia mampu bersedekah kepada orang lain. Kesombongan yang seperti ini juga dapat menghalangi pahala atau keutamaan sedekah, karena secara tidak langsung ia merasa paling hebat dan mengganggap orang lain jauh dibawahnya karena belum bisa bersedekah layaknya dirinya sendiri. Padahal sejatinya semua harta yang ia sedekahkan hanya titipan Allah semata. Ketiga hal tersebut disebut sebagai virus yang mampu merusak amal sedekah. Yang bersedekah seperti itu tidak memperoleh sedikitpun dari pahala sedekahnya.

1588939251121

Yakin gak mau menutup aurat?

Jika melihat kehidupan masyarakat di sekitar, banyak kita jumpai kaum wanita keluar rumah dengan tidak mengenakan jilbab, atau bahkan memakai rok mini. Banyak di antara mereka tidak menutup aurat. Anehnya, keadaan itu dianggap biasa tidak dianggap suatu kemaksiatan yang perlu diingkari. Seakan menutup aurat bukan sebuah kewajiban dan membuka aurat bukan sebuah dosa. Bahkan sebaliknya, terkadang orang yang menutup auratnya dianggap aneh, lucu dan asing. Inilah fakta yang aneh pada zaman sekarang. Kenapa bisa seperti itu? karena jauhnya mereka dari agama Islam sehingga mereka tidak mengerti apa yang menjadi kewajiban termasuk kewajiban menutup aurat.

1588938983289

Allah telah mewajibkan kita untuk menutup aurat. Hal ini juga telah terkandung dalam ayat Al Quran dalam Surat Al Ahzab ayat 59 :

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sungguh betapa hukum menutup aurat ini sangat penting dan bagaimana jika kita lalai dan malah mempertontonkan aurat kita kepada orang lain. Apakah kita akan merugi? Tentu saja.
Rasulullah saw bersabda: “Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.” (Dikutip dari dalamislam.com, 2018)
Sungguh Allah telah memberikan peringatan akan siksa neraka bagi wanita yang membuka aurat. Mungkin bagi sebagian orang, membuka aurat bukanlah hal yang penting. Tapi sebenarnya membuka aurat juga membuka jalan zina dalam Islam, karena dari pandangan yang tidak dijaga dan membiarkan orang lain melihat aurat kita maka akan menimbulkan nafsu dalam diri dan dapat menyesatkan pikiran manusia.

Lantas dari penjelasan diatas, masihkah diantara kalian tidak khawatir akan masuk kedalam neraka karena lalai dan melupakan kewajiban kita sebagai muslimah untuk menutup aurat kita? Memang menutup aurat kadang terasa berat untuk memulainya namun jika kita terus menunda kesempatan yang telah diberikan bagaimana nasib kita di akhirat kelak? Bayangan neraka pasti sudah mengikuti kita. Naudzubillah.

Semoga setelah ini dapat menjadikan kita sadar akan pentingnya menutup dan menjaga aurat agar kita bisa mengupayakan untuk terhindar dari siksaan api neraka. Amiinn.

Cahyaning Putri Puspitasari

Feed 1

Di rumah aja, Lakukan ini untuk Tambah Pahala Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadan telah tiba, momen ini sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di penjuru dunia. Namun, Ramadan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, sedang terjadi pandemi Virus Corona atau yang biasa disebut Covid-19. Sama halnya dengan beberapa Negara lainnya, Pemerintah Indonesia juga menghimbau agar masyarakatnya mengurangi aktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus ini.
Imbasnya, tentu saja banyak aktivitas yang hanya dapat dilakukan saat Ramadan terpaksa dilarang. Seperti ngabuburit, buka bersama, hingga salat tarawih. Namun sebagai gantinya, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan saat Ramadan walaupun sedang dirumah saja tetapi tetap mendapatkan pahala, berikut ulasannya:

Tidur yang Cukup
Walaupun sedang berada di rumah saja, demi menjaga stamina kita ketika melaksanakan amalan di bulan suci Ramadan, istirahat yang cukup juga diperlukan untuk tubuh. Tidur yang cukup bertujuan untuk menambah semangat kita ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif di bulan Ramadan. Selain itu, tidur sangat dianjurkan dan bahkan dapat mendatangkan pahala. Namun, bukan berarti saat menjalankan puasa kita bisa tidur sepanjang hari dan bermalas-malasan, karena hal itu dapat merugikan kita di bulan puasa yang penuh dengan berkah ini.
Ketika berpuasa kita diwajibkan untuk melakukan kegiatan yang sifatnya positif bukannya bermalas-malasan. Jadi selama tidur yang kita maksutkan untuk menambah semangat kita dalam menjalankan amalan di bulan Suci Ramadan, maka kita akan mendapatkan pahala. Tetapi saat tidur yang kita lakukan sepanjang waktu dan tidak melakukan amalan apapun, justru hal itu akan menjadi dosa untuk kita.

Perbanyak Salat Sunah
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan secara pribadi atau individu, saat kita berada di rumah salah satunya adalah salat sunah. Salat sunah merupakan penyempurna dari salat fardu lima waktu, yang bisa dilaksanakan secara munfarid (sendiri). Seperti salat sunah Rawatib, salat sunah ini dilaksanakan baik sebelum maupun sesudah salat fardu. Contoh lainnya ada Salat Duha, Salat Tahajud, Salat Istikharah, dan Salat Taubat.
Rasulullah juga mengingatkan agar kita tidak menjadikan rumah seperti kuburan yang artinya tidak pernah digunakan untuk salat. Hal ini disebutkan dalam sebuah Hadis Riwayat Aisyah dalam Musnad Ahmad: “Salatlah kalian di rumah kalian, jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan”. (HR. Aisyah, Musnad Ahmad)

Membaca Ayat Suci Al-Quran
Selain tidur yang cukup dan memperbanyak salat Sunah, kita juga dapat melakukan kegiatan seperti mengaji atau bertadarus Al-Quran. Aktivitas ini dapat kita lakukan setelah sahur sebelum menunggu azan subuh atau sebelum magrib sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, mengaji akan membuat bulan puasa kita menjadi lebih produktif dan jauh dari godaan setan, lebih bisa berpikiran positif serta belajar lebih mendalam tentang ajaran-ajaran islam.

Bersedekah Secara Online
Bulan Ramadan yang penuh berkah ini, membuat sebagian besar umat islam berlomba-lomba memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda dengan bersedakah. Namun karena himbauan Pemerintah yang menetapkan untuk sementara waktu tidak keluar rumah dan menjauhi kerumunan, masyarakat dapat tetap bersedakah secara online. Saat ini banyak platform di media social yang sudah menyediakan fasilitas berdonasi secara online, yang lebih aman dan tentunya praktis, salah satunya kitabisa.com. Selain itu, penting bagi umat muslim di bulan Ramadan ini untuk terus bersedekah kepada yang lebih membutuhkan. Keajaiban dari bersedekah ini bisa kita rasakan saat di dunia maupun di akhirat, untuk menambah tabungan pahala.