Apakah Flu Biasa dan COVID-19 Sama atau Berbeda?

Apakah Flu Biasa dan COVID-19 Sama atau Berbeda?

1

     Pada tahun 2020 ini dunia sedang diresahkan dengan adanya COVID-19. Apa sih sebenarnya COVID-19 itu? Apakah sama dengan flu biasa? Mungkin masih ada beberapa orang yang masih belum mengetahui perbedaannya. Jadi yuk baca sebentar agar kalian tau perbedannya!

     COVID-19 dan flu biasa sebenarnya sama-sama infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Tetapi kedua virus ini berbeda, COVID-19 lebih berbahaya dibandingkan dengan flu biasa. Jika flu biasa disebabkan oleh virus golongan rhinovirus, sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus golongan coronavirus. Flu biasa mungkin bisa disembuhkan dalam beberapa hari saja, akan tetapi COVID-19 membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk penyembuhannya.

Agar kalian lebih mengetahui perbedaannya dari flu biasa dan COVID-19, berikut adalah perbedaan gejalanya :

Flu Biasa

     Flu biasa yang disebabkan oleh virus golongan rhinovirus ini menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Sebenarnya yang rentan terkena flu biasa ini adalah anak-anak berusia di bawah 6 tahun karena mereka masih memiliki imun yang rendah. Akan tetapi, orang dewasa juga bisa terserang flu biasa. Flu biasa bisa menyebar melalui manusia ke manusia lainnya. Gejala umum flu biasa antara lain :

  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Demam (jarang)
  • Bersin
  • Merasa lemas
  • Sakit kepala ringan
  • Badan terasa linu

COVID-19

     COVID-19 disebabkan oleh virus golongan coronavirus. flu biasa dan COVID-19 sama-sama menyerang saluran pernapasan. Akan tetapi, yang membedakan adalah COVID-19 menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Virus ini bisa menyerang siapa saja tidak memandang usia, tetapi bagi orang yang memiliki riwayat asma, diabetes, dan penyakit jantung lebih rentan terkena virus ini. Gejala umum COVID-19 antara lain :

  • Demam tinggi
  • Merasa lemas
  • Sesak napas
  • Batuk kering
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Diare
  • Mual
  • Muntah

     Gejala tersebut timbul secara bertahap tergantung kondisi imun seseorang. Bisa saja orang tersebut terkena COVID-19, tetapi tidak timbul gejala, karena memiliki imun yang kuat. Oleh karena itu, diberlakukan Self quarantine untuk mengetahui apakah orang tersebut terkena gejala COVID-19 atau tidak dan untuk memutus rantai COVID-19, karena pada umunya gejala akan muncul 4-10 hari setelah orang tersebut terpapar dari orang yang positif COVID-19. Dikutip dari alodokter.com, 16/04/2020.

Pengobatan Flu biasa dan Covid-19

COVID XFF

     Seperti yang kita ketahui , bahwa dua virus ini adalah golongan berbeda, maka dari sisi pengobatan tentunya berbeda. Simak cara pengobatan kedua virus tersebut dibawah ini:

Flu biasa

     Saat terjadi gejala ringan bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, memperbanyak minum air, beristirahat dengan cukup, dan menjaga tubuh tetap hangat. Namun jika terjadi gejala berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan seperti, pengecekan kondisi tubuh serta diberikan obat yang sesuai dengan gejala yang dialami untuk mempercepat kesembuhan dan sebagai langkah pencegahan komplikasi flu. Dikutip dari alodokter.com, 13/05/2019.

Covid-19

     Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, dokter telah menanyakan gejala yang dialami dan riwayat perjalanan atau tempat tinggal pasien. Apakah daerah yang disebutkan berpotensi akan kasus virus ini. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan diantaranya, rapid test berfungsi sebagai penyaring, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak, dan rontgen dada untuk mendeteksi cairan di paru-paru.

  1. Hingga saat ini infeksi COVID-19 belum ditemukan obat khusus. Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala dan penyebaran virus. Simak langkahnya dibawah ini :
    Penderita akan di karantina dan mendapat perawatan di rumah sakit yang telah ditunjuk (dirujuk).
  2. Penderita mendapatkan obat pereda demam dan nyeri yang aman sesuai kondisi penderita yang diberikan oleh dokter.
  3. Penderita dianjurkan untuk isolasi mandiri dan beristirahat dengan cukup.
  4. Penderita dianjurkan banyak meminum air putih untuk menjaga kadar cairan dalam tubuh.
    Agar terhindar dari dua virus tersebut tentunya kita harus melakukan pencegahan dengan menerapkan hidup sehat dan bersih seperti mengonsumsi makanan yang sehat, menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, memperbanyak minum air, dan beristirahat dengan cukup. Dikutip dari sehatq.com, 09/03/2020.