IMG_5411_compress32

“Javanese Night” Grand Final Duta Kampus Politeknik Negeri Madiun 2019

Grand Final pemilihan Duta Kampus Politeknik Negeri Madiun 2019 dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 September 2019 di Hall Gedung M. Nuh Kampus I PNM. Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana Grand Final dilaksanakan pada siang hari yaitu serangkaian acara Dies Natalis PNM, pada tahun ini Grand Final pemilihan Duta Kampus dilaksanakan pada Sabtu malam dengan mengusung tema “Javanese Night” serta berkolaborasi dengan UKM seni yang ada di PNM.

IMG-20190921-WA0116
Sebelum mencapai tahap Grand Final, 20 finalis duta kampus telah melewati beberapa tahap serta tes. Diantaranya yaitu tes tulis, tes wawancara, tes bakat, dan masa karantina yang diisi dengan beauty class, pembekalan materi catwalk, wawasan kampus, pengetahuan umum, serta public speaking. Dengan mengikuti beberapa tahapan tersebut, diharapkan para finalis bisa lebih paham mengenai Duta Kampus PNM dan berpikiran lebih terbuka.

IMG_5313_compress67
Acara Grand Final kemarin malam dimulai dengan penampilan dari UKM Musican sebelum akhirnya dibuka oleh MC. Dilanjutkan dengan sambutan dari Muhammad Huda Mahendra, selaku Presiden BEM KM PNM dan Triana Prihatinta, S.Sos., M.M. selaku Dosen Pembina Paguyuban Duta Kampus Politeknik Negeri Madiun. Ada tiga juri yang diundang ikut andil dalam menilai penampilan finalis, yaitu Triana Prihatinta, S.Sos., M.M. (Dosen Program Administrasi Bisnis), Wisnu Prayuda Alamsyah (Mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis) dan Debora Levy Savellina (Wakil II Mbakyu Kota Madiun 2015). Serta turut hadir perwakilan Duta Kampus yang ada di Kota Madiun.
“Belajar dari tahun sebelumnya, dimana acara ini kurang diminati atau sedikit penonton. Kami dari panitia mempunyai gagasan untuk menggandeng UKM Seni yang ada di PNM. Harapannya supaya ada sesuatu yang mempunyai daya tarik tersendiri seperti drama Roro Jonggrang. Dan alhamdulillah penonton membludak dan mendapat apresiasi dari beberapa pihak,” ujar Muhammad Huda Mahendra saat ditanya mengenai konsep acara Grand Final Duta Kampus PNM 2019.

IMG_5411_compress32

Dari 20 finalis tersebut disaring lagi dengan beberapa kategori yaitu, Duta Favorit, Duta Berbakat, Wakil II Duta PNM, Wakil I Duta PNM, serta Duta PNM 2019. Dan pada puncaknya terpilihlah Bhetaria Agustin Arfiyani dari Program Studi Administrasi Bisnis 3B dan Hanif Oktavianto dari Program Studi Akuntansi 1D sebagai Duta Politeknik Negeri Madiun 2019.
(Kistia Meilani Sanda)

IMG-20190910-WA0003

LULUSAN AHLI MADYA MEMBANGGAKAN DARI PNM TAHUN 2019

Pada hari Selasa, 10 September 2019 telah dilaksanakan Rapat Terbuka Senat Politeknik Negeri Madiun Wisuda Ahli Madya XIV Tahun Akademik 2018-2019 bertempat di The Sun Hotel Madiun. Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun, dosen, staf Politeknik Negeri Madiun, dan sebanyak 455 mahasiswa yang diwisuda beserta para wali mahasiswa. Sebagai tamu kehormatan, acara ini dihadiri oleh Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH., MM., M.Pd. beserta Ketua DPRD Kota Madiun. Acara dibuka dengan meriah dan dilanjutkan dengan pelaksanaan wisuda yang dipimpin langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan, ST., MT. Dengan pelaksanaan wisuda ini mahasiswa PNM semester 6 telah menyandang gelar sebagai Ahli Madya lulusan Diploma 3.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Madiun, mengutarakan bahwa sebelum acara wisuda kali ini sebanyak 19 mahasiswa sudah mendapatkan kerja serta sebanyak 27 mahasiswa lulus seleksi di perusahaan swasta, hanya tinggal menunggu tes wawancara dan pengumuman untuk panggilan kerja. Disampaikan juga doa dan harapan dari beliau bahwa ketika mahasiswa yang kembali ke masyarakat mampu memberikan konstribusi dan sumbangsih yang terbaik dalam membangun bangsa dan negara dengan bekal ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menuntut ilmu di PNM. Beliau juga berpesan untuk menjaga nama baik almamater PNM dan semoga Allah SWT meridhoi semua cita-cita yang diinginkan oleh mahasiswa.
Selain itu, sambutan dari Walikota Madiun sendiri mengucapkan banyak terimakasih kepada Kampus PNM yang telah melahirkan lulusan terbaik sehingga banyak dibutuhkan oleh masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi Madiun dengan adanya PNM Teknik Kereta Api serta semua yang bertaraf Nasional dan Internasional akan berdampak baik bagi kota,” tutur Walikota Madiun. Dan tak lupa Walikota Madiun juga berpesan kepada mahasiswa yang lulus tahun ini untuk menghindari pengaruh buruk yang ada di masyarakat seperti narkoba dan radikalisme yang dapat merusak generasi kedepan.

Dari hasil wawancara salah satu mahasiswa, Dewi Apriliana, A.Md. dari Prodi Komputer Kontrol serta walinya yaitu Suparjan dan Sumiati, keduanya menyampaikan rasa bangga dan senang atas gelar Ahli Madya yang diperoleh sebagai mahasiswa lulusan dengan IPK cumlaude. “Bersyukur Alhamdulillah atas yang dititipkan sama Allah SWT semoga dapat menjaga amanah ini bisa membuat orang tua bangga,” kata Dewi. Dari kedua orang tuanya berharap agar anaknya segera mendapatkan pekerjaan. Selain itu, mahasiswa Dewi Apriliana, A.Md. mengutarakan bahwa keinginannya untuk melanjutkan studi hingga S2.

Setelah diwisudanya mahasiswa PNM tentunya banyak harapan, pesan, dan doa yang disampaikan oleh dosen maupun Direktur PNM agar wisudawan dan wisudawati dapat mencapai keberhasilan di masyarakat. Salah satu dosen yaitu Indah Puspitasari, S.Pd., M.T. menyampaikan harapan kepada wisudawan dan wisudawati agar mereka segera mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha. “Kita beri wawasan bahwa ketika mereka lulus nanti lowongan pekerjaan sangat banyak asalkan mereka mau dan mereka tidak pilih-pilih pekerjaan itu pasti ada. Selain itu, kita ada yang namanya unit JPC itu unit yang menyalurkan tenaga kerja, jadi yang lulusan seperti hari ini sama yang kemarin ada wawancara dari PT JST yang dari Jepang itu sudah ada beberapa yang direkrut,” kata Indah Puspitasari, S.Pd., M.T. Selain itu, Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan, ST., MT. juga menyampaikan bahwa wisudawan dan wisudawati dapat berkerja baik sebagai karyawan maupun wirausahawan dengan menerapkan ilmu yang telah didapat selama belajar di PNM. “Mudah-mudahan bekal yang sudah didapatkan selama kuliah itu bisa menjadi modal yang cukup untuk mereka bermasyarakat. IPK yang tinggi itu juga harus diimbang dengan softskill, softskill itu kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerja sama secara tim,” tutur M. Fajar Subkhan, ST., MT. Semoga lulusan Ahli Madya Politeknik Negeri Madiun saat ini dan kedepannya mampu bekerja di masyarakat dan mampu memperbaiki generasi sebagai pemuda yang membangun bangsa dan negaranya dengan baik.
Penulis : Rika Dianawati dan Prasojo

IMG-20190909-WA0004

Kegagalan Adalah Kesuksesan yang Tertunda

MADIUN – Bisa karena terbiasa. Pepatah tersebut mengukuhkan semangat Sri Suyatmi Pohan dalam kejuaraan BAO (Business Administration Olympics) bertaraf nasional. Lomba yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Malang, Jumat (7/9) lalu itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan politeknik se-Indonesia.

Ia berhasil menyabet juara pertama di perlombaan bidang Secretarial Skill yang diikuti oleh 14 peserta. Ami, sapaan akrabnya mengaku persiapan untuk menghadapi perlombaan ini sebenarnya sudah ia rintis sejak awal semester hingga ia menginjak semester 5. Tak hanya berkat mata kuliah Secretarial skill, kegiatan ORMAWA juga turut mengantarkannya ke gerbang kemenangan di kompetisi BAO. Pasalnya, gadis berusia 21 tahun itu juga menjabat menjadi sekretaris HIMA Prodi Adbis. “Ikut organisasi juga menjadi wadah saya untuk belajar,” ujarnya.

Ami juga sempat mengikuti lomba Business Plan BAO tahun lalu. Namun ia belum berkesempatan menang. Meski pernah mengalami kegagalan, kini usahanya terbayar dengan gemilang. Ia sukses membanggakan almamaternya. Motivasi kemenangan itu bersumber dari ibunya juga. “Ini adalah persembahan saya untuk Politeknik Negeri Madiun. Saya juga berterima kasih sebab sudah diberi kesempatan untuk menjadi mahasiswa melalui program bidikmisi,” ungkapnya.

Lewat lomba BAO, Ami berharap generasi muda bisa bersama-sama mengupgrade keahlian karena persaingan dunia bisnis sangatlah pesat. Pun, dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) serta kehadiran Revolusi Industri 4.0 menjadikan kita berpikir dua kali untuk membuang waktu dan bermalas-malasan. Diluar sana masih banyak orang yang berjuang dan memperbaiki diri. “Sebab waktu tak pernah menunggu,” tuturnya.
BAO sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu mahasiswa khususnya Jurusan Administrasi Niaga. Selain lomba Secretarial Skill, ada juga lomba Business Plan, dan lomba Web Design antar mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga dan mahasiswa jurusan lain se-Indonesia. (Indah Ramadhani O.S.)