Pelatihan penaggulangan bencana kebakaran dan buka puasa bersama oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Cakra Manggala Politeknik Negeri Madiun angkatan tujuh diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2019 pukul 14.30 bertempat di Hall Gedung Administrasi Bisnis Kampus II Politeknik Negeri Madiun. Adapun pematerinya berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Madiun, Toni Prasetyaw. Acara ini terbuka untuk anggota UKM Pecinta Alam Cakra Manggala, karyawan PNM, dan juga umum. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya: penyampaian materi oleh BPBD Kab. Madiun, praktik kebakaran gedung dan lahanserta buka puasa bersama. Tujuan diadakannya acara ini adalah agar masyarakat khususnya warga PNM mengetahui bagaimana menghadapi kebakaran serta penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
Pelatihan penaggulangan bencana kebakaran oleh UKM Pecinta Alam Cakra Manggala merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh angkatan ke-7. Setiap tahunnya UKM Pecinta Alam Cakra Manggala mengadakan kegiatan yang berbeda-beda, “kalau Cakra Manggala itu selalu ada peninjauan kembali. Jadi kalau kemarin angakatan 5 itu reboisasi. Jadi setiap tahunnya reboisasi. Kalau angkatan 6 ada world rescue, pelatihan kebakaran ini tahun depan ada lagi. Jadi perperiode itu beda lagi” ujar ketua pelaksana Hanif Zuniar Haq kelas 2D Administrasi Bisnis . Adapun kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah koordinasi antara panitia, kerjasama dengan BPBD Kab. Madiun, dan penggalangan dana terkait kegiatan. Untuk penyebaran informasi dari kegiatan ini dari pihak panitia melakukan broadcast di sosial media. Untuk pendanaannya diperoleh dari alumni Cakra Manggala, iuran panitia dan dari peserta eksternal. Hanif sendiri ia mengajak teman-teman Cakra Manggala untuk ikut berpartisipasi demi kelancaran kegiatan angkatan mereka.
Praktik kegiatan lapangan yang dipimpin oleh petugas BPBD Kab. Madiun melibatkan peserta untuk melakukan uji coba alat. Peserta diajarkan cara memadamkan api dengan APAR, memakai perlengkapan keselamatan, dan menggunakan karung goni yang dibasahi dengan air. Selain itu peserta juga diajarkan memadamkan api untuk kebakaran lahan. Setelah kegiatan praktik lapangan selesai dilanjut sholat magrib berjamaah dan buka puasa bersama. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta dapat menggunakan dan mempraktikkanya dikehidupan sehari-hari jika ada bencana kebakaran di sekitar mereka, “semoga diterapkan di kehidupan sehari-hari soalnya kebanyakan orang kalau llihat ya lihat aja kalau denger ya denger aja tidak dimaknain. Semoga dapat ditularkan ke orang yang belum tahu,” ujar Hanif Zuniar Haq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *