IMG-20190403-WA0117

Euforia Pemilihan umum (Pemilu) tidak hanya dirasakan oleh para pejabat daerah maupun pejabat negara, namun dirasakan juga oleh para mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Madiun (PNM).

Pemira atau Pemilihan Raya, merupakan program kerja tahunan yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa PNM. Tidak hanya bertugas dalam pemungutan suara, KPUM sendiri juga bertugas dalam mengkoordinasi para Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dalam melakukan orasi. Acara tahunan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2019 – 7 Maret 2019.

  • IMG-20190403-WA0120

Ormawa pertama yang melakukan pemilihan adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa (DPM-KM). Namun, pemilihan DPM-KM kali ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu para mahasiswa memilih Ketua DPM-KM melalui pemungutan suara, pada tahun ini pemungutan suara diberlakukan untuk memilih anggota dari DPM-KM. Setelah itu para anggota yang terpilih akan melakukan sidang paripurna untuk memilih ketua DPM-KM.
Setelah DPM-KM melakukan pemilihan, dilajutkan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa yang dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu Muhammad Huda Mahendra dan Rima Ayu Dyah Puspita, Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis yang dimenangkan oleh Sapto Wahyu Utomo, Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis yang dimenangkan oleh Dwi Pharmaton Adiguna, Himpunan Mahasiswa Jurusan Komputerisasi Akuntansi yang dimenangkan oleh Yogi Prasetyo, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik yang dimenangkan oleh Eprilino Jajang As Whimandra, Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer Kontrol yang dimenangkan oleh Fiqih Fajar Pangestu, Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik yang dimenangkan oleh M. Rifqi Abdillah, Himpunan Mahasiswa Mesin Otomotif yang dimenangkan oleh Satria Sugiharto dan ditutup oleh pemilihan Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris yang dimenangkan oleh Khodijah Al Atsari.

IMG-20190403-WA0118
Bagi mahasiswa semester dua, kegiatan Pemira merupakan hal baru setelah memasuki dunia perkuliahan. B. Dhina Cantya Dansrti mengaku kebingungan dengan pemilihan ini. “Yang harus dipilih itu banyak, apalagi ini pertama kali. Soalnya dulu waktu SMA hanya memilih sekali saja (Ketua OSIS). Jadi bingung, soalnya banyak kategorinya,” ujar mahasiswi Bahasa Inggris 2A tersebut.
Selain itu ada Alif Rizki Ramadhan, yang menurutnya pemilihan ini berbeda. “Menurut saya pemilihan kali ini berbeda, saya juga pemilih pemula dan yang saya tahu sebelumnya pemilihan umum dibagi sendiri-sendiri. Tetapi ternyata serentak, jadi bagi saya ini pengalaman pertama yang cukup unik dan juga berbeda,” ujarnya.
Abdul Aziz, selaku ketua dari KPUM mengungkapkan kendala yang dialami KPUM selama Pemira adalah properti yang belum benar-benar matang. “Properti untuk Pemira sendiri belum benar-benar matang dan banyaknya anggota KPUM yang berada dalam satu kelas yang sama membuat pembagian tugas tidak merata,” ujar mahasiswa prodi Mesin Otomotif tersebut. Ia pun memberi saran kepada KPUM kedepannya agar melakukan koordinasi yang lebih matang sebelum acara Pemira dilaksanakan.

Irma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *