IMG-20190427-WA0094

Kartini’s Day 2019

Raden Ajeng Kartini adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terkemuka dari Jawa. Beliau juga pelopor dalam bidang pendidikan untuk anak perempuan dan hak-hak perempuan Indonesia. Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah dan pada tanggal itu ditetapkan sebagai Hari Kartini.

IMG-20190427-WA0095

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis mengadakan acara Kartini’s Day pada hari Sabtu, tanggal 27 April 2019 yang diselenggarakan di Kampus 2 PNM, dengan tema “Kartini Berbudaya di Era Millennial”. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa menghargai jasa para pahlawan agar kita tidak melupakan jasa-jasanya.
Acara Kartini’s Day dimulai pada pukul 08.00 WIB. Adapun kegiatan-kegiatannya, yaitu lomba cerdas cermat, pentas seni, fashion show, dan make over. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa Adbis dan para undangan, mulai dari Ketua Hima maupun Ketua HMJ. Antusiasme mahasiswa cukup baik, hal ini tampak dari dandanan mereka yang mengenakan kebaya seperti Kartini dan dengan dimodifikasi sedikit seiring dengan perkembangan zaman.
Panitia mengaku mengalami kendala yaitu masalah waktu, namun beruntungnya acara ini dapat berlangsung dengan sukses. “Harapannya sebagai wanita yang hidup di era millennial, walaupun kita wanita, harus beradaptasi dalam keadaan tersebut. Tidak boleh terkekang atau terbatasi ruang gerak kita. Kita harus bisa membuktikan bahwa wanita juga bisa maju dengan berbagai prestasi yang dapat mengharumkan Kampus ini, bahkan nama Indonesia kedepannya,” ucap Titik Al Animah, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis.

Putri wulan

Meto5-min

Anniversary Himameto 15th

Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Otomotif (Himameto) merupakan salah satu himpunan mahasiswa dari jurusan teknik. Himameto merayakan anniversary yang ke-15 dengan serangkaian acara pada 10–13 April 2019, bertemakan “Solidaritas Tanpa Batas”. Terdapat berbagai rangkaian acara dimulai dengan donor darah dan cek kesehatan gratis, bakti sosial, serta service motor gratis. Acara puncak diadakan pada hari Sabtu yang dihadiri oleh dosen serta Ikatan Alumni Himameto.

DSC03747-min

DSC03783-min

WhatsApp Image 2019-04-11 at 17.31.12

DSC03782-min

Acara puncak dimulai pukul 16.30 WIB dengan doa serta makan bersama dosen dan seluruh mahasiswa Teknik Mesin Otomotif. Kemudian dilanjutkan pada malam hari pukul 18.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (PNM). Acara puncak diisi oleh berbagai penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di PNM, seperti UKM Tari, Musican dan stand up comedy. Dalam acara puncak mahasiswa juga diperbolehkan untuk membuka stand dengan membayar Rp.25.000.

IMG-20190413-WA0020

IMG-20190413-WA0023

WhatsApp Image 2019-04-13 at 19.47.12

Dalam menjalankan serangkaian acara tersebut panitia mengaku mengalami kendala yaitu masalah waktu, sebab anniversary Himameto dengan sertijab rentang waktunya tidak begitu lama. Dalam acara ini yang berpartisipasi adalah seluruh pengurus dan anggota Himameto. “Harapan saya kedepan supaya acara lebih dimatangkan lagi, lebih siap lagi sehingga acara lebih baik dari tahun ke tahun, ucap Hageng Firdausi, mahasiswa Teknik Mesin Otomotif.

Eva Nardya

IMG-20190403-WA0117

Pemira Politeknik Negeri Madiun 2019

Euforia Pemilihan umum (Pemilu) tidak hanya dirasakan oleh para pejabat daerah maupun pejabat negara, namun dirasakan juga oleh para mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Madiun (PNM).

Pemira atau Pemilihan Raya, merupakan program kerja tahunan yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa PNM. Tidak hanya bertugas dalam pemungutan suara, KPUM sendiri juga bertugas dalam mengkoordinasi para Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dalam melakukan orasi. Acara tahunan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2019 – 7 Maret 2019.

  • IMG-20190403-WA0120

Ormawa pertama yang melakukan pemilihan adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa (DPM-KM). Namun, pemilihan DPM-KM kali ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu para mahasiswa memilih Ketua DPM-KM melalui pemungutan suara, pada tahun ini pemungutan suara diberlakukan untuk memilih anggota dari DPM-KM. Setelah itu para anggota yang terpilih akan melakukan sidang paripurna untuk memilih ketua DPM-KM.
Setelah DPM-KM melakukan pemilihan, dilajutkan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa yang dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu Muhammad Huda Mahendra dan Rima Ayu Dyah Puspita, Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis yang dimenangkan oleh Sapto Wahyu Utomo, Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis yang dimenangkan oleh Dwi Pharmaton Adiguna, Himpunan Mahasiswa Jurusan Komputerisasi Akuntansi yang dimenangkan oleh Yogi Prasetyo, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik yang dimenangkan oleh Eprilino Jajang As Whimandra, Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer Kontrol yang dimenangkan oleh Fiqih Fajar Pangestu, Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik yang dimenangkan oleh M. Rifqi Abdillah, Himpunan Mahasiswa Mesin Otomotif yang dimenangkan oleh Satria Sugiharto dan ditutup oleh pemilihan Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris yang dimenangkan oleh Khodijah Al Atsari.

IMG-20190403-WA0118
Bagi mahasiswa semester dua, kegiatan Pemira merupakan hal baru setelah memasuki dunia perkuliahan. B. Dhina Cantya Dansrti mengaku kebingungan dengan pemilihan ini. “Yang harus dipilih itu banyak, apalagi ini pertama kali. Soalnya dulu waktu SMA hanya memilih sekali saja (Ketua OSIS). Jadi bingung, soalnya banyak kategorinya,” ujar mahasiswi Bahasa Inggris 2A tersebut.
Selain itu ada Alif Rizki Ramadhan, yang menurutnya pemilihan ini berbeda. “Menurut saya pemilihan kali ini berbeda, saya juga pemilih pemula dan yang saya tahu sebelumnya pemilihan umum dibagi sendiri-sendiri. Tetapi ternyata serentak, jadi bagi saya ini pengalaman pertama yang cukup unik dan juga berbeda,” ujarnya.
Abdul Aziz, selaku ketua dari KPUM mengungkapkan kendala yang dialami KPUM selama Pemira adalah properti yang belum benar-benar matang. “Properti untuk Pemira sendiri belum benar-benar matang dan banyaknya anggota KPUM yang berada dalam satu kelas yang sama membuat pembagian tugas tidak merata,” ujar mahasiswa prodi Mesin Otomotif tersebut. Ia pun memberi saran kepada KPUM kedepannya agar melakukan koordinasi yang lebih matang sebelum acara Pemira dilaksanakan.

Irma