PicsArt_08-09-08.28.29

G-PLASMA – Tahun ini tepat pada tanggal 29 Juli 2018, Politeknik Negeri Madiun memulai kegiatan tahunan kampus pada umumnya yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus teruntuk Mahasiswa Baru (PKKMB) dan biasanya diiringi dengan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bertempatan di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha dan Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun.
Kerja keras dari acara ini sendiri tak luput pula dari peranan para mahasiswa Politeknik Negeri Madiun yang ikut andil dalam upaya berkontribusi pada kampus tercinta dengan bentuk menjadi panitia kegiatan PKKMB yang merupakan perwakilan dari setiap delegasi UKM yang ada di PNM. Apa saja kesan dan pesan yang dialami oleh para mahasiswa yang menjadi panitia tersebut?. Berikut ini adalah wawancara ekslusif G-Plasma dengan Koordinator PKKMB dan salah satu panitia PKKMB.

PicsArt_08-09-08.31.09
Afra Mukhsana Aina Feby (Koordinator PKKMB 2018)
Perempuan yang mengambil prodi Bahasa Inggris tersebut mengatakan bahwa selama dia menjadi koordinator dia terkadang lelah karena mendapat tugas yang sudah tentu banyak dan itu berimbas pada jam tidurnya yang berkurang. Namun, baginya hal itu seperti alarm tersendiri yang akan menjadikan ia lebih bertanggung jawab. Dan tak lupa menurutnya hal ini akan melatih dia jika seandainya kelak menjadi pemimpin lagi. “Soalnya, kita harus tau gimana caranya kita mengkoordinasi semua panitia biar bekerja semua, biar gak males-malesan,” ujar gadis kelahiran 07 Februari 1998 itu.
Dari kegiatan ini, sudah pasti Afra pun memiliki pengalaman yang tak dapat ia lupakan baik untuk pribadi maupun umum saat dirinya menjabat sebagai Koordinator PKKMB tahun ini. Ia berkata bahwa dia sendiri bingung walaupun jam tidurnya kurang namun dia masih diberi kesehatan untuk melancarkan kegiatan ini dan baginya dengan terlaksananya kegiatan ini, Afra merasa lebih dikenal oleh orang banyak dan menjadi lebih mengenal para dosen PNM. Sedangkan pengalaman yang tak terlupakan untuk kalangan umum berdasarkan sumber, ia menuturkan bahwa dia sempat membayangkan bahwa kegiatan 501 tahun ini akan sama dengan ospek 2 tahun yang lalu yang keras, tertib dan disiplin. “Tapi sekarang tahun ini beda, kesannya tidak setinggi ekspetasi. Soalnya ekspetasiku tinggi banget buat 501,” tambahnya.
Berdasarkan pendapatnya, suasana PKKMB 2018 sepi dikarenakan tidak adanya inagurasi. Walaupun begitu, tanpa disangka ada inagurasi dadakan yang menjadikan gadis tersebut memiliki kesenangan tersendiri. Afra sendiri berharap untuk seluruh mahasiswa baru tahun ini agar kedepannya lebih disiplin dan memperbaiki prilaku mereka yang sudah baik dapat menjadi semakin lebih baik lagi.

Nabella Gressya Putri (Panitia Pendamping PKKMB 2018)
Menurut pendapat gadis yang kerap disapa Bella tersebut kesan yang diperoleh selama menjadi panitia pendamping kompi kegiatan PKKMB 2018 yaitu sangat senang karena bisa membantu adik-adik mahasiswa baru agar lebih baik dan lebih disiplin lagi.
Perempuan ini menambahkan bahwa ia tidak dapat melupakan pengalamannya saat mendampingi adik-adik mahasiswa baru di setiap kegiatan, saat ada adiknya yang sakit hingga menuju barak tempat para mahasiswa baru beristirahat. Suka duka yang dialami gadis bersuara merdu ini pun sangatlah unik, “Terkadang kita juga kecapekan, lelah mungkin karena kurang konsumsi,” ucapnya sambil tertawa. “Tapi yang jelas lebih ke sukanya karena dari sini kita dapat banyak pengalaman,” imbuhnya lagi.
Berbeda dengan Afra, Nabella berkata bahwa suasana PKKMB tahun ini sama saja dengan tahun lalu. Saat ditanya apa harapan buat mahasiswa baru tahun ini, dia berujar agar PKKMB selanjutnya lebih diperketat lagi karena menurutnya adik-adiknya kurang diberi kedisiplinan lagi ketika di Diklatsar (501).

Oleh : Indah Ramadhani O. S.
Reportase bersama : Danisya Putri dan Irma Alaynaa U.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *