Our Services

Latest Blog Posts

IMG-20190910-WA0003
September 11, 2019 perspnm
LULUSAN AHLI MADYA MEMBANGGAKAN DARI PNM TAHUN 2019

Pada hari Selasa, 10 September 2019 telah dilaksanakan Rapat Terbuka Senat Politeknik Negeri Madiun Wisuda Ahli Madya XIV Tahun Akademik 2018-2019 bertempat di The Sun Hotel Madiun. Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun, dosen, staf Politeknik Negeri Madiun, dan sebanyak 455 mahasiswa yang diwisuda beserta para wali mahasiswa. Sebagai tamu kehormatan, acara ini dihadiri oleh Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH., MM., M.Pd. beserta Ketua DPRD Kota Madiun. Acara dibuka dengan meriah dan dilanjutkan dengan pelaksanaan wisuda yang dipimpin langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan, ST., MT. Dengan pelaksanaan wisuda ini mahasiswa PNM semester 6 telah menyandang gelar sebagai Ahli Madya lulusan Diploma 3. Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Madiun, mengutarakan bahwa sebelum acara wisuda kali ini sebanyak 19 mahasiswa sudah mendapatkan kerja serta sebanyak 27 mahasiswa lulus seleksi di perusahaan swasta, hanya tinggal menunggu tes wawancara dan pengumuman untuk panggilan kerja. Disampaikan juga doa dan harapan dari beliau bahwa ketika mahasiswa yang kembali ke masyarakat mampu memberikan konstribusi dan sumbangsih yang terbaik dalam membangun bangsa dan negara dengan bekal ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menuntut ilmu di PNM. Beliau juga berpesan untuk menjaga nama baik almamater PNM dan semoga Allah SWT meridhoi semua cita-cita yang diinginkan oleh mahasiswa. Selain itu, sambutan dari Walikota Madiun sendiri mengucapkan banyak terimakasih kepada Kampus PNM yang telah melahirkan lulusan terbaik sehingga banyak dibutuhkan oleh masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi Madiun dengan adanya PNM Teknik Kereta Api serta semua yang bertaraf Nasional dan Internasional akan berdampak baik bagi kota,” tutur Walikota Madiun. Dan tak lupa Walikota Madiun juga berpesan kepada mahasiswa yang lulus tahun ini untuk menghindari pengaruh buruk yang ada di masyarakat seperti narkoba dan radikalisme yang dapat merusak generasi kedepan. Dari hasil wawancara salah satu mahasiswa, Dewi Apriliana, A.Md. dari Prodi Komputer Kontrol serta walinya yaitu Suparjan dan Sumiati, keduanya menyampaikan rasa bangga dan senang atas gelar Ahli Madya yang diperoleh sebagai mahasiswa lulusan dengan IPK cumlaude. “Bersyukur Alhamdulillah atas yang dititipkan sama Allah SWT semoga dapat menjaga amanah ini bisa membuat orang tua bangga,” kata Dewi. Dari kedua orang tuanya berharap agar anaknya segera mendapatkan pekerjaan. Selain itu, mahasiswa Dewi Apriliana, A.Md. mengutarakan bahwa keinginannya untuk melanjutkan studi hingga S2. Setelah diwisudanya mahasiswa PNM tentunya banyak harapan, pesan, dan doa yang disampaikan oleh dosen maupun Direktur PNM agar wisudawan dan wisudawati dapat mencapai keberhasilan di masyarakat. Salah satu dosen yaitu Indah Puspitasari, S.Pd., M.T. menyampaikan harapan kepada wisudawan dan wisudawati agar mereka segera mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha. “Kita beri wawasan bahwa ketika mereka lulus nanti lowongan pekerjaan sangat banyak asalkan mereka mau dan mereka tidak pilih-pilih pekerjaan itu pasti ada. Selain itu, kita ada yang namanya unit JPC itu unit yang menyalurkan tenaga kerja, jadi yang lulusan seperti hari ini sama yang kemarin ada wawancara dari PT JST yang dari Jepang itu sudah ada beberapa yang direkrut,” kata Indah Puspitasari, S.Pd., M.T. Selain itu, Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan, ST., MT. juga menyampaikan bahwa wisudawan dan wisudawati dapat berkerja baik sebagai karyawan maupun wirausahawan dengan menerapkan ilmu yang telah didapat selama belajar di PNM. “Mudah-mudahan bekal yang sudah didapatkan selama kuliah itu bisa menjadi modal yang cukup untuk mereka bermasyarakat. IPK yang tinggi itu juga harus diimbang dengan softskill, softskill itu kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerja sama secara tim,” tutur M. Fajar Subkhan, ST., MT. Semoga lulusan Ahli Madya Politeknik Negeri Madiun saat ini dan kedepannya mampu bekerja di masyarakat dan mampu memperbaiki generasi sebagai pemuda yang membangun bangsa dan negaranya dengan baik. Penulis : Rika Dianawati dan Prasojo

September 9, 2019 perspnm
Kegagalan Adalah Kesuksesan yang Tertunda

MADIUN – Bisa karena terbiasa. Pepatah tersebut mengukuhkan semangat Sri Suyatmi Pohan dalam kejuaraan BAO (Business Administration Olympics) bertaraf nasional. Lomba yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Malang, Jumat (7/9) lalu itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan politeknik se-Indonesia. Ia berhasil menyabet juara pertama di perlombaan bidang Secretarial Skill yang diikuti oleh 14 peserta. Ami, sapaan akrabnya mengaku persiapan untuk menghadapi perlombaan ini sebenarnya sudah ia rintis sejak awal semester hingga ia menginjak semester 5. Tak hanya berkat mata kuliah Secretarial skill, kegiatan ORMAWA juga turut mengantarkannya ke gerbang kemenangan di kompetisi BAO. Pasalnya, gadis berusia 21 tahun itu juga menjabat menjadi sekretaris HIMA Prodi Adbis. “Ikut organisasi juga menjadi wadah saya untuk belajar,” ujarnya. Ami juga sempat mengikuti lomba Business Plan BAO tahun lalu. Namun ia belum berkesempatan menang. Meski pernah mengalami kegagalan, kini usahanya terbayar dengan gemilang. Ia sukses membanggakan almamaternya. Motivasi kemenangan itu bersumber dari ibunya juga. “Ini adalah persembahan saya untuk Politeknik Negeri Madiun. Saya juga berterima kasih sebab sudah diberi kesempatan untuk menjadi mahasiswa melalui program bidikmisi,” ungkapnya. Lewat lomba BAO, Ami berharap generasi muda bisa bersama-sama mengupgrade keahlian karena persaingan dunia bisnis sangatlah pesat. Pun, dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) serta kehadiran Revolusi Industri 4.0 menjadikan kita berpikir dua kali untuk membuang waktu dan bermalas-malasan. Diluar sana masih banyak orang yang berjuang dan memperbaiki diri. “Sebab waktu tak pernah menunggu,” tuturnya. BAO sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu mahasiswa khususnya Jurusan Administrasi Niaga. Selain lomba Secretarial Skill, ada juga lomba Business Plan, dan lomba Web Design antar mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga dan mahasiswa jurusan lain se-Indonesia. (Indah Ramadhani O.S.)

IMG-20190909-WA0004
August 21, 2019 perspnm
D’ FOGBENDER

D’ FOGBENDER Terinspirasi dari Film Avatar

IMG-20190821-WA0012

MADIUN - Diluar dugaan. Itulah reaksi yang dikemukakan oleh Aga Bagas Kalimantoro dan Dyan Eko Wahyu Priyatno setelah mereka berhasil meraih juara pertama di lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Se-Kota Madiun, Jumat (16/8) lalu. Dua mahasiswa asal Politeknik Negeri Madiun ini sukses membawa nama almamater berkat alat ciptaan mereka yang diberi nama Smart MKOI D’FOGBENDER. “Awalnya sempat pesimis karena nama kita gak dipanggil. Tapi, ketika dengar kita dapat juara satu langsung rasanya seperti mau terbang,” ujar Dyan, mahasiswa prodi Teknik Komputer Kontrol itu.

Bermula dari pengajuan judul tugas akhir, ide pembuatan alat tersebut muncul dari usulan dosen mereka yakni Dirvi Eko Juliando Sudirman, S.Pd. M.T. “Kita diminta untuk melanjutkan penelitian tentang alat tersebut lalu dikembangkan,” sambung Aga. Mereka mencari nama yang tepat untuk alat pengukur kelembaban udara tersebut. Salah satu rekan mereka akhirnya menamai “FOGBENDER” yang terinspirasi dari film Avatar “The Last Air Bender”. “Bedanya alat kita ini mengeluarkan kabut sehingga kami beri nama D’ FOGBENDER,” papar Dyan. IMG-20190821-WA0011 D’FOGBENDER berguna untuk mengatur kelembaban suhu udara budidaya seperti budidaya jamur dan walet. Alat ini sebenarnya telah menjamur di pasaran. Namun yang membuat alat ini berbeda ialah, alat ini di-upgrade dengan menggunakan sistem kontrol otomatis, sensor wireless, serta sistem monitoring dan kontrol berbasis internet yang dapat diakses melalui smartphone. “Jadi para pembudidaya akan sangat terbantu dan tidak perlu bolak balik mengecek alat tersebut. Sebab kini bisa dipantau lewat android,” terang Aga. Selain karena tugas akhir, mereka juga hobi merakit alat. Namun, pengerjaan alat tersebut juga tak lepas dari berbagai kendala misalnya jadwal antar anggota yang berbenturan sehingga pekerjaan agak tertunda. Ditambah lagi, pengadaan kerangka mekaniknya sulit. Sebab mereka memesan alatnya dari Surabaya. “Itupun tiap-tiap komponennya dibawa terpisah. Ada yang pakai motor, ada pula yang dibawa dengan bis,” kenang Dyan. Proyek pembentukan alat tersebut memakan waktu sekitar lima bulan. Dua bulan dihabiskan untuk perancangan program sedangkan tiga bulan untuk pekerjaan serta pemasangan alat. Dengan diperolehnya kemenangan ini, mereka berharap teknologi masa kini tidak menyurutkan kreatifitas anak muda untuk terus berkarya. “Toh, teknologi ada untuk memudahkan bukan untuk menghambat potensi kita,” kata Aga. Begitu pula dengan Dyan, baginya teknologi seolah pedang bermata dua. Selalu punya sisi baik dan buruknya. “Tinggal kita yang selektif mau ke arah yang mana,” tukasnya. Oleh : Indah Ramadhani O.S

IMG-20190817-WA0031
August 18, 2019 perspnm
PKKMB 2019 Hari Ke-6

Hari terakhir PKKMB PNM 2019 pada tanggal 17 Agustus 2019 di Kampus II Politeknik Negeri Madiun yang diikuti seluruh mahasiswa baru berlangsung dengan meriah. Berakhirnya masa PKKMB bagi mahasiswa baru menjadi salah satu hal yang dinantikan. Siti Nur Farika, salah satu mahasiswa baru Prodi Akuntansi mengatakan bahwa ia merasa senang karena telah berakhirnya masa-masa sulit. Bagi Siti, PKKMB ini sangat berkesan karena pada saat Diklatsar ia diajarkan tentang kedisiplinan. IMG-20190817-WA0015 Bertepatan dengan dilaksanakannya Upacara Kemerdekaan RI, pada hari ini juga mahasiswa baru mengikuti kegiatan Papermob yang merupakan serangkaian acara akhir. Papermob dilakukan di Lapangan Kampus II Politeknik Negeri Madiun. Papermob tahun ini bertemakan “NKRI HARGA MATI”. Tema ini mengandung makna memperingati HUT RI ke-74 dan juga penyambutan mahasiswa baru Politeknik Negeri Madiun. Didapat dari wawancara dengan Muhammad Alfian, selaku Koordinator Papermob mengungkapkan, kendala saat kegiatan persiapan papermob adalah kekurangan personil dari mahasiswa baru dalam pembentukan formasi papermob, sehingga panitia ikut serta mengisi kekosongan formasi. IMG-20190817-WA0031 IMG-20190817-WA0028 Selain papermob, juga terdapat Expo UKM yang ada di Politeknik Negeri Madiun. Tujuan dari Expo UKM ini adalah memberikan pandangan kepada mahasiswa baru agar mudah memilih UKM yang mereka inginkan. Setiap UKM diberi kesempatan untuk mempromosikan UKM nya kepada mahasiswa baru, seperti UKM Tari yang menampilkan tarian tradisional, UKM Cakra Manggala melakukan rappelling, UKM Musican menyanyikan lagu “Waktu Yang Salah”, dan sebagainya. Selain itu, juga disediakan stan UKM untuk mempermudah mahasiswa baru yang ingin mendaftar UKM. IMG-20190817-WA0033 Satria Prasetya, selaku Koordinator mengungkapkan, acara Expo UKM tahun ini hampir sama dengan tahun lalu, perbedaannya hanya terletak pada Sie Acara dan tempat dilaksanakannya Expo UKM. Selanjutnya, Satria juga menuturkan harapannya, “Semoga Expo UKM dapat diikuti semua UKM dan dinikmati oleh semua mahasisa baru,” ungkapnya.   Acara PKKMB ini ditutup dengan keakraban antara Kakak pendamping dan Dosen dengan Mahasiswa Baru yaitu menyanyi bersama, berjabat tangan, dan foto bersama. Dengan berakhirnya acara ini menjadi tanda berakhirnya PKKMB PNM 2019. Indah Pranata / Rima Wahyunita

August 17, 2019 perspnm
INDONESIA INDEPENDENCE DAY

IMG_20190817_070410_compress64 Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dilaksanakan di Lapangan Kampus II Politeknik Negeri Madiun (PNM) dimulai pada pukul 06.50 WIB. Setiap tahun PNM mengadakan upacara peringatan HUT RI untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan RI. Upacara diikuti oleh Mahasiswa Baru PNM, Mahasiswa penerima Bidikmisi, dan seluruh jajaran Dosen, serta staff PNM. Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti upacara kemerdekaan ini, sehingga upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. IMG-20190817-WA0007 HUT RI ke-74 ini mengusung tema “SDM Unggul, Indonesia Maju”, hal ini sesuai dengan program pemerintah yang fokus pada pendidikan, khususnya pendidikan vokasi. Politeknik Negeri Madiun merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi yang harus siap berkontribusi mencetak SDM unggul di Indonesia. SDM dikatakan unggul jika input, process, dan output-nya sesuai standar. Input di PNM sudah cukup baik dibuktikan dengan banyaknya pendaftar kurang lebih 5.300 orang, sedangkan kuota yang diambil hanya 760 calon mahasiswa baru. Kriteria yang kedua adalah proses yang meliputi kurikulum, dosen pengajar, serta sarana dan prasarana yang ada di kampus. Banyak dosen PNM yang mengikuti retooling untuk mendapat keterampilan lanjutan yang selanjutnya keterampilan tersebut ditransfer ke mahasiswa. Selain itu, kurikulum PNM tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, yang semula Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan 2 - 3 bulan menjadi 6 bulan dengan harapan mahasiswa lebih dekat dengan industri (dunia kerja). Seperti contoh Program Studi (Prodi) Perkeretaapian yang mulai masuk industri sejak semester III, sehingga mahasiswa yang lulus lebih siap bersaing di dunia kerja. IMG-20190817-WA0008 Berdasarkan Kemenristekdikti, PNM mendapat peringkat 20 dari 1128 Perguruan Tinggi Vokasi yang terdiri dari Politeknik, Akademi, dan Akademi Komunitas baik negeri maupun swasta. “Kabar tersebut sangat surprise mengingat PNM merupakan Politeknik Negeri yang belum lama berdiri dan harapan saya ke depan mahasiswa di sini mendukung apa yang sudah diprogramkan dan harus siap menjadi mahasiswa Politeknik yang berbeda dari kampus lain, karena menjadi mahasiswa Politeknik itu tidak mudah perlu kerja keras untuk menciptakan SDM yang unggul,” ujar Muhammad Fajar Subkhan, S.T., M.T., selaku Direktur PNM. Oleh : Cynthia CA & Ratriana

IMG-20190817-WA0021
August 17, 2019 perspnm
PKKMB 2019 Hari Ke-5

PKKMB 2019 Hari Ke-5

Kampus II Politeknik Negeri Madiun sebagai tempat dilaksanakannya PKKMB pada hari Jumat, 16 Agustus 2019. Apel pagi yang dimulai pada pukul 07.00 WIB menjadi acara pembuka untuk masa pengenalan kehidupan kampus hari ke-5. Kegiatan yang dilakukan antara lain pengenalan Himpunan Mahasiswa Jurusan yaitu Teknik, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis serta pengenalan Hima Prodi dengan menyampaikan profil masing-masing kepada mahasiswa baru.IMG-20190817-WA0003Setelah istirahat, salat, dan makan siang pada pukul 13.00 WIB seluruh peserta PKKMB 2019 dikumpulkan di Aula Gedung Administrasi Bisnis untuk mendapatkan materi safety riding dari Polresta Kota Madiun. Materi yang disampaikan adalah tips mengemudi, helm SNI, faktor yang menyebabkan kecelakaan, dan lain-lain. Hymne dan Mars PNM disampaikan oleh UKM Paduan Suara yang dipimpin oleh Ibu Triana Prihatinta, S.Sos., M.M. kemudian para mahasiswa baru bergabung dan menunjukkan suara mereka. Tepat setelah penyampaian Hymne dan Mars, Ibu Dosen yang memiliki paras cantik tersebut juga merekomendasikan UKM Paduan Suara agar diikuti para mahasiswa baru. Sebelum waktu Asar, anggota DPM dan BEM memperkenalkan diri beserta status keanggotaan mereka di hadapan para mahasiswa baru dan menyampaikan cara menjadi salah satu bagian DPM maupun BEM. IMG-20190817-WA0004Sekitar pukul 16.00 WIB para peserta PKKMB menyanyikan lagu "Darah Juang" untuk membangkitkan semangat bagi mahasiswa baru. Lagu tersebut juga sebagai penutup dan penanda berakhirnya kegiatan PKKMB pada hari ini.