Latest Blog Posts

IMG20201203075657
December 5, 2020 perspnm
Visit PNM Dirjen Diksi Resmikan Gedung Baru Politeknik Negeri Madiun

Pada Kamis (03/12/2020) Politeknik Negeri Madiun (PNM) mendapat kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam acara Peresmian dan Tasyakuran Gedung Baru Jurusan Teknik Politeknik Negeri Madiun. Acara dimulai dengan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Diksi pada pukul 07.55 WIB. Penandatanganan ini merupakan wujud simbolis peresmian gedung baru teknik. Selanjutnya Bapak Wikan meninjau laboratorium dengan didampingi Direktur PNM, Muhammad Fajar Subkhan, S.T., M.T. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dari peresmian program SMK D2 Fast Track, yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Jum’at (13/11/2020), di mana Dirjen Diksi berhalangan untuk hadir. Acara inti resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta pembacaan do’a oleh Bapak Dahris Shahab, S.Pd., M.Pd. Dilanjutkan dengan hiburan oleh Tim Paduan Suara PNM yang menyanyikan lagu “Condong Pada Mimpi”, pemotongan tumpeng, sambutan dari Direktur PNM dan Dirjen Diksi. Sambutan yang disampaikan pun cukup santai dan penuh tawa, namun semua pesan tersampaikan dengan jelas. Dalam sambutannya Bapak Wikan menyampaikan harapannya terhadap Kota Madiun untuk memiliki 3 ikon unggulan yang mampu membawa Madiun lebih berkembang dan dikenal masyarakat luas. Disebutkan olehnya, ikon tersebut diantaranya pecel yang menjadi makanan khas asli Kota Madiun, yang kedua adalah Industri Kereta Api (INKA) yang merupakan industri perkeretaapian terbesar di Asia Tenggara, dan yang ketiga adalah Politeknik Negeri Madiun sendiri. Setelah acara inti dilaksanakan, para tamu undangan menikmati hiburan musik di mana Bapak Wikan juga ikut memeriahkan dengan bermain keyboard. Pada akhir acara para tamu dipersilakan untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Dalam wawancara yang dilakukan oleh team G-Plasma bersama Bapak Wikan, beliau memberikan pesan kepada para mahasiswa PNM untuk selalu mengasah softskill walaupun begitu, beliau juga berpesan untuk tidak meninggalkan hardskill dan terus berusaha menggali potensi baru. Bapak Wikan berpesan kepada mahasiswa adalah “Satu jangan hanya ngejar ipk doang, lebih penting itu softskill, karakter dan berkomunikasi ... anyway, kembangkan jangan hanya hardskill tapi juga softskill leadership, komunikasi dan karakter terutama kejujuran. Nomor satu yang paling penting itu jujur, nomor dua pekerja keras, baru yang ketiga pintar dan sopan,” tutur Bapak Wikan.   Penulis: Ardhanti Surya dan Vini Elwida R. Editor: Ratriana.

December 2, 2020 perspnm
Tim Cakra Jagad Gasoline PNM Berhasil Rebut Juara Tiga di Ajang KMHE

Tim Cakra Jagad Gasoline Politeknik Negeri Madiun (PNM) berhasil mendapat juara tiga dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE), dalam kategori prototipe perancangan body dan sesis. Kabar baik tersebut diumumkan pada hari Senin (30/11/2020), melalui Instagram KMHE 2020. Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menunjuk Universitas Indonesia (UI) sebagai tuan rumah KMHE tahun 2020. Tahap seleksi KMHE 2020 sudah berlangsung sejak bulan Oktober dan diselenggarakan secara daring. Kali ini, KMHE mengusung tema “Energi Untuk Negeri” dalam upaya mencari solusi terbaik dalam mengatasi krisis energi di Indonesia. Total peserta KMHE yang berhasil lolos ke babak final sebanyak 36 tim dari 27 perguruan tinggi di Indonesia termasuk Tim Cakra Jagad Gasoline PNM. Tim tersebut terdiri dari tujuh anggota mahasiswa Program Studi Mesin Otomotif. Manager tim, Muhammad Bustanul Faizin Ariadi mengaku persiapan KMHE sudah dilakukan sejak bulan Desember 2019. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini setiap tim harus mempresentasikan desain mobil hemat energi secara daring. Perbedaan pelaksanaan yang signifikan tentu menjadi salah satu kendala Tim Cakra Jagad Gasoline PNM. Mahasiswa Program Studi Mesin Otomotif itu mengaku kendala yang dihadapi saat kompetisi yaitu koordinasi. Dibutuhkan koordinasi yang kuat mengingat kompetisi ini dilakukan secara daring. Strategi yang digunakan Tim Cakra Jagad Gasoline PNM untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan metode pembagian tugas pada masing-masing divisi. Selain itu, setiap tiga hari sekali tim juga melakukan evaluasi progres. Tim Cakra Jagad Gasoline PNM cukup puas dengan pencapaian yang telah diraih. Meskipun kompetisi ini dilakukan secara daring, namun semangat mereka tidak surut. Mereka berharap ke depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan bisa bermanfaat untuk tim dan Politeknik Negeri Madiun.     Penulis : Nia, Resy, dan Shafira Editor   : Elvira

IMG-20201130-WA0040
IMG_6176 (2)
November 30, 2020 perspnm
Debat Sengit Capres dan Cawapres BEM Tanpa Audiens

Politeknik Negeri Madiun (PNM) Kembali mengadakan pemilihan raya (Pemira) untuk calon presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2020/2021. Pada Sabtu, (28/11/2020) telah digelar Orasi dan Debat Terbuka yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM). Bertempat di ruang 206 Kampus I PNM pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai. Acara ini bertujuan untuk penyampaian visi dan misi, motivasi, serta harapan untuk masa mendatang, yang dilakukan antara ketiga pasangan calon (paslon) yang terpilih nantinya. Ketiga kandidat tersebut terdiri dari paslon nomor urut 1 yaitu Yudhistira Pancabakti dan Fahrizal Fajar Vandhalu.  Muhammad Rifqi Agung P. berkolaborasi Hesty Nurcahyanti, untuk mengisi nomor urut 2. Sementara paslon nomor urut 3 diisi Munirul Ichwani dan Afriza Dini Andalin. Acara orasi dan debat ini diselenggarakan melalui dua media platform yaitu live on streaming YouTube dan Zoom Meeting. Selain itu, pertanyaan untuk paslon berasal dari seluruh mahasiswa PNM yang telah ditampung oleh KPUM. Dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi penyampaian visi misi dengan durasi waktu 4 menit dan sesi tanya jawab dengan durasi waktu 1,5 menit.

  1. Rizky Ardiansyah selaku ketua KPUM menjelaskan bahwa debat kali ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana debat kali ini diselenggarakan di tengah masa pandemi Covid-19. Sehingga acara tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Salah satu kendala yang sering terjadi yaitu kurangnya koordinasi antara panitia pemira dalam persiapan, karena terbatasnya ruang untuk bertemu secara tatap muka.
Tolak ukur kesuksesan acara ini bisa dikatakan mencapai 85%, apabila tamu undangan dan konsep acara terlaksana dengan baik. Dibandingkan tahun lalu, orasi dan debat ini hanya dihadiri oleh pengurus KPUM dan Presiden beserta Wakil Presiden BEM tahun 2019. Sementara terkait pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2020 akan dilaksanakan Selasa (1/12/2020) melalui platform khusus dari KPUM. Platform ini hanya bisa diakses satu kali saja untuk pemilihan tersebut. Link pemilihan tersebut diberi batasan waktu mulai dari pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB. Apabila melebihi batas waktu yang ditentukan, maka dinyatakan pemilih golongan putih (golput).  "Jangan Golput!" pesan Rizky kepada seluruh elemen mahasiswa PNM. Ketua KPUM berharap siapapun kandidat terpilih, mampu memberikan inovasi baru dalam satu periode ke depan demi perbaikan kinerja yang lebih terstruktur dari sebelumnya.  Sehingga dapat mewujudkan keluarga mahasiswa yang memiliki kualitas edukasi tinggi.   Penulis : Rifa Mustika Editor : Hanisa

feed1.jpg-min
November 28, 2020 perspnm
Mitos atau Fakta Hewan mampu Mendeteksi Bencana Alam

Bencana alam memang seringkali datang tanpa diduga dan tanpa adanya tanda-tanda. Namun, hewan sering kali memberikan pertanda akan datangnya bencana alam, apabila kita benar-benar mencermatinya. Beberapa hewan memiliki indra dan insting yang lebih kuat dari yang lainnya. Hewan-hewan berinsting kuat tersebut biasanya mendeteksi perubahan yang terjadi di alam sebelum bencana terjadi. Seperti perubahan kadar karbon dioksida, suhu, maupun partikel gas yang ada di bumi. Selain itu, beberapa diantara mereka juga mendeteksi akan datangnya bencana dengan indra pendengaran atau sensor lain pada tubuhnya. Beberapa penelitian pun telah dilakukan terkait hal ini. Berikut 5 hewan yang diyakini bisa mendeteksi datangnya bencana alam.

  1. Kucing
Kucing adalah hewan yang populer dijadikan peliharan. Hewan imut ini dipercaya memiliki insting yang kuat terhadap bencana gempa yang akan terjadi. Biasanya kucing akan melakukan perilaku aneh seperti mondar-mandir, tampak panik dan stres sebelum datangnya bencana. Dikutip dari Bicara.co.id, Selasa (24/11/2020).
  1. Semut
Semut menguasai hampir seluruh bagian tanah di bumi. Anda mungkin terganggu dengan semut karena dianggap hama. Namun jangan salah, serangga yang hidup berkoloni ini dipercaya mampu mendeteksi gempa bumi. Semut akan meninggalkan sarangnya sebelum gempa terjadi. Semut diyakini memiliki kemampuan untuk merasakan perubahan karbon dioksida serta magnet bumi. Dikutip dari Bicara.co.id, Selasa (24/11/2020).  
  1. Anjing
Anjing merupakan hewan yang dianggap memilki kecerdasan tinggi. Hewan ini popular dijadikan sebagai peliharaan atau penjaga. Anjing diyakini memiliki kemampuan mendeteksi badai atau gempa yang akan terjadi. Sebelum terjadi bencana, anjing akan merasa gelisah dan gemetaran. Dikutip dari Idn Times, Selasa (24/11/2020).  
  1. Katak
Menyadur National Geographic id, Selasa (24/11/2020), katak bufo dapat mendeteksi aktivitas seismik. Mereka akan mengubah perilaku mereka saat mendapati adanya aktivitas seismik. Dalam Journal of Zoology milik Zoological Society of London menerangkan 96% katak jantan meninggalkan populasinya di kawasan pembiakan lima hari sebelum gempa melanda L'Aquila, Italia.
  1. Burung Bangau
Burung bangau dipercaya mampu mendeteksi adanya bencana alam. Hal ini dibuktikan saat terjadi gempa dan tsunami di Aceh dan Nias. Dikabarkan burung bangau terbang menjauhi area pantai sebelum bencana tersebut terjadi. Dikutip dari Phinemo, Selasa (24/11/2020).   Itulah lima hewan yang diyakini bisa mendeteksi datangnya bencana alam. Terlepas dari benar atau tidaknya, setiap hewan pasti memiliki kemampuan unik dan kepekaan terhadap suatu perubahan di alam ini. Percaya atau tidak, alam pasti akan memberikan tanda-tandanya ketika akan terjadi bencana. Hanya saja tanda ini tak selalu dapat ditangkap oleh manusia. Saat itulah hewan dapat memahami tanda-tanda alam dan berlaku tidak seperti biasanya.   Penulis : Nabila dan Dany (Div. Editor) Editor : Kistia Meilani S

November 27, 2020 perspnm
Dies Maulidiyah PNM Bentuk Syukur Sewindu PNM

Majelis Dzikir Politeknik Negeri Madiun mengadakan dzikir bersama bertajuk “Dies Maulidyah Politeknik Negeri Madiun ke-8” pada Kamis (26/11/2020), pukul 07.00-10.10 WIB. Bertempat di Hall gedung M.Nuh Kampus I Politeknik Negeri Madiun. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang biasa diadakan bersamaan dengan dies natalis, sebagai bentuk rasa syukur atas semua yang diberikan kepada Politeknik Negeri Madiun. Acara ini juga bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassallam. Karena pandemi Covid-19, sistem pelaksanaan acara tahunan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Selain on the spot, majelis dzikir tahun ini disiarkan langsung melalui platform YouTube resmi BAK Politeknik Negeri Madiun yaitu Multimedia Official PNM. Sementara di spot acara, hanya dihadiri 50 orang meliputi Direksi (Direktur, Wadir I,II,III), Ketua Jurusan, serta Humas PNM. Selain itu, terdapat perwakilan 1 orang dari setiap ormawa PNM dan beberapa tamu undangan, yaitu Habib Husni, Bapak Muhyiddin Aziz, serta Ketua Pengurus Daerah Al-Khidmah Madiun. Acara ini tetap berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan. Acara dies maulidyah berlangsung khusyuk dengan lantunan dzikir dan tahlil, dan dilanjutkan oleh kelompok Al Banjari dari Pondok An-Nur Babadan Ponorogo untuk memimpin sholawat. Berbeda dari tahun lalu, mubalig dalam acara dzikir tahun ini adalah Ustadz KH. Zami' Khus Dza Wali Syams yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Duri Sawo Ponorogo. Dakwahnya kali ini dikhususkan untuk seluruh keluarga Politeknik Negeri Madiun. Panitia sendiri telah mempersiapkan acara ini jauh-jauh hari bahkan dari bulan Ramadan kemarin, dengan harapan acara ini bisa berjalan dengan lancar. Sementara untuk koordinasi, panitia melakukannya secara online. Ketua pelaksana acara Ceryana Nia R (TKA’19) yang merupakan staf agama BEM-KM PNM mengaku bersyukur, karena salah satu program kerja tahunan Kementrian Agama BEM-KM PNM dapat terlaksana walaupun di tengah-tengah pandemi. “Terima kasih kepada segenap dosen dan juga rekan-rekan panitia yang membantu tenaga, waktu, dan pikirannya untuk menyukseskan acara ini,” ungkap Cery. Selain itu Cery juga berharap agar tahun depan acara ini dapat dilaksanakan lebih baik lagi. Tentu dalam keadaan normal seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni secara offline dan banyak yang dapat menghadiri secara langsung di dalam majelis. Tidak ada lagi social distancing dan semua berjalan dengan normal seperti dulu.   Penulis : Farikhul Editor : Elvira

IMG-20201126-WA0053
November 21, 2020 perspnm
Sering Dianggap Mitos, Ternyata 5 Hewan Ini Mirip dengan Legenda Hlo!

Sering Dianggap Mitos, Ternyata 5 Hewan Ini Mirip dengan Legenda Hlo!

Feed 1 Slide 1_compress60 Tidak dapat kita pungkiri jika dunia ini memiliki kekayaan fauna yang begitu beragam. Sama halnya dengan cerita-cerita mengenai makhluk mitologi yang melegenda dan beragam di tiap-tiap daerah maupun negara. Namun, meski hanya sekadar makhluk mitologi atau mitos, terdapat pula fauna di dunia nyata yang memiliki kemiripan sehingga layak untuk kita sebut sebagai "Fauna Mitologi di Dunia Nyata". Apa saja itu? 1. Garuda dan Elang Jawa Siapa yang tidak kenal dengan hewan ini? Makhluk mitologi ini merupakan lambang dari dasar negara Indonesia. Mengutip Hipwee Kamis (19/11/2020), dalam mitologi Hindu, garuda sebenarnya adalah kendaraan Dewa Wisnu. Berkepala layaknya burung elang, berbadan manusia, tubuhnya berwarna emas, wajahnya berwarna putih, dan sayap berwarna merah. Meskipun hanya sekadar mitos, dalam dunia nyata terdapat hewan yang memiliki kemiripan dengan burung garuda, yaitu burung elang jawa (Nisaetus bartels). Elang jawa memiliki sayap yang berwarna cokelat keemasan yang sama dengan warna bulu burung garuda, dan juga memiliki jambul yang sama dengan yang dimiliki burung garuda. Dikutip dari Bobo.id Kamis (19/11/2020). 2. Naga dan Komodo Hewan ini sering kita jumpai dalam berbagai mitologi atau pun animasi. Secara umum, hewan ini seringkali digambarkan sebagai hewan yang buas dengan tubuh besar bersisik dan mampu mengeluarkan napas api. Terlepas dari berbagai mitos-mitos yang berkembang, dalam kenyataannya naga sering dikaitkan dengan hewan endemik asal Indonesia yaitu komodo (Varabus komodoensis). Seperti yang disadur dari laman Adhikurniawan.com Jumat (19/11/2020), bentuk morfologi komodo yang memiliki kesamaan dengan makhluk mistikal bersayap dan dapat menyemburkan api itu, lantas membuat reptil ini dijuluki sang naga. Meskipun tidak bisa mengeluarkan api, komodo memiliki saliva beracun di mulutnya. 3. Burung Phoenix dan Flamingo Phoenix digambarkan sebagai burung berukuran besar yang mempunyai bulu berwarna merah, serta ekor berwarna emas dan merah tua. Burung yang merupakan hewan dalam mitologi Yunani dan Mesir ini juga digambarkan mempunyai kekuatan untuk hidup kembali. Dikutip Bobo.id Kamis (19/11/2020), dalam dunia nyata ciri-ciri ini dapat kita jumpai pada hewan flamingo. Warna merah jambu dan merah menyala bulu flamingo yang mencolok sering dikaitkan dengan legenda burung Phoenix. Dilansir Kumparan Jumat (20/11/2020) faktanya, flamingo menghabiskan sebagian besar waktunya mengarungi dataran garam yang panas, di mana membuat mata hewan ini tampak berkedip seperti nyala api. 4. Unicorn dan Okapi Identik dengan hewan yang lucu, imut, dan memiliki tanduk di kepalanya, membuat sebagian orang menyukai hewan mitologi ini baik dalam bentuk animasi atau pun penggambaran melalui cerita. Dalam dunia fauna, okapi diyakini sebagai salah satu hewan sebagai asal muasal unicorn. Mamalia ini mendapat julukan unicorn asal Afrika. Dikutip dari Kumparan Kamis (19/11/2020), mamalia dengan rupa rusa yang aneh ini mendiami wilayah hutan hujan Afrika. Tak hanya itu, hewan ini sekilas terlihat sepeti kombinasi antara jerapah, zebra, dan antelop. Okapi jantan memiliki dua tanduk yang jika dilihat dari samping bisa tampak menjadi satu layaknya unicorn. 5. Duyung dan Dugong Jika kalian penggemar Disney, pasti kalian mengetahui sosok Ariel, salah satu tokoh yang digambarkan sebagai putri duyung yang jatuh cinta dengan manusia. Banyak mitologi lain yang menggambarkan duyung sebagai sosok perempuan cantik, yang mendiami lautan dengan fisik setengah manusia dan ekor yang menyerupai ikan. Kenyataannya, duyung di dunia fauna tidak secantik yang digambarkan. Konon dugong dianggap sebagai asal muasal dongeng putri duyung yang sangat terkenal. Mengutip Kumparan, Jumat (20/11/2020) berkerabat dekat dengan manatee gemuk, fisik dugong lebih ramping dan lebih diidentifikasikan sebagai mamalia laut. Hewan ini lebih menyukai muara atau perairan tawar. Terlepas dari wujudnya di dunia nyata, tidak dapat dipungkiri juga kisah-kisah mengenai makhluk mitologi telah banyak berkembang dan tak sedikit pula yang memercayainya. Masih banyak pula fauna-fauna di dunia ini yang sering dikaitkan dengan berbagai perwujudan makhluk dalam mitologi. Namun, yang paling terpenting adalah bagaimana kita menjaga alam dan keseimbangannya agar fauna tersebut tetap ada dan kelak menjadi warisan untuk anak cucu dari generasi mendatang.

Penulis: Divisi Kominfo Editor: Jenny Refa