Latest Blog Posts

Feed 1-1
October 17, 2020 perspnm
Apa Sih Sebab Insecure? Berikut Ini Tips-Tips Cara Mengatasi Insecure

Mungkin semua remaja milenial pasti tau tentang kata insecure. Bahkan semua remaja pasti pernah merasakan perasaan insecure. Lalu sebenarnya apakah insecure itu? Jadi, insecure adalah perasaan ketika merasa tidak aman yang membuat seseorang itu merasa gelisah, minder, takut, malu, dan akhirnya membuat tidak percaya diri. Insecure bisa berasal dari dalam diri seseorang maupun dari faktor lain dari luar orang tersebut. Perasaan ini wajar terjadi, karena sering berjumpa dengan orang yang lebih baik dari kita. Insecure dapat menjadi bahaya, jika seseorang selalu berpikir bahwa dirinya selalu lebih buruk dari orang lain. Berikut ini adalah penyebab paling umum, munculnya perasaan insecure, antara lain:

  1. Sering membandingkan diri dengan orang lain. Misalkan, "dia kok cantik banget ya, mukanya glowing, badannya langsing" dan lain-lain. Melihat keadaan orang lain lebih baik daripada kita.
  2. Obsesi menjadi sempurna. Terkadang ada orang yang tingkat insecurenya tinggi sampai-sampai ada orang yang rela operasi plastik. Mereka rela mengubah bentuk wajah dan tubuh mereka agar terlihat sempurna.
  3. Korban bullying. Tindakan bullying kerap terjadi dimanapun, entah itu di media sosial maupun di tempat umum. Bullying bisa berupa ucapan merendahkan, berkomentar buruk, dan tindak kekerasan. Selain insecure, hal ini juga menyebabkan trauma pada korban.
  4. Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Masalah seperti ini wajar jika seseorang belum menguasai kemampuan tertentu. Hal ini juga dapat menyebabkan memandang rendah diri sendiri, karena tidak bisa melakukan hal tertentu. Biasanya sikap ini muncul setelah melihat orang lain, yang memiliki kemampuan jauh lebih baik.
  5. Cemas Seseorang bisa saja kerap memikirkan penilaian dari orang lain terhadap dirinya dan membayangkan skenario terburuk. Misalnya saja dijauhi teman dengan alasan tidak asik dan membosankan. Kecemasan juga menjadi sebab dari overthinking. Mereka yang overthingking, cenderung memikirkan apa yang belum tentu terjadi.
Insecure yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan bisa mengganggu kondisi kesehatan. Maka dari itu, hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Berikut ini tips dan cara untuk mengatasi insecure:
  1. Jangan pernah membandingkan hidupmu dengan orang lain. Hal ini lebih kepada sikap untuk percaya pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Remaja milineal menyebutnya be yourself and love yourself. Percayalah bahwa setiap orang punya kekurangannya masing-masing. Selain itu tidak semua kehidupan orang lain jauh lebih baik dari kehidupan kita sendiri.
  2. Temukan kelebihan diri sendiri. Hal ini lebih merujuk pada menemukan bakat dalam diri. Setiap orang yang sudah menemukan passion atau bakat mereka, mereka akan cenderung fokus pada apa yang mereka punya. Dengan menemukan kelebihan diri, maka membuat rasa insecure
  3. Stop overthinking. Terlalu banyak berpikir tidak baik untuk kesehatan mental maupun tubuh. Jangan banyak berpikir untuk hal yang tidak perlu dipikirkan. Jangan juga berpikir bahwa dirimu tidak berharga. Mulailah berpikir ringan dan selalu positif.
  4. Konsultasi dengan orang yang tepat. Terkadang berbagi masalah dengan seseorang bisa membuat beban yang ditanggung berkurang. Karena seseorang butuh pendengar dan pemberi masukan yang tepat saat dirinya
  5. Perbanyak bersyukur. Kunci utama untuk mengatasi insecure adalah bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, berarti kita bisa menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, dan menghargai sekitar kita. Bersyukur mungkin sering kali menjadi suatu hal yang sulit. Namun kenyataannya bersyukur itu adalah hal yang paling
Perasaan insecure adalah hal yang wajar, jika masih dalam keadaan taraf yang normal.  Sebaliknya  insecure bisa menjadi masalah yang serius jika sampai berlebihan. Jika insecure tersebut tidak segera diatasi,  akan berdampak pada aktivitas sehari-hari bahkan sampai kesehatan mental. Jangan terlalu fokus pada hal yang tidak memberikan nilai positif dalam diri. Biarkan rasa insecure hinggap sesaat kemudian hilangkan dengan kepercayaan diri kita,  lalu fokus dengan apa yang kita capai kembali. Penulis: Editor  : Elvira Amri Saida

October 16, 2020 perspnm
Omnibus Law Cipta Kerja Picu Pro Kontra Rakyat Indonesia Kala Pandemi

Omnibus Law atau biasa disebut undang-undang sapu jagat merupakan istilah untuk menyebut suatu undang-undang yang bersentuhan dengan berbagai macam topik, yang dimaksudkan untuk mengamandemen, memangkas, dan atau mencabut sejumlah undang-undang lain. Artinya, Omnibus Law merupakan metode atau konsep pembuatan regulasi yang menggabungkan beberapa aturan yang substansi pengaturannya berbeda menjadi satu peraturan dalam satu payung hukum. Konsep Omnibus Law atau juga dikenal dengan Omnibus Bill, umumnya digunakan  di negara yang menganut sistem Common Law, seperti Amerika Serikat. Konsep Omnibus Law ini pertama kali diungkapkan oleh Bapak Joko Widodo setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia  pada hari Minggu, 20 Oktober 2019.  Dalam pidatonya Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Yaitu, UU Cipta Lapangan Pekerjaan dan UU Pemberdayaan UMKM, dimana masing-masing UU itu akan menjadi Omnibus Law. Konsep Omnibus Law yang dikemukakan oleh  Presiden Joko Widodo berkaitan dengan bidang kerja pemerintah di sektor ekonomi. Pada Januari 2020, ada dua Omnibus Law yang diajukan pemerintah, yaitu Cipta Kerja dan Perpajakan. Secara keseluruhan, ada 11 kluster yang menjadi pembahasan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja, yaitu:

  1. Penyerderhanaan perizinan
  2. Persyaratan investasi
  3. Ketenagakerjaan
  4. Pengadaan lahan
  5. Kemudahan berusaha
  6. Dukungan riset dan inovasi
  7. Administrasi pemerintahan
  8. Pengenaan sanksi
  9. Kemudahan pemberdayaan dan perlindungan UMKM
  10. Investasi dan proyek pemerintah
  11. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Setelah disahkannya Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Pro dan kontra terkait pengesahan ini terus tumbuh. Beragam aksi penolakan masyarakat mulai dari media sosial hingga unjuk rasa di sebagian wilayah dilakukan. Ada kekhawatiran dan sejumlah kalangan mengkritik pembentukan Omnibus Law Cipta Kerja dengan berbagai alasan dan argumentasi. Ketua Umum Pers G-Plasma, Murni Febri memberi tanggapan, “Kurangnya edukasi dari pemerintah dan sosialisasi mengenai UU Cipta Kerja dan harapannya pemerintah mampu memberikan terobosan baru terkait pembahasan UU Cipta Kerja agar pandangan masyarakat lebih terbuka.” Proses pembahasan UU Cipta Kerja sejak awal terkesan mengabaikan ruang demokrasi dan dilakukan secara tergesa-gesa. Ada tiga alasan yang mendasari pernyataan itu, pertama RUU Cipta Kerja dibahas pada masa resesi dan di luar jam kerja. Kedua, draf UU dan risalah rapat tidak pernah disampaikan ke publik. Ketiga, tidak ada mekanisme pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak dalam rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja. Kemudian mengenai perkembangan permasalahannya, UU Omnibus Law ini sebenarnya solusi baru atau masalah baru? Ini merupakan dua hal yang menarik. Jika UU nanti menjadi solusi, berarti benar apa yang dikatakan pemerintah, mengenai tersedianya lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya. Dan jika nantinya UU itu menjadi masalah, berarti benar adanya dengan isu-isu yang beredar sekarang terkait pasal yang multitafsir. Sehingga diisukan dapat merugikan terutama hak-hak kaum buruh. Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia pada Jumat 9 Oktober 2020, telah mengonfirmasi berita-berita tidak benar yang beredar di masyarakat terkait UU Cipta Kerja. Dalam live streaming yang bisa diakses melalui YouTube dan Instagram ini menegaskan, terdapat 11 kluster yang akan dilakukan perubahan. Beliau juga menjelaskan penyebab adanya unjuk rasa terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dikarenakan disinformasi berita-berita hoax seperti penghapusan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) serta perhitungan upah per jam. Dalam kenyataannya hal itu tidak benar, tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang. Upah dapat dihitung berdasarkan waktu dan hasil kerja. Namun sayangnya, menurut Satriya Surya selaku Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun, pemberian video klarifikasi ini memiliki rentang waktu yang terkesan lama dilihat dari banyaknya demonstran yang telah turun ke jalan. Seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu sebelum UU tersebut disahkan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan atau bahkan merugikan. Selain itu tujuan dari ditetapkannya Undang-Undang Cipta Kerja disebutkan bahwa untuk menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi pencari kerja dan pengangguran. Beliau melalui video ini juga mengatakan tujuan lainnya adalah memudahkan masyarakat khususnya usaha mikro (kecil) untuk membuka usaha baru. Presedur dan regulasi yang tumpang tindih dan rumit dipangkas. Perizinan usaha untuk UMK tidak diperlukan lagi, hanya pedaftaran saja sangat simple. Kedepannya Undang-Undang ini banyak memerlukan Peraturan Pemerintah (PP) dan Perturan Presiden (Perpres) yang nantinya akan muncul. Dalam jangka waktu tiga bulan, pihak pemerintah mengundang seluruh perwakilan daerah untuk mengajukan aspirasinya. Apabila masih terdapat ketidaksetujuan, dipersilakan untuk melakukan uji materi (yudisial review) melalui Mahkamah Konstitusi sebagai prosedur yang telah ditetapkan. Penulis : Afriza, Dela, Yuniar. Editor  : Elvira

IMG-20201016-WA0008
October 10, 2020 perspnm
Mahasiswa Rentan Stress Akibat Covid-19

0001-11889093580_20201010_112748_0000

Mahasiswa Rentan Stres akibat Covid-19? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Setiap manusia pasti memiliki keluhan dalam hidupnya. Tidak terkecuali pada kelompok mahasiswa. Terkadang, mahasiswa mengaku bahwa mereka pernah atau bahkan sering mengalami stres. Pada masa pandemi Covid-19 ini, mahasiswa sebagai salah satu individu yang jumlahnya paling banyak di institusi pendidikan tentunya sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Sistem pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka baik di lingkungan kampus ataupun lahan praktik berubah menjadi daring. Perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi sistem daring menyebabkan mahasiswa menjadi stres. Kira-kira apa yang membuat mereka stres dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Tugas Perkuliahan. Tugas yang diberikan ketika kuliah daring lebih banyak dibandingkan kuliah tatap muka. Banyaknya tugas yang diberikan dalam jangka waktu yang singkat dan ketidaksesuaian jadwal kuliah daring, membuat mahasiswa merasa tertekan dan malas untuk mengerjakannya. Mahasiswa tidak bisa mengendalikan emosinya saat mengerjakan banyak tugas dengan deadline yang mepet. Ditambah lagi dengan kurangnya konsentrasi karena kondisi rumah yang tidak kondusif. Hal ini mengakibatkan mahasiswa menjadi mudah marah dan berakibat stres.

2. Proses Pembelajaran Daring yang Mulai Membosankan. Perubahan sistem perkuliahan dari tatap muka menjadi kuliah daring yang tidak efisien, membuat mahasiswa merasa cemas akan kurangnya ilmu yang didapatkan pada suatu mata kuliah. Mahasiswa merasa kurang paham saat melakukan diskusi dalam kuliah daring, karena lebih rentan untuk terjadi kesalahpahaman baik dengan dosen maupun antar mahasiswa. Tuntutan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang luas dengan waktu yang terbatas dapat menyebabkan stres bagi mahasiswa.

3. Tidak Dapat Mengaplikasikan Pembelajaran Praktik Laboratorium karena Ketidaktersediaan Alat. Praktek laboratorium merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan seluruh teori yang didapat di kelas, sebelum mengaplikasikannya ke dalam suatu tatanan yang nyata. Ketidakmampuan melaksanakan praktik laboratorium dapat menyebabkan mahasiswa stres, karena kegiatan ini merupakan tindakan awal sebelum mahasiswa terjun langsung ke lapangan.

Lalu, bagaimana sih cara mengatasi stres akibat faktor-faktor di atas? Menurut Gunarya dkk (2011), dalam mencegah stres akan kehidupan kampus dapat menggunakan strategi yang disingkat dengan 'STRESS', namun dengan akronim yang berbeda. Kepanjangan dari STRESS yaitu Study Skills, Tempo Time Management, Rest, Eating and Exercise, Self Talk dan Social Support. 1. Study Skills (Keterampilan Belajar) Dalam menjalani kehidupan perkuliahan ada banyak hal yang perlu dipelajari, diketahui, dan diikuti. Namun, dalam waktu yang terbatas pula. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa perlu memiliki skill belajar yang sesuai dengan diri mereka masingmasing sehingga mampu belajar dengan efektif dan efisien dalam menggunakan sumber daya yang ada. 2. Time Management (Manajemen Waktu) Mahasiswa mampu mengatur waktu yang ada, sehingga apa yang dilaksanakan dapat tepat waktu dan sasaran. 3. Rest (Istirahat) Tubuh kita bekerja sesuai dengan pengaturan yang sudah ditentukan. Hal ini berarti setiap orang memerlukan istirahat atau jeda terlebih dahulu sebelum mulai beraktivitas kembali. 4. Eating and Exercise (Makan dan Olahraga) Tubuh kita memerlukan asupan yang seimbang dan latihan atau olahraga yang memadai agar dapat bugar kembali. Saat ini stres memang dianggap sebagai hal yang wajar, karena tidak sedikit orang yang merasa terbebani akan tanggung jawab kehidupan menjadi seorang mahasiswa. Namun, jika ada cara untuk mencegah dan mengurangi stres, mengapa kita tidak mencobanya? Selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, mengapa kita tidak mencoba untuk menjaganya? Serumit apapun kehidupan yang sedang dijalani hari ini, manusia yang mampu bertahanlah yang akan menjadi pemenangnya. Tetap semangat menjalani kehidupan, karena seberat apapun beban yang sedang ditanggung. Yakinlah bahwa kita akan mampu melewati ini semua.

Penulis: Divisi Editor (Kistia Meilani Sanda, Rima Maulidya Pramesti) Editor: Dany Sekty A

Divisi Kominfo
October 3, 2020 perspnm
Ini Kendala Belajar Daring dan Cara Simple Tingkatkan Kosentrasi Saat Kelas Online

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh masyarakat dunia, berpengaruh terhadap perilaku kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Dampak yang luar biasa ini menciptakan tatanan baru pola kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Contohnya pada bidang pendidikan, pembelajaran yang semula dilakukan secara langsung dengan bertatap muka kini harus dilakukan jarak jauh untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara online membuat banyak sekali perubahan, baik dari segi metode pembelajaran maupun dari segi penilaian. Hal itu tentunya memiliki banyak kendala yang dialami oleh guru maupun siswanya. Selama menjalani proses pembelajaran jarak jauh, banyak para siswa yang mengalami kesulitan ketika melakukan pembelajaran secara online. Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang dihadapi selama pembelajaran secara daring.

  1. Akses Internet Sering Bermasalah
Akses internet merupakan salah satu kendala yang cukup banyak dialami bagi para siswa ketika melakukan pembelajaran secara online. Salah satu faktornya adalah ketersediaan sinyal yang kurang bagus di berbagai daerah. Banyak pelajar yang terganggu akibat tidak fokus mengikuti pembelajaran karena sinyal yang buruk. Selain itu kuota internet juga menjadi sumber masalah berikutnya, di mana jika tidak menggunakan wi-fi di rumah, maka harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli kuota internet. Pembelian kuota internet memiliki kendala apabila orang tua sedang kesusahan akibat keadaan ekonomi yang saat ini juga sedang tidak stabil.  
  1. Sulit Memahami Materi yang Disampaikan Pengajar
Akibat akses internet yang terbatas, maka proses pembelajaran pun menjadi terganggu, sehingga pemahaman pelajar terhadap materi pun mengalami kesulitan. Jika dalam belajar secara tatap muka langsung saja masih kesulitan, apalagi jika belajar yang dilakukan dengan sistem online. Maka dari itu, kita harus inisiatif belajar mandiri dan juga mencari sumber-sumber lain di internet untuk menambah pemahaman terhadap materi yang diajarkan.  
  1. Timbulnya Rasa Malas dan Sulit Berkonsentrasi
Belajar secara online justru malah menambah rasa malas dan juga sulit untuk berkonsentrasi bagi para pelajar. Selain karena sudah pusing dengan tugas-tugas yang diberikan, para pelajar juga menjadi lebih banyak waktu untuk bermain gawai sehingga terdapat banyak hal yang mengalihkan fokus. Seperti bermain game, membuka instagram, twitter, youtube, dan media social (medsos) lainnya dibandingkan dengan belajar. Dari kegiatan inilah muncul rasa malas yang sangat susah untuk dilawan juga sulitnya berkonsentrasi saat belajar. Apalgi jika guru yang hanya memberikan banyak tugas, malah membuat siswa semakin bosan dan stres ketika belajar.       Pembelajaran secara daring juga mempunyai nilai positif dan negatifnya. Meskipun metodenya cenderung lebih fleksibel, banyak pula yang mengeluh bahwa pembelajaran secara daring ini kurang efektif dibandingkan pembelajaran secara langsung di kelas.“Di kutip dari kumparan.com, 2/10/2020.”   Namun, suka atau tidak suka, metode perkuliahan daring jadi opsi terbaik yang ada saat pandemi ini. Maka dari itu, penting untuk tetap menjaga konsentrasi selama pembelajaran secara daring. Untuk meningkatkan konsentrasi kita ketika pembelajaran secara daring, kamu bisa meniru cara-cara sederhana di bawah ini.  
  1. Carilah Tempat yang Nyaman
Tempat yang nyaman merupakan salah satu kunci agar belajar tetap fokus. Kamu bisa mencari tempat seperti sudut rumah yang nyaman untuk belajar. Kamu juga bisa mendekor area meja belajar sekreatif mungkin untuk menambah semangat belajar kamu.  
  1. Log Out dari Semua Media Sosial yang Kamu Punya
     Siapa sih yang gak suka main media sosial? Gak heran kalau medsos sering banget bikin kita gagal fokus saat belajar. Nah, supaya gak hilang fokus gara-gara muncul notifikasi-notifikasi dari medsos yang menggoda banget buat dibuka, log out semua medsos biar hidup kamu lebih simpel sejenak.  
  1. Buatlah Catatan Selama Pembelajaran Berlangsung
Mencatat adalah metode terbaik untuk menjaga konsentrasi kita saat belajar. Dengan mencatat, kita cenderung akan menaruh perhatian penuh pada materi yang sedang dijelaskan dosen. Selain membantu kamu untuk menjadi lebih fokus, mencatat juga membantu meningkatkan daya ingat, lho. Jadi, yuk, jangan lupa dicatet, ya!  
  1. Jeda yang Cukup Untuk Ikut Kelas Berikutnya
Mengamati pembelajaran dari rumah bukan berarti gak butuh istirahat. Kasih diri kamu waktu untuk beristirahat dan menenangkan pikiran sebelum lanjut ke kelas berikutnya. Ini penting karena selain untuk kesehatan mata, juga untuk membuat badan kita kembali segar dan siap untuk diajak fokus lagi mengikuti pembelajaran selanjutnya.  
  1. Kelola Waktu Dengan Baik
Atur waktu belajar agar tidak mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan tugas. Biasakan fokus dan mengerjakan tugas di awal waktu agar tugas cepat selesai dan tidak menumpuk. “Di kutip dari sindonews.com, 2/10/2020.” Nama: Lia & Shinta Editor: Aprilia Rista

September 27, 2020 perspnm
PNM Selenggarakan Wisuda Ahli Madya XV Tahun Akademik 2019-2020 secara Virtual dan Daring

Pada hari Sabtu, 26 September 2020 telah diselenggarakan Rapat Terbuka Senat Politeknik Negeri Madiun, Wisuda Ahli Madya XV Tahun Akademik 2019-2020. Dikarenakan adanya pandemi virus Covid-19, wisuda tahun ini diselenggarakan secara daring atau online yang bertempat di Kampus I Politeknik Negeri Madiun, Jalan Serayu, Kota Madiun dalam via daring melalui aplikasi Zoom serta disiarkan secara langsung di kanal Youtube resmi BAAK PNM. Acara tersebut dimulai tepat pukul 07.30 WIB yang dihadiri oleh wisudawan/wisudawati dan para orang tua peraih tiga besar tiap prodi. Sedangkan wisudawan/wisudawati lainya tetap mengikuti serangkaian acara melalui Zoom. Secara keseluruhan wisudawan Politeknik Negeri Madiun tahun 2020 diikuti sebanyak 472 orang. Adapun sebagai tamu kehormatan, acara tersebut dihadiri oleh Walikota Madiun Drs. H. Maidi SH., M.M., Mpd, Direktur Jendral Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Wikan Sakarito STM.,Sc.,ph,.A, dan tentu saja  Direktur Politeknik Negeri Madiun M. Fajar Subkhan, S.T., M.T. beserta jajaran direksi Politeknik Negeri Madiun. Acara ini dibuka dengan khidmat dan dengan pelaksanaan wisuda oleh para perwakilan wisudawan/wisudawati peraih tiga nilai terbaik dan perwakilan, yang diikuti dengan pemindahan tali toga seluruh wisudawan/wisudawati via zoom. Dengan pelaksanaan wisuda ini seluruh mahasiswa PNM semester 6 telah resmi menyandang gelar Ahli Madya lulusan Diploma III. Walaupun sebagian besar wisudawan mengikutinya secara daring, nampak banyak orang tua yang juga mengikuti serangkaian proses wisuda di samping putra-putrinya. Saat pemindahan kuncir tali toga, para orang tua yang melakukan prosesi tersebut sebagai perwakilan dari direktur Politeknik Negeri Madiun. Ini merupakan pemandangan yang mengharukan, bagi sebagian orang. Acara wisuda tahun ini memang dilakukan lebih sederhana, akan tetapi pelaksanaanya juga lebih kompleks. Karena adanya pandemi, hanya dihadirkan perwakilan mahasiswa tiap prodi dengan tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan. Para peserta yang hadir dihimbau tetap berjaga jarak satu meter, selalu menggunakan masker, face shield, serta memakai hand sanitizer. Keperluan wisuda seperti toga dan lainya sudah diserahkan melalui proses pengiriman sebelum acara wisuda dilaksanakan. Dalam sambutannya, Bapak M. Fajar Subkhan mengutarakan harapannya terhadap kegiatan wisuda tahun ini. Meskipun wisuda hanya diwakilkan oleh beberapa wisudawan/wisudawati, beliau berharap wisuda tahun ini memiliki arti yang sama seperti acara wisuda di tahun-tahun sebelumnya. Beliau juga memberikan beberapa saran kepada wisudawan/wisudawati Tahun Ajaran 2019-2020, “Pandai-pandailah anda beradaptasi dan menyesuaikan diri terhadap keadaan ini, jangan pernah pesimis dan tetaplah optimis untuk menerima musibah ini, untuk mencari jalan keluar dan solusi. Jadilah generasi muda yang tangguh, ulet, kuat jiwa & raga dalam mencapai karir".

20200926102609_IMG_2199-min
PicsArt_09-25-09.58.12
September 27, 2020 perspnm
Yuk Cari Tahu Istilah- Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Madiun!

Dunia perkuliahan menjadi dunia baru bagi anak SMA yang memasuki bangku kuliah. Sebagai mahasiswa baru ada istilah-istilah yang harus dipahami, agar bisa mempermudah urusan di dunia perkuliahan. Politeknik dan Universitas mempunyai beberapa penyebutan istilah yang berbeda. Sebagai Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun, sebaiknya wajib tahu istilah-istilah tersebut. Berikut ini beberapa istilah yang harus diingat-ingat oleh mahasiswa baru:

  1. Direktur merupakan sebutan untuk pimpinan tertinggi di Politeknik Negeri Madiun.
  2. Wakil Direktur (Wadir) merupakan jabatan yang berada di bawah direktur.
  3. Kaprodi merupakan sebutan untuk kepala jurusan di suatu Progam Studi.
  4. Dosbing (Dosen Pembimbing) merupakan dosen yang akan membantu kita dalam bimbingan Laporan atau tugas akhir.
  5. DPA (Dewan Perwakilan Mahasiswa) merupakan sebutan untuk dosen pembimbing kita selama masa kuliah di Politeknik Negeri Madiun.
Selain itu sama seperti siklus di SMA, setiap akhir semester mahasiswa Politeknik Negeri Madiun akan mendapatkan laporan nilai selama enam bulan masa pembelajaran. Nilai ini nantinya akan menjadi evaluasi belajar kita di semester depan. Berikut ini adalah istilah-istilah laporan nilai dalam Politeknik Negeri Madiun.
  1. KRS (Kartu Rencana Studi) yaitu kartu berisi progam studi yang akan kalian ampu selama satu semester kedepan.
  2. IP (Indeks Prestasi) yaitu nilai kamu selama 1 semester kuliah di Politeknik Negeri Madiun.
  3. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yaitu rata-rata atau akumulasi dari nilai IP yang diperoleh.
Selain pendidikan akademis, penting juga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan leadership, hal ini penting loh untuk bekal nanti di dunia kerja. Hal yang harus kamu lakukan adalah menjadi bagian dari organisasi kampus. Tetapi sebelum bergabung dengan organisasi yang ada di kampus, kamu wajib tahu istilah organisasi yang ada di Politeknik Negeri Madiun. Istilah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), adalah organisasi yang bertugas untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa.
  2. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), merupakan organisasi setingkat OSIS di jenjang Universitas atau Politeknik.
  3. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yaitu organisasi mahasiswa yang mencakup satu jurusan dan terdiri dari beberapa program studi.
  4. Himpunan Mahasiswa (Hima) merupakan organisasi mahasiswa yang lingkupnya adalah per prodi.
  5. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah kegiatan ekstrakurikuler kampus yang mempunyai struktur organisasi sendiri.
Nama: Editor: Dita Fajarothul