Latest Blog Posts

November 27, 2021 perspnm
Kaleidoskop 2021 : antara Pandemi dan Prestasi

Pers G-Plasma, Tak terasa, kita hampir berada di penghujung tahun 2021. Banyak hal yang telah terjadi selama tahun 2021 ini. Apa sajakah itu? Mari kita simak ulasannya.

  1. Kasus Pandemi di Indonesia
    Pada Januari, kasus virus corona di Indonesia tercatat terus mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus positif, kasus pasien sembuh, maupun kasus meninggal dunia. Untuk pertama kalinya juga, Indonesia mencapai satu juta kasus, terhitung sejak kasus pertamanya pada Maret tahun lalu.
    Sayangnya, lonjakan tersebut belum mendapatkan penanganan yang tepat. Sampai bulan Juni, kasus terjangkit mencapai dua kali lipat. Namun saat ini, penambahan kasus dapat ditekan dengan baik berkat kerja sama dari semua pihak.
  2. Olimpiade Tokyo 2020
    Tahun ini, Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang olahraga terbesar yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali tersebut. Semula, ajang ini dijadwalkan terselenggara pada tanggal 24 Juli 2020 s.d. 9 Agustus 2020. Namun pada Maret 2020, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan untuk menunda olimpiade selama setahun karena pandemi. Olimpiade Tokyo 2020 akhirnya diadakan pada tanggal 23 Juli 2021 s.d. 8 Agustus 2021.
    Pada olimpiade tahun ini, Indonesia mengirimkan 28 atlet yang bertanding di delapan cabang olahraga. Delapan cabang tersebut di antaranya atletik, panahan, rowing, menembak, bulu tangkis, angkat besi, renang, dan selancar. Melansir olympics.com, hingga usainya acara, kontingen Indonesia dipastikan finis di posisi ke-55 pada klasemen perolehan medali dengan perolehan satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.
  3. Pekan Olahraga Nasional XX
    Selain turut serta dalam ajang olimpiade, Indonesia juga sukses mengadakan ajang olahraganya sendiri tahun ini, yaitu PON XX. Ajang empat tahunan ini diselenggarakan di Papua pada 2 hingga 15 Oktober 2021 di Papua untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Sama halnya Olimpiade Tokyo 2020, Pekan Olahraga Nasional XX harusnya diadakan tahun lalu, tetapi harus diundur dengan alasan yang sama.
    Berlangsung meriah, acara ini diawali dengan penyambutan kedatangan Presiden Joko Widodo dengan tarian selamat datang dan suguhan musik dari sejumlah seniman. Kegiatan berlanjut dengan defile para atlet dan ofisial dari 34 provinsi. Acara ditutup dengan pidato dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan dilanjut penampilan berbagai bintang tamu artis-artis papan atas Tanah Air. Paparan diatas adalah beberapa hal besar dari sekian banyak yang terjadi di Indonesia. Memang banyak kabar buruk yang terjadi selama tahun 2021. Namun, tidak sedikit juga kabar baik yang terjadi. Mari kita isi sisa tahun 2021 ini dengan lebih banyak hal baik. Semoga tahun depan dipenuhi dengan hal-hal baik.

Penulis: Divisi Editor
Editor: Winda Eka R.

November 21, 2021 perspnm
Psikologis Terguncang akibat Pinjaman Online

Pers G-Plasma, Maraknya berita mengenai korban pinjaman online yang mengalami gangguan psikologis hingga berujung bunuh diri terus menjadi perhatian di tengah pandemi. Kasus pria bunuh diri dengan cara melompat dari rooftop mall di Bekasi dan kasus pegawai bank gantung diri di Bojonegoro merupakan contoh nyata akibat pinjaman online. Memang, tidak ada yang salah jika seseorang meminjam dana secara online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, masalah akan muncul ketika peminjam tidak mampu melunasi hutangnya. 

Teror, ancaman, bahkan tindakan mempermalukan peminjam di media sosial oleh debt collector dalam menagih uang bukanlah hal remeh. Tindakan ini dapat mengakibatkan gangguan psikologis bagi para peminjam. Perasaaan takut, gelisah, dan stres terus menghantui diri, bahkan sampai kehilangan akal sehat dan berujung melakukan bunuh diri.

Tak dapat dipungkiri, kesulitan ekonomi akibat dampak pandemi menjadi salah satu alasan mereka untuk meminjam uang secara online. Hal tersebut turut didukung dengan mudahnya mengurus persyaratan pinjaman online. Artinya, peminjam dapat menggunakan dana tersebut dengan cepat pula. Namun sayang, masih banyak peminjam yang tidak sadar tentang bahaya apa yang mengancam setelahnya.

Berkaca pada permasalahan di atas, masyarakat Indonesia masih terbilang awam tentang kesehatan mental. Kesehatan mental kerap dianggap hal yang buruk bahkan tabu bagi beberapa orang. “Orang yang mempunyai gangguan mental adalah orang gila atau kerasukan dan jauh dari Tuhan.” Itulah anggapan sebagian masyarakat umum..

Dikutip dari thejakartapost.com, Psikolog klinik Annelia Sari Sani mengatakan bahwa penting untuk terus-menerus mendidik orang-orang di Indonesia tentang kesehatan mental. Tanpa kontribusi dari seluruh kalangan permasalahan tersebut tidak akan terselesaikan. 

Menurut penulis, pinjaman online dapat memengaruhi kesehatan mental peminjamnya. Lembaga finansial sepatutnya tidak asal menagih tanpa memikirkan psikologis peminjamnya. Di sisi lain setelah munculnya kasus-kasus ini, masyarakat diharapkan bisa memperoleh pelajaran ketika ingin meminjam uang secara online. Jika dirasa tidak sanggup melunasi, lebih baik diurungkan.

Selain itu, perlu adanya peran dari pemerintah. Tidak hanya memberikan edukasi semata, pemerintah juga perlu memikirkan solusi untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang sulit akibat pandemi. Dengan begitu, kasus-kasus di atas mampu ditekan. Sementara itu sebagai masyarakat, kita bisa membantu dengan saling perhatian dengan orang-orang di sekitar kita.

Penulis : Ardhanti Surya

Editor  : Shindy Dwi Rahmawati

November 20, 2021 perspnm
Meriah, Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (KM PNM) Rayakan Hari Jadi ke-3

Pers G-Plasma, Pada 20 November 2021, BEM Politeknik Negeri Madiun sukses gelar acara Anniversary ke-3 Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (KM PNM). Acara tersebut dilaksanakan secara luring di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun dan daring melalui Zoom Cloud Meeting. Untuk dapat menyaksikan acara ini, panitia juga menyediakan siaran langsung di kanal YouTube resmi BEM PNM. Meskipun juga berlangsung secara luring, acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hanya dihadiri oleh beberapa perwakilan dari ormawa maupun UKM.

Acara ini dibuka oleh Bapak Priyanto, S.Pd., M.Si. Pada sambutannya, beliau mengaku bahwa beliau bangga atas semua pencapaian dan prestasi yang telah diraih mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Madiun. Selain itu, beliau berpesan agar mahasiswa dan mahasiswi dapat menjaga dan mempererat tali silaturahmi, saling berkomunikasi, berkontribusi, serta saling mendukung apa pun untuk kemajuan Politeknik Negeri Madiun.

Acara pun berlanjut dengan penampilan dari beberapa UKM. Penampilan tersebut dibuka oleh UKM IPSI, lalu UKM Tari yang menampilakan sebuah tarian khas Madiun, yaitu tarian Beksan Parisuko, dan ditutup oleh UKM Music Musican yang turut memeriahkan acara ini dengan membawakan beberapa lagu.

Pada puncak acara, Kemendagri BEM PNM memberikan beberapa penghargaan kepada ormawa dan juga UKM terpilih. Penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada ormawa serta UKM yang ada di Politeknik Negeri Madiun.

Penulis             : Octavia Kusuma N.

Editor              : Lintang Cahyani

October 30, 2021 perspnm
Tak Hanya Menambah Wawasan, Membaca Dapat Tingkatkan Fokus Lho!

Pers G-Plasma, Membaca merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang. Perlu kalian ketahui, ada banyak manfaat dari membaca, khususnya bagi kalian para mahasiswa. Berikut beberapa manfaat membaca sebagaimana dilansir dari laman penerbitbukudeepublish.com.

  1. Menambah Ilmu dan Wawasan
    Hal ini pasti sudah tidak asing bukan? Sebagai mahasiswa, pastinya kita juga kerap dianjurkan dosen untuk rajin membaca. Singkat kata, membaca sudah menjadi keharusan karena syarat pertama untuk menguasai ilmu pengetahuan adalah dengan membaca. Untuk itu, penting bagi kita untuk menumbuhkan kebiasaan membaca bacaan apa pun, seperti media massa, jurnal, ebook, dan situs-situs daring kredibel yang menyajikan beragam pengetahuan dan informasi.
  2. Meningkatkan Kecerdasan Intelektual dan Emosional
    Mungkin tak banyak dari kita yang mengetahui ini. Selain meningkatkan kecerdasan intelektual ‘kemampuan seseorang dalam menggunakan nalar, logika, bahasa, hingga pemecahan masalah’, membaca dapat meningkatkan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Kecerdasan ini berhubungan dengan bagaimana seseorang menerima, memahami, dan mengendalikan emosi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
  3. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus
    Ketika membaca, otak akan terangsang untuk berpikir secara sistematis. Kita akan berusaha menemukan jalan informasi yang tertulis di sebuah buku, jurnal, koran, atau portal berita. Agar memahami apa yang dimaksud dan menemukan pesan yang terkandung, kita harus mengerahkan pikiran pada apa yang dibaca. Nah, proses inilah yang mendorong kita untuk konsentrasi dan fokus. Dengan rutin membaca, secara otomatis kemampuan konsentrasi dan fokus semakin meningkat
  4. Meningkatkan Ingatan
    Membaca dapat meningkatkan kemampuan mengingat kita. Saat membaca, kita akan menemukan informasi dan detail-detail lainnya dalam tulisan. Otak akan merekam apa yang kita dapatkan. Hal ini juga memicu ingatan jangka pendek yang membantu kita mengingat memori. Hal ini karena setiap memori baru selalu menguatkan memori yang sudah ada.
  5. Menambah Kosa Kata dan Mempertajam Kemampuan Menulis
    Semakin banyak kita membaca, maka semakin banyak pula perbendaharaan kata yang kita miliki. Ketika membaca, kita akan menemukan kosakata yang mungkin belum pernah kita temui. Dengan begitu, artinya kita juga memiliki banyak pilihan kata dalam otak kita. Hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kemampuan menulis kita.
  6. Meningkatkan Kemampuan Analisis
    Telah ditekankan bahwa membaca dapat meningkatkan kemampuan otak. Kegiatan membaca membuat otak kita memproses dan mengelola informasi yang ditemukan, menemukan keterkaitan setiap informasi, dan mencari pemecahan masalah. Hal tersebut secara tidak langsung akan mengasah kemampuan analisis kita.

Penulis: Divisi Litbang
Editor: Rima Maulidya Pramesti

October 16, 2021 perspnm
Gigih dan Berani! Berikut Beberapa Tokoh Pahlawan Jurnalistik Perempuan Indonesia

Pers G-Plasma, Masih banyak orang yang belum tahu, kalau ternyata ada peran besar para perempuan hebat yang menggunakan pikiran dan penanya sebagai senjata untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya dalam bidang jurnalistik, mereka juga senantiasa berjuang untuk mendorong lahirnya emansipasi perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia. Penasaran siapa sajakah mereka? Yuk, simak bersama beberapa tokoh jurnalis perempuan Indonesia yang dilansir dari sindonews.com.

  1. Rohana Kudus

Rohana Kudus adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia sekaligus pendiri surat kabar “Soenting Melajoe” di tahun 1912. Melalui tulisannya, beliau kerap mengkritik praktik manipulasi yang menjebak para buruh perempuan ke dunia prostitusi. Tidak hanya itu, beliau juga berjasa atas pendirian sekolah Kerajinan Amal Setia di Koto Gadang, Sumatera Barat. Pendirian sekolah tersebut di tahun 1912 bertujuan untuk memperluas perjuangan hak-hak perempuan.

  1. S.K. Trimurti

Surastri Karma Trimurti atau akrab disapa S.K. Trimurti merupakan seorang tokoh yang aktif dalam bidang aktivis, jurnalistik, dan advokat kesetaraan gender di Indonesia. Salah satu perjuangannya ialah menolak adanya aturan feudal. Aturan tersebut menganggap berpolitik merupakan hal yang tabu bagi perempuan. Pada usia 21 tahun, S.K. Trimurti diminta Presiden Soekarno untuk menjadi pemimpin redaksi majalah “Pikiran Rakyat”. Berkat perjuangannya, Trimurti berhasil mendapat penghargaan “Trimurti Awards” dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Penghargaan ini diberikan dengan tujuan menghargai karya jurnalis perempuan di Indonesia.

  1. Rasuna Said

Rasuna Said merupakan jurnalis perempuan asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Selain aktif di dunia jurnalistik, beliau juga aktif berkontribusi pada organisasi islam dan gerakan perempuan. Rasuna Said sempat menjadi pemimpin redaksi pada “Majalah Raya” yang merupakan salah satu media perjuangan di daerah asalnya. Selain itu, beliau juga pernah menjadi redaktur pada majalah "Suntiang Nagari". Pada tahun 1935 Rasuna Said memutuskan pendirian majalah mingguan "Menara Poetri". Majalah ini membahas kesetaraan hak perempuan dan juga semangat anti kolonialisme di Indonesia.

  1. Ani Idrus

Ani Idrus adalah salah satu wartawati paling berpengaruh dalam perkembangan jurnalisme di Indonesia. Tumbuh saat berseminya kebangkitan nasional, Ani Idrus ikut berjuang melawan pemerintahan kolonial Hindia Belanda melalui tulisannya. Beliau mulai gemar menulis di umur 12 tahun dan akhirnya mulai bekerja sebagai profesional di umur 14 tahun pada “Majalah Politik Penyendar”. Pada tahun 1938, Ani Idrus sempat mendirikan majalah politik bernama “Seruan Kita” bersama suaminya, H. Mohammad Said. Sayangnya majalah tersebut tidak bertahan lama.

  1. Siti Latifah Herawati Diah

Siti Latifah Herawati Diah atau lebih dikenal sebagai Herawati Diah merupakan jurnalis sekaligus pendiri beberapa media massa, seperti Harian Merdeka, Majalah Keluarga, Majalah Berita Topik, dan surat kabar berbahasa Inggris pertama di Indonesia, yaitu The Indonesian Observer pada 1955. Edisi pertama surat kabar tersebut terbit pada saat Konferensi Asia Afrika di Bandung.
Memiliki ayah seorang dokter tidak membuatnya tertarik untuk mengikuti jejaknya. Dengan dorongan ibunya, Herawati kemudian belajar sosiologi di Barnard College, afiliasi dari Colombia University di New York. Karena latar pendidikannya tersebut, Herawati menjadi satu-satunya wartawati berpendidikan formal pada masanya. Beliau juga aktif membela hak-hak perempuan dan menyuarakan isu kesetaraan gender di Indonesia. Hal ini tercermin dengan pendirian Komnas Perempuan, Lingkar Budaya Indonesia, dan Gerakan Perempuan Sadar Pemilu.
Nah itulah tadi lima tokoh perempuan hebat dalam sejarah jurnalistik Indonesia. Jasa-jasa mereka wajib kita kenang sepanjang masa. Keteguhan serta semangat mereka dalam menulis dan memajukan jurnalistik di Indonesia patut dijadikan motivasi untuk kita sebagai para jurnalis muda.

Penulis: Divisi Reporter
Editor: Rifa’i

October 5, 2021 perspnm
Saring Atlet E-Sport Terbaik, Politeknik Negeri Madiun Selenggarakan Turnamen Game Online

Pers G-Plasma, Minggu, 4 Oktober 2021, Politeknik Negeri Madiun (PNM) telah menyelenggarakan Final Tournament Game Online. Turnamen kali ini berlangsung secara daring dan hanya diikuti oleh mahasiswa PNM.

Turnamen tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan atlet-atlet e-sport menuju turnamen e-sport di kancah nasional. Selama turnamen berlangsung, tidak ada kendala yang serius. Keseluruhan turnamen berjalan dengan baik dan lancar. Awalnya, turnamen ini akan diselenggarakan secara semi luring di mana peserta yang lolos ke babak semifinal akan bertanding di kampus PNM.

Namun, terjadi beberapa kendala terkait jadwal semifinal dan final. Jadwal-jadwal tersebut berbenturan dengan acara wisuda PNM sehingga acara harus berubah menjadi daring. Meskipun begitu, para peserta tampak antusias mengikuti ajang yang terbilang baru dari PNM ini. Sementara itu, penyerahan hadiah tetap dilakukan secara langsung di Memory Coffee.

Melalui ajang ini, Ketua Pelaksana, Widia Indar berharap ke depannya teman-teman PNM dapat lebih antusias lagi dalam mengikuti turnamen ini dengan target peserta bisa tembus 100 tim. Pada kesempatan yang sama, ia menuturkan semoga acara ini bisa terlaksana secara luring ke depannya.

Penulis: Hanisa

Editor: Muktamiroh