Our Services

Latest Blog Posts

IMG-20180826-WA0007
August 26, 2018 perspnm
“Main Petasan” pada PIMNAS 2018

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan salah satu ajang kompetisi yang menjadi tolak ukur dari prestasi penalaran dan kreatifitas mahasiswa di Indonesia yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) . Dimana dalam ajang kompetisi ini akan mempertemukan seluruh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap Perguruan Tinggi terus berupaya agar meraih prestasi dalam PIMNAS. Tak terkecuali Politeknik Negeri Madiun (PNM). 153525958347846 Dalam ajang bergengsi tahun ini, Politeknik Negeri Madiun telah berhasil lolos untuk kedua kalinya dalam Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) sehingga mengantarkannya menuju PIMNAS dengan proposal di bidang PKM KC (Karya Cipta). Tim beruntung ini beranggotakan Liya Yuni Astutik, Diki Mardiantoro, dan Binti Khoirun Na’im. Mereka akan mengikuti PIMNAS 2018 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 28 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang. Berdasarkan keterangan yang didapat dari Liya Yuni Astutik, mereka mengambil judul “Main Petasan” (Sistem Monitoring Laju Cairan Infus dan Pengaturan Jumlah Tetesan). Alasan mereka mengangkat tema dan alat ini disebabkan oleh tingginya penyandang flebitis pada rumah sakit di Indonesia. Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia, penyandang ini sudah mencapai 2.168 jiwa. Flebitis terjadi karena jumlah cairan infus yang masuk ke tubuh pasien tidak sesuai dengan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh pasien. Dengan adanya keaadaan itu, mereka mengusulkan adanya alat kendali laju tetesan infus dengan menggunakan kontroler PID. Alat ini mampu mengatur laju infus secara otomatis yang di monitoring perawat melalui smartphone android. Monitoring antara infus dan smartphone ini menggunakan koneksi bluetooth yang mudah dimengerti dan dipahami oleh perawat. Alat ini juga dapat memudahkan komunikasi pasien dengan perawat yang bertugas. Penelitian ini berlangsung selama 5 bulan, terhitung sejak bulan Februari hingga siap memulai fase trial error pada Juni 2018. Dalam penelitian ini, terdapat 4 proses kerja yakni: Pembacaan adanya tetesan infus yang dilakukan oleh sensor photodioda Mengatur laju tetesan otomatis menggunakan controller PID yang dilakukan oleh motor servo ketika mendapat perintah dari smartphone Pembacaan adanya penyumbatan cairan infus atau berdasarkan ada tidaknya tetesan infus Sistem peringatan dini terhadap cairan infus sebagai salah satu cara antisipasi ketika terjadi penyumbatan dan kehabisan cairan infus pada pasien. Peringatan ini berupa alarm pada smartphone android. Ketika terjadi penyumbatan atau volume kurang dari 10% maka secara otomatis alarm sistem dan alarm smartphone akan berbunyi secara bersamaan. Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya alat ini diharapkan mampu dikenal dan diterima oleh rumah sakit sebagai alat yang aplikatif, mampu memudahkan komunikasi antara pasien dengan perawat yang bertugas, serta mampu menjadi solusi permasalahan flebitis di Indonesia. (G-PLASMA/Mahanani)

August 26, 2018 perspnm
Persembahan Nyata PNM Untuk Bangsa

1535259581494429 G-PLASMA- (17/08/18) Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 Tahun berlangsung tertib dan khidmat. Upacara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen dan staf karyawan dan dilaksanakan di Halaman Kampus 2 Winongo Politeknik Negeri Madiun yang dimulai pada pukul 07.15 WIB. Walaupun tak sedikit mahasiswa yang datang terlambat, upacara tetap berjalan dengan lancar. Upacara yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Politeknik Negeri Madiun diharapkan dapat membuat mahasiswa menjiwai semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Supaya kita sebagai generasi penerus bangsa walaupun tidak merasakan perjuangan para pahlawan yang mengorbankan nyawa, harta benda dan sebagainya. Kita dapat menjiwai semangatnya dengan mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal yang baik.” Ujar Muhammad Fajar Subkhan, S.T.,M.T. Direktur Politeknik Negeri Madiun. 1535259582242185 Sesuai dengan tema pada Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 Tahun yakni “Kerja Kita Prestasi Bangsa” Politeknik Negeri Madiun bertekad meningkatkan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Banyak prestasi yang telah diraih oleh Politeknik Negeri Madiun pada tahun ini sebagai bentuk kerja nyata dalam perannya meningkatkan prestasi bangsa, “Saya tidak hapal betul dengan jumlahnya tapi banyak prestasi yang telah diperoleh baik mahasiswa, dosen dan institusi. Yang saya ingat pada tahun ini banyak sekali program penelitian dari kementerian Ristekdikti yang diperoleh oleh dosen kita. Disamping itu juga dari mahasiswa yang mengikuti PKM memperoleh banyak sekali bahkan lebih dari 10. Yang terakhir di tingkat kota mahasiswa kita juga mampu berprestasi untuk teknologi tepat guna yang jumlah nya sekitar 12 orang. Saya rasa itu prestasi yang cukup membanggakan,” terang M. Fajar Subkhan. “Semoga bisa dipertahankan dan lebih baik lagi kalau bisa ditingkatkan, saya menargetkan bahwa prestasi itu supaya tidak dibidang akademik saja maupun penelitian juga diprestasi yang lain. Kebetulan kedepan ini kita ada event PORSENI kita akan mengirimkan 50 mahasiswa untuk mengikuti berbagai cabang seni dan olahraga.” Tambah beliau ketika ditanya perihal prestasi yang telah dicapai pada tahun ini dan harapan bagi Politeknik Negeri Madiun kedepannnya. Pada Upacara Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kampus 2 Winongo tahun ini, UKM Paduan suara bertindak sebagai tim aubade mempersembahkan beberapa lagu wajib nasional di penghujung upacara. Rasa bangga pun turut dirasakan oleh seluruh petugas upacara karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik. “Pertama kalinya saya menjadi komandan upacara di kampus, saya bangga sekali. Alhamdulillah sukses, walaupun nervous” ujar Shelly Puspa selaku Komandan Upacara. Repoter : Ikka Fotografer : Maya

1535259580497558
PicsArt_08-09-08.28.29
August 9, 2018 perspnm
SUKA DUKA PANITIA PKKMB

G-PLASMA – Tahun ini tepat pada tanggal 29 Juli 2018, Politeknik Negeri Madiun memulai kegiatan tahunan kampus pada umumnya yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus teruntuk Mahasiswa Baru (PKKMB) dan biasanya diiringi dengan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bertempatan di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha dan Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun. Kerja keras dari acara ini sendiri tak luput pula dari peranan para mahasiswa Politeknik Negeri Madiun yang ikut andil dalam upaya berkontribusi pada kampus tercinta dengan bentuk menjadi panitia kegiatan PKKMB yang merupakan perwakilan dari setiap delegasi UKM yang ada di PNM. Apa saja kesan dan pesan yang dialami oleh para mahasiswa yang menjadi panitia tersebut?. Berikut ini adalah wawancara ekslusif G-Plasma dengan Koordinator PKKMB dan salah satu panitia PKKMB. PicsArt_08-09-08.31.09 Afra Mukhsana Aina Feby (Koordinator PKKMB 2018) Perempuan yang mengambil prodi Bahasa Inggris tersebut mengatakan bahwa selama dia menjadi koordinator dia terkadang lelah karena mendapat tugas yang sudah tentu banyak dan itu berimbas pada jam tidurnya yang berkurang. Namun, baginya hal itu seperti alarm tersendiri yang akan menjadikan ia lebih bertanggung jawab. Dan tak lupa menurutnya hal ini akan melatih dia jika seandainya kelak menjadi pemimpin lagi. “Soalnya, kita harus tau gimana caranya kita mengkoordinasi semua panitia biar bekerja semua, biar gak males-malesan,” ujar gadis kelahiran 07 Februari 1998 itu. Dari kegiatan ini, sudah pasti Afra pun memiliki pengalaman yang tak dapat ia lupakan baik untuk pribadi maupun umum saat dirinya menjabat sebagai Koordinator PKKMB tahun ini. Ia berkata bahwa dia sendiri bingung walaupun jam tidurnya kurang namun dia masih diberi kesehatan untuk melancarkan kegiatan ini dan baginya dengan terlaksananya kegiatan ini, Afra merasa lebih dikenal oleh orang banyak dan menjadi lebih mengenal para dosen PNM. Sedangkan pengalaman yang tak terlupakan untuk kalangan umum berdasarkan sumber, ia menuturkan bahwa dia sempat membayangkan bahwa kegiatan 501 tahun ini akan sama dengan ospek 2 tahun yang lalu yang keras, tertib dan disiplin. “Tapi sekarang tahun ini beda, kesannya tidak setinggi ekspetasi. Soalnya ekspetasiku tinggi banget buat 501,” tambahnya. Berdasarkan pendapatnya, suasana PKKMB 2018 sepi dikarenakan tidak adanya inagurasi. Walaupun begitu, tanpa disangka ada inagurasi dadakan yang menjadikan gadis tersebut memiliki kesenangan tersendiri. Afra sendiri berharap untuk seluruh mahasiswa baru tahun ini agar kedepannya lebih disiplin dan memperbaiki prilaku mereka yang sudah baik dapat menjadi semakin lebih baik lagi. Nabella Gressya Putri (Panitia Pendamping PKKMB 2018) Menurut pendapat gadis yang kerap disapa Bella tersebut kesan yang diperoleh selama menjadi panitia pendamping kompi kegiatan PKKMB 2018 yaitu sangat senang karena bisa membantu adik-adik mahasiswa baru agar lebih baik dan lebih disiplin lagi. Perempuan ini menambahkan bahwa ia tidak dapat melupakan pengalamannya saat mendampingi adik-adik mahasiswa baru di setiap kegiatan, saat ada adiknya yang sakit hingga menuju barak tempat para mahasiswa baru beristirahat. Suka duka yang dialami gadis bersuara merdu ini pun sangatlah unik, “Terkadang kita juga kecapekan, lelah mungkin karena kurang konsumsi,” ucapnya sambil tertawa. “Tapi yang jelas lebih ke sukanya karena dari sini kita dapat banyak pengalaman,” imbuhnya lagi. Berbeda dengan Afra, Nabella berkata bahwa suasana PKKMB tahun ini sama saja dengan tahun lalu. Saat ditanya apa harapan buat mahasiswa baru tahun ini, dia berujar agar PKKMB selanjutnya lebih diperketat lagi karena menurutnya adik-adiknya kurang diberi kedisiplinan lagi ketika di Diklatsar (501). Oleh : Indah Ramadhani O. S. Reportase bersama : Danisya Putri dan Irma Alaynaa U.

PicsArt_08-09-08.29.46
August 9, 2018 perspnm
Hari Terakhir PKKMB 2018

Hari Jumat 3 Agustus 2018 menjadi hari terakhir pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Madiun 2018. Kegiatan ini telah berlangsung sejak Minggu, 29 Juli 2018. Rangkaian acara pada hari terakhir dimulai dengan penghijauan, dilanjutkan dengan expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), acara santai, dan diakhiri dengan upacara penutupan. Kegiatan pertama dimulai sekitar pukul 07.20 dengan penghijauan di Kampus 2 Winongo PNM. Para mahasiswa baru melakukan penanaman bibit sejumlah 250 di area samping dan belakang gedung Komputer Akutansi. Pohon yang ditanam yaitu pohon pulai (Alstonia scholaris) atau dikenal dengan nama lokal pule yang terkenal dengan kerindangannya. Acara kemudian berlanjut pada sesi perkenalan seluruh UKM di Politeknik Negeri Madiun, atau biasa disebut Expo UKM. Dibuka dengan perkenalan UKM Pers G-PLASMA dan ditutup dengan perkenalan UKM Pecinta Alam Cakra Manggala. Para anggota UKM berlomba-lomba untuk menarik minat para mahasiswa baru agar bergabung dalam organisasinya dengan menampilkan atraksi menarik selama sesi perkenalan seperti yang dilakukan oleh UKM Tari, Cakra Manggala, dan Pencak Silat . UKM Tari menampilkan kesenian tari tradisional yang dibawakan oleh 4 anggotanya. Pertunjukkan ini disajikan dengan apik dan mengundang decak kagum dari para mahasiswa. UKM Pencak Silat juga unjuk kebolehan dalam seni bela diri yang dilakukan oleh 3 anggota UKM Pencak Silat. Bela diri ini menampilkan trik-trik dan langkah-langkah menggunakan anggota badan serta tongkat dan pedang dalam penjagaan diri. Penampilan dari UKM Pencak Silat ini pun sukses menarik perhatian. Sedangkan UKM Cakra Manggala menunjukkan kehebatannya dalam melakukan rapelling. Aksi ini berupa menurunkan diri menggunakan alat bantu tali yang dilakukan dari lantai 3 menuju hall. Tak kalah dari pertunjukan lain, keterampilan para anggota Cakra Mandala berhasil menutup sesi ini dengan tepuk tangan meriah. Sesi perkenalan UKM berakhir dan dilanjutkan dengan sesi pendaftaran secara langsung di stan masing-masing UKM. Stan ini sudah dipersiapkan dengan baik oleh setiap UKM demi menyambut mahasiswa yang berminat menjadi anggota baru. Seperti yang dijelaskan oleh Sri Ayuni dari UKM Niknema, anggotanya sudah mempersiapkan perlengkapan stan sejak 2 hari sebelum Expo UKM. “Masalahnya tadi itu waktunya agak kecepetan, adek-adek yang mau foto-foto di photo booth jadi nggak bisa. Semoga tahun depan waktunya bisa ditambah.” jawabnya saat ditanya tentang kendala dalam pelaksanaan expo. 36bbb6df-ae28-4aea-8589-3cec9934443f PicsArt_08-09-08.30.32 Expo menjadi acara santai dan akrab bagi para mahasiswa baru maupun panitia. Sekaligus menjadi ajang unjuk gigi bagi salah satu Wakil Direktur Politeknik Negeri Madiun, Prasetyo Yekti Utomo, S.E.,M.M.. Dosen yang akrab disapa Pak Pras itu menunjukkan keahliahnya dalam bermain gitar dan menyanyi. Tak tanggung-tanggung lagu yang dinyanyikan adalah lagu hits milik Virgoun, Surat Cinta Untuk Starla dan beberapa lagu dari Jamrud. Para mahasiswa terlihat sangat menikmati dengan bernyanyi bersama. Bukan hanya Pak Pras, mahasiswa baru juga ikut menyumbangkan lagu untuk sesi santai ini. Memasuki penghujung acara, upacara dilaksanakan untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan Diklatsar dan PKKMB 2018. Dimulai sekitar pukul 16.05, yang bertindak sebagai pembina apel adalah Yosi Afandi, S.Sos. M.A.B. selaku Wakil Direktur 1 PNM. Berbeda dengan tahun sebelumnya, seusai apel seluruh mahasiswa baru berjabat tangan dan saling memohon maaf dengan panitia. Apel berhasil terlaksana dengan tertib dan khidmat, dengan ini resmi sudah para mahasiswa baru menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Madiun angkatan 2018. Reporter : Isna, Dhinar, Arin, Shelly Potografer : Andika

August 9, 2018 perspnm
Selamat Tinggal Yonif Para Raider 501

Rabu 01 Agustus 2018 merupakan hari terakhir mahasiswa baru Politeknik Negeri Madiun (PNM) berada di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) di Yonif Para Raider 501 selama empat hari tiga malam merupakan salah satu acara dari rangkaian kegiatan masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dilangsungkan selama enam hari sejak Minggu, 26 Juli 2018. Pada hari terakhir di 501, banyak hal berbeda dari aktivitas biasanya. Para mahasiswa baru (maba) mengawali hari dengan m empersiapkan diri, mengemasi barang bawaan dan membersihkan barak tempat mereka tinggal selama kegiatan Diklatsar. Pada pukul 5.30 WIB, dengan mengenakan pakaian hitam putih seluruh mahasiswa baru sarapan bersama di Aula AH Simanjuntak. PicsArt_08-09-08.34.51 Setelah sarapan, para maba dikumpulkan di lapangan Yonif 501 untuk melaksanakan apel pagi. Dalam apel ini, diselenggarakan juga perlombaan yel-yel antar kompi yang dimenangkan oleh Kompi 2. Sebagai kenang-kenangan, setelah apel pagi setiap kompi mendapat kesempatan untuk berfoto bersama para pelatih dan kakak pendamping. Setelah sesi foto usai, setiap kompi pergi meninggalkan Yonif 501 menuju kampus 2 Winongo PNM dengan berjalan kaki sementrara seluruh barang bawaan mereka diangkut menggunakan truk. Hani Ribda Azizah (Teknik Komputer Kontrol) dan Damayanti Eka Putri (B. Inggris) mengungkapkan kalau pengalaman berada di Yonif Para Raider 501 merupakan hal yang baru dan menyenangkan. “Menyenangkan berada di sini, kegiatannya yang seru dan baru, bisa punya temen baru dari berbagai prodi,” jelas mereka. Hani juga mengatakan kalau persoalan makan membuatnya tidak betah berada di sana. “Waktu makan harus cepat-cepat, diberi waktu sedikit. Makanya baru 2-3 kali kunyah langsung ditelan dibantu air.” Setelah sampai di kampus 2, para maba dikumpulkan di aula Gedung Administra Bisnis untuk melanjutkan acara PKKMB berikutnya. Di sana, para mahasiswa baru akan dijelaskan materi mengenai sistem pendidikan politeknik yang disampaikan langsung oleh Direktur PNM, M. Fajar Subkhan, S.T., M.T. Selain materi tersebut ada juga berbagai materi lainnya seperti penjelasan mengenai peraturan akademik, organisasi mahasiswa dan UPT Perpustakaan. Dalam paparan materi UPT Perpustakaan, Alief Sutantohadi, S.S., M.Hum. selaku Kepala UPT perpustakaan berpesan agar mahasiswa baru untuk lebih sering ke perpustakaan. “Perpustakaan ibarat jantungnya sebuah perguruan tinggi karena di dalamnya banyak tersimpan ilmu pengetahuan dan informasi yang bisa membantu mahasiswa untuk menambah ilmu dan berkembang.” Sebagai puncak kegiatan, seluruh mahasiswa baru diajak untuk mengenal dan mempelajari cara menyanyikan lagu hymne dan mars PNM. Dipandu oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Blue Shine Choir, seluruh mahasiswa baru dengan semangat menyanyikan hymne dan mars PNM. Tidak ketinggalan, selingan game berupa berpuisi berdasarkan lirik lagu hymne PNM menambah kesemarakan acara. Setelah seluruh kegiatan berakhir, seluruh mahasiswa baru melaksanakan apel sore sebelum kembali ke rumah masing-masing. Setelah dibubarkan, para mahasiswa baru bergegas ke depan gerbang depan Kampus 2 untuk bertemu sanak keluarga mereka yang telah menunggu sejak pukul 15.00 WIB untuk menjemput. Reporter: Alam, Christina, Dian, Mutiara, Jessika Potografer : Maya

d471aac9-db10-49dc-8fbd-8c75d0998625
PicsArt_08-09-08.34.02
August 9, 2018 perspnm
Malam Terakhir di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha

Malam Selasa 31 Juli 2018, merupakan malam terakhir mahasiswa baru Politeknik Negeri Madiun (PNM) melakukan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Pada malam terakhir ini kegiatan mahasiswa baru adalah Pentas Seni (Pensi) yang dilaksanakan setelah makan malam. Acara pensi ini dimulai pada pukul 20.15 malam. Dibuka dengan hiburan awal pensi seperti menyanyikan lagu-lagu dangdut oleh para panitia dan para pelatih. Lalu setelah itu dilanjutkan dengan pensi per Pleton dengan tema kebangsaan yang berdurasi maksimal 10 menit. Pensi antar Pleton ini dibuka dengan penampilan Pleton 1 Kompi 2 yang menyanyikan lagu Bendera dari groupband Coklat dan dilanjutkan dengan menari. Walaupun mayoritas Pleton menampilkan pentas seni berupa bernyanyi, menari, dan membaca puisi, ada juga yang menampilkan drama historis seperti Pleton 2 Kompi 4. Selain itu Pleton 3 Kompi 3 menampilakan tarian Kecak yang berasal dari Pulau Dewata Bali, dan aksi silat dari Pleton 1 Kompi 4. Tidak ingin kalah dengan peserta PKKMB, salah satu pelatih yang mengikuti pentas seni dengan bernyayi. PicsArt_08-09-08.32.45 Para mahasiswa baru sangat terkesan dengn kegiatan mereka selama di Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Seperti yang dikatakan oleh Jihan Triwidi Utami dari Kompi 2 Pleton 1. Mahawiswi jurusan Komputerisasi Akuntansi ini mengungkapkan kegiatan selama di 501 ini sangat seru. “Kegiatannya seru, kita dididik untuk menjadi sosok yang disiplin dan bertanggung jawab agar dimana pun kita berada bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab,”. Ia pun mengungkapkan kegiatan paling berkesan untuknya ialah ketika dihukum oleh para pelatih makan siang di tengah lapangan. Jihan berpesan untuk para pelatih agar lebih sabar ketika mengajari mahasiswa baru, dan teman-teman satu angkatan agar sukses selalu, tidak mudah putus asa untuk mengajar cita-cita. Selain itu ia juga berpesan kepada para kakak pendamping agar tetep semangat dan tidak bosan menghadapi mahasiswa baru. Selain Jihan, M. Rizky Reza Palevi dari Kompi 1 Pleton 4 mengungkapkan bawa kesan awal ketika berada di 501 adalah canggung, namun lama kelamaan jalinan kebersamaannya menjadi lebih erat. Selain itu, apa yang ia dapatkan selama berada di 501 adalah menjadi pribadi yang lebih disiplin, sadar diri, patuh, toleransi menjadi lebih tinggi dan yang terpenting adalah kebersamaan. Ia pun mengatakan kegiatan yang paling berkesan adalah ketika dihukum bersama satu angkatan. “Ketika satu angkatan mahasiswa baru ini dihukum dan senam bersama karena pengalamannya lebih ngena,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih karena telah membatu para mahasiswa menjadi lebih baik lagi. Dan kepada para kakak pendamping, ia sangat menghargai karena sangat baik dan sudah bekerja keras. Serta untuk teman-temannya, ia berpesan agar jalinan pertemanan ini awet hingga lulus kuliah kelak. Reporter : Nita, Yulia, Arin, Irma Potografer : Maya