Latest Blog Posts

August 8, 2020 perspnm
Mengingat Peristiwa pada 8 Agustus 1945

                                   Ada Apa Tanggal Ini? Mengingat Peristiwa pada 8 Agustus 1945

FEED1_compress45 Hallo sahabat Plasmers... Yuk kita ulik dan bahas apasih yang terjadi pada 8 Agustus 1945? Nah jadi pada tanggal ini terjadi dua peristiwa penting yang menorehkan sejarah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Yang pertama yaitu Kekalahan Telak Jepang. Pada 8 Agustus 1945, Uni Soviet/Rusia yang saat itu dipimpin oleh Stalin, telah mengumumkan dan menyatakan perang terhadap Jepang. Pasukan Uni Soviet kemudian menyerang Manchuria, yang terletak di timur China. Uni Soviet dan Jepang sebelumnya telah menandatangani perjanjian non-agresi. Namun, setelah Sekutu mengebom kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Jepang pun bersiap untuk menyerah. Uni Soviet menggunakan kesempatan ini untuk merebut beberapa wilayah kekuasaan Jepang. Kemudian disusul pengeboman di kota Nagasaki, pada 9 Agustus 1945. Bom tersebut meledak dengan sangat dahsyat, hingga diperkirakan menelan korban kurang lebih 70.000 - 80.000 jiwa penduduknya. Pada bulan selanjutnya, banyak orang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima. Kaisar Hirohito (Showa) menyatakan menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu pada 14 Agustus 1945. Penyerahan tanpa syarat tersebut, membuat pemimpin Indonesia pada saat itu kebingungan lantaran Jepang adalah kandidat terkuat dalam memenangkan peperangan. Ambruknya pertahanan dan komunikasi Jepang menjadi bulan-bulanan pertengkaran tahun 1945, yang mengakibatkan suatu perubahan drastis dalam lajur persiapan kemerdekaan Indonesia. Kemudian yang kedua yaitu peristiwa Tegang Menuju Vietnam. Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat oleh pemerintah militer Dai Nippon/Jepang dianggap sebagai tiga tokoh penting serta berpengaruh bagi rakyat Indonesia. Ketiganya juga merupakan personil utama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI sebenarnya sudah dibentuk sejak 7 Agustus 1945, namun rinciannya akan ditegaskan di Dalat nanti. Misi menegangkan ke Vietnam dimulai pada 8 Agustus 1945 jelang tengah malam. Penerbangan ke Dalat sengaja dilakukan secara rahasia lantaran gentingnya situasi kala itu. Memang, waktu tempuhnya tidak terlalu lama via jalur angkasa, tapi amat berbahaya. Pesawat Sekutu sewaktu-waktu bisa datang untuk menyerang. Dari Bandara Kemayoran, pesawat yang membawa tiga bapak bangsa Indonesia dengan kawalan beberapa perwira Jepang itu tidak langsung ke Vietnam. Tanggal 9 Agustus 1945 pagi, pesawat mendarat di Singapura untuk singgah sejenak sembari memantau situasi. Keputusan transit sehari di negeri singa ternyata pilihan yang tepat. Di hari yang sama, kota Nagasaki di Jepang dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat, mengulang kejadian serupa yang telah menimpa Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Perjalanan diteruskan pada esok hari pada 10 Agustus 1945. Beberapa jam kemudian, tibalah pesawat yang menopang nasib bangsa Indonesia tersebut di Saigon (sekarang bernama Ho Chi Minh), Vietnam dengan selamat. Jarak antara kota terbesar di Vietnam itu menuju ke Dalat sekitar 300 kilometer ke arah utara. Tanggal 11 Agustus 1945, perjalanan dilanjutkan ke Dalat dan tiba di hari yang sama. Soekarno, Hatta, dan Dr. Radjiman beserta rombongan harus menunggu keesokan hari sesuai jadwal pertemuan dengan Marsekal Terauchi. Perjumpaan dengan pimpinan militer tertinggi Jepang untuk kawasan Asia Tenggara itupun terjadi pada 12 Agustus 1945. Marsekal Terauchi yang juga anak sulung Perdana Menteri Jepang Terauchi Mastake, membeberkan alasan mengapa memanggil Soekarno, Hatta, dan Radjiman ke Dalat. Kepada Bung Karno dan kawan-kawan, Terauchi mengaku bahwa pihaknya memang sedang diujung tanduk. Leburnya Hiroshima dan Nagasaki, serta rentetan kekalahan di sejumlah front Perang Asia Timur Raya menjadi pertanda kuat bahwa Jepang tak lama lagi bakal takluk. Maka kata Marsekal Terauchi, Indonesia harus segera bersiap-siap merdeka, dan itu menjadi tugas Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman, serta anggota PPKI untuk mempersiapkannya. “Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” janji Marsekal Terauchi. Menurutnya, perlu waktu untuk melakukan berbagai persiapan sebelum proklamasi kemerdekaan diwujudkan. Bung Karno dan kawan-kawan tampaknya setuju dengan tawaran kemerdekaan dari Jepang tersebut. Moh. Hatta bahkan sempat mengungkapkan perasannya atas janji Marsekal Terauchi itu. Setelah jamuan makan dan acara minum teh bersama, pertemuan itu pun diakhiri. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman bersiap pulang. Mereka tidak sabar mengabarkan hasil kesepakatan dengan Marsekal Terauchi yang berisi janji kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Di tanah air nanti, justru muncul rangakaian polemik sebelum Indonesia benar-benar merdeka 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini bukanlah hadiah dari Jepang seperti yang dijanjikan Marsekal Terauchi serta sempat diterima dengan senang hati oleh Bung Karno dan kawan-kawan.

Penulis : Dela Damayanti

August 2, 2020 perspnm
Dari Hindia Hingga Nusantara, Ini Sejarah Awal Nama Indonesia

Feed2 Slide5

Tahukah kamu nama Negara Indonesia ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan sempat berganti nama sampai lima kali hingga akhirnya disahkan saat pembacaan teks sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Nama Indonesia tidak langsung diperoleh tanpa usaha dan kerja keras, sama seperti kemerdekaan. Para tokoh penggerak juga berjuang untuk mendapatkan hak pengakuan di mata dunia. Asal-usul nama Indonesia ternyata sudah ada jauh sebelum para penjajah datang ke negeri ini. Nama Indonesia mulai dikenal pada pertengahan tahun 1800-an. Saat itu salah seorang sejarawan Oxford University bernama Peter Carey mengatakan nama Indonesia muncul dan diperkenalkan oleh James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA). Sedangkan masyarakat pribumi mulai mengenal nama Indonesia dari tokoh pendidikan bernama Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Pada 1913 saat dirinya diasingkan ke Belanda ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Kemudian pada tahun 1920-an nama Indonesia diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan, sehingga memiliki makna politis sebagai identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaannya. Namun tahukah Anda sebelum nama Indonesia lahir ternyata bangsa ini telah berganti nama hingga lima kali. Penasaran apa saja? Simak ulasannya berikut ini:   Hindia Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani, yakni Indo dan Nesie yang artinya kepulauan Hindia. Nama ini kemudian makin terkenal setalah bangsa Portugis yang saat itu dibawah pimpinan Vasco da Gama menemukan pulau ini dengan cara menyusuri sungai Indus sekitar tahun 1498 Masehi. Melansir dari Liputan6, nama Hindia tersebut merupakan istilah yang dikenalkan oleh Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani yang dikenal dengan Bapak Ilmu Sejarah. Namun nama Hindia baru digunakan setelah dikenalkan oleh Ptolomeus (100-178 SM), seorang ahli ilmu bumi yang terkenal.   Nederlandsch Oost-Indie Nama ini diberikan oleh orang-orang Belanda yang dulu sempat berkuasa di tanah air. Sejak akhir abad ke-18 orang Eropa menyebut Indonesia dengan nama tersebut, yang berarti wilayah jajahan Belanda. Nama ini kemudian dikenal sebagai Hindia Belanda atau Hindia Timur Belanda. Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membentuk Hindia Belanda sebagai hasil dari nasionalisasi koloni-koloni di bawah pemerintahan Belanda.
Insulinde Nama Insulinde kali pertama dicetuskan oleh Douwes Dekker, seorang penulis asal Belanda dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar pada tahun 1860. Nama Insulinde berasal dari Bahasa latin yang merujuk pada kata Insulair, Insula dan Indus yang berarti pulau Hindia. Pria bernama asli P.J. Veth Multatuli menggagas nama Insulinde karena merasa jengkel dengan julukan Nederlandsch Indie yang diberikan negaranya kepada Indonesia. Ia turut menyaksikan pula perlakuan buruk para penjajah terhadap penduduk pribumi.   The Malay Archipelago Nama lain yang pernah diberikan untuk Indonesia selanjutnya adalah The Malay Archipelago. Menurut dari salah satu sumber, nama itu diberikan oleh Alfred Russel Wallace, seorang penjelajah sekaligus ilmuwan asal Inggris. Ia menjuluki kawasan Malaysia, Singapura, dan Kepulauan Indonesia sebagai The Malay Archipelago. Nama ini digagas pada pertengahan abad ke-18 dengan makna pulau-pulau Melayu yang menguasai lautan.   Nusantara Istilah Nusantara mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bukan hanya julukan, Nusantara memang dulunya pernah menjadi nama untuk menyebut Indonesia. Jauh sebelum munculnya keempat nama di atas, julukan Nusantara sudah digagas oleh Kerajaan Majapahit sejak abad ke-12. Nusantara kala itu adalah sebutan untuk wilayah kekuasaan Majapahit di luar Pulau Jawa, yang membentang dari ujung barat Sumatera hingga ke bagian timur di Papua. Istilah Nusantara disebutkan oleh Mahapatih Gadjah Mada dalam Sumpah Palapa, dan tercantum dalam Kitab Negarakertagama. Selain itu istilah Nusantara juga ditemukan di perpustakaan India Kuno, yang berarti pulau-pulau yang berada di antara be   berapa benua. #Gplasma #GetTheRealNews #KontenGplasma #Kemerdekaan #DivisiReporter

115926986_1167336416966855_8292936789032382408_n
July 25, 2020 perspnm
New Normal: Apakah Indonesia Sudah Aman?

 Ancaman virus mematikan, Covid-19 (Coronavirus disease 2019), yang menimpa Indonesia kian menjadi-jadi. Segala cara dilakukan pemerintah agar Covid-19 dapat teratasi. Karena virus tersebut banyak sektor pengemban ekonomi negara ini dapat dikatakan surut. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah Indonesia sudah aman dari Covid? Semua akses kegiatan keluar rumah dibatasi, semua pun dilarang keluar rumah. Grafik yang terus naik membuat masyarakat semakin khawatir. Sanksi pidana jika tidak menggunakan masker pun dilayangkan agar masyarakat menaati protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah. Bisikan-bisikan kata new normal semakin menjadi-jadi, padahal grafik semakin memuncak. Covid-19 harus dihindari tetapi ekonomi juga harus berjalan, itulah yang membuat warga tetap beramai-ramai keluar rumah. Hal ini juga membuat bualan-bualan netizen ramai dan geger di sosial media. Pabrik, mall, dan sebagian sektor ekonomi mulai beroperasi lagi walaupun semuanya bekerja dalam shift yang lebih singkat. Tau gak sih apa aja budaya selama masa new normal ini?

Bentuk nyata kesadaran disiplin dalam new normal, di antaranya adalah budaya antre. Memang dalam situasi sekarang ini, tanpa disadari masyarakat sudah mulai terbiasa dengan antrean yang terasa lebih lambat dan panjang dari biasanya dikarenakan adanya pemeriksaan suhu badan di setiap toko dan batas-batas antrean pengunjung berkisar antara 1-2 meter. Tidak hanya toko, swalayan dan mall besar pun telah mematuhi  protokol kesehatan yang berlaku, hal ini untuk mencegah adanya orang yang berpotensi menulari pengunjung lainnya.

Walaupun semua protokol telah ditetapkan, banyak juga diketahui sejumlah gejala-gejala baru yang beredar tentang Covid-19 yang membuat grafik menjadi melonjak. Konspirasi-konspirasi pikiran mencuat, apakah Indonesia benar-benar sudah aman? Daerah yang mulanya zona hijau bisa jadi kuning, yang mulanya kuning bisa menjadi zona merah bahkan hitam. Bahkan yang semula hijau bisa jadi besoknya sudah jadi kuning lagi. Karena sekarang proses tumbuh kembang Indonesia sedang tidak baik-baik saja maka kita sebagai warga negara perlu mendukung upaya pemerintah dalam pemberlakuan era new normal ini. Berikut beberapa kebiasaan yang mulai muncul pada era new normal :

  1. Social Distancing

Jika di mall dulunya pengunjung selalu berebut antrean bahkan berdesak-desakan sekarang mereka sudah terbiasa dengan antrean yang lebih panjang karena adanya pembatasan antar customer. Nah, kita harus mengikuti era ini nih selain kita jauh dari Covid-19 kita juga lebih tertata dan rapi.

  1. Bersepeda

Pemerintah mengajurkan agar selalu menjaga kesehatan ketika Covid-19 mencuat. Awalnya hanya 1-3 orang yang melakukan kegiatan bersepeda tetapi tetap menjaga protokol kesehatan. Nah, bisa dilihat nih sekarang sedang ramai-ramainya kehidupan bersepeda yang semakin up to date. Walaupun harga sepeda sekarang ini sedang tinggi-tingginya, tetapi tidak membuat minat masyarakat membeli sepeda menurun. Bersepeda bersama sekarang menjadi kebiasaan new normal di Indonesia. Untuk yang hobi bersepeda atau baru mulai bersepeda di era ini, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan ya!

  1. Pengecekan Suhu Tubuh

Dikatakan gejala Covid-19 terdapat suhu khusus. Setiap toko, mall, pabrik, bahkan tempat kerja yang memiliki jumlah pegawai/karyawan relatif banyak telah memberlakukan protokol kesehatan. Dimulai dengan adanya antrean pengecekan suhu tubuh di depan pintu masuk.

Selalu jaga kesehatan ya, teman-teman. Perlu tingkatkan adanya kesadaran diri untuk patuh terhadap himbauan dan aturan yang telah dikeluarkan agar dapat memutus rantai penularan Covid-19.

Be Happy, Stay Healty and Happy Weekend Everyone

Mari bersama putus rantai Covid-19, Bersama Indonesia Bebas Covid-19

Gplasma- get the real news

-Divisi fotografer- -2020-

-Divisi fotografer-

-2020-

timaki-min
July 23, 2020 perspnm
Mahasiswa TKA Asal PNM yang Tetap Raih Prestasi ditengah Pandemi COVID19

                 Galang Dafa Yudhiatma, Ryan Ravanelly, dan Azizah Qory Hermawan , mahasiswa Teknik Perkeretaapian asal Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang berhasil memperoleh juara 3 pada perlombaan LAI2 COVID-19. LAI2 COVID  19 merupakan lomba online dengan tema Aplikasi Inovatif dan Inspiratif untuk COVID 19 di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Lomba yang dimulai pada tanggal 22 April sampai 22 Juli 2020 kemarin memiliki beberapa kendala. Misalnya saja, mulai dari pengumpulan sampai pengumuman juara mengalami keterlambatan yang disebabkan karena beberapa juri disana masih disibukkan dengan penyelenggaraan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

            Awalnya, lomba yang diperoleh dari informasi dosen di grup WhatsApp tersebut belum menarik minat mereka untuk mengikuti lomba. Hal tersebut dikarenakan mereka masih ragu  karena belum mempunyai ide dan gambaran apapun tentang lomba LAI2 COVID 19. Akan tetapi, karena saran dari dosen yang mengatakan untuk ikut agar menjadi pengalaman dan menambah wawasan untuk mereka, membuat mereka ingin mengikuti lomba tersebut. Setelah memiliki keinginan untuk mengikuti lomba, mereka langsung mencoba menghubungi dosen agar membimbing mereka. Kemudian, mereka segera merancang fullpaper hanya dengan waktu seminggu.

            “Ingin mencoba sesuatu hal yang baru dan mencari pengalaman tentang lomba – lomba dijenjang mahasiswa”, ujar Galang sebagai motivasi untuk mengikuti lomba. Setelah mengikuti lomba tersebut tentunya menambah pengalaman bagi mereka. Seperti halnya, mereka lembur sampai dini hari akibat mengejar deadline lomba, dipaksa untuk berpikir kritis, dan dituntut untuk belajar hal yang baru. Galang mengatakan kesannya setelah mengikuti lomba tersebut yaitu “Santai tapi serius, karena dikerjakan secara online tetapi juga dituntut untuk serius dan juga masih tidak menyangkan jika akan menjuarai lomba tersebut dikarenakan lawan dari lomba tersebut berasal dari angkatan 2017 dan 2018”.  Galang berpesan kepada mahasiswa PNM agar jangan takut mencoba, kita semua sama.

July 18, 2020 perspnm
Pengenalan Divisi Design dan Layout

feed1


 

Divisi Design dan Layout mungkin masih asing untuk kebanyakan orang, ya... divisi ini biasanya digabung dengan Divisi Kominfo. Lalu apa sih Divisi Design dan Layout itu sendiri? Divisi yang memiliki tanggung jawab membuat sebuah design yang membentuk rancangan yang komunikatif serta susunan artistik. Sebuah design dibuat dengan penyusunan dari elemen gambar dan teks yang berhubungan ke dalam sebuah bidang dalam rangka mewujudkan komunikasi verbal menjadi komunikasi visual agar semua informasi tepat sasaran, singkat, padat, jelas sehingga lebih menarik perhatian audiens. Selain membuat sebuah design, Divisi Design dan Layout dalam UKM Pers G-Plasma memiliki tugas dan wewenang diantaranya : a. Mengkoordinir desain, melaksanakan layout, buletin, dan majalah UKM Pers G-PLASMA. b. Membuat ilustrasi rubrik-rubrik buletin dan majalah G-PLASMA serta merawat inventaris yang berhubungan dengan layout. c. Memberikan pemahaman terhadap setiap anggota UKM Pers G-PLASMA mengenai hal-hal layout yang diperlukan G-PLASMA. d. Bertanggung jawab atas pengadaan dan pengelolaan bidang layout dalam pengerjaan buletin dan majalah kepada Pemimpin Redaksi. e. Koordinator Lay Out berhak menunda atas izin Pemimpin Redaksi apabila dalam proses penglay-outan berita belum diedit sepenuhnya. f. Koordinator Lay Out diwajibkan menyelesaikan layout maksimal satu minggu setelah semua berita selesai di edit oleh bagian Editor. g. Koordinator Lay Out berhak mendesak pemimpin redaksi untuk mempercepat proses editing setelah melewati deadline.

Yuk belajar design bareng Divisi Design dan Layout G-Plasma!! Bisa tidak ya aku jadi Desainer? Menganggap belajar design itu sulit adalah tidak benar. Karena sudah banyak bermunculan software desain yang mudah dioperasikan. Tidak hanya itu, berbagai kelas pelatihan belajar design pun bisa kita ikuti guna mengasah kemampuan dalam pembuatan karya. Mulai dari kelas berbayar hingga gratis. Mempelajari Desain grafis kini sudah menjadi sebuah hal yang lumrah di era digital ini. Belajar design membutuhkan kemauan dan semangat yang tinggi agar belajar itu menjadi mudah. Design tidak hanya digunakan untuk menunjukkan kreatifitas namun bisa digunakan sebagai karier. Di masa content driven seperti sekarang, tentunya membuat desain grafis yang menarik untuk marketing merupakan sebuah kebutuhan branding mulai dari logo, brosur, kartu nama, dan web yang menarik. Untuk itu, kita perlu belajar mengenai desain grafis. Inilah langkah yang perlu dimulai :

1. Mengetahui pengetahuan dasar atau basic dari desain itu sendiri. Ada 3 prinsip dasar design, diantaranya :

• Tipografi : gaya kata yang tertulis, semua format teks melibatkan tipografi.

• Hierarki : ini membantu membimbing mata pembaca di mana untuk memulai dan di mana untuk mengakhiri.

• Warna : kedudukan warna sangat penting untuk nuansa estetika sehingga memberikan kesan menarik.

2. Belajar mengoperasikan software design grafis mudah untuk dipelajari dan cocok bagi pemulaSoftware untuk berbasis vektor adalah Coreldraw dan Adobe Illustrator, sedangkan untuk yang berbasis bitmap adalah Adobe Photoshop. Untuk lebih praktis dioperasikan di ponsel bisa menggunkan Canva. Selain itu pelajari tools yang ada dan istilah design melalui internet, mulai dari font, color palate, kerning, white space, alignment, hierarchy, background, foreground, dan banyak lagi istilah lainnya.

3. Berlatih dan Mengumpulkan design yang menginspirasi untuk menciptakan ide design

Setelah mengetahui teknis menggunakan software desain grafis maka perbanyaklah berlatih. Latihan bisa dimulai dengan meniru hasil design orang lain, semakin mirip hasil maka Anda sudah mulai mahir. Untuk lebih mudah bisa belajar melalui Tuts+ Design dan Youtube dengan setiap langkahnya. Setelah itu lanjutkan membuat design dengan ide sendiri. Cara cepat mendapatkan ide adalah dengan banyak melihat referensi desain dari internet.

4. Menerima Kritik dan Saran Setelah design berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah mendapatkan kritik yang membangun dari desainer yang lebih berpengalaman. Mendengarkan kritik akan karya kita adalah cara efektif untuk belajar dan upaya pengembangan diri. Bagaimana? Mudah bukan untuk menjadi desiner? Tidak harus memiliki keahlian sejak lahir di bidang ini namun yang diperlukan adalah mengasahnya dengan perbanyak latihan, menemukan inspirasi, dan referensi dari karya orang lain.

Penulis : Marsyella N.

20200711_122446_0002
July 11, 2020 perspnm
Mengenal Divisi Editor di UKM Pers G-Plasma

Saat ini perkembangan informasi sangat cepat. Setiap orang bisa melihat berita atau kejadian yang menarik di media massa. Apalagi dengan adanya internet sebagai media yang dapat menyajikan informasi secara real time. Dalam kegiatan jurnalistik, informasi  tersebut tidak serta merta langsung di publish, tetapi harus melalui proses editing oleh seorang editor. Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) di Politeknik Negeri Madiun yang bergerak di bidang Pers adalah G-Plasma. Dimana organisasi ini sebagai media massa mahasiswa dalam mendapatkan informasi, serta menyampaikan informasi yang bersifat terbuka dalam menerima aspirasi seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Madiun. Sebagaimana kegiatan jurnalistik, di G-Plasma proses editing berita/artikel dilakukan oleh Divisi Editor. Divisi ini berada di bawah Pimpinan Redaksi (Pimred), Indah Pranataning Tyas, pada Periode 2020/2021. Editor bisa disebut juga seorang yang bekerja di belakang layar. Editor bertugas menyunting berita/artikel sebelum diterbitkan. Seorang editor harus memiliki kepekaan terhadap bahasa, mengerti ejaan, memahami tata bahasa, dan tidak malas membaca kamus, misalnya KBBI atau PUEBI, serta memiliki kepekaan terhadap unsur SARA dan pornografi. Berikut ini adalah tugas Editor yang terdapat dalam AD/ART UKM Pers G-Plasma Politeknik Negeri Madiun:

  1. Mengedit atau menyunting seluruh hasil karya tulis atas izin Reporter.
  2. Mengoordinasikan kembali hasil editorial dengan Reporter sebelum dicek dan disetujui oleh Pemimpin Redaksi.
  3. Wajib mendelegasikan anggotanya minimal 2 orang setiap rapat evaluasi.
Pada Periode 2020/2021 anggota Divisi Editor UKM Pers G-Plasma ini berjumlah 11 orang, yang di koordinasi oleh Nabila Rohmah dan anggota sebagai berikut:
  1. Dita Fajarothul I.
  2. Ratriana Lia M.
  3. Kistia Meilani Sanda
  4. Jenny Refa A. M.
  5. Hanisa Putri Aprilia
  6. Aprilia Rista Pristianti
  7. Elvira Amri Saida
  8. Dany Sekti A.
  9. Rima Maulidiya P.
  10. Winda Eka R.
Itulah tugas pokok dan fungsi Editor di UKM Pers G-Plasma. Sabar dan teliti adalah kunci menyajikan informasi yang berkualitas. Oleh karena itu, di masa yang serba cepat ini diharapkan G-Plasma dapat menghasilkan informasi yang bebas dari hoax dan menarik tentunya. Semoga bermanfaat. G-Plasma, Get The Real News!! Penulis: Nabila dan Jenny (Div. Editor)